Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penilaian Ranah Afektif dalam Bentuk Penilaian Keterampilan Menulis dengan Model Pembelajaran Think Talk Write (TTW) Menggunakan Media Audiovisual pada Siswa Sekolah Dasar Veronika Unun Pratiwi; Nofrahadi; Apri Pendri; Dina Komalasari; Sumarwati
GERAM: Gerakan Aktif Menulis Vol. 9 No. 1 (2021): GERAM: Gerakan Aktif Menulis
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Islam Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/geram.2021.vol9(1).6817

Abstract

Permendikbud No. 66/2013 concerning assessment standards explains that the assessment techniques and instruments used in the 2013 Curriculum include competency assessment of attitudes, knowledge, and skills. This means that learning and assessment must develop students' competencies related to the affective, cognitive, and psychomotor domains. Assessment of the affective domain is important because assessing the affective domain must be carried out in learning activities. The education unit needs to design and develop an appropriate affective domain assessment to achieve optimal learning objectives. In this study, the affective domain rating scale uses skills assessment using a Likert scale. Think Talk Write is a learning model that can improve activity and communication among students. Ngalimun argues that the Think Talk Write learning model is a type of learning model that starts with thinking through the reading material, communicated with presentations, discussions, and then reports on the presentation results.
Strategi Peningkatan Kualitas Pembelajaran Melalui Gamifikasi: Studi Kasus Pelatihan Guru di Kabupaten Padang Pariaman Nofrahadi; Afnita; Yulianti Rasyid; Dewi Anggraini; Farel Olva Zuve; Dewi Syafrina
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 9 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v9i2.5188

Abstract

ABSTRACT Improving the quality of learning requires educators to adapt to innovative approaches, one of which is through gamification. This article aims to describe the implementation of gamification training for teachers in three schools (SMP N 1, 2, and 3 Batang Gasan) in Padang Pariaman Regency and analyze its impact on understanding, enthusiasm, perceptions of effectiveness, and the practice of applying gamification. This study used a one-group pretest-posttest design with 15 teachers as participants. The instrument, in the form of a Likert scale questionnaire, measured four main aspects, supplemented by an evaluation of training satisfaction. The four variables measured were understanding of gamification (scale 0–100), enthusiasm for innovation (scale 1–5), perception of the effectiveness of gamification (scale 1–5), and frequency of application of gamification techniques (scale 1–5). The data were analyzed descriptively and inferentially using a paired t-test. The results of the analysis showed a significant increase in all variables. The gamification understanding score increased from 58.7 ± 6.4 to 84.5 ± 5.8 (t=12.37; p<0.001). Enthusiasm for innovation rose from 3.2 ± 0.7 to 4.6 ± 0.5 (t=10.12; p<0.001), perception of gamification effectiveness from 3.4 ± 0.6 to 4.5 ± 0.4 (t=9.64; p<0.001), and frequency of gamification application from 2.1 ± 0.8 to 3.9 ± 0.6 (t=8.88; p<0.001).  This improvement indicates that the training provided was successful in strengthening the cognitive, affective, and behavioral aspects of teachers related to the use of gamification in learning. Keywords: Gamification, Teacher Training, Pretest-Posttest, Learning Innovation, Learning Effectiveness   ABSTRAK Peningkatan kualitas pembelajaran menuntut tenaga pendidik untuk beradaptasi dengan pendekatan inovatif, salah satunya melalui gamifikasi. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan implementasi pelatihan gamifikasi bagi guru di tiga sekolah (SMP N 1, 2, dan 3 Batang Gasan) Kabupaten Padang Pariaman serta menganalisis dampaknya terhadap pemahaman, antusiasme, persepsi efektivitas, dan praktik penerapan gamifikasi. Penelitian ini menggunakan desain one group pretest-posttest dengan 15 guru sebagai peserta. Instrumen berupa angket skala Likert mengukur empat aspek utama, dilengkapi evaluasi kepuasan pelatihan. Empat variabel yang diukur adalah pemahaman gamifikasi (skala 0–100), antusiasme terhadap inovasi (skala 1–5), persepsi efektivitas gamifikasi (skala 1–5), dan frekuensi penerapan teknik gamifikasi (skala 1–5). Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji paired t-test. Hasil analisis menunjukkan peningkatan yang signifikan pada seluruh variabel. Skor pemahaman gamifikasi meningkat dari 58,7 ± 6,4 menjadi 84,5 ± 5,8 (t=12,37; p<0,001). Antusiasme terhadap inovasi naik dari 3,2 ± 0,7 menjadi 4,6 ± 0,5 (t=10,12; p<0,001), persepsi efektivitas gamifikasi dari 3,4 ± 0,6 menjadi 4,5 ± 0,4 (t=9,64; p<0,001), dan frekuensi penerapan gamifikasi dari 2,1 ± 0,8 menjadi 3,9 ± 0,6 (t=8,88; p<0,001). Peningkatan ini mengindikasikan bahwa pelatihan yang diberikan berhasil memperkuat aspek kognitif, afektif, dan perilaku guru terkait penggunaan gamifikasi dalam pembelajaran. Kata Kunci: Gamifikasi, Pelatihan Guru, Pretest-Posttest, Inovasi Pembelajaran, Efektivitas Pembelajaran  
Integrasi Nilai Kepedulian Lingkungan Melalui Model Project Based Learning Berbasis Ecopedagogy Dalam Pembelajaran Menulis Teks Laporan Hasil Observasi Sukma, Melati; Anggraini, Dewi; Nofrahadi; Putri, Delsy Arma
(JPAP) Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI (PROSES)
Publisher : Postgraduate University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpap.v10i1.1430

Abstract

Pembelajaran Bahasa Indonesia memiliki peran penting dalam membentuk keterampilan berbahasa, tetapi juga menanamkan nilai karakter siswa. Salah satu nilai karakter yang relevan untuk diintegrasikan dalam pembelajaran adalah kepedulian terhadap lingkungan. Pendekatan ecopedagogy hadir sebagai upaya mengintergrasikan pendidikan lingkungan kedalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh integrasi nilai kepedulian lingkungan melalui ecopedagogy dalam pembelajaran teks laporan hasil observasi. Jenis penelitian kuantitatif menggunakan metode eksperimen dengan desain two gruop experiment-control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Sungai Penuh tahun ajaran 2025/2026. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah teknik Purposive Sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VIII C sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII D sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes unjuk kerja. Data dalam penelitian ini berupa skor dari hasil tes unjuk kerja menulis teks laporan hasil observasi siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Sungai Penuh tanpa dan dengan menggunakan model pembelajaran. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh 3 kesimpulan sebagai berikut. Pertama, kemampuan menulis teks laporan hasil observasi tanpa menggunakan model pembelajaran memperoleh nilai rata-rata 55,33 yaitu berada pada tingkat penguasaan 46-55% pada kualifikasi Hampir Cukup (HC). Kedua, kemampuan menggunakan model pembelajaran memperoleh nilai rata-rata 76,58 yaitu berada pada tingkat penguasaan 76-85% pada kualifikasi Baik (B). Ketiga, berdasarkan uji-t disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan terhadap model pembelajaran project based learning berbasis ecopedagogy siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Sungai Penuh. Karena thitung  > ttabel (5,48>2,001). Model pembelajaran project based learning berbasis ecopedagogy secara signifikan berpengaruh terhadap kemampuan menulis teks laporan hasil obervasi.