Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Analisis Kerusakan Mesin Molen Genteng Mengggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) Kemas Muhammad Abdul Fatah; Muhammad Yunus; Ivan Prasetya
JUSTIMES (Jurnal Rekayasa Teknik Mesin Saburai) Vol 1, No 01 (2023): JUSTIMES (Jurnal Rekayasa Teknik Mesin Saburai)
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/justimes.v1i01.2090

Abstract

Dalam pelaksanaan penggilingan tanah liat, sering terjadi kerusakan pada mesin molen genteng. Overall Equipment Effectiveness (OEE) adalah metode pengukuran efektivitas penggunaan suatu mesin atau peralatan pada saat beroperasi. Kemampuan mengidentifikasikan secara jelas akar permasalahan dan faktor penyebabnya sehingga membuat usaha perbaikan menjadi terfokus. ujuan penelitian ini adalah untuk mengukur tingkat efektivitas mesin Molen dengan menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan menganalisa penyebab six big losses mesin Molen Genteng. Kinerja mesin Molen Genteng belum sesuai dengan standar OEE. Berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan rata – rata nilai Overall Equipment Effectiveness adalah 65 persen. Hal ini disebabkan karena tidak adanya nilai yang mencapai standar untuk 3 komponen perhitungan nilai OEE. pada kinerja mesin oven selama 3 bulan rata-rata nilai Availability Rate 83 persen, Performance Rate 78 persen dan Quality Rate 98 persen. Meskipun nilai tersebut hampir mencapai target. Hal yang menjadi 2 Losses terbesar Penyebab turunnya kinerja mesin sehingga nilai OEE tidak mencapai standar adalah Equipment Failure Losses dengan nilai 72 persen dan Reduced speed losses dengan nilai 11. Penyebab tingginya nilai Equipment Failure Losses adalah rusaknya komponen mesin pada bagian bearing poros as utama. Rusaknya bearing pada poros as utama dikarenakan kurangnya perawatan bearing dan bearing sering kemasukan cipratan tanah saat penggilingan tanah liat.
Perancangan Alat Pembuat Bata Merah Kapasitas 6000 Bata/Hari Kemas Muhammad Abdul Fatah; Muhammad Yunus; Tobby Jaladara
JUSTIMES (Jurnal Rekayasa Teknik Mesin Saburai) Vol 1, No 01 (2023): JUSTIMES (Jurnal Rekayasa Teknik Mesin Saburai)
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/justimes.v1i01.2092

Abstract

Bata merah sebagai komponen utama penyusun sebuah bangunan, dibuat dari tanah liat dengan / tanpa campuran bahan lain, dibakar pada suhu tinggi hingga tidak hancur lagi bila direndam di dalam air. Bata yang baik sebagian besar terdiri atas tanah liat dengan sedikit kandungan pasir. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat rancangan alat pencetak batu bata merah secara otomatis agar memudahkan pengrajin batu bata merah untuk memproduksi batu bata merah secara banyak dengan waktu yang singkat. Tempat Pelaksanaan Perancangan alat pembuat bata dilakukan di Desa Margosari kabupaten Pringsewu. Penelitian ini di laksanakan dari bulan Januari tahun 2022 hingga bulan Juni tahun 2022. Waktu perancangan mulai dilaksanakan pada tanggal 25 Januari 2022. Pengerjaan dilakukan setiap hari sabtu dan minggu dari pukul 13.00 WIB sammpai 17.00 WIB. Berdasarkan hasil perancangan alat pencetak batu bata merah ini, ditemukan hasil bahwa untuk diameter poros dengan daya 17,652 kW adalah 30 mm. Nomor nominal sabuk – V menggunakan No 75 L1905 mm. Bahan pasak menggunakan S45C yang dicelup dingin dan dilunakkan, untuk bantalan menggunakan No. 6406 diameter 30 mm dengan diameter lekukan 86 dibulatkan menjadi 90 mm.
Pengaruh Variasi Debit Aliran Gas Argon Terhadap Laju Korosi Pada Material Stainlees Steel Austenitic 304 Dengan Larutan C6H8O7 (Asam Sitrat) Wisnaningsih Wisnaningsih; Kemas Muhammad Abdul Fatah; Aditya Kurniawan Saputra
JUSTIMES (Jurnal Rekayasa Teknik Mesin Saburai) Vol 1, No 01 (2023): JUSTIMES (Jurnal Rekayasa Teknik Mesin Saburai)
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/justimes.v1i01.2094

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh laju  korosi Stainless Steel 304 yang telah mengalami proses pengelasan TIG dengan variasi debit aliran gas argon terhadap larutan C6H8O7. Stainless Steel (SS) adalah paduan besi dengan kadar kromium (Cr) minimal 12 persen. Penelitian ini menggunakan suatu metode eksperimen dengan menitikberatkan pada perbandingan laju korosi variasi debit aliran gas argon terhadap larutan C6H8O7. (Asam Sitrat). Penelitian dilakukan pada bulan Maret s/d Mei 2022 di PT. Tjokro putra persada. Bahan yang digunakan sebagai spesimen adalah stainless steel austenit 304, dengan komposisi: Cr = 18,358 persen, Ni = 8,408 persen, C = 0,047 persen, Fe = 70,47 persen. Hasil penelitian didapat bahwa laju korosi rata-rata pada spesimen I 40A = 1.452,34 gram/dm2/minggu, spesimen II 60A = 1.452,93 gram/dm2/minggu, spesimen III 80A = 1.162,34  gram/dm2/bulan.
MENGUKUR KONSUMSI BAHAN BAKAR PADA SEPEDA MOTOR MATIC MENGGUNAKAN CHASSIS DYNAMOMETER UNTUK MENDUKUNG PENERAPAN PERILAKU ECO-DRIVING Kemas Muhammat Abdul Fatah; Syarifudin, Mohammad; Saputra, Anam
Sehati Abdimas Vol 6 No 1 (2023): Prosiding Sehati Abdimas 2023
Publisher : PPPM POLTESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47767/sehati_abdimas.v6i1.681

Abstract

Global warming is the cause of climate change which is a threat to environmental destruction in the future, and one way to prevent global warming is to reduce the consumption of fossil fuels in vehicles. Technological improvements and alternative fuel use can be the solution to reducing fossil fuel consumption, but these are a partial solution. It requires a change in driver behavior when operating a motorized vehicle, called eco-driving. One of the behaviors in eco-driving is a behavior related to vehicle maintenance. The aim of this study is to provide simple manual for owners of automatic motorcycle regarding air filters and continuously variable transmission (ctv) maintenance. This study used a chassis dynamometer to determine the effect of the dirtiness rate the air filter and the wear rate the roller weight than fuel consumption. The findings show that the dirtier the air filter and the more wear the roller weight, the more the fuel consumption. Regarding eco-drive, the finding can be socialized to the larger community because they can be simple manual for owners of automatic motorcycle so that efforts to decrease fossil fuel consumption can be achieved.
Pengedalian Mutu Batubara Dengan Teknik Distribusi Normal Fatah, Kemas Muhammat Abdul; Wisnaningsih, Wisnaningsih
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v8i2.16306

Abstract

ABSTRAK Batubara jenis thermal coal paling banyak digunakan pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Batubara yang dipasok ke PLTU memiliki spesifikasi tertentu yang sesuai dengan spesifikasi boiler, pemilihan batubara yang tidak tepat akan menimbulkan masalah pada boiler. Pemasok batubara bagi PLTU harus melakukan pengendalian mutu untuk meminimalkan risiko berupa penyesuaian harga atau penolakan melalui analisis proksimat, analisis ultimat, dan analisis calorific value. Penelitian ini ditujukan untuk mengolah data hasil analisis sehingga diketahui kondisi batubara existing dan prediksi harga batubara. Dari hasil pengolahan data dengan teknik distribusi normal, mutu batubara existing termasuk spesifikasi medium calorific value ditinjau dari parameter Gross Calorific Value (GCV), Total Moisture (TM), dan Volatile Matter (VM). Ditinjau dari parameter GCV, batubara existing termasuk batubara bituminus yang sesuai dengan kebutuhan PLTU. Dengan asumsi harga dasar $308/ton, akibat mutu batubara existing pada parameter nilai GCV, diprediksi harga batubara existing lebih rendah dari harga dasar, 68.92% seharga $224.106/ton, 30.84% seharga $263.081/ton, dan 0.01% seharga $282.569/ton. Kata Kunci: batubara, distribusi normal, pengendalian mutu ABSTRACTCoal Quality Control with Normal Distribution. The thermal coal type is most widely used in Steam Power Plants (PLTU). The coal supplied to the PLTU has certain specifications that are in accordance with the boiler specifications. Improper coal selection will cause problems in the boiler. Coal suppliers for PLTUs must carry out quality control to minimize the risk, such as: price adjustments or rejection through proximate analysis, ultimate analysis and calorific value analysis. This research is aimed at processing data from the analysis so that the condition of existing coal is known and predictions of coal prices are known. From the results of data processing using normal distribution techniques, the quality of existing coal includes medium calorific value specifications in terms of the parameters Gross Calorific Value (GCV), Total Moisture (TM), and Volatile Matter (VM). Judging from the GCV parameters, the existing coal includes bituminous coal which is in accordance with the needs of the PLTU. Assuming a base price of $308/ton, due to the quality of existing coal in the GCV value parameters, it is predicted that the existing coal price will be lower than the base price, 68.92% at $224,106/ton, 30.84% at $263,081/ton, and 0.01% at $282,569/ton. Keywords: coal, normal distribution, quality control
Pengaruh Variasi Lilitan Kawat Tembaga Pada Pipa Bahan Bakar Terhadap Konsumsi Bahan Bakar Mesin Sepeda Motor Bebek Karburator AB, Nurul Ibad; Indriyani, Indriyani; Fatah, Kemas Muhammat Abdul; Yunus, M.
JUSTIMES (Jurnal Rekayasa Teknik Mesin Saburai) Vol 2, No 01 (2024): JUSTIMES (Jurnal Rekayasa Teknik Mesin Saburai)
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/justimes.v2i01.3003

Abstract

Kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor, karena BBM masih menjadi sumber energi utama bagi kendaraan, khususnya kendaraan jenis sepeda motor. Peningkatan kebutuhan BBM sebagai sumber energi fossil berdampak pada penyusutan ketersediaannya di alam, karena BBM adalah sumber energi yang tidak dapat diperbaharui, pada suatu saat sumber energi ini akan habis. Kesadaran atas permasalahan yang akan terjadi di masa depan, mendorong para peneliti untuk menemukan energi alternatif dan/atau menemukan teknologi untuk menekan konsumsi BBM. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui pengaruh lilitan terhadap konsumsi bahan bakar kendaraan jenis sepeda motor bebek berkarburator. Dari eksperimen yang dilakukan dan datanya dianalisis dengan menggunakan teknik ANOVA, ditemukan bahwa konsumsi bahan bakar paling tinggi sebesar 150 ml ialah pada putaran 6000 RPM tanpa kawat tembaga. Selain itu, temuan yang lain adalah bahwa faktor variasi lilitan kawat tembaga dan variasi putaran mesin sangat berpengaruh pada konsumsi BBM.
Uji Eksperimental Efisiensi Panas Alat Pengering Surya dengan Menambahkan Batu Koral Sebagai Material Sensible Heat Storage Kemas Muhammat Abdul Fatah; Ibnu Azis
Infotekmesin Vol 15 No 1 (2024): Infotekmesin: Januari, 2024
Publisher : P3M Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/infotekmesin.v15i1.2147

Abstract

Renewable energy sources originating from solar are the most environmentally friendly energy because they do not cause any pollution. The utilization of solar energy can be in the form of a direct passive solar dryer for preserving agricultural and fishery products. Solar energy has limitations related to intermittent solar irradiation, so it is necessary to add Sensible Heat Storage (SHS) material to increase thermal efficiency. Pebble stones are an SHS material that is abundantly available in a variety of colors, and suitable for solar dryers with low-temperature requirements. The study aimed to find temperature conditions and thermal efficiency through experimental tests three times, twice with SHS material, respectively white and black pebble stones, and once without SHS material. The experimental test results found that the temperature of the drying chamber was more stable with the addition of SHS material, and the highest thermal efficiency was obtained from black pebble stones, namely 49%, and white pebble stones, 40%.
MENGHILANGKAN KELUHAN PELANGGAN DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK POKA-YOKE SEDERHANA BERBIAYA MURAH Fatah, Kemas Muhammat Abdul
J@ti Undip: Jurnal Teknik Industri Vol 17, No 3 (2022): September 2022
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.254 KB) | DOI: 10.14710/jati.17.3.168-173

Abstract

Kinerja perusahan dalam konteks mutu tidak terlepas dari total biaya mutu yang terdiri dari biaya pengendalian mutu dan biaya kegagalan. Biaya kegagalan muncul karena terjadinya kegagalan, baik terjadi di internal (kegagalan internal) maupun terjadi di eksternal (kegagalan eksternal). Kegagalan internal yang tidak terdeteksi dan berlanjut sampai ke pelanggan dapat menyebabkan terjadinya kegagalan eksternal dalam bentuk keluhan pelanggan. Penelitian ini ditujukan untuk menghilangkan keluhan pelanggan dengan menggunakan teknik Poka-Yoke. Diagram Pareto menunjukkan bahwa keluhan pelanggan atas kurang jumlah kirim barang menjadi prioritas pertama untuk dihilangkan. Aktivitas Gemba menemukan bahwa akar permasalahan berasal dari area proses packing. Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) menunjukkan bahwa potensi penyebab keluhan pelanggan adalah operator lalai dalam menghitung dan solusi yang disarankan adalah menggunakan teknik Poka-Yoke berupa alat bantu hitung, namun harus dirancang dalam bentuk sederhana dan berbiaya murah. Dengan membandingkan nilai Risk Priority Number (RPN) pada FMEA sebelum dengan FMEA setelah implementasi, di mana terjadi penurunan nilai RPN, membuktikan bahwa alat bantu hitung berfungsi efektif untuk menghilangkan keluhan pelanggan. Abstract[Eliminating Customer Complaints by Using Simple and Low-Cost Poka-Yoke Technique] The company's performance in the context of quality is inseparable from the total cost of quality, consisting of quality control costs and failure costs. Failure costs arise due to the occurrence of failures, whether internal failure or external failure. The undetectable internal failure, and continue to the customer, can lead to external failures in the form of customer complaints. This study aims to eliminate customer complaints by using the Poka-Yoke technique. The Pareto diagram shows that customer complaints about the lack of goods delivered are the priority to be eliminated. Gemba's activities found that the root cause of customer complaints comes from the packing process area. Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) shows that the potential cause of failure is operator carelessness in calculating, and the recommended solution is to use the Poka-Yoke technique as a counting device, but it must be designed in a simple and low-cost form. By comparing the value of the Risk Priority Number (RPN) in the FMEA before with the FMEA after implementation, there is a decrease in the value of the RPN, proving that the counting devices effectively eliminate customer complaints.Keywords: customer complaints; FMEA;Poka-Yoke; RPN
Analisis kemampuan proses pada industri pipa conduit PVC dengan menggunakan process capability indicates (PCIs) Fatah, Kemas Muhammat Abdul; Juansyah, Yan
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 9, No 1 (2025): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v9i1.18935

Abstract

ABSTRAK Kegagalan mutu dapat terjadi karena proses tidak mampu mencapai spesifikasi yang ditetapkan atau kalaupun mampu, proses tidak stabil atau berubah-ubah. Untuk memastikan proses mampu mencapai spesifikasi yang ditetapkan dan stabil, dapat dilakukan dengan mengevaluasi seberapa baik proses mencapai spesifikasi dengan cara mengetahui nilai-nilai process capability indicates (PCIs) yang terdiri dari nilai process capability ratio (Cp), nilai process capability index (Cpk), nilai Taguchi capability index (Cpm), dan indeks Cpm (Cpmk). Penelitian ini dimaksudkan untuk memperbaiki kinerja mutu pada sebuah perusahaan pipa conduit PVC dengan pendekatan PCIs. Penelitian dimulai dengan menetapkan dimensi yang paling berpengaruh terhadap fungsi pipa, selanjutnya secara berturut-turut adalah mengumpulkan data pengukuran dimensi, melakukan analisis PCIs, dan rekomendasi tindakan perbaikan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa dimensi dimeter luar dan tebal pipa berpengaruh terhadap fungsi pipa, dan dari hasil analisis PCIs dapat diketahui bahwa dimensi diameter luar pipa hasil proses produksi di MC 10, nilai Cpk sebesar -0,291 dan Cpmk senilai -0,041, keduanya bernilai negatif. Nilai ini menunjukkan rata-rata proses di luar batas spesifikasi. Sementara itu, terkait dengan dimensi tebal, walaupun dari nilai Cp proses pada semua mesin kecuali MC 3 dikatakan mampu, tetapi variasi proses tinggi. Penelitian ini merekomendasikan perusahaan untuk menghentikan proses produksi di MC 10 dan mencari akar permasalahan, dapat menggunakan diagram Ishikawa atau dengan pendekatan 5W1H. Rekomendasi yang lain adalah proses produksi pada MC 3 tetap bisa dilanjutkan dengan kontrol yang ketat. Kata Kunci: process capability ratio, process capability index, taguchi capability index ABSTRACT Process Capability Analysis in The PVC Conduit Pipe Industry Using Process Capability Indicates (PCIs). Quality failure can occur because the process cannot achieve the specified specifications or even if it is able, the process is unstable. Ensure that the process is capable of attaining the defined specifications and is stable, it can be done by evaluating how well the process achieves the specifications by knowing the process capability indicates (PCIs) which consist of the process capability ratio (Cp) value, process capability index (Cpk) value, Taguchi capability index (Cpm) value, and Cpm index (Cpmk). This study is aimed to improve quality performance in a PVC conduit pipe company with the PCIs approach. The study began by determining the dimensions that most influence the function of the pipe, then collecting dimensional measurement data, conducting PCI analysis, and recommendations for corrective actions. The results of this study found that the outer diameter and thickness of the pipe affect the function of the pipe, and from the PCI results it can be seen that the outer diameter dimensions of the pipe from the production process at MC 10, the Cpk value is -0.291 and Cpmk is -0.041, both negative. This value indicates that the average process is outside the specification limits. Meanwhile, related to the thick dimension, although from the Cp value the process on all machines except MC 3 is said to be capable, but the process variation is high. This study recommends the company stop the production process at MC 10 and find the root of the problem, using the Ishikawa diagram or the 5W1H approach. Another recommendation is that the production process at MC 3 can still be continued with strict control. Keywords: process capability ratio, process capability index, taguchi capability index
Analisis Penyebab Keterlambatan Pengiriman Barang Produk Karton Sheet dengan Metode FMEA dan Rekomendasi Solusi pada Industri Karton Sheet Fatah, Kemas Muhammat Abdul; Rifqiani, Putri Salsabilla; Lukman, Iing; Sidiq, Ahmad; Wardhana, Marcelly Widya
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 9, No 2 (2025): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v9i2.21518

Abstract

Bagian pengiriman dalam sebuah perusahaan memiliki peran penting dalam memastikan produk sampai ke tangan pelanggan dengan tepat waktu, aman, dan dalam kondisi baik. Sehingga dengan demikian, kinerja bagian pengiriman memiliki dampak yang sangat besar bagi keberhasilan operasional dan reputasi perusahaan. Kinerja bagian pengiriman bukan hanya soal mengantar barang dari satu titik ke titik lain, tapi juga tentang membangun kepercayaan, menciptakan pengalaman pelanggan yang positif, dan menjaga efisiensi internal. Oleh karena itu, bagian ini sangat krusial dalam mendukung keberhasilan jangka panjang perusahaan. Untuk memperbaiki kinerja bagian pengiriman, perusahaan perlu melakukan pendekatan secara menyeluruh, baik dari sisi operasional, teknologi, hingga sumber daya manusia. Sebagai langkah awal di dalam memperbaiki kinerja bagian pengiriman adalah menganalisis proses pengiriman saat ini dan memperbaiki potensi kegagalan. Tujuan penelitian adalah untuk melakukan analisis proses pengiriman saat ini dengan menggunakan metode FMEA dan merekomendasikan solusi perbaikan, khususnya terkait dengan pengiriman tepat waktu. Dari hasil analisis FMEA, potensi kegagalan yang memiliki nilai RPN di atas 100 direkomendasikan solusi perbaikan untuk menghilangkan akar masalah. Potensi kegagalan di mana conveyor beroperasi tidak normal dengan RPN sebesar 224 menjadi prioritas pertama untuk diselesaikan akar masalahnya, dan solusi yang direkomendasikan adalah memperbaiki conveyor sehingga beroperasi normal khususnya perbaikan pada tombol on/off yang sering error dan melakukan kegiatan perawatan secara periodik. Potensi kegagalan di mana durasi pengiriman lebih lama menjadi prioritas berikutnya untuk diselesaikan dengan dua solusi yang ditawarkan. Untuk potensi kegagalan yang disebabkan oleh sopir buang-buang waktu selama perjalanan dengan nilai RPN sebesar 162, solusi yang direkomendasikan adalah pemasangan unit GPS pada setiap kendaraan. Untuk potensi kegagalan yang disebabkan terjadi kerusakan pada kendaraan dalam perjalanan, solusi yang direkomendasikan adalah pemeriksaan kondisi kendaraan secara secara konsisten sebelum keberangkatan.