Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

ANALISIS UNSUR INTRINSIK CERPEN “BUAT APA DISESALI” DALAM ANTOLOGI CERPEN “SEPOTONG HATI YANG BARU” KARYA TERE LIYE Suwarna Adhi Galang Wicaksono; Resdianto Permata Raharjo; Magfirotul Hamdiah
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL BASTRA EDISI APRIL-JUNI 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.459 KB) | DOI: 10.36709/bastra.v7i2.109

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan analisis unsur intrinsik dalam Cerpen “Buat Apa Disesali” karya Tere Liye. Jenis penelitian ini merupakan deskriptif kualitatif, dengan menggunakan pendekatan struktural. Data diperoleh melalui kutipan-kutipan dalam cerpen untuk mendeskripsikan unsur-unsur intrinsik yang terkandung dalam cerpen “Buat Apa Disesali”. Cerpen “Buat Apa Disesali” memiliki tema kasih yang tak sampai, terdapat dua tokoh utama dan tiga karakter pendukung, beralurkan mundur, dikisahkan melalui sudut pandang orang ketiga serba tahu, dan memiliki amanat untuk menggunakan waktu dan tindakan nyata dalam menggapai mimpi dan tidak hanya menunggu sesuatu yang tidak pasti. Cerpen “Buat Apa Disesali” tidak hanya sebagai bacaan hiburan di waktu senggang, di dalamnya memuat unsur intrinsik dan ekstrinsik yang dapat dijadikan sebagai sebuah pembelajaran dalam kehidupan.
STRUKTURALISME NOVEL SUNSET BERSAMA ROSIE KARYA TERE LIYE Nur Rohmah; Resdianto Permata Raharjo; Magfirotul Hamdiah
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL BASTRA EDISI APRIL-JUNI 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.084 KB) | DOI: 10.36709/bastra.v7i2.110

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis teori struktural karya sastra yang terkandung dalam Novel “Sunset Bersama Rosie” karya Tere Liye. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan struktural. Novel “Sunset Bersama Rosie” ini yakni bertema cinta dan pengorbanan, alur atau plot yang terkandung di dalamnya yakni alur regresif atau campuran, latar atau setting yang tergambar di dalam novel tersebut yakni latar tempatnya Jakarta, Jimbaran Bali, Dreamland, Kuta, Seminyak, Bandara, Pelabuhan, Apartemen Tegar, Rumah Sekar, Resor Gili Trawangan, Gunung Rinjani, Danau Segara Anakan, Shelter, dan rumah sakit, sedangkan latar waktu yang tersirat yakni pagi, siang, sore, dan malam, pula latar suasananya tersirat tokoh-tokoh di dalamnya merasa senang, sedih, perasaan tegang, bersyukur, dan romantis. Adapun tokohnya meliputi Tegar, Rosie, Nathan, Sekar, Anggrek, Sakura, Jasmine, Lili, Oma, Mitchell, Clarice, dan Lian. Amanat yang disampaikan yakni tidak boleh menyia-nyiakan suatu kesempatan, menghindari amarah yang mengganggu saat mengambil keputusan, dan belajar dari masa lalu. Novel “Sunset Bersama Rosie” Suatu karya sastra yang baik yang mampu meninggalkan suatu pesan dan kesan bagi pembacanya. Di samping itu mampu memberi manfaat atau kegunaan, yaitu kekayaan batin, wawasan kehidupan, dan moral.
DIALEK BAHASA MADURA PADA MASYARAKAT PANDHALUNGAN DI GADING PROBOLINGGO Siti Nur Kholiza; Ainol; Magfirotul Hamdiah
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 9 No. 3 (2024): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v9i3.541

Abstract

Dialek adalah variasi bahasa yang dibedakan karena perbedaan asal penutur dan perbedaan kelas sosial penutur. Dialek juga dapat disebut dengan logat atau bahasa khas dari suatu daerah. Adanya dialek disebabkan karena pengaruh dari bahasa-bahasa lain yang pernah digunakan dalam suatu wilayah tertentu. Setiap kegiatan yang dilakukan masyarakat akan mempengaruhi keberagaman bahasa. Dialek juga terdapat pada masyarakat pandhalungan di Gading Probolinggo yang menggunakan dialek bahasa Madura. Penelitian ini dianalisis menggunakan deskriptif kualitatif. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk dialek bahasa Madura pada masyarakat pandhalungan di Gading Probolinggo. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui: (1) Wawancara, (2) Cacatan Lapangan, (3) Dokumentatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya bentuk dialek bahasa Madura pada masyarakat pandhalungan di Gading Probolinggo. Data yang diperoleh dalam penelitian ini melalui 10 percakapan pada 3 masyarakat pandhalungan yang menetap di Desa Dandang Kecamatan Gading Kabupaten Probolinggo.
STUDI KASUS ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS PENDERITA CHILDHOOD DISENTEGRATIVE DISORDER Sunaidi; Mamluatun Ni’mah; Magfirotul Hamdiah
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 9 No. 3 (2024): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v9i3.554

Abstract

This study aims to reveal the phenomena that occur in children with special needs who suffer from Childhood Disentegrative Disorder in the form of spoken language. The symptom of childhood dysentegrative is the occurrence of a decrease in the ability acquired at least the age of two years. Then the ability that has been acquired will decline until the age of three, or four or even ten years. The reality in the field shows that “M” as a respondent has a language disorder in the context of speaking. This research is a qualitative research using a 16-year-old child who has childhood dysentegrative symptoms so that it is said to be a case study research. Data collection techniques used observation, interviews, and documentation, while data analysis techniques used triangulation techniques. The results showed that “M” as a respondent in this study had speech disorders in phoneme replacement, syllable omission, and phoneme omission in spoken morphemes
PEMEROLEHAN BAHASA MELALUI PROGRAM VISITTING LECTURER PADA PEMELAJAR BIPA FILIPINA Magfirotul Hamdiah; Rikke Kurniawati; Maria Rosalinda Talan
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 9 No. 3 (2024): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v9i3.570

Abstract

Penutur asing terkadang keingintahuan terhadap hal-hal baru sangat tinggi. Hal ini juga dirasakan oleh pemelajar Filipina. Pendeskripsian kemampuan berbahasa Indonesia pemula secara lisan dan tulis pada pemelajar Filipina adalah salah satu tujuan pada penelitian ini. Selain itu, tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kendala yang dialami penutur asing terhadap pelafalan bahasa Indonesia. Salah satu lembaga yang menaungi pembelajaran BIPA adalah lembaga Kereta Bahasa. Kereta Bahasa merupakan lembaga yang memiliki program Visitting Lecturer yang telah bekerja sama dengan beberapa Negara. Negara yang menjadi tujuan program ini adalah Filipina. Filipina merupakan negara yang tertarik mempelajari bahasa Indonesia lebih mendalam. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif kualitatif adalah penelitian yang menggambarkan suatu keadaan secara jelas menggunakan kalimat atau kata-kata. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik wawancara, observasi secara daring dan simak catat. Penelitian dilakukan pada September sampai dengan November 2023. Sumber data penelitian ini adalah beberapa peserta didik kelas 11 dari beberapa sekolah di Filipina yang masih tercatat sebagai peserta didik. Data dalam penelitian ini merupakan kalimat yang diucapkan oleh pemelajar atau peserta program Visitting Lecturer. Hasil penelitian mendeskripsikan berbahasa Indonesia pemula secara lisan dan tulis pada pemelajar Filipina. Hasil selanjutnya kendala yang dialami oleh pemelajar BIPA asal Filipina karena beberapa faktor.
Narasi Ekosemiotik Kultural dalam Novel Tanjung Kemarau Karya Royyan Julian: Resistensi Budaya dan Advokasi Lingkungan di Madura Agik Nur Efendi; Anas Ahmadi; Titik Indarti; Magfirotul Hamdiah; Diah Kusyani; Wa Mirna; Siti Nurjanah; Rahma Anugraheny
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SPECIAL EDITION: LALONGET VI
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.21446

Abstract

This study examines the novel Tanjung Kemarau by Royyan Julian through an ecosemiotic perspective to explore cultural resistance and environmental advocacy in Madura Island. The primary focus of this research is how cultural symbols and narratives in the novel reflect the close relationship between the local community and the environment, particularly the mangrove forests. Using a descriptive qualitative approach, this study analyzes the symbolism and meanings related to ecological and cultural issues in the novel. The findings show that mangrove forests are not only viewed as physical ecosystems but also as sacred spaces revered by the community. Mystical figures such as Nyai Rasera and the village cleansing rituals are depicted as part of the community's efforts to preserve the environment and resist commercial exploitation. The novel serves as a form of resistance against environmentally destructive modernization practices, while also acting as an advocacy tool emphasizing the importance of preserving cultural values in ecological conservation. This research enriches the discourse of ecosemiotics in Indonesian literary studies and highlights the potential of literature as a medium for culturally-based environmental advocacy.
Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Indonesia di Ruang Publik Jawa Timur Rohmah, Nur; Hamdiah, Magfirotul; Nadiyah N, Afifah; Mahaputri, Matrix Erga; Saputri, Sharlah Fadilah Ayu; Nadiya, Fia; Islami, Sylvira Putri; Pingkan, Alfia
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 7 No. 1 (2026): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/diksi.v7i1.3662

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia dalam ruang publik di Jawa Timur melalui analisis linguistik pada tiga media utama, yaitu papan nama usaha, surat resmi, dan media pengumuman. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi visual, dan analisis teks berdasarkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Data dianalisis melalui reduksi, kategorisasi kesalahan, interpretasi konteks penggunaan bahasa, dan klasifikasi ke dalam ranah pembinaan atau pengembangan bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan bahasa Indonesia di ruang publik masih menghadapi sejumlah tantangan. Berbagai kesalahan kebahasaan ditemukan, antara lain penggunaan huruf kapital yang tidak tepat, penulisan kata depan di yang tidak dipisah, kesalahan tanda baca, penggunaan istilah asing yang tidak diserap, dan inkonsistensi akronim pada dokumen formal. Fenomena ini mengindikasikan kurangnya pemahaman pelaku bahasa terhadap kaidah kebahasaan dan lemahnya pengawasan penggunaan bahasa dalam konteks publik. Sebaliknya, aspek pengembangan bahasa terlihat pada papan nama usaha UMKM yang memanfaatkan variasi linguistik secara kreatif. Penggunaan ejaan arkais seperti Djadoel dan Sjahdoe serta kosakata nonbaku seperti Gress menunjukkan adanya strategi branding yang tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga simbolik dan estetik. Bahasa digunakan sebagai sarana pembentukan identitas, penciptaan citra nostalgia, serta diferensiasi komersial dalam persaingan pasar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ruang publik menjadi arena pertemuan antara norma bahasa baku dan kreativitas linguistik masyarakat. Oleh karena itu, pembinaan bahasa perlu dilakukan secara adaptif agar dapat menjaga standar kebahasaan tanpa menghambat dinamika inovasi bahasa yang berkembang di ruang publik.