Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Investigating visual engagement of Generation Z with presidential campaign infographics through Eye-Tracking technology Indra, Evta; Hizkia, Hidayati; Ginting, Hardiansah; Stanley, Calvin; Harnita, Pratiwi Cristin; Akbari, Deni Adha; Edison, Rizki Edmi
Journal of Natural Sciences and Mathematics Research Vol. 10 No. 1 (2024): June
Publisher : Faculty of Science and Technology, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was designed to investigate the visual engagement of Generation Z with Indonesian presidential election campaign infographics utilizing eye-tracking technology. Notably, Generation Z forms a significant segment of first-time voters in the 2024 General Election and plays an integral role in political decision-making processes. Despite their pivotal role, a marked disengagement with political activities among this demographic presents significant challenges. Prior research has demonstrated that visual attention is modulated by experiential factors and personal biases. Consequently, this investigation seeks to elucidate the impact of infographics on the visual attention of participants with pre-established preferences for presidential candidates. Employing eye-tracking technology facilitated an objective assessment of the participants' subconscious reactions to the infographics. This study analyzed the distribution of visual attention across six defined Regions of Interest (ROI) among 60 participants. The findings reveal that 50% of the participants directed their gaze predominantly at the names of the candidate pairs, 27% at the image of the presidential candidate, 15% at quotes, 5% at the image of the vice-presidential candidate, 2% at the candidate number, and 1% at the vision statement. Additionally, it was observed that 55% of the participants consistently fixated on the infographics that corresponded to their preferred candidate pair from the onset to the conclusion of the recording, while 45% demonstrated variability in their viewing patterns. These insights afford valuable implications for political strategists aiming to forge more effective communication strategies with Generation Z, thereby enhancing their engagement in the political discourse, particularly in the context of general elections.
Perbedaan Exposure Konten Pornografi Terhadap Atensi Visual Remaja Avia, Vincent Adhipramana; S, Wanty Charolina; Zendrato, Chris Desman King Noel; Nasution, Masdalena; Edison, Rizki Edmi
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 11 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i11.8782

Abstract

Fenomena paparan konten pornografi di kalangan remaja telah menjadi isu penting karena berpotensi memengaruhi fungsi kognitif, termasuk atensi visual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pola atensi visual antara remaja dengan tingkat paparan pornografi tinggi dan rendah menggunakan teknologi eye tracking. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan eksperimental. Subjek penelitian terdiri dari remaja berusia 20-25 tahun yang dibagi ke dalam dua kelompok berdasarkan tingkat paparan konten pornografi yang diukur melalui kuesioner. Stimulus berupa gambar erotis dan netral ditampilkan selama 3 detik, dan data pergerakan mata seperti durasi fiksasi serta arah pandangan dianalisis menggunakan perangkat eye tracker. Temuan ini mengonfirmasi bahwa paparan pornografi yang berlebihan dapat menyebabkan bias atensi visual terhadap isyarat seksual, yang berpotensi mengganggu kemampuan remaja dalam memproses informasi sosial normal.  Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam pola atensi visual antara kelompok dengan paparan tinggi dan rendah, di mana kelompok dengan paparan tinggi menunjukkan peningkatan fiksasi awal terhadap stimulus seksual. Kesimpulannya, paparan pornografi yang berlebihan berpengaruh terhadap bias atensi visual remaja, yang dapat mencerminkan proses kognitif adiktif terhadap isyarat seksual.
Pengaruh Penggunaan Smartphone dan Paparan Pornografi Terhadap Adiksi Pornografi pada Mahasiswa-Mahasiswi Program Studi Pendidikan Kedokteran Angkatan 2022 Universitas Prima Indonesia Charolina S, Wanty; Noel Zendrato, Chris Desman King; Avia, Vincent Adhipramana; Nasution, Masdalena; Edison, Rizki Edmi
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 11 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i11.8796

Abstract

Seiring dengan kemajuan teknologi dan kemudahan akses yang ditawarkan ponsel, masalah pornografi pun semakin meluas. Sebagai generasi produktif dengan tingkat penggunaan ponsel pintar yang tinggi, mahasiswa sangat rentan terhadap dampak buruk paparan dan kecanduan pornografi terhadap kesehatan mental dan perilaku mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan, "Bagaimana penggunaan ponsel pintar dan paparan pornografi memengaruhi kemungkinan kecanduan pornografi?" pada lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Prima Indonesia angkatan 2022. Teknik deskriptif kuantitatif digunakan dalam desain potong lintang penelitian ini. Dengan menggunakan pendekatan pengambilan sampel lengkap, 67 mahasiswa terpilih sebagai sampel. Kuesioner yang telah divalidasi reliabilitas dan validitasnya digunakan untuk mengumpulkan data. Uji chi-square digunakan dalam pendekatan analisis data univariat dan bivariat. Mayoritas responden menggunakan penggunaan ponsel pintar yang tinggi (74,6%), meskipun paparan mereka terhadap pornografi rendah (83,6%) dan kecanduan mereka terhadap pornografi rendah (83,6%). Meskipun paparan pornografi sangat berkaitan dengan kecanduan pornografi (p = 0,000), analisis bivariat menunjukkan bahwa penggunaan ponsel pintar tidak berkaitan (p = 0,570). Penggunaan ponsel pintar tidak memiliki hubungan langsung dengan kecanduan pornografi di kalangan mahasiswa, namun paparan pornografi memiliki hubungan tersebut. Mahasiswa disarankan untuk berhati-hati saat menggunakan ponsel dan menghindari menonton materi yang eksplisit. Perguruan tinggi dan universitas diwajibkan menyediakan layanan konseling dan program yang memerangi kecanduan pornografi dan mempromosikan literasi digital. Diharapkan agar anggota masyarakat, terutama orang tua, akan mengawasi dan berkomunikasi secara terbuka tentang penggunaan media digital. Peneliti di masa mendatang sebaiknya memperluas cakupan penelitian mereka dengan memasukkan faktor-faktor lain, termasuk lingkungan sosial, dukungan keluarga, dan pengendalian diri.