Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Campur Kode dalam Naskah Sandiwara Jawa Kamit Karya Gusmel Riyadh Pribadi, Nirbito Hanggoro; Rahmat; Hamdiah, Magfirotul
Kode : Jurnal Bahasa Vol. 13 No. 4 (2024): Kode: Edisi Desember 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kjb.v13i4.65863

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis campuran kode dalam naskah drama Kamit karya Gusmel Riyadh. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan cara mendeskripsikan data yang telah ditemukan secara rinci. Sumber data penelitian yaitu naskah drama Kamit karya Gusmel Riyadh. Data dikumpulkan dengan teknik catat. Data dianalisis dengan mereduksi data yang ditemukan dan dilanjutkan dengan mendeskripsikan data yang telah disusun dan dikelompokkan. Hasil penelitian menyatakan adanya 7 fenomena campur kode yang berujud kata, ditemukan juga adanya 2 campur kode frasa. Selain itu, ditemukan juga adanya fungsi campur kode sebagai penyisip kalimat, fungsi campur kode sebagai spesifikasi lawan tutur. Adapun faktor yang menjadi penyebab lahirnya fenomena campur kode yaitu penutur serta situasi. Penggunaan campur kode dalam peristiwa tutur menunjukkan bahwa seseorang memiliki sifat terbuka dan penghargaan terhadap kekayaan bahasa yang digunakan dalam berkomunikasi.
Implementasi Game Based Learning pada Pembelajaran Teks Berita Kelas VII SMP Farika, Dian Ilmiah; Islam, Muhammad Hifdil; Hamdiah, Magfirotul
Pena : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 15 No. 1 (2025): Pena: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/pena.v15i1.44167

Abstract

Indonesian language learning in the classroom often fails to attract students' interest. This can be attributed to several factors, such as the use of teaching methods or models that are still considered monotonous and do not directly involve students in activities. This study aims to describe the implementation of Game Based Learning in news text material for seventh grade students at SMP Negeri 1 Besuk, as well as to identify the obstacles encountered during the learning process. The background of this study is based on the low interest of students in Indonesian language learning due to the application of conventional teaching models that tend to be monotonous. Game-Based Learning was chosen because it offers an interactive and enjoyable learning approach that can increase student engagement. This study uses a descriptive qualitative method with data collection techniques such as observation, interviews, and documentation. The results of the study show that Game-Based Learning was conducted without the use of electronic media but utilized simple tools such as old newspapers and manila paper through several educational games, such as “News Cards,” “Find the Pair,” and “Young Journalist.” Although students appeared active and enthusiastic, the study also identified some challenges, such as time constraints and limited electronic facilities at the school. Overall, the implementation of Game-Based Learning successfully created a fun, collaborative learning environment and encouraged students to be more active in understanding news text materials.
THE INFLUENCE OF THE INDONESIAN LANGUAGE ON ENGLISH AT THE BILINGUAL SCHOOL SMA TUNAS LUHUR PAITON Diani, Jeliatut; Tri, Endah; Hamdiah, Magfirotul
Qawwam : The Leader's Writing Vol. 6 No. 1 (2025): June
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Insitut Agama Islam Negeri Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/qawwam.v6i1.455

Abstract

Language interference frequently occurs in bilingual learning, particularly when students mix elements of their mother tongue into a foreign language. At SMA Tunas Luhur Paiton, which implements a bilingual learning system, students are still found making errors in using English due to the influence of Indonesian, especially in terms of structure, vocabulary, and pronunciation. This study aims to describe the forms of Indonesian language interference in students’ English usage. This research employed a descriptive qualitative approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman interactive model, consisting of three stages: data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show four main types of interference: phonological, morphological, syntactic, and lexical. Phonological interference is seen in mispronunciations, morphological interference in the application of Indonesian affixation to English, syntactic interference in sentence structures similar to Indonesian, and lexical interference in the use of Indonesian words or phrases in English utterances. The conclusion indicates that Indonesian language interference remains highly dominant in students’ English usage, highlighting the need for more adaptive and contextual learning strategies to improve their bilingual competence.
NILAI RELIGIUS DALAM NOVEL HATI SUHITA KARYA KHILMAN ANISIMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Hamimah, Ilmu; Mamluatun Ni’mah; Magfirotul Hamdiah
Jurnal Disastri (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 4 No 3 (2022): Jurnal Disastri: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan hasil analisis nilai religius yang terdapat dalam novelHati Suhita karya Khilma Anis dan mendeskripsikan implikasi penelitian terhadap pembelajaransastra dan bahasa Indonesia. Metodel yang digunakanl dalam penelitianl ini adalahl metodelkualitatif denganl jenis penelitianl yang lberupa ldeskriptif. Dalam penelitian kualitatif, yangllmenjadi instrumen lutama ladalah peneliti litu sendiril atau anggotal tim lpeneliti. Sumber datadalam penelitian ini adalah novel Hati Suhita karya Khilma Anis. Analisisl dalam penelitianl inidilakukanl dengan teknikl analisis lisi, yaitul membahas danl mengkaji isil novell Hati Suhital karyalKhilma lAnis melaluil pendekatanl nilai lreligius. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel HatiSuhita karya Khilma Anis terdapat nilai religius yang terdiri dari hubungan manusia dengan Tuhan,hubungan manusia dengan diri sendiri, hubungan manusia dengan manusia lain dan hubunganmanusia dengan lingkungan alam. Nilai religius dalam novel Hati Suhita karya Khilma Anis dapatdiimplikasikan pada pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia.
The Situation of Speech Diglossia in Madurese Gili Ketapang Village Community, Sumberasih District, Probolinggo Regency Magfirotul Hamdiah; Rohmah, Nur; Amelia Widya Hanindita
Jurnal Disastri (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 5 No 3 (2023): Jurnal Disastri: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/disastri.v5i3.5158

Abstract

This study aims to describe the situation of diglossia in the community in Gili Ketapang village, Suberasih District, Probolinggo Regency. The research design uses a qualitative approach with qualitative descriptive methods. The results of the study generally show that the situation of diglossia in the family realm is influenced by the personality of the speaker. One can use the subtle Madurese language because of two possibilities, namely the social level of the family and the background of the Islamic boarding school. The situation is diglossia in the realm of religion, the people of Gili Ketapang Village are more dominant in using fine variations of the Madurese language and also rough variations to make it easier to understand the meaning conveyed by speakers. In the situation of diglossia in the social sphere, especially in the community of Gili Ketapang Village, it is more dominant to use the Madurese language in subtle variations in various events. In the realm of education and work/profession, the situation of diglossia of language selection used by speakers is smooth Madurese as a polite variety of Madurese and there is also intermingling with Indonesian as the national language.
STATEGI  PEMBELAJARAN SOSIOLOGI DALAM MENGHADAPI TANTANGAN PENDIDIKAN DI ERA DIGITAL KELAS XII MAN 2 PROBOLINGGO Musliha, Siti; Hamdiah, Magfirotul; Sukartiningsih , Sri
Madani : Journal of Social Sciences and Social Science Education Vol. 3 No. 02 (2025): JULI
Publisher : Universitas Islam Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/qh03cj81

Abstract

Pendidikan di era digital memerlukan penyesuaian dalam metode pembelajaran, termasuk pada mata pelajaran Sosiologi di kelas XII MAN 2 Probolinggo. Artikel ini bertujuan untuk memaparkan strategi pembelajaran Sosiologi yang efektif dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan fokus pada pemahaman mendalam terkait strategi pembelajaran yang sesuai bagi siswa. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, yang bertujuan untuk memperoleh informasi mendetail mengenai praktik pembelajaran saat ini. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan metode, serta pengecekan oleh rekan sejawat (peer review). Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif, meliputi tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital, seperti platform pembelajaran daring, media sosial, dan diskusi berbasis proyek, efektif dalam meningkatkan partisipasi siswa dan pemahaman konsep Sosiologi. Strategi ini juga berperan dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan literasi digital siswa. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan kualitas pembelajaran Sosiologi, terutama dalam penggunaan teknologi di era digital.
Model Dialog dalam Syair Asta’an di Desa Alassumur Kulon, Kraksaan: Kajian Ekolinguistik Hamdiah, Magfirotul; Harja Susetya, Hemas Haryas; Aisyah, Siti
Jurnal Gramaswara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Gramaswara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Faculty of Cultural Studies, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.gramaswara.2024.004.01.10

Abstract

Abstract The dialogue model is often used in everyday life. The dialogue model is always related to the surrounding environment. One type of dialogue that is often heard is in the poetry of Astaan. Astaan poetry is a poem or song that has the meaning of praising the creator of the universe and contains a motivational sentence. The aim of this research is to find out the meaning of poetry that is often used by the people of Alassumur and its relationship to the social environment. The research method used is descriptive qualitative. The data collection technique is by taking notes and analyzing it using the theory of the social environmental dialogue model. The results of the research found the meaning of praising the creator of the universe and contained a motivational sentence. Examples of data contained in Astaan poetry are jhue agi jealousy, atenah dirty foreigner, iman lontor, immoral kaberek katemor, prostrate ethinah, nabeng dhuntak busy bhen areh, nyare esesah tabuk, moah colmot tak awuduk, penyaket ateh, nyaleh tetanggeh, moso Bik Tretan, Reng Tau Erosoro, Disobedient Dek Reng Tuah, Atobet Ma Bhekus Kalakuan. Therefore, this Astaan poem can be used as an object for ecolinguistic study.  Keywords: praise; dialogue model; poetry
Interferensi Leksikal dalam Bahasa Indonesia pada Film Series My Nerd Girl Season 2: Kajian Sosiolingustik Prastiwi, Widia Endang; Ainol, Ainol; Hamdiah, Magfirotul
Kode : Jurnal Bahasa Vol. 13 No. 2 (2024): Kode: Edisi Juni 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kjb.v13i2.59585

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk interferensi leksikal dalam bahasa Indonesia pada film series "My Nerd Girl" season 2. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data penelitian ini berupa tuturan kosakata leksikal bahasa Inggris dalam konteks pembicaraan bahasa Indonesia, sedangkan sumber data yaitu para pemeran film series "My Nerd Girls" season 2. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak dan catat dengan menghimpun data sebanyak 8 episode. Adapun teknik analisis data pada penelitian ini mencakup beberapa teknik yang dikemukakan oleh Sugiono dan Cresswell dengan pengklasifikasin, tahap pengalisisan, pengidentifikasian, dan pendeskripsian. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 5 jenis interferensi leksikal berdasarkan kelas kata di antaranya; nomina, pronomina, verba, adjektiva, dan konjungsi. Secara keseluruhan data yang ditemukan dari 8 episode film series "My Nerd Girls" season 2 yaitu sebanyak 126 data. Data tersebut menunjukkan bahwa ditemukan interferensi leksikal berdasarkan kelas kata nomina yang terdiri dari 48 data dengan presentase 38,1%, kelas kata pronomina terdiri dari 5 data dengan presentase 4,0%, kelas kata verba terdiri dari 53 data dengan presentase 42,1%, kelas kata adjektiva terdiri dari 13 data dengan presentase 10,3%, dan kelas kata konjungsi yang terdiri dari 7 data dengan presentase 5,6%.
Proses Morfologis Bahasa Madura Dialek Gili Ketapang Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo Usliani, Usliani; Quthny, Abu Yazid Adnan; Hamdiah, Magfirotul
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 8 No 1 (2023): Edisi April 2023
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v8i1.1448

Abstract

Setiap bahasa memiliki proses pembentukan kata yang berbeda-beda. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui proses morfologis bahasa Madura dialek Gili Ketapang Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini juga mengkaji ranah linguistik bidang morfologi. Metode yang dipakai menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data digunakan dengan mengamati/observasi, merekam, menyimak, dan mencatat data temuan pada informan (warga desa Gili Ketapang) saat berinteraksi satu sama lain. Berdasarkan hasil data temuan, terdapat proses morfologi yang beranah pada proses afiksasi berupa prefiks, sufiks, dan konfiks. Ditemukan 5 prefiks berupa a-, e-, pe-, le-, dan ke-. Ditemukan juga 6 sufiks berupa -nah, -ngah, - ah, -aghi, -ah, dan -en. Selain itu, ditemukan juga 7 konfiks berupa e-eh, ke-nah, le-yah, e-ngah, a-ah, e-yeh, dan e-ghi.
Narasi Ekosemiotik Kultural dalam Novel Tanjung Kemarau Karya Royyan Julian: Resistensi Budaya dan Advokasi Lingkungan di Madura Efendi, Agik Nur; Ahmadi, Anas; Indarti, Titik; Hamdiah, Magfirotul; Kusyani, Diah; Mirna, Wa; Nurjanah, Siti; Anugraheny, Rahma
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SPECIAL EDITION: LALONGET VI
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.21446

Abstract

This study examines the novel Tanjung Kemarau by Royyan Julian through an ecosemiotic perspective to explore cultural resistance and environmental advocacy in Madura Island. The primary focus of this research is how cultural symbols and narratives in the novel reflect the close relationship between the local community and the environment, particularly the mangrove forests. Using a descriptive qualitative approach, this study analyzes the symbolism and meanings related to ecological and cultural issues in the novel. The findings show that mangrove forests are not only viewed as physical ecosystems but also as sacred spaces revered by the community. Mystical figures such as Nyai Rasera and the village cleansing rituals are depicted as part of the community's efforts to preserve the environment and resist commercial exploitation. The novel serves as a form of resistance against environmentally destructive modernization practices, while also acting as an advocacy tool emphasizing the importance of preserving cultural values in ecological conservation. This research enriches the discourse of ecosemiotics in Indonesian literary studies and highlights the potential of literature as a medium for culturally-based environmental advocacy.