Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Peningkatan Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini (AUD) Melalui Alat Permainan Edukatif (APE) Papan Berhitung Arumsari, Andini Dwi; Setyawan, Dedi; Dzulkifli, Dzulkifli; Marini, Marini
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/mv.v7i2.8314

Abstract

Abstrak: Alat permainan edukatif (APE) diberikan kepada anak usia dini (AUD) untuk membantu anak-anak belajar, salah satunya adalah mengoptimalkan perkembangan kognitifnya melalui pembelajaran berhitung. Alat permainan edukatif (APE) Papan berhitung dirancang secara khusus untuk menarik minat anak dan membantu mereka belajar berhitung dengan cara yang menyenangkan dan mudah dimengerti. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan perkembangan kognitif anak usia dini (AUD) melalui alat permainan edukatif (APE) Papan berhitung. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa TK A di TK Aisyiyah Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pre eksperimen dengan model one group pretest post-test design. Pre dan post tes dilakukan menggunakan 10 indikator dalam Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak usia dini (STPPA) usia 5-6 tahun. Hasil dari penelitian ini adalah ada peningkatan perkembangan kognitif anak usia dini (AUD) melalui alat permainan edukatif (APE) Papan Berhitung dengan skor sig Uji beda dilakukan dengan menggunakan SPSS versi 29, dan mendapatkan hasil nilai signifikansi (Sig) sebesar 0.03.Kata Kunci: Alat Permainan Edukatif, Anak Usia Dini, Perkembangan Kognitif, siswa TK A  Abstract : Educational game tools (APE) are given to early childhood (AUD) to help children learn, one of which is optimizing their cognitive development through learning to count. Educational game tools (APE) Counting boards are specifically designed to attract children's interest and help them learn to count in a fun and easy-to-understand way. The purpose of this study was to determine the increase in cognitive development of early childhood (AUD) through educational game tools (APE) Counting boards. The subjects in this study were students of Kindergarten A at Aisyiyah Kindergarten Surabaya. This research used pre experiment method with one group pre-test post-test design model. Pre and post tests were conducted using 10 indicators in the Early Childhood Development Achievement Level Standards (STPPA) aged 5-6 years. The results of this study are that there is an increase in cognitive development of early childhood (AUD) through educational game tools (APE) Counting boards with a sig score. The difference test was conducted using SPSS 29th version, and obtained a significance value (Sig) of 0.03. Keywords: Educational Game Tools, Early Childhood, Cognitive Development, Kindergarten students
Gambaran Kelainan Refraksi di Poliklinik Mata RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2021 Dzulkifli, Dzulkifli; Hidayat, Muhammad; Liza, Rini Gusya; Vitresia, Havriza; Adrial, Adrial; Fadrian, Fadrian
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v5i1.1207

Abstract

Latar belakang: Kelainan refraksi merupakan tidak tepatnya cahaya jatuh di retina yang diakibatkan panjang aksial mata serta kekuatan optik yang terganggu. Ametropia adalah kondisi cahaya tidak dapat difokuskan di retina tanpa bantuan akomodasi karena adanya kelainan refraksi pada mata. Terdapat tiga jenis kelainan refraksi, yaitu miopia, hipermetropia, serta astigmatisme. Objektif: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kelainan refraksi di Poli Mata RSUP Dr. M. Djamil Padang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional melalui studi kasus dengan mengumpulkan data rekam medis pasien kelainan refraksi di Poliklinik Mata RSUP Dr. M. Djamil Padang periode 1 Januari 2021 – 31 Desember 2021 dengan mata yang didiagnosis kelainan refraksi yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi sebanyak 110 pasien. Seluruh variabel dianalisis dengan analisis univariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan 85 pasien didiagnosis astigmatisme, dengan 50 pasien didiagnosis miopia, serta 8 pasien didiagnosis hipermetropia. Pasien kelainan refraksi dengan kelompok usia terbanyak adalah pada rentang 10-19 tahun (31.82%) dengan mayoritas perempuan (67.27%). Gejala klinis terbanyak adalah pandangan kabur (100%). Berdasarkan tingkatannya pasien miopia terbanyak adalah miopia tinggi (70.73%), hipermetropia terbanyak adalah hipermetropia rendah (76.92%), lalu astigmatisme miopia kompositus merupakan jenis astigmatisme terbanyak (83.01%). Visus pasien kelainan refraksi sebelum dan sesudah dikoreksi terbanyak adalah kelompok mild – no visual impairment (39.54%) & (94.09%). Kesimpulan: Gambaran dari pasien kelainan refraksi pada penelitian ini rentang usia 10-19 tahun merupakan kelompok usia terbanyak serta perempuan mengalami kelainan refraksi lebih banyak dari laki-laki. Dengan miopia derajat tinggi merupakan miopia terbanyak. Hipermetropia derajat rendah merupakan yang terbanyak. Serta astigmatisme miopia kompositus merupakan kelompok astigmatisme terbanyak. Keluhan umum terbanyak adalah pandangan kabur. Kategori visus terbanyak sebelum dan sesudah dikoreksi adalah kategori mild – no visual impairment. Kata kunci: miopia, hipermetropia, astigmatisme
Permainan Kartu Lambang Bilangan: Upaya Meningkatkan Kemampuan Berhitung Pada Anak Usia Dini Setyawan, Dedi; Dzulkifli, Dzulkifli; Dwi Arumsari, Andini
Nak-Kanak: Journal of Child Research Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/njcr.v1i3.66

Abstract

Early childhood experiences delays in calculating basic numbers. Basic numbers are an important part in supporting early childhood to enter the next level of education. Early childhood is the right time to stimulate various developments and potentials possessed by children. This study aims to analyze the numeracy skills of early childhood through Number Symbol Cards. This study uses an experimental research type. This study was conducted at PAUD Tunas Bangsa located in Kel. Ploso - Kec. Tambaksari, Surabaya. The subjects in this study were 17 students. The subjects at PAUD Tunas Bangsa were 3-5 years old. The analysis test was carried out using pretest and posttest data, and analyzed using a paired sample t-test. The results of the study found that the sig result was 0.000, so there was a difference in the numeracy skills of early childhood before and after being given Number Symbol Cards. Therefore, number symbol cards have an important role in improving the numeracy skills of early childhood. The findings of this study contribute to early childhood education as an alternative in improving the numeracy skills of early childhood by using number cards. So that it can prepare for further education better.
Pengembangan Potensi Ekonomi Masyarak Petani Padi Sawah dalam Perspektif Ekonomi Islam(Studi Kasus Pada Desa Arjosari Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar) Nilda, Nilda; Dzulkifli, Dzulkifli
Jurnal Kajian Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 1 No 1 (2022): Jurnal Kajian Ekonomi dan Perbankan Syariah
Publisher : Institut Agama Islam DDI Polewali Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36915/jimat.v1i1.116

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, informasi mengenai subyek penelitian didapatkan dari teknik pengumpulan data yang telah dilakukan terhadap subyek peneliti yaitu Para Petani Padi Sawah. Metode analasis data yang digunakan adalah teknik deskriptif-analisis. Penelitian ini dilakukan di Desa Arjosari, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar selamat Juli- November 2019. Tujuan peneliti disini untuk mengetahui perkembangan, potensi dan kesejahteraan Petani Padi Sawah di Desa Arjosari, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar. Hasil peneliti menunjukkan rata-rata Petani disana sudah bisa di bilang berkembangan dengan adanya teknologi modern saat ini. Dan Potensi yang dimliki Petani disana, mereka memanfaatkan Lahan kosongnya setelah iya panen padi, ditanamin kacang kedelai maupun kacang hijau, ini adalah potensi yang di milikinya. Serta kesejahteraan petani disana dikatakan sejahtera karna mereka mampu menyekolahkan dan merasa cukup terhadap penghasilan nya sebagai Petani Padi Sawah.
IMPROVEMENT OF MICRO BUSINESS THROUGH PEOPLE'S BUSINESS CREDIT (KUR) (ISLAMIC ECONOMIC ANALYSIS) Sunarta, Desy Arum; Mukhtar S, Muhammad; Dzulkifli, Dzulkifli
Jurnal Kajian Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Kajian Ekonomi dan Perbankan Syariah
Publisher : Institut Agama Islam DDI Polewali Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36915/jurnalkajianekonomidanperbankansyariah.v2i1.199

Abstract

Pengembangan usaha mikro dapat dilakukan melalui pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi para pelaku usaha. Pengembangan pada usaha mikro memberikan pengaruh pada perkembangan perekonomian dan menjadi perhatian bagi pemerintah. Strategisnya peranan usaha mikro dapat mendorong pemerintah untuk selalu berupaya mengembangkan perekonomian. KUR merupakan salah satu program pemerintah yang dananya berasal dari dana bank penyalur yang mulai diluncurkan pada November 2007. Per 1 Januari 2020 sejalan dengan diterbitkannya RUU Cipta Lapangan Kerja, Komite Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM yang diketuai oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian memutuskan untuk merubah kebijakan KUR yang lebih prokerakyatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme realisasi KUR didasarkan pada peraturan tiap bank pelaksana yaitu berdasarkan pada SE BRI NOSE.S.8 – DIR/ADK/02/2008 tentang ketentuan umum dari pengajuan pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR). Bentuk penyaluran KUR berdasarkan pada nilai kepemilikan, keseimbangan dan keadilan yang sebagaimana telah ditetapkan dalam prinsip ekonomi Islam.