Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENGARUH KUALITAS PRODUK UKM DAN MEDIA SOSIAL TERHADAP MINAT BELI ULANG DENGAN KEPUASAAN PELANGGAN SEBAGAI VARIABEL INTERVENING Novia Indah Lestari; Heni Iswati
Kurs : Jurnal Akuntansi, Kewirausahaan dan Bisnis Vol 6 No 1 (2021): Kurs : Jurnal Akuntansi, Kewirausahaan dan Bisnis
Publisher : Institut Bisnis dan Teknologi Pelita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Small and medium enterprises (SMEs) in Bandung city are growing rapidly. The intense competition between SME entrepreneurs encourages SME entrepreneurs to continue to improve the quality of their products. In addition, the media for offering and selling SME products, namely social media, is increasingly being used because it is more effective and efficient in disseminating information. The purpose of this study was to determine the effect of SME product quality and social media on repurchase interest with customer satisfaction as an intervening variable in the city of Bandung. The method used in this research is descriptive verification with a quantitative approach to consumers who have purchased SME products through social media and obtained data of 318 respondents via google form who have met the requirements for processing. Descriptively, it was found that all variables were categorized as "Good". For the partial regression results, the quality of SME products, social media, and customer satisfaction has a significant and significant effect on repurchase interest. Whereas for calculations using path analysis, indirectly the quality of SME products through customer satisfaction has a significant effect on consumer repurchase interest, but indirectly social media through customer satisfaction does not have a significant effect on consumer repurchase interest. The SMEs players in Bandung city are expected to continue to improve the quality of SME products and active to promotions with social media. Usaha kecil menengah (UKM) di Kota Bandung semakin berkembang dengan pesat. Persaingan yang ketat antara para pelaku usaha UKM mendorong para pelaku usaha UKM untuk terus meningkatkan kualitas produknya. Selain itu media untuk menawarkan dan menjual produk UKM yaitu media sosial semakin sering digunakan karena lebih efektif dan efisien dalam menyebarkan informasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui mengenai pengaruh kualitas produk UKM dan media sosial terhadap minat beli ulang dengan kepuasaan pelanggan sebagai variabel intervening di Kota Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif verifikatif dengan pendekatan kuantitatif terhadap konsumen yang pernah melakukan pembelian produk UKM melalui media sosial dan didapatkan data sebanyak 318 responden melalui google form yang telah memenuhi syarat untuk diproses. Secara desktiptif didapatkan keseluruhan variabel dengan kategori “Baik”. Untuk hasil regresi secara parsial, kualitas produk UKM, media sosial dan kepuasan pelanggan berpengaruh dan signifikan terhadap minat beli ulang. Sedangkan untuk perhitungan dengan menggunakan analisis jalur path, secara tidak langsung kualitas produk UKM melalui kepuasan pelanggan mempunyai pengaruh signifikan terhadap minat beli ulang konsumen, namun secara tidak langsung media sosial melalui kepuasan pelanggan tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap minat beli ulang konsumen. Para pelaku UKM di Kota Bandung diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas dari produk UKM serta melakukan promosi yang aktif lewat media sosial.
Pengaruh Display, Promosi Penjualan dan Kualitas Produk Pada Toko Online Terhadap Loyalitas Konsumen Dengan Variabel Intervening Kepuasan Pelanggan: Pengaruh Display, Promosi Penjualan dan Kualitas Produk Pada Toko Online Terhadap Loyalitas Konsumen Dengan Variabel Intervening Kepuasan Pelanggan Heni Iswati; Novia Indah Lestari
Jurnal Manajemen Vol. 11 No. 1 (2021): Jurnal Manajemen
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jm.v11i1.2550

Abstract

Perkembangan teknologi mendorong perilaku belanja konsumen pada sikap belanja online. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh display, promosi penjualan, dan kualitas produk yang dijual secara online terhadap loyalitas konsumen dengan menambahkan variabel intervening kepuasan pelanggan untuk melihat pengaruhnya. 116 responden di Kota Bandung yang pernah melakukan pembelian produk secara online dilibatkan. Hasil penelitian menunjukkan display toko online secara parsial tidak berpengaruh dan signifikan terhadap loyalitas konsumen, sedangkan promosi penjualan dan kualitas produk berpengaruh dan signifikan terhadap loyalitas konsumen. Secara Simultan display dan promosi penjualan tidak signifikan terhadap loyalitas konsumen dan berdasarkan hasil perhitungan promosi penjualan dan kualitas produk berpengaruh terhadap loyalitas konsumen. Hasil perhitungan setelah ditambahkan intervening, kepuasan pelanggan dengan sobel test, berpengaruh mediasi karena konsumen yang puas dengan kualitas produk mampu meningkatkan loyalitas konsumen. Display dan promosi penjualan, setelah dimasukkan variabel intervening tidak mampu meningkatkan loyalitas konsumen karena kepuasan pelanggan atas display toko online dan promosi rendah. Kata Kunci : Toko online,display, promosi penjualan, kualitas produk, kepuasan pelanggan, loyalitas konsumen.
Pelatihan Foto Produk dan Tata Buku Sebagai Penunjang Kegiatan Usaha Young Entrepreneur Tri Wahyuni Sukiyaningsih; Novia Indah Lestari; Ade Nahdiatul Hasanah
KUAT : Keuangan Umum dan Akuntansi Terapan Vol 4 No 1 (2022): Edisi Maret
Publisher : Polytechnic of State Finance STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.518 KB) | DOI: 10.31092/kuat.v4i1.1517

Abstract

Jumlah pengusaha muda di Kota Serang semakin berkembang setiap tahun. Berdasarkan hasil survei, 70% pengusaha muda sudah mahir melakukan bisnis secara online, akan tetapi belum mahir membuat foto produk yang baik sebagai penunjang promosi agar masyarakat tertarik membeli produk yang dipasarkan. Selain itu, pembukuan usaha yang belum tertata juga menjadi faktor kesulitan lain para pelaku usaha muda. Belum banyak yang memberikan pelatihan terkait dengan foto produk kepada para pengusaha muda. Oleh karena itu, diperlukan suatu pelatihan mengenai cara membuat foto produk yang bagus dengan cara sederhana yaitu menggunakan smartphone agar hasil fotonya bisa dimanfaatkan oleh para pelaku usaha untuk mempromosikan produknya. Selain itu, juga diperlukan pelatihan mengenai cara pembukuan sederhana sehingga pengelolaan keuangan usaha dapat dilakukan dengan baik. Metode pelaksanaan terdiri dari 3 tahap, yaitu: [1] survei dan penyuluhan terkait pemahaman foto produk dan pembukuan terhadap pelaku usaha muda; [2] melakukan pelatihan foto produk serta pelatihan pembukuan sederhana kepada para pelaku usaha; dan [3] evaluasi dengan post test dan pre test kegiatan. Berdasarkan hasil evaluasi, diketahui bahwa pelatihan sangat diminati peserta, peserta dapat memahami penentuan foto produk dan perlakuan pembukuan.
Analisis Preferensi Konsumen Wanita Terhadap Green Packaging Cosmetics Pada Produk Bedak Novia Indah Lestari
EKONOMI KEUANGAN DAN BISNIS Vol 5, No 2 (2020): Ekombis Sains: Jurnal Ekonomi, Keuangan, dan Bisnis
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.165 KB) | DOI: 10.24967/ekombis.v5i2.736

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi dari konsumen terhadap kemasan ramah lingkungan pada produk kosmetik khususnya produk bedak pada perusahaan green cosmetics di Indonesia. Sampel yang digunakan penelitian ini berjumlah 100 sampel yang merupakan konsumen wanita yang menggunakan produk green cosmetics yang berada di Porvinsi banten dengan menggunakan teknik nonprobability sampling. Penelitian ini menggunakan conjoint analysis untuk mencari preferensi yang paling diinginkan oleh konsumen terhadap kemasan green cosmetic pada produk bedak dengan menggunakan 4 atribut kemasan yaitu : warna dan gambar, bentuk kemasan,  informasi produk, dan teknologi kemasan. Berdasarkan hasil conjoint analysis dapat diketahui bahwa konsumen wanita di Provinsi Banten menginginkan kemasan green cosmetic pada produk bedak yang memiliki warna dan gambar dengan desain klasik, bentuk kemasan lurus (straight), informasi pada produk dijelaskan secara rinci dan menampilkan teknologi pada kemasan itu sendiri. Selain itu, seluruh konsumen wanita menjadikan atribut teknologi kemasan sebagai preferensi utama dalam memilih kemasan green cosmetic pada produk bedak dengan nilai kepentingan relatif sebesar 29.5%.
Strategi Pemasaran Produk UMKM Melalui Penerapan Digital Marketing Lestari Novia Indah; Mery Ramadani
KUAT : Keuangan Umum dan Akuntansi Terapan Vol 4 No 2 (2022): Edisi November
Publisher : Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31092/kuat.v4i2.1697

Abstract

Usaha Kecil dan Menengah (UKM) merupakan salah satu penopang pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Namun, adanya pandemi Covid-19 pada awal tahun 2020 berdampak negatif pada sektor UMKM di Indonesia. Pada bulan April – Mei 2020 Asosiasi Business Development Service Indonesia (ABDSI) melakukan survei kepada 6.000 UMKM di Indonesia. Hasil survei menunjukkan bahwa 36,7% UMKM tidak ada penjualan, 26,6% UMKM mengalami penurunan penjualan lebih dari 60% selama pandemi COVID 19. Berdasarkan hasil survei tim melalui wawancara, masih banyak UMKM di Kota/ Kabupaten Serang yang kesulitan untuk memasarkan produknya karena keterbatasan kemampuan dan gulung tikar akibat dampak negatif pandemi COVID 19. Oleh karena itu, diperlukan adanya workshop terkait penerapan strategi pemasaran digital yang bertujuan untuk meningkatkan penjualan produk para UMKM di Kota Serang. Kegiatan ini menggunakan metode pelaksanaan yang terdiri dari 3 tahap, yaitu analisis dan sosialisasi mengenai kegiatan workshop kepada para UMKM, pelaksanaan kegiatan workshop oleh tim dan 1 narasumber mitra, dan evaluasi kegiatan dengan melakukan pre - test dan post - test. Peserta yang terlibat dalam kegiatan ini sebanyak 37 peserta dengan 3 narasumber utama yaitu 2 orang tim pengabdian dan 1 mitra pemilik butik womenwear. Hasil yang didapatkan setelah mengikuti kegiatan workshop adalah rata- rata kemampuan para peserta mengalami peningkatan sebesar 38,1% antara sebelum dan setelah diadakannya kegiatan.
Peran E-Lifestyle, Budaya Digital, Dan E-Payment Terhadap Perilaku Konsumtif Generasi Y Dalam Bertransaksi di E- Commerce Novia Indah Lestari; Mery Ramadani; Sutikno Sutikno
EKONOMI KEUANGAN DAN BISNIS Vol 7, No 2 (2022): Ekombis Sains: Jurnal Ekonomi, Keuangan, dan Bisnis
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/ekombis.v7i2.1844

Abstract

Technology has changed people's lifestyles and culture, including their shopping behavior which is more directed towards consumptive behavior. The ease of making digital payment transactions (e-payments) also affects wasteful behavior among Generation Y. In addition, the impact of the Covid-19 pandemic which requires consumers to limit distance has made them more aggressive in making purchases through e-commerce applications. This research was conducted on Generation Y consumers who have made purchases on e-commerce and paid e- payment at least 3 times a month. The sample is taken from 100 respondents with a purposive sampling technique. The research data that has been collected will be processed using the structural equation model (SEM) – PLS. The results of this study indicate that the variables of e-lifestyle, digital culture, and e-payment have a positive effect on increasing the consumptive behavior of Generation Y in shopping at e-commerce.
Peran Beauty Influencer Dalam Meningkatkan Minat Beli Produk Make Up Pada Generasi Z Indah Lestari, Novia; Ramadani, Mery; Noor Syrah, Anniba; Anggreini, Stevany
Sains Manajemen: Jurnal Manajemen Unsera Vol. 9 No. 2 (2023): Sains Manajemen: Jurnal Manajemen Unsera
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/sm.v9i2.8044

Abstract

In recent years, the development of commercial communications and live broadcast events on television has attracted a lot of attention from the public, especially the younger generation. Is a Trend in today’s digital world across various social media platforms, creating an opportunity for brands to market through social media influencers, many artists or athletes getting involved with the product and delivering their reviews so that many target audiences. We call beauty influencers. Currently, generation Z will tend to look at reviews from beauty influencers before they buy a product. This research aims to see the effect of beauty influencers on customer purchase intention in cosmetic products. This research on Generation Z. The sample was 100 respondents using purposive sampling. The data will be processed using regression. The results show that the role of beauty influencers can increase the purchase intentions of Generation Z partially or simultaneously and influences 87.6% and the remaining 12.4% is influenced by other variables not examined in this research. Keywords : beauty influencer, purchase intention, gen z
Students' Interest in Using the Quick Response Code Indonesian Standard Payment System for Vocational Education Program Students Serang Raya University Radho, Muhamad; Lestari, Novia Indah
Jurnal Keuangan dan Perbankan (KEBAN) Vol. 2 No. 1 (2022): Juli-Desember
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jkk.v2i1.5846

Abstract

The millennial generation is a generation that demands all aspects of their lives, including transactions. The cashless lifestyle is increasingly mushrooming in the midst of Indonesian society, especially the millennial generation. This study aims to determine the interest of students in using the Quick Response Code Indonesian Standart (QRIS) payment system for UNSERA Vocational Education Program students. The object of this study is students of the UNSERA Vocational Education Program using quantitative research methods and this type of research uses descriptive statistics. The population in this study was 103 people, and a sample of 82 people was taken using random sampling techniques. Analyze data by using descriptive statistics. In this study, the quantitative analysis method used was analysis using Microsoft Excel. The results of the research that the majority of vocational education program students have an interest in using QRIS payment technology such as Gopay, Shopeepay, Dana, Ovo, etc. Because in its use QRIS is very easy and safe in making payments through any merchant in one QR Code and this is the biggest financial breakthrough in Indonesia today. The benefits of this research for the millennial generation are expected to be able to understand digital payments using standardized payment QR codes, as well as become endorsers in voicing QRIS to the wider community.
Students' Interest in Using the Quick Response Code Indonesian Standard Payment System for Vocational Education Program Students Serang Raya University Radho, Muhamad; Lestari, Novia Indah
Jurnal Keuangan dan Perbankan (KEBAN) Vol. 2 No. 1 (2022): Juli-Desember
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jkk.v2i1.5846

Abstract

The millennial generation is a generation that demands all aspects of their lives, including transactions. The cashless lifestyle is increasingly mushrooming in the midst of Indonesian society, especially the millennial generation. This study aims to determine the interest of students in using the Quick Response Code Indonesian Standart (QRIS) payment system for UNSERA Vocational Education Program students. The object of this study is students of the UNSERA Vocational Education Program using quantitative research methods and this type of research uses descriptive statistics. The population in this study was 103 people, and a sample of 82 people was taken using random sampling techniques. Analyze data by using descriptive statistics. In this study, the quantitative analysis method used was analysis using Microsoft Excel. The results of the research that the majority of vocational education program students have an interest in using QRIS payment technology such as Gopay, Shopeepay, Dana, Ovo, etc. Because in its use QRIS is very easy and safe in making payments through any merchant in one QR Code and this is the biggest financial breakthrough in Indonesia today. The benefits of this research for the millennial generation are expected to be able to understand digital payments using standardized payment QR codes, as well as become endorsers in voicing QRIS to the wider community.
Strategi Pemanfataan Sampah Organik Sebagai Pupuk Kompos di Desa Panyirapan Indah, Lestari Novia; Feronika, Dara
KUAT : Keuangan Umum dan Akuntansi Terapan Vol 7 No 1 (2025): Edisi Maret
Publisher : Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31092/kuat.v7i1.2844

Abstract

Pengelolaan sampah rumah tangga menjadi salah satu tantangan lingkungan yang signifikan di Desa Panyirapan. Tujuan dari program ini adalah untuk memberikan instruksi kepada ibu rumah tangga tentang cara membuat pupuk kompos menggunakan sampah organik. Proses pelatihan terdiri dari empat tahap: persiapan dan perencanaan, sosialisasi dan penyuluhan awal, pelaksanaan pelatihan, serta evaluasi dan monitoring. Hasil dari pelatihan menunjukkan bahwa ibu rumah tangga di desa ini berhasil mengelola sampah rumah tangga menjadi pupuk kompos yang bermanfaat bagi pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan lokal. Selain mengurangi pencemaran lingkungan, program ini juga meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui penjualan hasil panen sayuran organik. Dengan demikian, program ini berkontribusi positif terhadap pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.