Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Strategi Edukasi Dan Pemberdayaan Masyarakat Dalam Mewujudkan Generasi Sehat, Mandiri, Dan Berkarakter Kemas Muhammat Abdul Fatah; Yudi Arya Pratama; Herman Syah; Rama Hidayanto; Fadillah Dwi Putri
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 Mei 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpmpkm.v8i1.25793

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Kelurahan Pariaman, Kecamatan Limau, Kabupaten Tanggamus dengan fokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui edukasi dan pemberdayaan. Permasalahan utama yang ditemukan meliputi stunting pada balita, rendahnya kesadaran pola hidup bersih dan sehat, kurangnya budaya menabung sejak dini, masih adanya kasus bullying, serta pengelolaan sampah yang belum optimal. Kegiatan dilaksanakan selama satu bulan dengan melibatkan masyarakat secara aktif melalui penyuluhan, diskusi, praktik langsung, dan pendampingan. Edukasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, pola makan sehat, dan olahraga rutin. Sosialisasi stunting berhasil meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pentingnya gizi seimbang dan pemantauan tumbuh kembang anak. Program menabung sejak dini menumbuhkan kesadaran finansial anak-anak di sekolah dasar serta mendorong orang tua untuk mengelola keuangan keluarga lebih baik. Edukasi stop bullying menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan kondusif bagi siswa. Sementara itu, edukasi pengelolaan sampah mendorong masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik. Program pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) juga mulai diterapkan oleh beberapa keluarga sebagai alternatif pengobatan tradisional. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap kesehatan, karakter, serta kemandirian masyarakat di Kelurahan Pariaman.
A MODERATION MODEL OF WORK ENVIRONMENT ON THE RELATIONSHIP BETWEEN WORK DISCIPLINE, WORKLOAD, AND EMPLOYEE PERFORMANCE AT PT. PNE Aprian Herwansyah; Lukmanul Hakim; A.K. Yohanson; Kemas Muhammat Abdul Fatah
JURNAL ILMIAH EDUNOMIKA Vol. 10 No. 2 (2026): EDUNOMIKA
Publisher : ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jie.v10i2.19787

Abstract

PT Putra Nusa Energy is a company that deals with diesel fuel distribution. There are 40 employees in three divisions. The objective of this study is to evaluate the impact of work discipline, workload, and work environment on employee performance at PT Putra Nusa Energy. The data in this study is quantitative.. Questionnaires filled out on a Likert scale were distributed among all 40 employees, which collected data. The total sampling is conducted using the census method, which involves taking into account the entire population. Using SPSS, the analysis of data was conducted using multiple linear regression and moderated regression analysis (MRA). The study suggests that employee performance can be positively affected by work discipline and work environment. This is a significant finding. However, the negative impact of workload on employee performance is not as significant. Furthermore, the workplace atmosphere greatly amplifies how work discipline can positively influence performance. The relationship between workload and employee performance is significantly tempered. The company must demonstrate a strong commitment to improving work ethics and mitigating the negative effects of workload.' Moreover, the work environment must be maintained as a crucial factor to ensure operational stability. Keywords : Employee Performance, Putra Nusa Energy, Work Discipline, Work Environment, Workload
ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DENGAN PERAMALAN DAN PERBANDINGAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) DAN PERIOD ORDER QUANTITY (POQ) PADA UMKM PRODUK TAHU PAK SUNARYA Sukron Alif Setiawan; Kemas Muhammat Abdul Fatah; R. Agung Efriyo Hadi
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v10i1.24348

Abstract

Persediaan bahan baku memainkan peran penting dalam menjaga kelancaran proses produksi, terutama untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). UMKM Produk Tahu Pak Sunarya menghadapi tantangan dalam pengelolaan persediaan kedelai karena bahaya permintaan bulanan, yang menyebabkan inefisiensi dalam pengadaan bahan baku dan biaya penyimpanan yang tinggi. Ketidakakuratan dalam menentukan kuantitas dan waktu pemesanan dapat berdampak langsung pada gangguan produksi dan meningkatkan biaya operasional. Studi ini bertujuan untuk menganalisis sistem pengendalian persediaan bahan baku menggunakan metode penyediaan kedelai dan membandingkan dua pendekatan manajemen persediaan: Economic Order Quantity (EOQ) dan Period Order Quantity (POQ). Studi ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi langsung, dan dokumentasi dari September 2023 hingga Agustus 2024. Peramalan permintaan produk dilakukan menggunakan metode Single Exponential Smoothing (SES) untuk mendapatkan prediksi permintaan yang lebih akurat sebagai dasar perhitungan kebutuhan persediaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode EOQ memberikan hasil paling optimal dengan banyaknya pesanan 6.517 kg per pesanan, frekuensi pesanan 7 kali per tahun, dan total biaya persediaan (TIC) sebesar Rp11.778.956 dibandingkan dengan metode POQ yang memiliki TIC sebesar Rp59.643.675 dan metode aktual perusahaan sebesar Rp21.442.266, EOQ lebih unggul dalam efisiensi biaya dan pengadaan. EOQ juga menghasilkan perhitungan Safety Stock sebesar 939 kg dan Reorder Point sebesar 1.427 kg untuk mencegah kekurangan bahan baku. Kesimpulannya, metode EOQ lebih efektif dan efisien untuk diterapkan pada UMKM Produk Tahu Pak Sunarya karena mampu mengurangi biaya persediaan dan menjaga ketersediaan bahan baku. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi UMKM dalam menentukan strategi pengendalian persediaan yang lebih tepat, sistematis, dan berbasis data . 
Analisis Persediaan Bahan Baku Utama Produksi Roti Dengan Menggunakan Metode Economic Order Quantity (Studi Kasus: Pabrik Roti X) Risky Al Afif; Kemas Muhammat Abdul Fatah; Marcelly Widya Wardana; Heri Wibowo
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v10i1.24306

Abstract

ABSTRAK Pabrik roti X menghadapi permasalahan dalam pengelolaan persediaan tepung terigu sebagai bahan baku utama akibat sistem pemesanan yang masih dilakukan secara manual dan berdasarkan perkiraan. Hal ini menyebabkan ketidakefisienan dan pemborosan biaya persediaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengoptimalkan pengendalian persediaan tepung terigu dengan menerapkan metode Economic Order Quantity (EOQ), serta membandingkannya dengan metode konvensional yang telah digunakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan rumus EOQ, Safety Stock, dan Reorder Point. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode konvensional perusahaan melakukan pemesanan sebanyak 24 kali dalam setahun, dengan rata-rata pemesanan sebesar 2.960 kg tepung terigu. Sementara penerapan metode EOQ menghasilkan jumlah pemesanan optimal sebesar 10.739 kg dengan frekuensi 7 kali per tahun, menurunkan total biaya persediaan sebesar 49% dari Rp 6.456.684 menjadi Rp. 3.307.824, dengan Safety Stock sebesar 317 kg dan ROP sebesar 773 kg. Dengan terjadinya penurunan total biaya inventory (TIC) menunjukkan bahwa penggunaan metode EOQ mampu meningkatkan kinerja keuangan perusahaan. Selain itu, dengan adanya penetapan jumlah safety stock (SS) mampu menjamin ketersedian bahan baku tepung terigu, mengeliminir terjadinya stockouts. Kata Kunci: economic order quantity, reorder point, safety stock, total inventory cost ABSTRACT Analysis of Primary Raw Material Inventory in Bread Production Using the Economic Order Quantity (EOQ) Method (Case Study: Bakery Factory X). Bakery Factory X experiences inefficiencies in managing wheat flour inventory as its primary raw material due to a manual and estimation-based ordering system, resulting in excess or insufficient and increased inventory costs. This study aims to analyze and optimize wheat flour inventory control by implementing the Economic Order Quantity (EOQ) method and comparing it with the conventional method used by the company. A descriptive quantitative approach was employed, with data collected through observation, interviews, and documentation. The analysis utilized EOQ, Safety Stock, and Reorder Point calculations. The results show that the conventional method involves 24 orders per year with an average order quantity of 2,960 kg, whereas the EOQ method yields an optimal order quantity of 10,739 kg with an ordering frequency of 7 times per year. The implementation of EOQ reduces total inventory costs by 49%, from IDR 6,456,684 to IDR 3,307,824, with a safety stock of 317 kg and a reorder point of 773 kg. These findings indicate that the EOQ method significantly improves inventory efficiency and enhances the company’s financial performance by ensuring raw material availability and minimizing the risk of stockouts. Keywords: economic order quantity, reorder point, safety stock, total inventory cost
Analisis Pengendalian Kualitas Produksi Air Minum Dalam Kemasan 200 Ml (AMDK) Cup Menggunakan Metode Statistical Quality Control Dan Taguchi Andri Gigih Kurnia; Kemas Muhammat Abdul Fatah; Melani Anggraini
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v10i2.27578

Abstract

ABSTRAK Peningkatan kebutuhan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) menuntut perusahaan menjaga kualitas produk agar mampu bersaing di pasaran. Pada proses produksi AMDK cup 200 mL di CV. Gowinda Jaya masih ditemukan cacat produk berupa bocor, kurang volume air, dan label miring. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengendalian kualitas serta menentukan faktor dominan penyebab cacat guna meningkatkan kapabilitas proses produksi. Metode penelitian yang digunakan adalah Statistical Quality Control (SQC) dan metode Taguchi. Data produksi dikumpulkan selama 25 hari dengan total produksi 3.784.212 cup dengan cacat bocor sebesar 9.255 cup, volume air kurang sebesar 338 cup, label cup miring sebesar 63 cup, sehinggan total keseluruhan cacat sebesar 9.656 cup. Analisis SQC meliputi check sheet, diagram Pareto, peta kendali X dan R, serta perhitungan kapabilitas proses (Cp dan Cpk). Selanjutnya dilakukan eksperimen Taguchi menggunakan orthogonal array L9 dengan empat faktor yaitu suhu sealer 1, suhu sealer 2, dan tekanan sealing dan waktu sealer serta analisis S/N ratio dan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan cacat bocor merupakan jenis cacat dominan sebesar 96%, dengan hasil peta kendali X dan R masih dalam batas kendali. Nilai Cp sebesar 1,25 menunjukkan proses yang cukup baik dan Cpk sebesar 0,67 menunjukkan proses belum kapabel. Analisis Taguchi menunjukkan suhu sealer 1 sebagai faktor paling berpengaruh dengan kontribusi 37,02%. Kombinasi parameter optimal mampu menurunkan tingkat cacat secara signifikan. Penggunaan SQC dan Taguchi efektif dalam meningkatkan stabilitas dan kualitas proses produksi AMDK cup 200 mL. Kata Kunci: amdk cup 200 ml; cacat produk; metode taguchi; statistical quality control (sqc) ABSTRACT Analysis of Quality Control of 200 ML Packaged Drinking Water Cup Production Using Statistical Quality Control And Taguchi Methods. The increasing demand for bottled drinking water (AMDK) requires companies to maintain product quality in order to remain competitive in the market. In the production process of 200 mL AMDK cups at CV. Gowinda Jaya, product defects are still found, including leakage, insufficient water volume, and tilted cup labels. This study aims to analyze quality control and determine the dominant factors causing defects in order to improve the production process capability. The research methods used were Statistical Quality Control (SQC) and the Taguchi method. Production data were collected over 25 days with a total output of 3,784,212 cups, consisting of 9,255 leaking defects, 338 insufficient volume defects, and 63 tilted label defects, resulting in a total of 9,656 defective cups. The SQC analysis included check sheets, Pareto diagrams, X and R control charts, and process capability calculations (Cp and Cpk). Furthermore, a Taguchi experiment was conducted using an L9 orthogonal array with four factors: sealer temperature 1, sealer temperature 2, sealing pressure, and sealing time, followed by S/N ratio and ANOVA analysis. The results showed that leakage was the dominant defect type at 96%, with the X and R control charts indicated that the process was still within control limits. The Cp value of 1,25 indicates a fairly good process, while the Cpk value of 0,67 shows that the process is not yet capable. The Taguchi analysis identified sealer temperature 1 as the most influential factor with a contribution of 37,02%. The optimal parameter combination significantly reduced the defect rate. Overall, the application of SQC and the Taguchi method proved effective in improving the stability and quality of the 200 mL AMDK cup production process. Keywords: 200 ml bottled drinking watercup, product defects, statistical quality control (sqc), taguchi method.