Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PENGARUH PROPORSI JUMLAH TANAMAN PADA SISTEM TUMPANGSARI KUBIS BUNGA (Brassica oleracea L var. PM 126) DAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L var. Vima 1) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL Patriot Hukama, Mohammad Arief Mu'min; Supriadi, Devie Rienzani; Sugiono, Darso; Agustini, Rika Yayu
Jurnal Agrotech Vol. 14 No. 1 (2024)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v14i1.151

Abstract

Tumpangsari adalah salah satu cara untuk meningkatkan hasil dan produktivitas lahan dengan menanam dua jenis tanaman atau lebih, pengaturan proporsi tanaman yang optimal dapat meningkatkan efisiensi penggunaan lahan dan hasil produksi pada kedua tanaman tesebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan proporsi jumlah tanaman terbaik pada sistem tumpangsari kubis bunga dan kacang hijau terhadap pertumbuhan dan hasil, serta menentukan Nilai Kesetaraan Lahan (NKL). Penelitian ini dilakukan di Lahan Sawah, di Desa Telukjambe, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, pada bulan Desember 2022 – Maret 2023. Penelitian ini menggunakan metode eskperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktor tunggal, dengan 5 ulangan dan 5 perlakuan, K1 = 100% kubis bungan, K2 = 25% kubis bunga + 75% kacang hijau, K3 = 50% kubis bunga + 50% kacang hijau, K4 = 75% kubis bunga + 25% kacang hijau, K5 = 100% kacang hijau. Data dianalisis secara stastitik menggunakan ANOVA uji F taraf 5% dan uji lanjut menggunakan uji lanjut Least Significant Difference (LSD) pada taraf 5%. Proporsi tanaman yang terbaik adalah perlakuan K4 (75% kubis bunga + 25% kacang hijau), menunjukan Nilai Kesetaraan Lahan (NKL) terbesar yaitu 1,041
PENGARUH BEBERAPA VARIETAS BAWANG MERAH (Allium Ascalonicum L.) TERHADAP BERBAGAI KONSENTRASI BAP (Benzyl Amino Purine) DI DATARAN RENDAH KABUPATEN KARAWANG Maulana, Faishal; Elia Azizah; Supriadi, Devie Rienzani
Jurnal Agrotech Vol. 14 No. 2 (2024)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v14i2.171

Abstract

Produktivitas bawang merah (Allium Ascalonicum L.) di dataran rendah Kabupaten Karawang terhitung rendah yang disebabkan oleh permasalahan budidaya akibat faktor abiotik dan biotik sehingga menghambat pertumbuhan bawang merah pada fase vegetatif. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mendapatkan konsentrasi pemberian BAP (Benzyl Amino Purine) yang tepat terhadap pertumbuhan vegetatif beberapa varietas bawang merah di dataran rendah Kabupaten Karawang. Penelitian ini dilaksanakan di Screen House Lahan Baru Fakultas Pertanian Universitas Singaperbangsa Karawang, yang terletak di Desa Pasirjengkol, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat.Waktu penelitian dilakukan selama 4 bulan, dimulai sejak bulan Februari – Mei 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan rancangan lingkungan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial. Faktor pertama adalah varietas (M) yang terdiri dari 3 taraf yaitu Bauji (m1), Batu (m2) dan Maja (m3). Faktor kedua konsentrasi BAP (B), yang terdiri dari 4 taraf 0 ppm (b0), 25 ppm (b1), 50 ppm (b2) dan 75 ppm (b3). Total perlakuan sebanyak 12 yang diulang sebanyak 3 kali, sehingga terdapat 36 unit percobaan. Satu unit percobaan terdiri dari 3 tanaman sampel. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji ANOVA pada taraf signifikan 5 %. Kemudian di uji lanjut menggunakan Duncan multiple range test (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat pengaruh interaksi pemberian berbagai konsentrasi BAP (Benzyl Amino Purine) terhadap beberapa varietas bawang merah (Allium Ascalonicum L.), namun terdapat pengaruh faktor mandiri varietas. Tidak terdapat konsentrasi pemberian BAP (Benzyl Amino Purine) terbaik, namun terdapat varietas dengan respon tertinggi yaitu bawang merah varietas Batu.
PENGARUH JARAK TANAM DAN INTERVAL WAKTU PEMBERIAN PUPUK ANORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.) VARIETAS ETHANA Putri, Adellia Dwi; Sugiono, Darso; Supriadi, Devie Rienzani
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 1 (2023): edisi JANUARI
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i1.2460

Abstract

Tanaman mentimun (Cucumis sativus L.) menjadi salah satu komoditas tanaman hortikultura yang produksinya meningkat di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak tanam dan interval waktu pemberian pupuk anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun (Cucumis sativus L.) varietas Ethana. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial. Rancangan ini terdiri dari dua faktor, faktor pertama adalah jarak tanam dengan 3 taraf yaitu j1 (40 x 60 cm), j2 (50 x 60 cm) dan j3 (60 x 60 cm). Faktor kedua adalah interval waktu pemberian pupuk dengan 4 taraf yaitu t0 (tanpa pemupukan), t1 (1x pemupukan), t2 (2x pemupukan) dan t3 (3x pemupukan). Diperoleh 12 perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 36 unit percobaan. Pengaruh perlakuan selanjutnya dianalisis ragam dan jika uji F 5% signifikan, dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat pengaruh interaksi pada jarak tanam dan interval waktu pemberian pupuk anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun (Cucumis sativus L.) varietas Ethana. Faktor jarak tanam (j) secara mandiri memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap parameter pengamatan luas daun dan bobot buah per petak. Semua faktor interval waktu pemberian pupuk anorganik (t) belum mampu memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun (Cucumis sativus L.) varietas Ethana pada semua jarak tanam.
Sosialisasi dan Pelatihan Budidaya Tanaman Unggul untuk Mendukung Program Kampung Buah Mahatmayana, I Ketut Manu; Supriadi, Devie Rienzani; Primajaya, Aji; Syabena, Muhammad Farrel; Fadila, Abil; Prastyo, Hadi
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20701

Abstract

Background: Karanganyar Village, Klari Subdistrict, Karawang Regency has vast land and potential for fruit crop development. By utilizing this vast land, a fruit village can be created, thereby increasing the potential to improve the income of the surrounding community. This activity aims to support the creation of a fruit village to improve food quality and the economy of the village community. Methods: A participatory approach through the dissemination of information on superior crops and the planting of fruit trees as parent plants. Results: The presence of superior parent plants with high productivity can meet the needs and improve the economy of the Karanganyar Village community. Conclusions: The community is able to produce food for family and community needs by having highly productive and adaptive parent plants.
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Pengolahan Lidah Buaya Menjadi Produk Bernilai Ekonomi pada Kelompok Sakurmika Alam SMAN 2 CIKAMPEK Syahputra, Ali Fahmi; Fauziah, Tessa; Melani, Ana; Fauziah, Syifa; Supriadi, Devie Rienzani
Jurnal Abdimas Mandiri Vol. 9 No. 3
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jam.v9i3.6277

Abstract

SAKURMIKA ALAM, adalah kelompok guru dan siswa di SMAN 2 Cikampek yang terbentuk sebagai jawaban dari keresahan terhadap lingkungan, baik karena banyak sampah dan tata kelolanya juga terhadap optimalisasi lingkungan yang dapat dimanfaatkan untuk kehidupan. Kelompok ini bertujuan agar siswa memiliki bekal kemampuan dan pengetahuan di bidang budidaya pertanian, budidaya ikan tawar dan tata kelola sampah. Anggota tim terdiri dari siswa yang tertarik dalam budidaya tanaman perkotaan dan seiring dengan perkembangan melakukan berbagai kegiatan budidaya, contohnya cincau, melon dan lidah buaya. Tujuan dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok SAKURMIKA ALAM dalam budidaya dan pengolahan lidah buaya. Hal ini penting mengingat lulusan SMAN 2 Cikampek masih banyak yang menganggur, sehingga kelompok ini diharapkan menjadi solusi untuk menumbuhkan minat berwirausaha dan meningkatkan kemandirian ekonomi siswa. Lidah buaya dipilih karena mudah dijumpai, memiliki potensi yang melimpah, dan banyak manfaat bagi kesehatan.Tahapan kegiatan meliputi sosialisasi budidaya lidah buaya yang baik, pelatihan hilirisasi produk olahan, dan pelatihan pemasaran digital. Metode yang digunakan adalah Andragogik dan Pilot Project aplikasi teknologi tepat guna. Hasil PkM menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra sebesar ≥80% di kedua aspek. Tiga produk olahan lidah buaya berhasil diciptakan: bubuk lidah buaya, lidah buaya kupas, dan minuman lidah buaya. Peningkatan ini diharapkan dapat menjadi bekal kewirausahaan bagi siswa lulusan SMAN 2 Cikampek. 
PENERAPAN FUN FARMING DALAM MENDUKUNG CONTRACT FARMING DI KABUPATEN PURWAKARTA Mahatmayana, I Ketut Manu; Supriadi, Devie Rienzani; Subardja, Vera Oktavia; Syabena, Muhammad Farrel; Umadi, Sarah Sakinah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.34936

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan konsep fun farming sebagai upaya mendukung keberhasilan contract farming di Kabupaten Purwakarta. Fun farming dipilih sebagai pendekatan karena mampu menggabungkan aspek edukasi, rekreasi, dan praktik langsung yang dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta motivasi petani dalam mengelola usaha tani secara berkelanjutan. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi mengenai pentingnya contract farming, pelatihan teknis budidaya tanaman hortikultura berbasis teknologi sederhana, serta pendampingan intensif kepada kelompok tani yang menjadi mitra dalam pola kemitraan tersebut. Kegiatan ini dihadiri sebanyak 40 orang mitra. Hasil kegiatan menunjukkan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada ketiga aspek tersebut, masing-masing pembuatan media tanam sebesar 26%, penanaman benih 23%, dan pemindahan bibit ke polybag sebesar 15%. Selain itu, kapasitas produksi bibit meningkat dari 2.000 menjadi 10.000 bibit setelah pelatihan. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi dan produktivitas mitra. Dengan demikian, fun farming berperan penting sebagai strategi inovatif dalam memperkuat sistem contract farming yang berorientasi pada peningkatan produktivitas, keberlanjutan usaha, dan penguatan ekonomi lokal masyarakat. Abstract: This community service activity aims to implement the concept of fun farming as an effort to support the success of agricultural contracts in Purwakarta Regency. Fun farming was chosen as an approach because it can combine educational, recreational, and hands-on aspects that can enhance farmers' knowledge, skills, and motivation in managing their farms sustainably. The implementation methods for the activities include socialization about the importance of agricultural contracts, technical training on horticultural crop cultivation based on simple technology, and intensive mentoring for farmer groups who are partners in the partnership model. This activity was attended by 40 partners. The results of the activity show a significant increase in all three aspects: soil media preparation by 26%, seed planting by 23%, and seedling transfer to polybags by 15%. Additionally, seedling production capacity increased from 2,000 to 10,000 seedlings after the training. This activity has proven effective in improving the competence and productivity of partners. Thus, enjoyable agriculture plays an important role as an innovative strategy in strengthening contract farming systems aimed at increasing productivity, business sustainability, and strengthening the local economy of the community.
Pengaruh Tingkat Naungan Terhadap Karakter Agronomis Berbagai Varietas Bawang Merah (Allium cepa L.) Dataran Rendah: Effect of Shading Levels on Agronomic Characteristics of Various Shallot Varieties (Allium cepa L.) in Lowland Area Novitriyani, Ega; Miftakhlul Bakhrir R.K; Supriadi, Devie Rienzani
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 14 No. 1 (2026): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v14i1.8071

Abstract

Karakter agronomis bawang merah di dataran rendah sangat dipengaruhi oleh kondisi mikroklimat, khususnya intensitas cahaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji interaksi antara tingkat naungan dan varietas terhadap karakter agronomis bawang merah serta menentukan interaksi perlakuan terbaik di dataran rendah Karawang. Penelitian dilaksanakan pada Oktober–Desember 2025 menggunakan Rancangan Petak Terbagi dengan tingkat naungan sebagai petak utama (0%, 40%, dan 65%) dan varietas sebagai anak petak (Bima Brebes, Bauji, dan Tajuk), masing-masing diulang tiga kali. Data dianalisis menggunakan ANOVA taraf 5% dan dilanjutkan dengan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi nyata antara tingkat naungan dan varietas terhadap tinggi tanaman umur 30 HST serta bobot basah dan bobot kering umbi. Naungan 65% pada varietas Tajuk menghasilkan tinggi tanaman tertinggi dengan nilai rerata 29,30 cm pada usia 30 hst, sedangkan perlakuan tanpa naungan pada varietas Bauji memberikan hasil umbi tertinggi pada bobot basah umbi 10,79 g per petak dan bobot kering umbi 4,25 g per petak. Hasil ini menunjukkan bahwa respons agronomis bawang merah terhadap naungan sangat dipengaruhi oleh varietas. The agronomic characteristics of shallot in lowland areas are strongly influenced by microclimatic conditions, particularly light intensity. This study aimed to examine the interaction between shading levels and varieties on the agronomic characteristics of shallot and to determine the best treatment interaction under lowland conditions in Karawang. The experiment was conducted from October to December 2025 using a split-plot design, with shading levels as the main plots (0%, 40%, and 65%) and varieties as subplots (Bima Brebes, Bauji, and Tajuk), each replicated three times. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) at the 5% significance level, followed by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). The results showed significant interactions between shading levels and varieties on plant height at 30 days after planting (DAP) as well as on fresh and dry bulb weight. Shading at 65% combined with the Tajuk variety produced the highest plant height, with an average value of 29.30 cm, while the treatment without shading combined with the Bauji variety resulted in the highest bulb yield, with a fresh bulb weight of 10.79 g per plot and a dry bulb weight of 4.25 g per plot. These findings indicate that the agronomic response of shallots to shading is strongly dependent on varietal differences.
Identifikasi Varietas Unggul dan Pengembangan Teknik Budidaya Durian di Desa Medalsari Kabupaten Karawang Mahatmayana, I Ketut Manu; Wicaksana, Indrajit; Azzahra, Fatimah; Fikri, Muhamad Rom Ali; Sugiono, Darso; Supriadi, Devie Rienzani; Mustikasari, Fauzia
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.21133

Abstract

Pendahuluan: Kabupaten Karawang merupakan salah satu daerah dengan keragaman varietas durian lokal yang tinggi, namun banyak yang belum teridentifikasi secara ilmiah. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi varietas durian unggul berdasarkan karakteristik morfologinya di Desa Medalsari dan memberikan pelatihan budidaya pengembangan varietas durian unggul dengan teknik sambung. Metode: Observasi lapangan, diskusi, praktik budidaya, pendampingan, dan evaluasi. Hasil: Adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta terkait teknik sambung pucuk. Hasil evaluasi menunjukkan skor postest yang lebih tinggi dibandingkan pretest. Selain itu, petani menunjukkan antusiasme dalam menerapkan teknik budidaya vegetatif di kebun masing-masing. Kesimpulan: Pelatihan ini efektif dan berhasil meningkatkan kapasitas petani durian di Desa Medalsari dalam identifikasi varietas unggul dan penerapan teknik sambung pucuk.