Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Prosocial Behavior and Psyhcological Difficulties as Predictors of Depressive Symptomps in Adolescents: A Cross-Sectional Study Yuliastuti, Estin; Istiqomah, Nurul
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 11 No. 3 (2025): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jkk.v11i3.876

Abstract

Background: Adolescence is a crucial transitional period marked by significant changes and increased vulnerability to mental health problems, including depression. Objective: This study aimed to examine the relationship between prosocial behavior and psychological difficulties with depressive symptoms in adolescents. Methods: A quantitative correlational study with a cross-sectional approach was conducted among 155 adolescents aged 12–18 from a public senior high school in Surakarta, Indonesia. Data were collected using the Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) and the Patient Health Questionnaire-9 (PHQ-9), and analyzed using Spearman’s correlation. Results: There was a strong positive correlation between psychological difficulties and depressive symptoms (r=0.656, p<0.001), while prosocial behavior was also significantly associated but with a weaker correlation (r=0.168, p=0.037). Conclusion: Psychological difficulties are more strongly associated with depressive symptoms than prosocial behavior. These findings highlight the importance of interventions that address both risk factors and strengths.
PENGARUH BALANCE EXERCISE TERHADAP KESEIMBANGAN DAN KEKUATAN OTOT PADA LANSIA Sifak Syahdani, Muhammad; Kusuma Wardani, Ika; Yuliastuti, Estin; Sarifah, Siti
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 14 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56840/jkgsh.v14i2.147

Abstract

Latar Belakang: Lansia merupakan kelompok usia di atas 60 tahun yang sedang mengalami proses penuaa, sehingga akan mengalami perubahan fungsi tubuh termasuk sistem muskuloskeletal yang dapat menurunkan kekuatan otot. Latihan keseimbangan ditujukan untuk memperkuat otot tungkai bawah sekaligus meningkatkan kemmapuan sistem vestibular dalam menjaga stabilitas tubuh. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan keseimbangan terhadap keseimbangan dan kekuatan otot pada lansia. Metode: Penelitian ini menggunakan pendeatan kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 16 lansia yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen yang digunakan meliputi lembar observasi keseimbangan, kekuatan otot, data demografi dan SOP balance exercise. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Mayoritas responden berusia 61-76 tahun (37,5%) dan berjenis kelamin laki-laki (62,5%). Hasil pengukuran menunjukkan peningkatan kesimbangan, dimana kategori normal naik dari 56,3% menjadi 81,3% setelah intervensi. Pada kekuatan otot, kondisi awal seluruh responden berada kategori sedang (100%), kemudian meningkat menjadi 25% normal dan 75,0% sedang. Uji Wilcoxon menghasilkan nilai p kesimbangan =0,02 dan nilai p kekuatan otot p=0,05 Kesimpulan: Latihan keseimbangan berpengaruh signifikan dalam meningkatkan keseimbangan dan kekuatan otot pada lansia. ABSTRACT Background: Aging in individuals over 60 years is accompanied by physiological changes, particularly in the musculoskeletal system, which may lead to decreased muscle strength. Balance exercise is a simple intervention aimed at strengthening the lower limbs and enhancing vestibular function to maintain postural stability. Objective: This study aimed to determine the effect of balance exercise on postural balance and lower extremity muscle strength in older adults. Methods: A quantitative study with a one-group pretest–posttest design was conducted on 16 elderly participants who met the inclusion criteria. Data collection tools included balance observation sheets, muscle strength assessments, demographic data, and a standardized balance exercise protocol. The Wilcoxon signed-rank test was applied for statistical analysis, with significance set at p < 0.05. Results: Most respondents were 61–76 years old (37.5%) and male (62.5%). After the intervention, the proportion of participants with normal postural balance increased from 56.3% to 81.3%. Regarding muscle strength, all participants were initially in the moderate category (100%), but post-intervention 25% improved to normal and 75% remained moderate. The Wilcoxon test showed significant improvements in both postural balance (p = 0.02) and muscle strength (p = 0.05). Conclusion: Balance exercise significantly improves postural balance and muscle strength in the elderly. This intervention can be recommended as a practical strategy to reduce the risk of falls and maintain functional independence among older adults.
PENGARUH TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP TEKANAN DARAH DAN KECEMASAN PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI Cahyani, Amaliah; Sarifah, Siti; Yuliastuti, Estin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49308

Abstract

Hipertensi, atau tekanan darah tinggi, merupakan kondisi ketika tekanan darah sistolik mencapai ≥140 mmHg dan diastolik ≥90 mmHg. Apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat, hipertensi dapat menimbulkan berbagai komplikasi, termasuk kecemasan. Salah satu bentuk penatalaksanaan nonfarmakologis yang dapat membantu menurunkan tekanan darah sekaligus mengurangi kecemasan adalah terapi relaksasi otot progresif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh terapi tersebut terhadap tekanan darah dan tingkat kecemasan pada lansia penderita hipertensi. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan rancangan Nonequivalent Control Group Pretest–Posttest. Kegiatan dilaksanakan di Puskesmas Plupuh II pada 28 Februari–8 Maret 2024 dengan populasi seluruh lansia yang menderita hipertensi. Sampel berjumlah 27 orang diperoleh melalui teknik total sampling. Variabel yang diukur meliputi tekanan darah dan tingkat kecemasan. Pengukuran tekanan darah dilakukan menggunakan tensimeter manual dan stetoskop, sedangkan tingkat kecemasan dinilai menggunakan kuesioner Geriatric Anxiety Scale (GAS). Kelompok eksperimen menerima intervensi terapi relaksasi otot progresif selama tujuh hari, dua kali sehari, masing-masing selama 30 menit. Analisis data menggunakan uji Mann–Whitney. Hasil Uji statistik menunjukkan nilai p tekanan darah sebesar 0,196 (pretest) dan 0,001 (posttest), serta nilai p tingkat kecemasan sebesar 0,012 (pretest) dan 0,001 (posttest). Perbedaan signifikan (p<0,05) ditemukan pada nilai posttest antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Terapi relaksasi otot progresif terbukti efektif dalam menurunkan tekanan darah dan mengurangi kecemasan pada lansia hipertensi. Oleh karena itu, intervensi ini dapat direkomendasikan sebagai bagian dari asuhan keperawatan nonfarmakologis di fasilitas pelayanan kesehatan.
PROGRAM GIZI ANAK SEKOLAH (PROGAS) DI SD MUHAMMADIYAH 22 SRUNI: GENERASI SEHAT DAN PRODUKTIF Marini, Lutfiana Arum Putri; Setiawan, Muhammad Arif Putra; Istiqomah, Nurul; Sari, Anggi Luckita; Yuliastuti, Estin
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 19th University Research Colloquium 2024: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekurangan atau kelebihan gizi pada anak-anak dapat menyebabkan keterlambatan dalam pertumbuhan fisik, mental, dan intelektual. Edukasi kesehatan adalah proses yang menjembatani antara informasi kesehatan dan praktik kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya untuk makan, makanan yang sehat sesuai porsi yang dibutuhkan. Pendekatan untuk menangani masalah gizi melibatkan berbagai upaya, termasuk pendidikan gizi dengan prinsip-prinsip keanekaragaman pangan, perilaku hidup bersih, aktivitas fisik, dan pemantauan berat badan. Keanekaragaman pangan diilustrasikan melalui isi piring atau piring-T. Anak usia sekolah memiliki motivasi besar untuk belajar, sehingga edukasi gizi perlu diberikan sedini mungkin, seperti yang dilakukan di SD Muhammadiyah 22 Sruni melalui pendekatan edukasi kesehatan dengan media
Pengaruh Terapi Butterfly Hug terhadap Tingkat Kecemasan pada Remaja Aulia, Azka Widi Zulfa; Yuliastuti, Estin; Suyatno, Suyatno
ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing) Vol 5 No 1 (2024): JULI
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/asjn.v5i1.1514

Abstract

Latar Belakang:  Remaja merupakan masa transisi di mana ketika terjadi kesalahan dalam bertindak dapat menimbulkan reaksi emosi yang tidak stabil sehingga menyebabkan kecemasan. Salah satu upaya untuk mengatasi kecemasan adalah Terapi Butterfly Hug. Tujuan: Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengidentifikasi pengaruh Terapi Butterfly Hug terhadap tingkat kecemasan pada remaja. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-experiment dengan satu kelompok pretest-posttest. Penelitian ini dilaksanakan pada 18-23 Maret 2024 di salah satu sekolah menengah atas di Boyolali. Sebanyak 42 responden dipilih secara purposive sampling. Pengukuran tingkat kecemasan menggunakan HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale) sebelum dan setelah tindakan Terapi Butterfly Hug. Terapi Butterfly Hug dilakukan sebanyak satu kali pertemuan terdiri atas 8 sesi yang dilakukan secara berkelompok dengan durasi 10 menit per sesi. Analisis data dilakukan dengan Wilcoxon Rank Test. Hasil: Hasil uji analisis didapatkan bahwa nilai p 0,000 (p<0,05). Kesimpulan: Tindakan Terapi Butterfly Hug pada remaja memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat kecemasannya. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memperluas pemahaman tentang efektivitas terapi ini dalam konteks kecemasan remaja, serta memberikan dasar bagi penelitian lebih lanjut atau penerapan klinis lebih lanjut terkait dengan terapi ini.
The Effectiveness of Mindfulness Practices in Alleviating Stress Among Emergency Care Nurses Nurjanah, Eka; Yuliastuti, Estin; Suyatno, Suyatno
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 11 No. 1 (2025): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jkk.v11i1.773

Abstract

Aims: All hospital staff were at risk of experiencing stress, but nurses often faced higher levels of stress, especially in the emergency department. If the stress experienced by nurses was not addressed promptly, it could lead to psychosocial issues and negatively impact their performance. This study evaluated the effectiveness of a 15-minute mindfulness intervention in reducing stress among nurses in the emergency department. Method: This study was a quasi-experimental with a one group pretest-posttest design, conducted from December 15 to 17, 2023, in an emergency department at a hospital in Sragen. A total of 15 respondents were selected using total sampling. This study only utilized 14 items to measure stress of the DASS (Depression Anxiety Stress Scale) before and after the Mindfulness intervention, which was conducted in a group setting for 15 minutes. Data were analyzed using the Wilcoxon Rank Test. Results: The analysis showed a p-value of 0.000 (p<0.05). Conclusion: Mindfulness practices significantly impacted the stress levels of nurses in the emergency department. This study supports the integration of mindfulness practices in stress management programs for emergency department nurses.
THE RELATIONSHIP BETWEEN SOCIAL MEDIA USAGE INTENSITY AND EMOTIONAL REGULATION IN ADOLESCENTS Abdulloh, Imron Habib; Yuliastuti, Estin; Suyatno, Suyatno
Jurnal Keperawatan Vol 10 No 2 (2025): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jakarta III

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32668/jkep.v10i2.2006

Abstract

Adolescence is often referred to as a transitional period from childhood to adulthood. In the digital era, social media usage has become a widespread phenomenon among adolescents, significantly influencing their emotional developmen. This study aims to determine whether there is a relationship between social media usage and emotional regulation in adolescents. This study used a quantitative correlational design with a cross-sectional approach. A total of 147 students were selected using total sampling. Data were collected using the Social Media Intensity Scale (SIPMS) and the Emotion Regulation Questionnaire (ERQ). Data were analyzed using Chi-Square statistical test. A significant relationship was found between social media usage intensity and adolescents’ emotional regulation (χ² = 28.694, df = 2, p < 0.001), indicating that heavier users tended to exhibit lower emotional regulation. There is a correlation between social media usage intensity and emotional regulation in adolescents. This suggests that excessive social media usage may negatively impact adolescents' emotional stability, emphasizing the need for proper management and regulation of social media use.
Evaluating the Impact of the Nyala App on Depressive Symptoms and Suicidal Risk Among Adolescents Yuliastuti, Estin; Siswanto, Hery; Herdaetha, Adriesti; Oktaviana, Tias Riski; Rahman, Ilyas Fathur
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 12 (2025): Volume 7 Nomor 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i12.23168

Abstract

ABSTRACT Adolescent depression and suicide remain pressing global health concerns, particularly in low- and middle-income countries where access to mental health services is limited. Digital interventions have emerged as promising, accessible, and stigma-free alternatives for promoting youth mental health. This study aimed to evaluate the impact of the Nyala app on depressive symptoms and suicidal risk among adolescents. A posttest-only control group design was employed involving 40 adolescents aged 12–15 years from a private junior high school in Surakarta. Participants were divided into intervention (n = 20) and control (n = 20) groups. The intervention group used the Nyala app—which integrates psychoeducation, mood tracking, thought diary, and SOS crisis support—for two weeks. Depressive symptoms and suicidal risk were measured using the  PHQ-9 and SBQ-R. Data were analyzed using the Mann–Whitney U test. The intervention group showed significantly lower mean scores for depressive symptoms (M = 2.35, SD = 2.64) compared to the control group (M = 8.50, SD = 7.02; p < 0.001). Similarly, suicidal risk scores were lower in the intervention group (M = 4.00, SD = 0.00) than in the control group (M = 4.55, SD = 2.84; p < 0.001). The Nyala app effectively reduced depressive symptoms and suicidal risk among adolescents. These findings support the integration of digital tools like Nyala into adolescent mental health services, especially in resource-limited and stigma-sensitive settings. Keywords: Adolescent Mental Health, Depression, Suicide Risk, Digital Intervention, Mobile Health, Nyala App.