Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Midwifery Journal

Kemampuan Eceng Gondok (Eichhornia Crassipes) Sebagai Fitoremediasi Dalam Pengolahan Limbah Cair Industri Tempe Putri, Wilda Nindia; Barus, Linda; Ahyanti, Mei; Prianto, Nawan; Masra, Ferizal; Indarwati, Suami
MIDWIFERY JOURNAL Vol 3, No 3 (2023): Volume 3 Nomor 3 September 2023
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v3i3.12318

Abstract

Background: This research is a Quasi-Experimental Design using a pretest-posttest with control group design with 3 repetitions. Objective: To determine the ability of 1 kg water hyacinth plants as phytoremediation in processing tempe liquid waste.Methods: This research is in the form of a Quasi-Experimental Design with the independent variables in the research, namely variations in wastewater volume of 20, 25, 30 liters and the dependent variable, namely reducing BOD, COD, TSS levels and neutralizing pH. This research was conducted at the Environmental Health Department Laboratory of the Tanjung Karang Health Polytechnic in March-May 2023. The sample used was tempeh liquid waste from a household industry located on Jalan Catur Tunggal, Kemiling District, Bandar Lampung.Results: From the research results, it was found that phytoremediation using water hyacinth plants weighing 1kg in a wastewater volume of 20 liters could reduce BOD levels by 57.13%, COD by 67.74%, TSS by 80.82%, and increase pH levels by 20.51%. . In accordance with Governor Regulation No. 7 Governor of 2010 concerning Waste Water Quality Standards for Soybean Processing Activities, only BOD with a waste water volume of 20 liters meets the requirements, other waste water volumes do not meet the standards.Conclusion and Recommendations: With the above results, phytoremediation using 1kg water hyacinth plants in a wastewater volume of 20 liters can reduce BOD levels by 57.13%, COD by 67.74%, TSS by 80.82%, and increase pH levels by 20.51%. A repeat study of similar phytoremediation is needed to get a better grade from this research. Keyword : Water Hyacinth Plants, Tempe Waste, BOD, COD, pH ABSTRAK Latar Belakang: Penelitian ini berupa Quasi-Experimental Design menggunakan rancangan pretest-posttest with control group dengan 3 kali pengulangan.Tujuan: Untuk mengetahui  kemampuan tanaman eceng gondok 1 kg sebagai fitoremediasi dalam pengolahan limbah cair tempe.Metode: Penelitian ini berupa Quasi-Experimental Design dengan Variabel bebas pada penelitian yaitu variasi volume air limbah 20, 25, 30 liter dan variabel terikat yaitu penurunan kadar BOD, COD, TSS dan menetralkan pH. Penelitian ini di lakukan di Laboratorium Jurusan Kesehatan Lingkungan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang pada bulan Maret-Mei 2023. Sampel yang digunakan adalah limbah cair tempe dari industri rumah tangga yang berada di Jalan Catur Tunggal Kecamatan Kemiling Bandar Lampung.Hasil: Dari Hasil penelitian diperoleh hasil fitoremediasi menggunakan tanaman eceng gondok berat 1kg dalam volume air limbah 20 liter dapat menurunkan kadar BOD 57,13%, COD sebesar 67,74 %, TSS sebesar 80,82%, dan meningkatkan kadar pH sebesar 20,51%. Sesuai dengan Peraturan Gubernur Lampung No 7 Tahun 2010 Tentang Baku Mutu Air Limbah Kegiatan Pengolahan Kedelai yang memenuhi syarat hanya BOD dengan volume air limbah 20 liter, pada volume air limbah lainnya belum memenuhi standar.Kesimpulan dan Saran: Dengan hasil di atas fitoremediasi menggunakan tanaman eceng             gondok berat 1kg dalam volume air limbah 20 liter dapat menurunkan kadar BOD 57,13%, COD sebesar 67,74 %, TSS sebesar 80,82%, dan meningkatkan kadar pH sebesar 20,51%. Diperlukan kajian ulang tentang fitoremediasi serupa untuk mendapatkan grade yang lebih baik dari penelitian ini. Kata Kunci: Tanaman Eceng Gondok , Limbah Tempe, BOD, COD, pH
Analisis Kinerja Membran Mikrofiltrasi Terhadap Penurunan Angka Coliform Di Instalasi Pengolahan Air Limbah Musyaffa, Muhammad Hariq; Santosa, Iman; Prianto, Nawan; Fikri, Ahmad
MIDWIFERY JOURNAL Vol 4, No 4 (2024): Volume 4, Nomor 4 Desember 2024
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v4i4.18403

Abstract

Background: Water is very useful for household, industrial, and other public places. The availability of clean water is essential to support a healthy life. Especially in urban areas where the population growth rate is very high, it is increasingly difficult to get clean water that meets health requirements both in quality and quantity. Clean water that has been used 80% of it becomes wastewater. If the wastewater is not treated, it will cause human diseases such as diarrhea, polio, and worms.Purpose: The aim is to analyze the quality inspection of waste water samples at the IPAL Outlet of RSUD dr.A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung City.Methods: The type of research carried out is observation and the next test sample is further analyzed in the laboratory. The author wants to know the effectiveness of Microfiltration Membrane Performance on Reducing Coliform Numbers in the Wastewater Treatment Plant at dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung City in 2024.Results: The results of the study, based on the analysis of the quality inspection of wastewater samples at the Outlet of the WWTP at dr. A. Dadi Hospital. The performance of the Microfiltration Membrane, is able to suppress and reduce Coliform levels to 437 MPN/100 ml of test results, testing with Total Coliform parameters. Conclusion: The conclusion is that the performance of the Microfiltration Membrane is able to suppress and reduce Coliform levels from the initial test results found that the wastewater sample 7800 MPN/100 ml exceeds the maximum allowable level which should be 3000 MPN/100 ml. Of course this is still a problem because water discharged into water bodies can cause a source of disease for humans.Suggestion: Further research was carried out on the amount of water produced and how long it takes to saturate the microfiltration membrane. Keywords: Membrane, Wastewater Treatment Plant, Coliform ABSTRAK Latar Belakang: Air sangat berguna untuk kepentingan rumah tangga, industri, maupun tempat-tempat umum yang lainnya. Tersedianya air bersih adalah mutlak untuk menunjang kehidupan yang sehat. Terlebih di daerah perkotaan yang tingkat pertumbuhan penduduknya sangat tinggi dirasakan semakin sulit untuk mendapatkan air bersih yang memenuhi syarat-syarat kesehatan baik secara kualitas maupun kuantitas. Air bersih yang sudah dipakai 80% nya menjadi air limbah. Air limbah tersebut apabila tidak diolah akan menyebabkan timbulnya penyakit pada manusia seperti diare, polio, dan cacingan.Tujuan: Menganalisis kualitas air limbah di Outlet IPAL RSUD dr. A. Dadi. Tjokrodipo Kota Bandar Lampung menggunakan membrane mikrofiltrasi.Metode: Jenis penelitian yang dilakukan bersifat observasi dan sampel uji seterusnya dianalisis lebih lanjut di laboratorium. Penulis ingin mengetahui keefektifan kinerja membran mikrofiltrasi terhadap penurunan angka coliform di instalasi pengolahan air limbah di RSUD Dr. A. Dadi Tjokrodipo kota Bandar Lampung tahun 2024.Hasil: Hasil penelitian, berdasarkan analisis pemeriksaan kualitas sampel air limbah di Outlet IPAL RSUD Dr. A. Dadi Tjokrodipo Kota Bandar Lampung, kinerja Membran Mikrofiltrasi, mampu menekan dan menurunkan kadar Coliform menjadi 437 MPN per/100 ml dari hasil uji, pengujian dengan parameter Total Coliform.Kesimpulan: Kesimpulan yaitu, bahwa pada kinerja Membran Mikrofiltrasi mampu menekan dan menurunkan kadar Coliform dari hasil pengujian awal ditemukan sampel air limbah 7800 MPN per/100ml melebihi kadar maksimum yang diperbolehkan yang seharusnya 437 MPN /100 ml. Tentunya hal tersebut sudah memenuhi persyaratan.Saran: Dilaksanakan penelitian lebih lanjut jumlah air yang dihasilkan dan berapa lama waktu jenuh dari membran mikrofiltrasi. KataKunci: Membran, Instalasi Pengolahan Air Limbah, Coliform 
Pemanfaatan Arang Kayu Kopi Sebagai Penurun Kadar Bau Pada IPAL Prianto, Nawan; Masra, Ferizal; Prihantoro, Prihantoro
MIDWIFERY JOURNAL Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 No 2 Juni 2025
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v5i2.21098

Abstract

 ABSTRAKLatar Belakang: Limbah cair rumah sakit mengandung senyawa organik yang apabila terurai menghasilkan bau tidak sedap, salah satunya disebabkan oleh amonia (NH₃). Salah satu metode pengolahan bau limbah adalah dengan menggunakan arang aktif sebagai media adsorpsi. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas arang aktif berbahan kayu kopi sebagai media filtrasi untuk menurunkan kadar bau (amonia) pada IPAL RSUD Alimuddin Umar.Tujuan: Mengetahui efektivitas penggunaan arang kayu kopi terhadap penurunan kadar amonia pada limbah cair rumah sakit.Metode: Penelitian eksperimen dengan perlakuan media arang aktif kayu kopi setebal 70 cm, 100 cm, dan 120 cm dengan variasi waktu kontak 5, 15, dan 20 menit. Parameter yang diukur meliputi kadar NH₃, pH, dan suhu sebelum dan sesudah proses filtrasi.Hasil: Penurunan kadar NH₃ tertinggi terjadi pada media setebal 120 cm dengan waktu kontak 20 menit (dari 10,45 mg/L menjadi 2,94 mg/L). pH berkisar antara 7,4–7,7 dan suhu antara 25–30 °C, keduanya masih dalam rentang standar.Kesimpulan: Arang aktif dari kayu kopi efektif digunakan untuk menurunkan bau limbah cair rumah sakit, khususnya kandungan amonia.Kata kunci: Arang Aktif, Amonia, Filtrasi, Limbah Cair, Kayu Kopi  
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Pedagang Dalam Pembuangan Sampah Raflesia, Salsabila Putri; Sutopo, Agus; Prianto, Nawan
MIDWIFERY JOURNAL Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 No 4 Desember 2025
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v5i4.24163

Abstract

ABSTRACT: Factors Associated with Traders’ Behavior in Waste Disposal Background: Waste management issues in traditional markets are an important concern in maintaining environmental health. Waste is commonly found in public places and poses an urgent public health problem; therefore, public facilities must meet health requirements to protect, maintain, and improve community health status (Martiyani et al., 2023).Objective: This study aimed to determine the factors associated with traders’ waste disposal behavior at Tamin Market, Bandar Lampung City, in 2025.Methods: This study employed a quantitative method with a cross-sectional design. The population and sample consisted of 99 traders selected using total sampling. Data were collected through questionnaires and observations and analyzed using the chi-square test.Results: The results showed that 36.4% of traders had a low level of knowledge, 69.7% had negative attitudes, and 19.2% had inadequate waste disposal facilities. Meanwhile, 21.2% of traders exhibited poor waste disposal behavior. Bivariate analysis indicated significant associations between knowledge (p = 0.006), attitude (p = 0.020), and availability of facilities (p = 0.000) with traders’ waste disposal behavior.Conclusion: This study concludes that knowledge, attitude, and availability of facilities are significantly associated with traders’ waste disposal behavior at Tamin Market, Bandar Lampung City. Statistical analysis showed significant relationships between knowledge (p = 0.006), attitude (p = 0.020), and availability of facilities (p = 0.000) with waste disposal behavior in 2025.Recommendation: It is recommended that market management enhance education and provide adequate waste disposal facilities, while traders comply with regulations and actively participate in waste management to create a clean and healthy market environment.. Keywords: Behavior, Knowledge, Attitude, Facilities, Waste, Traditional Market  Latar Belakang: Masalah pengelolaan sampah di pasar tradisional menjadi perhatian penting dalam menjaga kesehatan lingkungan. Sampah banyak ditemukan pada tempat-tempat umum yang menjadi problem kesehatan masyarakat yang cukup mendesak, maka tempat-tempat umum harus memenuhi syarat-syarat kesehatan dalam arti melindungi, memelihara, dan mempertinggi derajat kesehatan masyarakat (Martiyani et al., 2023).Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pedagang dalam pembuangan sampah di Pasar Tamin Kota Bandar Lampung Tahun 2025.Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah 99 pedagang yang dipilih secara total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 36,4% pedagang memiliki tingkat pengetahuan rendah, 69,7% memiliki sikap negatif, dan 19,2% memiliki sarana yang tidak memenuhi syarat. Sementara itu, sebanyak 21,2% pedagang menunjukkan perilaku pembuangan sampah yang buruk. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p=0,006), sikap (p=0,020), dan ketersediaan sarana (p=0,000) dengan perilaku pedagang dalam pembuangan sampah.Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengetahuan, sikap, dan ketersediaan sarana berhubungan secara bermakna dengan perilaku pedagang dalam pembuangan sampah di Pasar Tamin Kota Bandar Lampung. Hasil analisis statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan (p = 0,006), sikap (p = 0,020), dan ketersediaan sarana (p = 0,000) dengan perilaku pembuangan sampah pada tahun 2025.Saran: Disarankan agar pengelola pasar meningkatkan edukasi dan penyediaan sarana tempat sampah yang memadai, serta pedagang mematuhi aturan dan berperan aktif dalam pengelolaan sampah untuk menciptakan lingkungan pasar yang bersih dan sehat. KataKunci: Perilaku, Pengetahuan, Sikap, Sarana, Sampah, Pasar Tradisional
Sanitation Overview On The Working Area Kadarusman, Haris; Sutopo, Agus; Hasan, Amrul; Prianto, Nawan
MIDWIFERY JOURNAL Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 No 4 Desember 2025
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v5i4.24161

Abstract

Background: Communicable diseases remain a health problem in all regions of Indonesia, especially environmentally-based diseases such as Acute Respiratory Infections and Diarrhea, which are consistently among the top ten diseases in every region of Indonesia, including on the working area of Hajimena Health Center area in Natar District, South Lampung Regency.Objectives: To reveal the sanitation conditions on the Hajimena Health Center’s service area, comprised of clean water facilities, household toilets, waste management, and handwashing with soap behavior.Methods: The study was conducted by surveying 365 households, and the sample distribution was consisted of 200 households at Hajimena Village, 105 households at Pemanggilan Village, and 60 households at Sidosari Village. Data collection was carried out through home observations and interviews with the respondents i.e. head of the family or housewife of the selected sample. Data analysis was performed using statistical univariate analysis by calculating the frequency distribution and percentage for each variable.Results: The provision of drinking water, family latrine, and waste management is in good condition in more than 85% of the households, while good household wastewater disposal is still below 80%. For handwashing aspect, more than 95% of the respondents wash their hands before or after activities, but not all use soap. Those who wash their hands with soap range from 79% to 89%, and there are still 1.1% - 2.65% of respondents who rarely or do not wash their hands before or after activities. Regarding with food preparation, about 79.18% of respondents wash their hands with soap beforehand, 18.9% wash their hands but without using soap, and 1.79% rarely wash their hands.Conclusion: The sanitation conditions and handwashing with soap behavior on the working area of Hajimena Health Center area are quite good Key Words : Sanitation, Overview, Hands Wash  Latar belakang : Penyakit menular masih menjadi masalah kesehatan disemua wilayah di Indonesia, khususnya penyakit menular berbasis lingkungan seperti Infeksi Saluran Pernafasan Akut, Diare dan penyakit lainnya yang selalu ada dalam 10 (sepuluh) besar penyakit disetiap wilayah di Indinonesia termasuk di Wilayah Puskesmas Hajimena Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan.Tujuan: Diketahuinya gambaran Sanitasi di Wilayah Puskesmas Hajimena yang meliputi Sarana Air Bersih,  Jamban Keluarga, Pengelolaan Sampah dan Perilaku Cuci Tangan Pakai SabunMetode : Penelitian dilaksanakan dengan melakukan survey terhadap 365 Rumah Tangga di wilayah kerja Puskesmas Hajimena dengan distribusi sampel sebanyak 200 Rumah di Desa Hajimena, 105 Rumah di Desa Pemanggilan dan 60 Rumah di Desa Sidosari. Pengumpulan data dilaksanakan dengan melakukan observasi rumah dan wawancara dengan kepala keluarga dan ibu rumah tangga sampel terpilih. Analisa data menggunakan Uni Variat dengan Distribusi Frekwensi pada masing-masing variableHasil : Untuk penyediaan air Minum, jamban Keluarga, dan pengelolaan sampah sudah lebih dari 85 % baik, hanya pembuangan air limbah rumah tangga masih dibawah 80 %. Untk cuci tangan sudah lebih dari  95 % ibu atau kepala keluarga melakukan cuci tangan sebelum atau sesudah melakukan kegiatan, namun belum semuanya mencuci tangan pakai sabun. Ibu.  Mereka yang mencuci tangan pakai sabun berkisar antara 79 % sampai 89 % dan masih ada 1,1 % - 2,65 % ibu atau kepala keluarga yang jarang atau tidak mencuci tangan setelah atau sebelum melakukan kegiatan.Kesimpulan : Untuk kondisi sanitasi dan perilaku cuci tangan pakai sabun di wilayah Puskesmas Hajimena sudah cukup baik.Pakai Sabun masih 79,18 % ibu yang mencuci tangan pakai sabun sebelum menyiapkan makanan, 18,9 % mencuci tangan tetapi tidak menggunakan sabun dan masih ada 1,79 % jarang mencuci tangan sebelum menyiapkan makanan
Pemanfaatan Perasan Daun Srikaya (Annona Squamosa) Untuk Membunuh Kecoa Amerika (Periplaneta Americana) Prianto, Nawan; Suherman, Suherman; Kadarusman, Haris
MIDWIFERY JOURNAL Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 No 4 Desember 2025
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v5i4.24159

Abstract

Background: Soursop (Annona squamosa) is a plant that belongs to the genus Annona and originates from tropical regions. Soursop leaves contain substances that can be made into bio-insecticides.Objectives: The purpose of this study is to determine the ability of soursop leaf extract as a bio-insecticide against the mortality of American cockroaches (Periplaneta americana). Specifically, the objective is to determine the effectiveness of soursop leaf extract at several concentration variations, namely 40 g/100 ml, 50 g/100 ml, 60 g/100 ml, and 70 g/100 ml, over a 3-hour exposure period.Methods: This was an experimental study by spraying those four doses of soursop leaf extract into cages containing cockroaches. After 3 hours, the number of dead cockroaches in each cage was counted. The data analyses were based on the percentage of died cockroaches after being sprayed by each dose of soursop leaf extract.Results: The results obtained were as follows: the use of 40 g/100 ml, 50 g/100 ml, 60 g/100 ml, and 70 g/100 ml soursop extract doses, the cockroach mortality are respectively as follows: 20%; 40%; 60%; and 80%.Conclusion: The higher the concentration of soursop leaf extract sprayed, the higher the percentage of cockroach’s mortality. Keywords: Periplaneta americana, bio-insecticide, Annona squamosa leaves extract,                       cockroach mortality Latar Belakang .Srikaya Annona squamosa) adalah tanaman yang tergolong ke dalam genus Annona yang berasal dari daerah tropis. Daun Srikaya mengandung bahan-bahan yng dsapat dibuat menjadi insectisida Nabati.Tujuan  Tujuan dari  penelitian  ini  adalah  untuk  mengetahui  kemampuan perasan daun srikaya (Annona squamosa) sebagai insektisida nabati terhadap kecoa amerika (Periplaneta americana). Tujuan khususnya adalah diketahui kemampuan perasan daun srikaya (Annona squamosa) dengan konsentrasi perasan daun srikaya yang digunakan yaitu 40 gr /100ml, 50 gr /100 ml, 60 gr/ 100 ml dan dan 70 gr/100ml dengan waktu .3 jamMetodologi. Jenis penelitian eksperimen dengan menyemprotkan keempat dosis perasan daun srikaya kedalam kandang berisi kecoa.  Setelah 3 jam dihitung berapa banyak kecoa yang mati pada masing-masing kandang. Analisa data didasarkan pada prosentase kecoa mati setelah disemprotkan masing-masing dosis perasan daun srikaya.Hasil Setelah 3 jam dari penyemprotan diperoleh hasil pada dosis perasan 40 gr/100m kematian kecoa sebanyak  20%,  pada dosis perasan 50 gr/100ml, kematian kecoa sebanyak 40%, pada dosis  60 gr/100ml kematian kecoa  sebanyak  60%  dan pada dosis perasan  daun srikaya 70 gr/100ml kematian kecoa se3banyak 80%.Kesimpulan. Semakin tinggi konsentrasi perasan daun srikaya yang disemprotkan kedalam kandang berisi kecoa akan semakin tinggi prosentase kecoa yang mati Kata kunci : kecoa amerika, insektisida nabati, Perasan daun srikaya, Kematian Kecoa