Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

The implication of full-day school: The role of self-determination in high school students' emotional well-being Rahayu, Diah; Rifayanti, Rina; Ramadhani, Ayunda; Hardiansyah, Hardiansyah; Wardhana, Reishendra Arya; Awaliyah, Nur
Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling: Jurnal Kajian Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Konseling VOLUME 11 NUMBER 1 JUNE 2025
Publisher : Program Studi bimbingan Konseling PPs UNM Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jppk.v1i1.71952

Abstract

This study examines the role of self-determination in relation to the emotional well-being of high school students attending full-day schools in Samarinda City. A quantitative approach with a correlational design was employed. Data were collected using self-determination and emotional well-being scales. The sampling technique used was cluster random sampling. The senior high schools that implemented the full-day school system in each sub-district in Samarinda City were grouped and allocated proportionally into eight representative schools, resulting in 359 student respondents. The results indicated a strong and significant relationship between self-determination and emotional well-being among high school students attending full-day schools in Samarinda City, as reflected by a correlation coefficient of r = 0.613. The role of self-determination contributed 37.6% to the score in emotional well-being. These findings suggest the need for further research to explore other factors influencing emotional well-being in full-day school students. Furthermore, schools are encouraged to implement programs that enhance student self-determination to support emotional well-being.
Revealing the Relationship between Self-Esteem and Self-Concept: Revealing a Correlation Study on Catcalling Victim Women Putri, Anggie Faradiba; Rifayanti, Rina; Ramadhani, Ayunda
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 12, No 3 (2024): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v12i3.8943

Abstract

The phenomenon of catcalling is something that can be experienced by almost most individuals in their lives, with women being most victims. This study aims to determine the relationship between self-esteem and self-concept in female victims of catcalling, a case study of late adolescence in Samarinda City. This study uses a quantitative approach. The sample in this study was 102 late adolescents who had experienced catcalling and were selected based on purposive sampling techniques. The data collection method used a scale of self-concept and self-esteem with reliability values of 0.852 and 0.863. The data analysis technique used was Pearson product moment correlation analysis. The results showed that there was a positive and significant relationship between self-esteem and self-concept in female victims of catcalling with a calculated r value = 0.540> r table 0.192 and a p value = 0.000 (p <0.050). This means that the more positive the self-concept of female victims of catcalling, the better the self-esteem they will develop towards themselves. The implications of this research are the basis for developing public policies that support education and awareness regarding the negative impacts of catcalling.Fenomena catcalling merupakan suatu yang dapat dialami oleh hampir sebagian besar individu di dalam kehidupannya, dengan wanita adalah sebagian besar dari korbannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan harga diri dengan konsep diri pada wanita korban catcalling studi kasus pada remaja akhir di Kota Samarinda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah 102 remaja akhir yang pernah mengalami catcalling dan dipilih berdasarkan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan skala konsep diri dan harga diri dengan nilai reliabilitas sebesar 0.852 dan 0.863. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi pearson product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang positif dan signifikan antara harga diri dengan konsep diri pada wanita korban catcalling dengan nilai r hitung = 0.540 > r tabel 0.192 dan nilai p = 0.000 (p < 0.050). Artinya semakin positif konsep diri yang ada pada wanita korban catcalling maka semakin baik harga diri yang akan mereka kembangkan terhadap dirinya sendiri. Implikasi dari penelitian ini adalah landasan bagi pengembangan kebijakan publik yang mendukung edukasi dan kesadaran mengenai dampak negatif catcalling.
The Importance of Trust and Maintaining Commitment to Couples in Long Distance Marriages Aprilia, Bella Nadia; Rahayu, Diah; Rifayanti, Rina
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 12, No 1 (2024): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v12i1.12087

Abstract

Long-distance marriage in couples has problems that are quite risky considering the quantity of communication and gathering is reduced. This requires strengthening commitment so that long-distance marriages can run, and marriages survive. This commitment is thought to be influenced by the strong factor of trust in other partners. Therefore, this study aims to answer the assumption that trust is closely related to long-distance marriage commitment. This research method uses quantitative with purposive sampling techniques that have research subjects as many as 101 pairs. The measuring instruments used are the Commitment scale with a reliability of 0.860 and the Confidence scale with a reliability of 0.899. Both measuring instruments have good reliability and are analyzed using Pearson Product Moment. The results of this study showed that the higher the trust, the stronger the marriage commitment in couples who underwent long-distance marriages. This research shows the implication that long-distance couples should strengthen commitment by increasing trust, which includes the ability of the couple to predict the ability of each partner to assess the possibilities that occur long-distance activity, then the level of dependence means that the couple feels mutual need for each other, and confidence in the partner means that each partner trusts each other, supports each other Other.Pernikahan jarak jauh pada pasangan memiliki permasalahan yang cukup riskan mengingat secara kuantitas komunikasi dan berkumpul bersama menjadi berkurang. Hal ini dibutuhkan penguatan komitmen agar pernikahan jarak jauh dapat berjalan dan pernikahan tetap bertahan. Komitmen ini diduga dipengaruhi oleh faktor kuatnya kepercayaan terhadap pasangan lain. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan menjawab dugaan bahwa kepercayaan berhubungan erat dengan komitmen pernikahan jarak jauh. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan Teknik sampling purposive sampling yang memiliki subjek penelitian sebanyak 101 pasangan. Alat ukur yang digunakan adalah skala Komitmen dengan reliabilitas 0.860 dan skala Kepercayaan dengan reliabilitas 0.899, kedua alat ukur ini memiliki reliabilitas yang baik dan dianalisis menggunakan Pearson Product Moment. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kepercayaan maka komitmen pernikahan semakin kuat pada pasangan yang menjalani pernikahan jarak jauh. Penelitian ini menunjukkan implikasi bahwa pasangan jarak jauh harus menguatkan komitmen dengan meningkatkan kepercayaan yang meliputi kemampuan predikbilitas pasangan artinya kemampuan tiap pasangan untuk mengkaji kemungkinan-kemungkinan yang terjadi akhibat jarak jauh kemuadian tingkat ketergantungan artinya bahwa pasangan merasa saling membutuhkan antara yang satu dengan yang lainnya dan keyakinan terhadap pasangan artinya bahwa setiap pasangan saling percaya saling mendukung satu sama lainnya.
Description Of Trust in Married Prisoners in Class II A Londa, Geovani; Rifayanti, Rina; Ramadhani, Ayunda
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 11, No 3 (2023): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v11i3.9145

Abstract

This study aims to find out the description of trust in married convicts. Researchers will reveal how the sense of trust arises from within a married convict. This will be revealed in several aspects of trust which consist of several aspects. Research subjects amounted to 4 people. The method used is a qualitative method with a phenomenological approach. Data collection techniques used structured interview methods and direct observation by researchers in analyzing data. The validity of the data was demonstrated by source triangulation techniques, observer persistence, and discussions with colleagues. Data analysis carried out was data reduction, data presentation, drawing conclusions and verification with communicative validity. The results of this study indicate that the four subjects have different levels of trust in their wives, which means that not all married convicts have trust in their wives, where this occurs because the marriage process undertaken by each subject does not directly play an active role in their married life because the four subjects who were in prison. The wife's emotional closeness to the four subjects also influences how influential the subject's self-confidence is to continue fighting with enthusiasm and not give up in living life, especially in serving time in prison. There are several factors that influence trust in the four subjects, namely personality predisposition, reputation and stereotypes, actual experience, psychological orientation and dynamics of trust.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepercayaan pada narapidana yang sudah menikah. Peneliti akan mengungkap bagaimana rasa kepercayaan yang muncul dari dalam diri seorang narapidana yang sudah menikah. Hal tersebut akan diungkap dalam beberapa aspek kepercayaan yang terdiri beberapa aspek. Subjek penelitian berjumlah 4 orang. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara terstruktur dan observasi secara langsung yang dilakukan oleh peneliti dalam mengali data. Keabsahan data ditunjukkan dengan teknik triangulasi sumber, ketekunan pengamat, dan diskusi dengan rekan sejawat. Analisis data yang dilakukan adalah reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi dengan validitas komunikatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa bahwa dari keempat subjek memiliki tingkat kepercayaan yang berbeda terhadap istrinya yang berarti tak semua narapidana yang sudah menikah memiliki kepercayaan terhadap istrinya yang dimana hal tersebut terjadi karena proses pernikahan yang dijalani oleh setiap subjek tidak langsung berperan aktif didalam kehidupan pernikahannya dikarenakan keempat subjek yang sedang berada di Lapas. Kedekatan emosional istri dengan keempat subjek juga memengaruhi seberapa berpengaruhnya kepercayaan diri subjek untuk terus berjuang dengan semangat dan tidak putus asa dalam menjalani kehidupan, terutama dalam menjalani masa hukuman. Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi kepercayaan pada keempat subjek yaitu presdiposisi kepribadian, reputasi dan stereotype, pengalaman aktual, orientasi psikologis dan dinamika kepercayaan. 
Tari Enggang Sebagai Upaya Meningkatkan Kepercayaan Diri Rifayanti, Rina; Azizah, Farah; Nahrussalwa, Nahrussalwa; Lisnawati, Lisnawati; Sari, Rika Aulia
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 5, No 2 (2016): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v5i2.2286

Abstract

Rasa percaya diri merupakan sikap mental optimisme dari kesanggupan anak terhadap kemampuan diri untuk menyelesaikan segala sesuatu dan kemampuan diri untuk melakukan penyesuaian diri pada situasi yang dihadapi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa besar pengaruh Tari Enggang untuk meningkatkan kepercayaan diri. Sedangkan manfaat penelitian ini adalah guna memperkaya kajian tentang Tari Enggang dan mencoba melestarikan nilai budaya khususnya budaya Kalimantan Timur. Alat ukur penelitian menggunakan skala kepercayaan diri, Keempat skala tersebut disusun dengan penskalaan model Likert dan analisis statistiknya menggunakan komputer dengan bantuan program Statistical Package for Social Sciences (SPSS) 20.0 for Windows. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa pada pre-test dan post test penelitian kelompok eksperimen pelatihan Tari Enggang terlihat bahwa t hitung adalah -5,068 dengan ? = 0,001 (?< 0,05). Sedangkan pada post test dan follow up pelatihan Tari Enggang terlihat bahwa t hitung adalah -3,100 dengan ? = 0,013 (?< 0,05) maka H0 ditolak, sehingga H1 diterima yang artinya pelatihan Tari Enggang berhasil dapat meningkatkan kepercayaan diri pada peserta di Yayasan Borneo Etnika.
Penerapan Konseling dan Penentuan Keinginan Bunuh Diri Melalui Alat Proyeksi (Suicidie Desire Projective) Bagi Individu Yang Teridentifikasi Depresi Rifayanti, Rina; Pulunggono, Gigih Permadi; Azyza, Zunea Farizka; Setiani, Rulis
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 6, No 1 (2017): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v6i1.2363

Abstract

Tujuan dari penilitian ini untuk mengetahui terdapat pengaruh atau tidak dari perlakuan konseling terhadap perubahan keinginan seseorang untuk bunuh diri serta dapat mengetahui apakah Suicide Desire Pro-jective dapat mendeskripsikan keinginan bunuh diri seseorang tersebut. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan pendekatan eksperimen. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan skala BDI-II (Beck Depression Inventory) yang telah diadaptasi dan dikembangkan oleh Hasanat serta terdiri dari 21 item. Sampel penelitian adalah 20 orang yang teridentifikasi depresi. Tehnik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik yaitu Sign-Wilcoxon test dengan menggunakan bantuan program SPSS (Statistical Packages for Social Science) versi 21.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh konseling terhadap penurunan tingkat keinginan bunuh diri seseorang yang teri-dentifikasi depresi dengan nilai p= 0,001 (<0,05). Hal tersebut menunjukan bahwa kelompok eksperimen yang diberikan treatment berupa konseling dapat menurunkan intensitas keinginan bunuh diri. Pada instrumen penelitian berupa alat Suicide Desire Projective menggambarkan bahwa terdapat 12 orang (60 persen) yang memiliki keinginan bunuh diri dan 8 orang yang tidak memiliki keinginan bunuh diri (40 persen). Sedangkan pada nilai beda uji kelayakan item pertanyaan keinginan bunuh diri terdapat 7 soal yang ditolak, 1 soal diper-baiki, 1 soal yang diterima dan diperbaiki, 2 soal yang dinilai baik.
Bagaimana Kaitan Kecemasan Komunikasi Pada Korban Perundungan dengan Dukungan Sosial Chung, Natasha; Rifayanti, Rina; Suhesty, Aulia
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 10, No 4 (2022): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v10i4.8454

Abstract

There are a lot of impacts of bullying, one of the impact is communication apprehension, which had a long term effect on victims in socializing on vary situations. This study aimed to determine how social support related to overcome communication apprehension on bullying victims. This research used quantitative approach with subject that consist of 106 samples using the purposive sampling technique. Data collection method used is Personal Report of Communication Apprehension 24 Version (PRCA-24) and 2-Way Social Support Scale (2-Way SSS). Research data was analyzed with Kendall’s Tau test. The result showed that there is negative and significant correlation between social support and communication apprehension on bullying victims by the calculated of r value = -0.683 and p value = 0.000 < 0.0. In conclusion, there is correlation between social support and communication apprehension on bullying victims. This means that the higher the social support, the lower the communication anxiety, and vice versa.Salah satu dampak dari perundungan adalah adanya kecemasan komunikasi yang berefek jangka panjang pada korban dalam bersosialisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dukungan social berhubungan dalam mengatasi kecemasan komunikasi pada korban perundungan. Penelitian kuantitatif ini menggunakan sampel penelitian sebanyak 106 sampel usia 12-18 tahun dengan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian yaitu PRCA-24 dan 2-Way SSS dengan reliabilitas variabel bebas sebesar 0.949 dan variabel terikat sebesar 0.918. Teknik analisa data menggunakan uji korelasi Kendall’s Tau_b dengan nilai r hitung = -0.683 dan p = 0.000 < 0.05. Hasil perhitungan menunjukkan adanya hubungan negatif dukungan sosial dengan kecemasan komunikasi pada korban perundungan. Artinya semakin tinggi dukungan sosial, maka semakin rendah kecemasan komunikasi, begitu pun sebaliknya.
Efikasi Diri Dengan Kesiapan Kerja Pada Dewasa Awal di Kota Samarinda Merida, Dea Aldila; Rifayanti, Rina; Putri, Elda Trialisa
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 9, No 4 (2021): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v9i4.6842

Abstract

Penelitian ini berkaitan dengan efikasi diri dan kesiapan kerja pada dewasa awal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan efikasi diri dengan kesiapan kerja pada dewasa awal di kota Samarinda. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah 100 orang dewasa awal di kota Samarinda. Penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling dengan karakteristik dewasa awal yang berada di kota Samarinda. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala efikasi diri dan skala kesiapan kerja. Data yang terkumpul dianalisis dengan uji analisis Pearson Product Moment dengan bantuan program Statistical Package for Social Sciences (SPSS) 23.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan positif dan signifikan efikasi diri dengan kesiapan kerja dengan nilai r hitung = 0.209 > r tabel = 0.197 dan nlai p = 0.037 (p<0.050). This research deals with self-efficacy and work readiness in early adulthood. This research aimed to determine the correlation between self-efficacy and work readiness in early adulthood in the city of Samarinda. This research used quantitative research method. The subjects of this research were 100 early adults in the city of Samarinda. This research used simple random sampling technique with the characteristics of early adulthood in the city of Samarinda. The method that being used to collect the data were self-efficacy scale and work readiness scale. The collected data were analyzed using Pearson product moment test with the help of the Statistical Package of Social Sciences (SPPS) 23.0 for windows program. The results of this research showed that there was a positive and significant correlation between self-efficacy and work hardiness with the value of r count = 0.209 > r table = 0.197 and p = 0.037 (p <0.050). 
Harga Diri dengan Pengungkapan Diri pada Wanita Dewasa Awal Korban Kekerasan dalam Berpacaran Maulida, Widya; Rifayanti, Rina
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 10, No 3 (2022): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v10i3.7706

Abstract

Violence in courtship relationships is an aggressive behavior that an individual commits on his girlfriend in the form of physical, psychological, and sexual violence. This study aims to determine the relationship of self-esteem with self-disclosure in early adult women who are victims of violence in dating. This research method uses a quantitative approach. The subjects in this study were as many as 100 women victims of violence in courtship relationships in Samarinda City which were determined using purposive sampling techniques. The data collection method uses a scale of self-disclosure and self-esteem. The data analysis technique used is the Pearson Product Moment correlation test. The results showed that there was a significant relationship between self-esteem and self-disclosure in early adult women victims of violence in dating with a calculated r value of 0.284 > r table 0.197 and a sig value of 0.004 (p < 0.05) indicating that there was a relationship with a positive direction. That is, the higher the self-esteem, the higher the self-disclosure, on the contrary if the lower the self-esteem, then the lower the self-disclosure in early adult women victims of violence in dating. Kekerasan dalam hubungan pacaran merupakan perilaku agresi yang dilakukan individu pada pacarnya dalam bentuk kekerasan secara fisik, psikologis, maupun seksual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan harga diri dengan pengungkapan diri pada wanita dewasa awal korban kekerasan dalam berpacaran. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 100 wanita korban kekerasan dalam hubungan pacaran di Kota Samarinda yang ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan skala pengungkapan diri dan harga diri. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara harga diri dengan pengungkapan diri pada wanita dewasa awal korban kekerasan dalam berpacaran dengan nilai r hitung 0.284 > r tabel 0.197 dan nilai sig 0.004 (p < 0.05) yang menunjukkan bahwa ada hubungan dengan arah positif. Artinya, semakin tinggi harga diri, maka semakin tinggi pengungkapan diri, sebaliknya jika semakin rendah harga diri, maka semakin rendah pengungkapan diri pada wanita dewasa awal korban kekerasan dalam berpacaran.
Kebahagiaan dan Komunikasi Interpersonal Terhadap Kecenderungan Ketakutan Akan Kehilangan Momen Halimbash, Nurhalima; Rifayanti, Rina; Putri, Elda Trialisa
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 9, No 2 (2021): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v9i2.5979

Abstract

Penelitian ini didasari oleh tingginya jumlah pengguna internet yang dapat memicu terjadinya ketakutan akan kehilangan momen di media sosial kemudian bertujuan untuk mengetahui pengaruh kebahagiaan dan komunikasi interpersonal terhadap kecenderungan ketakutan akan kehilangan momen pada mahasiswa fakultas ilmu sosial dan politik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel penelitian berjumlah 90 mahasiswa yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala kebahagiaan, komunikasi interpersonal, dan kecenderungan ketakutan akan kehilangan momen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara kebahagiaan dan komunikasi interpersonal terhadap kecenderungan ketakutan akan kehilangan momen dengan nilai F = 9.991, R2 = 0.487 dan p = 0.000. kontribusi kebahagiaan dan komunikasi interpersonal terhadap kecenderungan ketakutan akan kehilangan momen pada mahasiswa fakultas ilmu sosial dan politik sebesar 48.7 persen.