Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Hubungan Ketepatan Triase Dengan Keberharhasilan Penatalaksanaan Tindakan Keperawatan Kegawatdaruratan Ruang IGD Di Rumah Sakit Daerah Tulungagung Manggar Purwacaraka; Rio Ady Erwansyah; Shulhan Arief Hidayat; Farida Farida
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol 5 No 2 (2024): Juni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i2.681

Abstract

Emergency is a critical situation that requires prompt action to save lives. Triage in the Emergency Department (ED) is a crucial step in managing patients with emergency conditions. Emergency nurses must possess triage skills both in the pre-hospital phase and within the hospital setting. The success of patient management in the hospital significantly depends on the accuracy of triage implementation. This research aims to determine the relationship between triage accuracy and the success of emergency nursing care management in the ED of Tulungagung Regional Hospital. The study employs a correlational analytic quantitative approach with a cross-sectional design, involving a sample of 52 nurses from both Type B and Type C Hospitals in Tulungagung. Data are analyzed through univariate and bivariate analyses using the Chi-Square Test. The results indicate that out of the total respondents (52 individuals), 38 (73.1%) successfully conducted accurate triage, and 42 (80.8%) succeeded in emergency care management. The statistical test results yield a p-value of 0.000 (Pvalue> 0.05), concluding that there is a significant relationship between triage accuracy and the success of emergency nursing care management in the ED of Tulungagung Regional Hospital. The precision of triage by nurses directly impacts the effectiveness of emergency care management
Hubungan Pengetahuan Tentang Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Ibu Balita Dengan Kejadian Penyakit Diare Di Posyandu Melati 3 Desa Gilang Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung Shulhan Arief Hidayat; Manggar Purwacaraka; Rio Ady Erwansyah; Ossi Dwi Prasetio; Amita Audilla; Wiwid Yuliastuti; Intan Munawaroh
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol 5 No 2 (2024): Juni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i2.691

Abstract

Kejadian diare pada balita merupakan penyakit yang masih banyak terjadi di indonesia, dengan meningkatkan pengetahuan ibu tentang perilaku hidup bersih dan sehat diharapkan balita menjadi terhindar dari kuman dak bakteri sehingga kejadian diare pada balita dapat dihindari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan pengetahuan tentang perilaku hidup bersih dan sehat ibu balita dengan kejadian penyakit diare di Posyandu Melati 3 Desa Gilang Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli hingga Agustus 2021. Jenis penelitian observasional dengan rancangan studi kasus kontrol. Populasi adalah seluruh ibu yang memiliki balita dari bulan Juli hingga Agustus 2021 di Posyandu Melati 3 Desa Gilang Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung, dengan insidental sampling didapatkan 32 sampel dan data dianalisis menggunakan uji Chi-Square Test. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa responden yang memiliki pengetahuan tentang perilaku hidup bersih dan sehat kurang baik yaitu sebanyak 24 responden (75%), sebanyak 22 anak (68,8%) tidak mengalami kejadian penyakit diare. Uji statistik Chi-Square Test pada tabel Fisher Exact Test didapatkan nilai Pvalue (Sig. 2 tailed) sebesar 0,005, karena Pvalue < α (α = 0,05) maka H1 diterima dan H0 ditolak yang artinya ada hubungan pengetahuan tentang perilaku hidup bersih dan sehat ibu balita dengan kejadian penyakit diare di Posyandu Melati 3 Desa Gilang Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung. Pengetahuan ibu tentang perilau hidup bersih dan sehat merupakan variabel yang memiliki peranan penting dalam menurunkan kejadian diare pada balita. Dengan menjaga perilaku hidup bersih dan sehat seperti cuci tangan sebelum melakukan sesuatu, menggunakan air bersih, persalinan dibantu oleh tenaga kesehatan, memberi ASI Eksklusif dan lain sebagainya maka balita akan memutus rantai masuknya kuman ketubuh balita sehingga kejadian diare dapat ditanggulangi.
Edukasi Kegawatdaruratan Dan Bantuan Hidup Dasar Di Pondok Pesantren Al-Kamal Blitar Purwacaraka, Manggar; Farida, Farida; Erwansyah, Rio Ady; Anggraini, Ria; Islamy, Aesthetica; Munawaroh, Intan; Hidayat, Shulhan Arief; Prasetio, Ossi Dwi
Journal of Health Innovation and Community Services Vol. 4 No. 1 (2025): Journal of Health Innovation and community Services
Publisher : PPPM Stikes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/jhics.v4i1.538

Abstract

Latar Belakang: Kegawatdaruratan dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, termasuk di lingkungan pesantren, sehingga pendidikan kesehatan, khususnya Bantuan Hidup Dasar (BHD), sangat penting. Tujuan : Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan santri Pondok Pesantren Al-Kamal Blitar dalam memberikan pertolongan pertama pada situasi darurat. Metode: Partisipatory Action Research (PAR), yang melibatkan santri secara aktif dalam pelatihan teoretis dan praktis, termasuk Resusitasi Jantung Paru (RJP), pembidaian, dan teknik transportasi pasien. Hasil: pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan santri, dengan rata-rata nilai naik dari 69 menjadi 74 setelah edukasi. Program ini meningkatkan kesiapan santri dalam menghadapi kegawatdaruratan serta memperkuat peran pesantren dalam penanggulangan keadaan darurat. Implikasi dari program ini adalah perlunya pelatihan berkelanjutan dan pengembangan kurikulum kesehatan di pesantren, untuk mempersiapkan seluruh komunitas pesantren dalam menangani situasi darurat. Kesimpulan: program edukasi BHD efektif dalam meningkatkan keterampilan dan kesadaran santri, serta dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat kesiapsiagaan pesantren dalam menghadapi kegawatdaruratan.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tatalaksana Pre Hospital Kecelakaan Lalu Lintas terhadap Pengetahuan Komunitas Karangtaruna Munawaroh, Intan; Anggraini, Ria; Purwacaraka, Manggar
Journal of Language and Health Vol 5 No 3 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i3.5020

Abstract

Kecelakaan lalu lintas merupakan permasalahn yang harus segera ditangai dengan tepat dan cepat untuk mencegah kematian atau kecacatan permanen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan tentang tatalaksana pre hospital pada kecelakaan lalu lintas terhadap pengetahuan komunitas karangtaruna di Desa Campurdarat. Metode penelitian menggunakan rancangan quasi experiment pre-test post-test one grop. Jumlah sampel 40 dengan teknik purposive sampling. Penelitian dilakukan pada tanggal 1-7 Agustus 2024. Instrumen menggunakan kuesioner mengenai pengetahuan tatalaksana pre hospital kecelakaan lalu lintas komunitas karangtaruna dengan hasil uji validitas diperoleh r table = 0,312, sedangkan uji reabilias didapatkan nilai alpha cronbach’s 0,933. Hasil uji Teknik statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Wilcoxon signed-rank test dengan hasil p=0,000<0,005. Ada pengaruh pengaruh pendidikan kesehatan tentang tatalaksana prehospital pada kecelakaan lalu lintas terhadap pengetahuan komunitas karangtaruna di Desa Campurdarat
Efektivitas Metode Simulasi dan Pembelajaran Aktif dalam Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan tentang Kegawatdaruratan dan Bantuan Hidup Dasar Purwacaraka, Manggar; Hidayat, Shulhan Arief; Erwansyah, Rio Ady; Prasetio, Ossi Dwi; Munawaroh, Intan
Nursing Information Journal Vol. 4 No. 2 (2025): In Progress Issue
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/nij.v4i2.942

Abstract

Pendahuluan: Bantuan Hidup Dasar (BHD) adalah keterampilan penting untuk menyelamatkan korban dalam situasi darurat. Pelatihan BHD, khususnya bagi pelajar yang rentan terhadap kecelakaan lalu lintas, berperan signifikan dalam mengurangi angka kecacatan dan kematian. Pelajar berisiko menjadi korban serta memiliki potensi menjadi penolong. Metode simulasi dan pembelajaran aktif (active learning) dianggap efektif untuk meningkatkan kemampuan ini. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas metode simulasi dan pembelajaran aktif (active learning) dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang kegawatdaruratan dan BHD. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian pra-experimental dan pendekatan one-group pre-post test, pengambilan sampel dengan teknik total sampling sebanyak 58 santri laki-laki menjadi sampel penelitian. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner dan lembar observasi berdasarkan pedoman AHA (2015), dengan analisis data menggunakan uji statistik Wilcoxon Sign Rank Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan metode simulasi dan pembelajaran aktif secara signifikan meningkatkan pengetahuan (p=0,004) dengan median differences 0,000 dan keterampilan (p=0,000) santri dalam kegawatdaruratan dan BHD dengan median differences 15,000. Kesimpulan: Penelitian ini menegaskan bahwa metode simulasi dan pembelajaran aktif tidak hanya efektif dalam mengoptimalkan pembelajaran konseptual, tetapi juga memfasilitasi penerapan praktis pengetahuan dalam situasi darurat nyata, sehingga mempersiapkan santri untuk menghadapi keadaan darurat secara lebih baik.
Pelatihan Resusitasi Jantung Paru sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan dan Motivasi Mahasiswa sebagai Bystander di Masyarakat Manggar Purwacaraka; Rio Ady Erwansyah; Shulhan Arief Hidayat
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i1.1109

Abstract

Resusitasi Jantung Paru (RJP) merupakan tindakan pertama untuk menolong pasien dengan henti nafas dan henti jantung. Perawat diharapkan bisa melakukan tindakan tersebut untuk dapat menolong pasien atau korban kecelakaan yang mengalami henti nafas dan henti jantung. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada mahasiswa STIKes Hutama Abdi Husada Tulungagung terkait prosedur RJP. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) adalah dengan pendampingan secara luring yang dilatih oleh tenaga professional dan menguasai tentang RJP. Peserta pendampingan adalah perwakilan prodi Sarjana Keperawatan dan D3 Keperawatan semester akhir yaitu sebanyak 42 mahasiswa. Guna melihat nilai bagaimana pengetahuan peserta pengabdian, maka sebelum dan setelah kegiatan pengabdian, peserta diminta untuk mengisi kuesioner tentang prosedur RJP dan Motivasi melaksanakan RJP. Hasil penilaian menunjukkan nilai rata-rata pengetahuan peserta sebelum dan sesudah pendampingan adalah 64,25 dan 87,50 sedangkan nilai rata-rata motivasi melakukan RJP sebelum dan sesudah pendampingan adalah 65 dan 85. Kegiatan pengabdian ini dapat berjalan dengan lancar. Kesimpulanya adalah terdapat peningkatan pengetahuan peserta tentang prosedur resusitasi jantung paru dari pentingnya 3A, assessment, Call for Help, melakukan RJP dengan benar hingga evaluasi akhir dan terdapat peningkatan motivasi peserta yang sebelumnya enggan melakukan RJP menjadi termotivasi untuk melakukan RJP. Cardiopulmonary Resuscitation Training as an Effort to Increase Knowledge and Motivation of Students as Bystanders in the Community Cardiopulmonary resuscitation (CPR) is the first action to help patients with respiratory and cardiac arrest. Nurses are expected to be able to take these actions to help patients or accident victims who experience respiratory and cardiac arrest. This service aims to provide knowledge to STIKes Hutama Abdi Husada Tulungagung students regarding CPR procedures. The method of implementing community service activities (PkM) is by offline mentoring trained by professionals and mastering CPR. Mentoring participants are representatives of the Bachelor of Nursing and D3 Nursing study program in the final semester of 42 students. In order to see the value of the knowledge of service participants, before and after service activities, participants were asked to fill out a questionnaire about CPR procedures and motivation to carry out CPR. The results of the assessment show that the average value of participants' knowledge before and after mentoring is 64.25 and 87.50 while the average value of motivation to perform CPR before and after mentoring is 65 and 85. This service activity can run smoothly. The conclusion is that there is an increase in participants' knowledge about cardiopulmonary resuscitation procedures from the importance of 3A, assessment, Call for Help, doing CPR correctly to the final evaluation and there is an increase in the motivation of participants who were previously reluctant to do CPR to become motivated to perform CPR.
Simulasi Tanggap Darurat Bencana Tsunami Pada Masyarakat di Desa Keboireng Tulungagung Manggar Purwacaraka; Rio Ady Erwansyah; Shulhan Arief Hidayat
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 1 (2024): February
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i1.1749

Abstract

Ancaman bencana geologis seperti gempa bumi dan tsunami di Indonesia, meskipun jarang terjadi dalam skala besar dibandingkan dengan bencana hidrometeorologis, dapat menyebabkan kerusakan yang serius dan korban jiwa besar. Kesiapsiagaan yang rendah dalam menghadapi risiko bencana merupakan penyebab utama dampak negatif. Wilayah pesisir Kabupaten Tulungagung, terutama terhadap tsunami, memiliki peran sebagai pelindung alam namun juga rentan terhadap bencana. Diperlukan peningkatan pengetahuan terkait upaya mitigasi bencana tsunami di wilayah tersebut. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kesiapsiagaan masyarakat tentang tanggap darurat menghadapi bencana tsunami. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat menggunakan metode sosialisasi dan roleplay simulasi tanggap darurat bencana tsunami. Sasaran kegiatan ini adalah masyarakat desa Keboireng yang berada pada pesisir pantai gemah sebanyak 40 orang. Guna melihat nilai bagaimana pengetahuan peserta pengabdian, maka sebelum dan setelah kegiatan pengabdian, peserta akan diminta untuk mengisi kuesioner yang dibuat tentang kesiapsiagaan tanggap darurat bencana tsunami. Hasil hasil penelitian, skor pengetahuan pre-test didapatkan nilai rata-rata 74,80 dengan   nilai   minimal   dan   maksimal   67-83. Setelah   diberikan sosialisasi dan simulasi tanggap darurat bencana tsunami skor pengetahuan post-test didapatkan hasil rata-rata 84,25 dengan skor minimal dan maksimal 75-95. Berdasarkan kegiatan yang dilakukan oleh tim pengabdi dapat disimpulkan bahwa kegiatansimulasi ini terbukti sangat efektif dalam memberikan pemahaman mendalam tentang langkah-langkah setelah menerima peringatan bencana, termasuk strategi penyelamatan diri dan jalur evakuasi. Emergency Response Simulation for Tsunami Disaster in the Community of Keboireng Village, Tulungagung Geological disaster threats such as earthquakes and tsunamis in Indonesia, although occurring less frequently on a large scale compared to hydro-meteorological disasters, can cause severe damage and significant loss of life. Low preparedness in facing disaster risks is a major contributor to negative impacts. The coastal area of Tulungagung Regency, particularly in relation to tsunamis, plays a role as a natural protector but is also vulnerable to disasters. Enhancing knowledge related to tsunami disaster mitigation efforts is necessary in this area. This community service aims to improve the community's knowledge of emergency response to tsunami disasters. The implementation method involves socialization and role-play simulation of emergency response to tsunami disasters. The target participants are 40 residents of Keboireng village located on the Gemah coastal area. To assess the participants' knowledge, a questionnaire on emergency response preparedness for tsunami disasters will be administered before and after the community service. The research results show that the pre-test knowledge score averages 74.80, with a minimum and maximum score of 67-83. After receiving socialization and simulation of emergency response to tsunami disasters, the post-test knowledge score averages 84.25, with a minimum and maximum score of 75-95. Based on the activities carried out by the service team, it can be concluded that this simulation activity is proven to be highly effective in providing in-depth understanding of the steps to take after receiving disaster warnings, including self-rescue strategies and evacuation routes.
Efektivitas Metode Simulasi dan Pembelajaran Aktif dalam Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan tentang Kegawatdaruratan dan Bantuan Hidup Dasar Purwacaraka, Manggar; Hidayat, Shulhan Arief; Erwansyah, Rio Ady; Prasetio, Ossi Dwi; Munawaroh, Intan
Nursing Information Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/nij.v4i2.942

Abstract

Pendahuluan: Bantuan Hidup Dasar (BHD) adalah keterampilan penting untuk menyelamatkan korban dalam situasi darurat. Pelatihan BHD, khususnya bagi pelajar yang rentan terhadap kecelakaan lalu lintas, berperan signifikan dalam mengurangi angka kecacatan dan kematian. Pelajar berisiko menjadi korban serta memiliki potensi menjadi penolong. Metode simulasi dan pembelajaran aktif (active learning) dianggap efektif untuk meningkatkan kemampuan ini. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas metode simulasi dan pembelajaran aktif (active learning) dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang kegawatdaruratan dan BHD. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian pra-experimental dan pendekatan one-group pre-post test, pengambilan sampel dengan teknik total sampling sebanyak 58 santri laki-laki menjadi sampel penelitian. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner dan lembar observasi berdasarkan pedoman AHA (2015), dengan analisis data menggunakan uji statistik Wilcoxon Sign Rank Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan metode simulasi dan pembelajaran aktif secara signifikan meningkatkan pengetahuan (p=0,004) dengan median differences 0,000 dan keterampilan (p=0,000) santri dalam kegawatdaruratan dan BHD dengan median differences 15,000. Kesimpulan: Penelitian ini menegaskan bahwa metode simulasi dan pembelajaran aktif tidak hanya efektif dalam mengoptimalkan pembelajaran konseptual, tetapi juga memfasilitasi penerapan praktis pengetahuan dalam situasi darurat nyata, sehingga mempersiapkan santri untuk menghadapi keadaan darurat secara lebih baik.
Family Self-Efficacy As Caregivers In Caring For Dementia Patients Audila, Amita; Suharyoto, Suharyoto; Lasman, Lasman; Nurhidayati, Nurhidayati; Purwacaraka, Manggar
Nursing Information Journal Vol. 5 No. 1 (2025): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/nij.v5i1.1194

Abstract

Caring for dementia patients is a demanding task requiring physical, emotional, and psychological resilience. Family caregivers' ability to provide optimal care is significantly influenced by their level of self-efficacy. Higher self-efficacy is associated with better caregiving capabilities and lower stress levels. This study aimed to analyze the relationship between self-efficacy and the ability of family caregivers to provide care for dementia patients. Using a quantitative, cross-sectional design, data were collected through the Caregiver Self-Efficacy Scale (CaSES) and caregiving ability from 50 family caregivers. Data analysis involved descriptive statistics and Gamma correlation. The results showed that 50% of caregivers had high self-efficacy, and 48% demonstrated good caregiving abilities. Statistical tests revealed a significant positive relationship between caregiver self-efficacy and caregiving ability (p = 0.006, r = 0.453). Caregivers with higher self-efficacy demonstrated better caregiving skills.
EFFECTIVENESS OF PEER-BASED HEALTH EDUCATION WITH AUDIO-VISUAL MEDIA IN ENHANCING EMERGENCY TRIAGE COMPETENCE Anggraini, Ria; Munawaroh, Intan; Purwacaraka, Manggar; Saputri, Berlian Yuli
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 16 No. 2, Juli 2025
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v16i2.1809

Abstract

Background: Emergency conditions necessitate prompt and appropriate management to mitigate the risks of disability and mortality. A fundamental component of emergency care is triage, which serves to prioritise patient treatment based on the severity of their condition and guide the necessary clinical interventions. This study aimed to assess the effectiveness of peer-led health education supported by audio-visual media in improving students’ comprehension of emergency triage procedures.Methods: A quasi-experimental study with a non-equivalent control group pretest-posttest design was implemented. The research population comprised second-semester nursing students from STIKES Hutama Abdi Husada Tulungagung. A purposive sampling method was used to select 41 participants. The educational intervention was delivered through peer-led sessions and supplemented with audio-visual media. Data were gathered using a validated structured questionnaire and analysed employing the Wilcoxon signed-rank test and the Mann-Whitney U test.Results: Analysis using the Wilcoxon signed-rank test yielded a statistically significant result (p = 0.000) in both intervention groups, demonstrating that the health education provided had a meaningful impact on students’ understanding of emergency triage. Furthermore, the Mann-Whitney U test indicated a mean rank of 35.43 for participants in the peer education group and 47.57 for those in the audio-visual group, with a significance level of p = 0.019. Conclusion: The findings confirm that both peer-led and audio-visual-based health education methods are effective in increasing nursing students’ knowledge of emergency triage. Nevertheless, the audio-visual approach demonstrated superior outcomes and is, therefore, recommended as the preferred strategy for enhancing triage competency in educational settings.