Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Think-Pair-Share untuk Pengurangan Bilangan Bulat Siswa Kelas V Ernawati, Wawat; Kuswara; Djuanda, Dadan; Sukmana, Ece; Hartini, Dede Reni
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v5i1.3297

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman siswa kelas V dalam operasi pengurangan bilangan bulat yang ditandai dengan rendahnya keterlibatan siswa dalam pembelajaran dan belum tercapainya Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif Think-Pair-Share (TPS) pada pembelajaran matematika materi pengurangan bilangan bulat. Penelitian menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan subjek penelitian sebanyak 28 siswa kelas V SD Negeri Cijaha. Setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui lembar observasi aktivitas siswa dan tes tertulis untuk mengukur pemahaman konsep dan kemampuan menghitung pengurangan bilangan bulat. Indikator keberhasilan ditetapkan berdasarkan peningkatan aktivitas belajar dan persentase ketuntasan belajar siswa dengan patokan KKM sebesar 70. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap pra-siklus hanya 21,4% siswa yang mencapai ketuntasan belajar. Setelah penerapan model TPS, persentase ketuntasan meningkat menjadi 46,4% pada siklus I dan mencapai 89% pada siklus II. Peningkatan ini menunjukkan bahwa model TPS efektif dalam meningkatkan keterlibatan siswa serta pemahaman konsep pengurangan bilangan bulat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran TPS mampu meningkatkan aktivitas dan hasil belajar matematika siswa kelas V, serta menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, kolaboratif, dan bermakna.
Analisis Gaya Bahasa Sunda dalam Kumpulan Sajak Kembang Katiga Karya Wahyu Wibisana sebagai Bahan Pembelajaran Apresiasi Sastra di SMP Sukmarawati, Dewi; Kuswara; Kurniawati , Nia; Wasini, Wawas
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v5i1.3302

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya bahasa dalam kumpulan sajak Kembang Katiga karya Wahyu Wibisana serta menelaah potensinya sebagai bahan pembelajaran apresiasi sastra pada Mata Pelajaran Bahasa Sunda di SMP. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis. Sumber data berupa sepuluh puisi yang dipilih secara purposive dari total tiga puluh enam puisi dalam kumpulan Kembang Katiga. Data penelitian berupa larik dan ungkapan puitik yang mengandung gaya bahasa. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis isi dengan pendekatan stilistika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya bahasa yang dominan dalam puisi-puisi sampel adalah metafora dan personifikasi, disertai penggunaan citraan, hiperbola, serta paralelisme. Gaya bahasa tersebut berfungsi sebagai sarana pembentukan makna puitik yang bersifat reflektif, simbolik, dan kultural. Temuan ini menunjukkan bahwa bahasa figuratif dalam puisi Sunda tidak hanya berperan sebagai unsur estetik, tetapi juga sebagai medium representasi pengalaman batin dan nilai budaya masyarakat Sunda. Secara pedagogis, hasil penelitian ini relevan dengan Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Bahasa Sunda SMP yang menekankan kemampuan peserta didik dalam mengapresiasi karya sastra Sunda melalui pemahaman unsur kebahasaan, makna, dan nilai budaya. Dengan demikian, kumpulan sajak Kembang Katiga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan ajar apresiasi sastra yang kontekstual dan bermakna dalam pembelajaran Bahasa Sunda di SMP.
Representasi Penguasa dan Oposisi dalam Cerita Rakyat “Buaya Putih dan Keuyeup Bodas”: Representations of Authority and Opposition in the Folktale "Buaya Putih and Keuyeup Bodas" Putri, Marini Ganthina; Ece Sukmana; Kuswara; Asep Saepurokhman
Deiksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 13 No 1 (2026): Deiksis
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/dj.v13i1.10696

Abstract

This research is motivated by the importance of preserving folktales as a medium for cultural reflection and social critique, particularly in the context of development and power relations. The folktale "Buaya Putih and Keuyeup Bodas" was chosen because it contains ideological and ecological symbols that remain relevant to contemporary socio-political dynamics. This study aims to examine the representation of power and opposition within the story using Propp’s narrative analysis, Barthes’ semiotics, and Hall’s theory of representation. A descriptive method was employed with a phenomenological approach to the text and interviews with local communities. The analysis reveals that the character Buaya Putih represents hegemonic power that is greedy and exploitative, while Keuyeup Bodas symbolizes an oppositional force that upholds ecological harmony and the interests of the people. The tale conveys a critique of development projects, such as the Jatigede Dam, that disregard ecological balance and community participation. Thus, folktales serve not only as entertainment but also as spaces for education and reflection on power practices and social injustice. This study underscores the need for interdisciplinary approaches in uncovering cultural meanings in folklore to ensure their continued relevance and reinterpretation by current generations.
Negotiating Humanity through Innocence and Experience in William Blake’s Poetry Nia Kurniawati; Kuswara; Dewi Sukmarawati
Journal of English Language Learning Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : English Language Education Department, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jell.v10i1.17076

Abstract

Abstract: This study explores how William Blake represents humanity through the concepts of innocence and experience in Songs of Innocence and Songs of Experience. Using a qualitative interpretive approach, the study analyzes selected paired poems to examine how moral awareness, emotional development, and humanitarian concerns are constructed through poetic contrast. The analysis is conducted through close reading and intertextual comparison, focusing on imagery, tone, and symbolic opposition between innocence and experience. The findings show that Blake does not present innocence and experience as opposing states, but as interconnected stages of human consciousness. Innocence is associated with trust, emotional openness, and moral hope, while experience reveals suffering, social injustice, and ethical failure. Through this tension, Blake invites readers to reflect on moral responsibility, empathy, and the impact of authority and social institutions on human life. The study argues that Blake’s poetic vision highlights humanity as a process shaped by moral struggle rather than fixed moral certainty. By combining textual analysis with a humanistic and reader-oriented perspective, this research contributes to literary studies by showing how Blake’s poetry continues to offer ethical insight into the human condition.