Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

BENTUK PENYAJIAN DAN FUNGSI KESENIAN OMPEK GONJIIE LIMO GONOK DI DESA MUARA KIBUL KECAMATAN TABIR BARAT Pradana, Tito; Ramadhanti, Sri; Pramasheilla, Dinda Assalia Avero
Prabung Seni: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol. 4 No. 01 (2025): Prabung Seni: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jpps.v4i01.41265

Abstract

Penelitian ini mengkaji kesenian Ompek Gonjiie Limo Gonok, sebuah tradisi berbalas pantun masyarakat Desa Muara Kibul, Jambi, yang tetap eksis sebagai identitas budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penyajian dan fungsi kesenian tersebut dalam kehidupan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk penyajian Ompek Gonjiie Limo Gonok dicirikan oleh aksi berbalas pantun antara laki-laki dan perempuan di dalam Belerong, yaitu bilik kain berukuran 2x3 meter yang berfungsi sebagai pembatas ruang. Secara fungsional, kesenian ini berperan sebagai media pemenuhan kebutuhan emosional sekaligus fungsi hiburan pertunjukan. Melalui keindahan pantun yang disampaikan, tradisi ini mampu menciptakan kebahagiaan kolektif bagi pelakunya maupun masyarakat penikmat dalam berbagai perayaan besar daerah.
PEMERANAN TOKOH SINAH DALAM NASKAH ORANG ASING KARYA RUPERT BROOKE Mayda, Mayda; Irianto, Ikhsan Satria; Pramasheilla, Dinda Assalia Avero
Prabung Seni: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol. 4 No. 02 (2025): Prabung Seni: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jpps.v4i02.47992

Abstract

Penelitian ini menganalisis proses penciptaan peran tokoh Sinah dalam naskah Orang Asing karya Rupert Brooke, yang mengangkat problematika kemiskinan dan dampaknya terhadap keretakan moral dalam sebuah keluarga. Fokus utama kajian terletak pada karakterisasi tokoh Sinah yang memiliki kompleksitas dimensi fisiologis, psikologis, dan sosiologis yang mendalam. Untuk mewujudkan tokoh tersebut, aktor menerapkan metode akting Konstantin Stanislavsky sebagai instrumen kreatif dalam proses observasi dan penghayatan peran. Penerapan metode ini bertujuan untuk menghasilkan kualitas akting yang natural dan realistis, selaras dengan gaya realisme psikologis yang menjadi landasan artistik naskah. Hasil penelitian ini mendeskripsikan tahapan aktor dalam mentransformasikan teks naskah menjadi pertunjukan yang meyakinkan secara emosional dan intelektual.
ANALISIS MAKNA LIRIK DAN MELODI BUKA LANGSE SEBAGAI STRUKTUR PEMBUKA TEATER ABDUL MULUK DI DESA SEMBUBUK MUARO JAMBI Dinda Assalia Avero Pramasheilla; Gen Dekti; Ikhsan Satria Irianto; Lusi Handayani; Sarbeni
Keteg : Jurnal Pengetahuan, Pemikiran dan Kajian Tentang Bunyi Vol. 25 No. 2 (2025): Keteg: Jurnal Pengetahuan, Pemikiran dan Kajian Tentang Bunyi
Publisher : Surakarta: Jurusan Karawitan Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to reveal the meaning of the lyrics and their relationship with the melodic structure of Buka Langse as the opening segment in the traditional theater performance Abdul Muluk. The research employs a qualitative approach using a descriptive-analytical method through observation, interviews, and documentation study. The findings show that each verse of the Buka Langse lyrics carries both denotative and connotative meanings that reflect the religious, social, and moral values of the Malay Jambi community. The greetings, introduction of the play, and expressions of apology within the lyrics represent the interaction between performers and the audience. In addition to serving as a marker of the performance’s commencement and a medium for transmitting spiritual values, the lyrics also represent the cultural identity of the Sembubuk community, positioning this traditional theater as both an expressive art form and a means of preserving cultural heritage.