Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Waduk Gajah Mungkur dalam Surat Kabar: Propaganda dan Wacana Keberhasilan Pemerintah Orde Baru Pradita, Dennys
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 4 No. 02 (2023): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/isnad.v4i02.7479

Abstract

Waduk Gajah Mungkur merupakan program pemerintah pusat untuk menjinakkan beberapa aliran Sungai Bengawan Solo. Proses pembangunan waduk ini berdampak besar pada masyarakat sekitar karena wilayahnya akan digenangi air serta adanya rencana pemindahan penduduk dalam jumlah yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui narasi media mengenai pembangunan dan dampak pembangunan waduk. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan fokus kajian pada analisa media masa. Pembangunan Waduk Gajah Mungkur selama pembangunan banyak digambarkan sebagai proses kemajuan ekonomi dan pemindahan pendudukan akan mendapatkan kehidupan yang lebih baik di daerah yang baru, namun proses pemindahan dan suara masyarakat yang dipindahkan tidak banyak mendapat perhatian dari media. Model pemberitaan dalam media masa cenderung mengikuti narasi yang dikeluarkan oleh pemerintah yang cenderung bersifat positif dan mengikuti narasi yang dibuat oleh pemerintah pusat. Pasca pembangunan waduk, terdapat narasi yang cenderung negatif mengenai dampak pembangunan waduk. Kata Kunci: Narasi media, Orde Baru, Waduk Gajah Mungkur.
Pemetaan Pertumbuhan Dan Persebaran Kesenian Di Kawasan Transmigran Sungai Bahar Kabupaten Muaro Dennys Pradita; Hanif Risa Mustafa; Inda Lestari; Nugrahadi Mahanani; Amor Seta Gilang Pratama; Septi Utami
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 11 No 1 (2026): Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/sajaratun.v11i1.7897

Abstract

Kecamatan Sungai Bahar memiliki fenomena budaya yang menarik, khususnya kehadiran seni dan budaya transmigran yang telah berkembang sejak terbentuknya wilayah tersebut. Namun, di tengah kemajuan teknologi, generasi muda Sungai Bahar menunjukkan tanda-tanda kehilangan keterikatan pada akar budaya mereka. Generasi muda mulai kehilangan pemahaman tentang budaya lokal, termasuk seni dan budaya transmigran yang berkembang di lingkungan mereka. Studi ini bertujuan untuk memetakan potensi seni dan budaya transmigran di Sungai Bahar dan memvisualisasikannya sebagai bentuk upaya pelestarian. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif, etnografi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya empat desa yang masih mempertahankan kegiatan seni dan budaya, meskipun berada dalam keadaan tidak aktif secara terus-menerus. Penelitian menyumpulkan bahwa pemetaan dan visualisasi budaya dapat menjadi langkah pertama dalam mendukung upaya pelestarian dan penguatan identitas budaya masyarakat transmigran dari kaca mata kronologi.
PENGENDALIAN PERAMBAHAN HUTAN TNKS: RELOKASI PENDUDUK KERINCI TAHUN 1990 Hanif Risa Mustafa; Dennys Pradita; Septi Utami
Candrasangkala: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/candrasangkala.v12i1.41036

Abstract

The designation of Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) as a conservation area in the mid-1980s raised new issues. This area was designated sterile to human activity, prohibiting residents from engaging in activities within it. However, illegal practices such as encroachment continue. Based on this, this study aims to examine efforts to save the TNKS area during the New Order era and their implications for the local community in the 1990s. This research uses historical methods. The primary sources used are contemporary newspapers. The results show that efforts to save the TNKS area were carried out through a policy of relocating residents to transmigration areas. This policy not only affected ecosystem protection but also had social consequences, including the marginalization of the local population, restrictions on access to resources, and changes in community lifestyles through the transmigration program.
From Oppressed to Embraced: The Struggle of Parmalim Adherent In Samosir 1965–2017 rohinda; pradita, dennys; Pathak, Sunil
Siginjai: Jurnal Sejarah Vol 6 No 1 (2026): Siginjai: Journal of History
Publisher : Prodi Ilmu Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Parmalim is a religious tradition of the Toba Batak people, which continues to thrive in Samosir Regency. This study analyses Parmalim adherents in Samosir Regency during the period 1965–2017 and examines the impact of state policies on the social life and civil rights of this community. The methods employed are historical in nature, comprising heuristics (archival research), oral interviews and a literature review, followed by source criticism, interpretation and the construction of historiography. The research findings indicate that Parmalim adherents have faced administrative obstacles since the implementation of Presidential Decree No. 1 of 1965 and Law No. 23 of 2006, resulting in difficulties in processing civil registration documents (ID cards, family cards, marriage certificates, and birth certificates). Furthermore, the Parmalim community also faces social stigma that views their religious practices as deviant. The struggle of followers of indigenous beliefs reached a crucial juncture with Constitutional Court Ruling No. 97/PUU-XIV/2016, which was delivered in 2017. This ruling opened the way for followers of indigenous beliefs to include their religious identity in civil registration documents