Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Respon Pertumbuhan dan Hasil Microgreens Beberapa Varietas Tanaman Caisim (Brassica juncea L.) pada Berbagai Jarak Tanam Ubaedillah, Hafifah; Rahayu, Yayu Sri; Supriadi, Devie Rienzani; Rohaeni, Wage Ratna
Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35138/paspalum.v12i2.764

Abstract

The diminishing amount of land available for agriculture and the growing demand for nutritious food have made it necessary to find alternative sources of fresh vegetables. Urban farming, especially the cultivation of microgreens, can help meet this demand. Microgreens offer several advantages, such as time and cost savings, and they require minimal space while growing quickly. However, the optimal spacing for different types of microgreens is not extensively documented, as research on microgreens is still limited in Indonesia. The Brassicaceae family is one of the most commonly cultivated families for microgreens. This study was carried out at Room A, Faculty of Agriculture, Singaperbangsa Karawang University, Campus 2. The experimental method used was a factorial randomized block design (RBD Factorials) with two treatments for varieties and three for spacing, repeated five times, resulting in 30 experimental units. Factor I, Varieties, consisted of v1 (Tosakan) and v2 (Shinta). Factor II, Spacing, consisted of j1 (1 cm x 1 cm), j2 (1 cm x 2 cm), and j3 (2 cm x 2 cm). The data were analyzed using an analysis of variance (Uji F) at a 5% level. If the results of the analysis of variance were significantly different, the study continued with a multiple range test (DMRT) at a 5% level to determine the best-performing treatment. There was an interaction between the treatments for microgreen varieties and spacing on parameters such as plant density, dry weight of the plant, and fresh weight. There was a significant effect of the variety on the parameter of chlorophyll content, and a significant effect of spacing on the parameters of plant growth rate and the age of leaf appearance. Additional types of plants are needed to determine significant differences related to spacing and their interactions.
Penerapan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) Dalam Administrasi Data Menuju PKK Hebat Kecamatan Rawamerta Kabupaten Karawang Selvi, Evi; Supriadi, Devie Rienzani; Huda, Syamsul
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 6, No 3 (2024): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v6i3.15165

Abstract

Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang dilaksanakan setiap semester, melibatkan berbagai kegiatan, termasuk pelatihan dalam bidang teknologi komputer dan penyampaian materi yang dapat meningkatkan pengetahuan, salah satunya adalah pelatihan Microsoft Office. Selama pandemi Covid-19, peningkatan keterampilan komputer sangat dibutuhkan agar masyarakat di wilayah PKK Kecamatan Rawamerta Kabupaten Karawang dapat lebih produktif dengan memanfaatkan fasilitas komputer yang disediakan oleh organisasi atau lembaga. Organisasi yang menjadi mitra dalam pengabdian masyarakat ini adalah PKK kecamatan Rawamerta Kabupaten Karawang. Permasalahan utama yang dihadapi oleh PKK Kabupaten Karawang adalah rendahnya keterampilan dalam pembuatan laporan menggunakan Microsoft Office. Sebagai solusinya, pelatihan Microsoft Office diadakan untuk meningkatkan keterampilan mereka dalam mengoperasikan aplikasi tersebut. Target yang ingin dicapai dari pelatihan ini adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola laporan secara lebih efektif menggunakan Microsoft Office. Diharapkan kegiatan ini akan berdampak positif dan membantu staf PKK dalam mengolah data dengan lebih efisien. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan secara tatap muka.
PENGARUH BEBERAPA VARIETAS BAWANG MERAH (Allium Ascalonicum L.) TERHADAP BERBAGAI KONSENTRASI BAP (Benzyl Amino Purine) DI DATARAN RENDAH KABUPATEN KARAWANG Maulana, Faishal; Elia Azizah; Supriadi, Devie Rienzani
Jurnal Agrotech Vol 14 No 2 (2024)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v14i2.171

Abstract

Produktivitas bawang merah (Allium Ascalonicum L.) di dataran rendah Kabupaten Karawang terhitung rendah yang disebabkan oleh permasalahan budidaya akibat faktor abiotik dan biotik sehingga menghambat pertumbuhan bawang merah pada fase vegetatif. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mendapatkan konsentrasi pemberian BAP (Benzyl Amino Purine) yang tepat terhadap pertumbuhan vegetatif beberapa varietas bawang merah di dataran rendah Kabupaten Karawang. Penelitian ini dilaksanakan di Screen House Lahan Baru Fakultas Pertanian Universitas Singaperbangsa Karawang, yang terletak di Desa Pasirjengkol, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat.Waktu penelitian dilakukan selama 4 bulan, dimulai sejak bulan Februari – Mei 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan rancangan lingkungan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial. Faktor pertama adalah varietas (M) yang terdiri dari 3 taraf yaitu Bauji (m1), Batu (m2) dan Maja (m3). Faktor kedua konsentrasi BAP (B), yang terdiri dari 4 taraf 0 ppm (b0), 25 ppm (b1), 50 ppm (b2) dan 75 ppm (b3). Total perlakuan sebanyak 12 yang diulang sebanyak 3 kali, sehingga terdapat 36 unit percobaan. Satu unit percobaan terdiri dari 3 tanaman sampel. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji ANOVA pada taraf signifikan 5 %. Kemudian di uji lanjut menggunakan Duncan multiple range test (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat pengaruh interaksi pemberian berbagai konsentrasi BAP (Benzyl Amino Purine) terhadap beberapa varietas bawang merah (Allium Ascalonicum L.), namun terdapat pengaruh faktor mandiri varietas. Tidak terdapat konsentrasi pemberian BAP (Benzyl Amino Purine) terbaik, namun terdapat varietas dengan respon tertinggi yaitu bawang merah varietas Batu.
Penerapan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) Dalam Administrasi Data Menuju PKK Hebat Kecamatan Rawamerta Kabupaten Karawang Selvi, Evi; Supriadi, Devie Rienzani; Huda, Syamsul
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 3 (2024): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang dilaksanakan setiap semester, melibatkan berbagai kegiatan, termasuk pelatihan dalam bidang teknologi komputer dan penyampaian materi yang dapat meningkatkan pengetahuan, salah satunya adalah pelatihan Microsoft Office. Selama pandemi Covid-19, peningkatan keterampilan komputer sangat dibutuhkan agar masyarakat di wilayah PKK Kecamatan Rawamerta Kabupaten Karawang dapat lebih produktif dengan memanfaatkan fasilitas komputer yang disediakan oleh organisasi atau lembaga. Organisasi yang menjadi mitra dalam pengabdian masyarakat ini adalah PKK kecamatan Rawamerta Kabupaten Karawang. Permasalahan utama yang dihadapi oleh PKK Kabupaten Karawang adalah rendahnya keterampilan dalam pembuatan laporan menggunakan Microsoft Office. Sebagai solusinya, pelatihan Microsoft Office diadakan untuk meningkatkan keterampilan mereka dalam mengoperasikan aplikasi tersebut. Target yang ingin dicapai dari pelatihan ini adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola laporan secara lebih efektif menggunakan Microsoft Office. Diharapkan kegiatan ini akan berdampak positif dan membantu staf PKK dalam mengolah data dengan lebih efisien. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan secara tatap muka.
Evaluasi Sistem Tanam Tumpangsari Beberapa Galur Hibrida Jagung (Zea mays L.) dengan Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Supriadi, Devie Rienzani; Rianti, Winda; Muharam, Muharam; Azizah, Elia; Bastamansyah, Bastamansyah; Sugiarto, Sugiarto; Sugiono, Darso; Rahmi, Hayatul; Ruswandi, Dedi
Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian (Journal of Agricultural Science) Vol. 22 No. 2 (2024): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v22i2.2676

Abstract

Sistem tanam tumpangsari telah lama diterapkan dalam praktik pertanian sebagai upaya untuk meningkatkan efisiensi lahan dan hasil panen, terutama pada tanaman pangan. Salah satu kombinasi yang potensial adalah tumpangsari tanaman jagung dan bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi galur hibrida jagung (Zea mays L.) dengan tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.) terbaik berdasarkan evaluasi sistem tanam tumpangsari. Penelitian dilakukan di lahan Politeknik Kelautan dan Perikanan, Karangpawitan, Kec. Karawang Barat, Kab. Karawang pada Februari-Mei 2024. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal yang terdiri dari 13 perlakuan dengan 3 kali ulangan: V1; V2; V3; V4; V5; V6; V7; V8; V9; V10; V11; V12; V13. Pengaruh perlakuan dianalisis dengan analisis ragam (ANOVA) uji F taraf 5%. Apabila uji F signifikan, dilanjutkan dengan uji lanjut DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf 5%. Hasil evaluasi tumpangsari menunjukkan perlakuan V10 memiliki nilai tertinggi pada LER sebesar 3,37 dan Agresivitas sebesar 0,27. Perlakuan V12 memiliki nilai RCC tertinggi 7,43 dan perlakuan V1 memiliki nilai CR tertinggi 10,68 pada tanaman jagung.
UJI PROPORSI POPULASI TANAMAN PADA TUMPANGSARI KUBIS BUNGA (Brassica oleracea L var. PM 126) DAN KACANG TANAH (Archis hypogaea var. Kancil) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL Pasha Rizki Faturrahman, Pasha; Supriadi, Devie Rienzani; Sugiono, Darso
Jurnal Agrotech Vol 15 No 1 (2025)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Intercropping is a cropping pattern involving more than one crop grown simultaneously on the same area of land during a certain planting period. The proportion of plants is a composition of the number of plants on one land area with an adjusted planting distance. This study aims to determine plant growth and the best proportion of the number of plants based on the value of intercropping evaluation parameters in flower cabbage (Brassica oleracea L var. PM 126) and peanut (Arachis hypogaea var. Kancil). The research was conducted at the Experimental Field, Telukjambe Village, East Telukjambe Sub-district, Karawang Regency starting in January 2023 until April 2023. The research used an experimental method of single-factor Randomised Group Design (RAK) environmental design, with 5 replications, K1 = 100% flower cabbage (control), K2 = 25% flower cabbage and 75% peanut, K3 = 50% flower cabbage and 50% peanut, K4 = 75% flower cabbage and 25% peanut, K5 = 100% peanut (control). Data were statistically analysed with the F table test at 5% and the Least Significant Difference (BNT) test at the 5% level. The best proportion is treatment K4 = 75% flower cabbage and 25% peanuts by producing a Land Equivalency Value (NKL) of 1.13.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS SELADA (Lactuca sativa L.) DATARAN RENDAH KABUPATEN KARAWANG MELALUI SISTEM VERTIKULTUR Pitaloka, Anggi; Bastaman Syah; Supriadi, Devie Rienzani
Jurnal Agrotech Vol 15 No 1 (2025)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selada merupakan salah satu sayuran yang paling banyak dikonsumsi dan menjadi salah satu komoditas penting karena memiliki nilai ekonomis tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan varietas yang memberikan pertumbuhan dan hasil tertinggi di daerah dataran rendah Karawang melalui sistem vertikultur. Penelitian dilakukan di Desa Cikampek Selatan, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang pada bulan Mei – Agustus 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor Tunggal yang terdiri dari 6 perlakuan varietas tanaman selada dataran rendah dengan 4 ulangan, yaitu A (Grand Rapids), B (Batavia Maritima), C (Kriebo), D (Batavia Brava), E (Batavia Caipira) dan F (Arista). Pengaruh perlakuan dianalisis dengan sidik ragam dan jika uji F taraf 5% Signifikan, maka dilanjutkan dengan uji lanjut DMRT (Duncan Multiple Range Test) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh nyata pertumbuhan dan hasil beberapa varietas selada terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, luas daun, panjang akar, bobot segar per tanaman dan bobot segar per talang. Perlakuan E (Batavia Caipira) menghasilkan tinggi tanaman (14.94 cm), jumlah daun (16.40 helai), diameter batang (5.56 mm), luas daun (1065.90 cm2), panjang akar (16.13 cm), bobot segar per tanaman (57.36 gram) dan bobot segar per talang (510.13 gram).
UJI PROPORSI POPULASI TANAMAN PADA TUMPANGSARI KUBIS BUNGA (Brassica oleracea L var. PM 126) DAN KACANG TANAH (Archis hypogaea var. Kancil) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL Pasha Rizki Faturrahman, Pasha; Supriadi, Devie Rienzani; Sugiono, Darso
Jurnal Agrotech Vol. 15 No. 1 (2025)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Intercropping is a cropping pattern involving more than one crop grown simultaneously on the same area of land during a certain planting period. The proportion of plants is a composition of the number of plants on one land area with an adjusted planting distance. This study aims to determine plant growth and the best proportion of the number of plants based on the value of intercropping evaluation parameters in flower cabbage (Brassica oleracea L var. PM 126) and peanut (Arachis hypogaea var. Kancil). The research was conducted at the Experimental Field, Telukjambe Village, East Telukjambe Sub-district, Karawang Regency starting in January 2023 until April 2023. The research used an experimental method of single-factor Randomised Group Design (RAK) environmental design, with 5 replications, K1 = 100% flower cabbage (control), K2 = 25% flower cabbage and 75% peanut, K3 = 50% flower cabbage and 50% peanut, K4 = 75% flower cabbage and 25% peanut, K5 = 100% peanut (control). Data were statistically analysed with the F table test at 5% and the Least Significant Difference (BNT) test at the 5% level. The best proportion is treatment K4 = 75% flower cabbage and 25% peanuts by producing a Land Equivalency Value (NKL) of 1.13.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS SELADA (Lactuca sativa L.) DATARAN RENDAH KABUPATEN KARAWANG MELALUI SISTEM VERTIKULTUR Pitaloka, Anggi; Bastaman Syah; Supriadi, Devie Rienzani
Jurnal Agrotech Vol. 15 No. 1 (2025)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v15i1.207

Abstract

Selada merupakan salah satu sayuran yang paling banyak dikonsumsi dan menjadi salah satu komoditas penting karena memiliki nilai ekonomis tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan varietas yang memberikan pertumbuhan dan hasil tertinggi di daerah dataran rendah Karawang melalui sistem vertikultur. Penelitian dilakukan di Desa Cikampek Selatan, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang pada bulan Mei – Agustus 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor Tunggal yang terdiri dari 6 perlakuan varietas tanaman selada dataran rendah dengan 4 ulangan, yaitu A (Grand Rapids), B (Batavia Maritima), C (Kriebo), D (Batavia Brava), E (Batavia Caipira) dan F (Arista). Pengaruh perlakuan dianalisis dengan sidik ragam dan jika uji F taraf 5% Signifikan, maka dilanjutkan dengan uji lanjut DMRT (Duncan Multiple Range Test) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh nyata pertumbuhan dan hasil beberapa varietas selada terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, luas daun, panjang akar, bobot segar per tanaman dan bobot segar per talang. Perlakuan E (Batavia Caipira) menghasilkan tinggi tanaman (14.94 cm), jumlah daun (16.40 helai), diameter batang (5.56 mm), luas daun (1065.90 cm2), panjang akar (16.13 cm), bobot segar per tanaman (57.36 gram) dan bobot segar per talang (510.13 gram).
PENGARUH BERBAGAI MEDIA TANAM HIDROPONIK SISTEM WICK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KAILAN (Brassica oleraceae var. alboglabra) Purba, Mitalia Purba; Laksono, Rommy Andhika; Supriadi, Devie Rienzani
Jurnal Agrotech Vol. 13 No. 2 (2023)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v13i2.141

Abstract

Budidaya tanaman kailan dengan hidroponik sistem wick perlu memperhatikan penggunaan media tanam yang tepat agar mendapatkan hasil produksi tanaman yang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jenis media tanam terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kailan (Brassica oleraceae var. alboglabra) pada hidroponik sistem wick. Penelitian ini dilakukan Green House Taiwan Technical Mission (TTM) Karang Pawitan, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat pada bulan Oktober sampai Desember 2022. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal yang terdiri dari 7 perlakuan dalam 4 ulangan yaitu M0 (Kontrol), M1 (Arang Sekam), M2 (Akar Pakis), M3 (Hidroton), M4 (Arang Sekam + Akar Pakis), M5 (Arang Sekam + Hidroton), M6 (Akar Pakis + Hidroton). Hasil percobaan menunjukkan bahwa jenis media tanam memberikan pengaruh yang nyata terhadap jumlah daun umur 42 hst (10,99 helai), panjang akar (34,08 cm), luas daun (398,04 cm²), bobot segar tanaman dengan akar (30,74 gram) dan bobot segar tanaman tanpa akar (24,03 gram) terhadap tanaman kailan (Brassica oleraceae var. alboglabra) pada hidroponik sistem wick.