Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Penyuluhan Pemanfaatan TOGA dan Cara Memilih Obat Tradisional yang Baik dan Benar Intiyani, Rafila; Fitriyati, Laeli; Fitri, Dwiki; Alifah, Dika
ABDI MOESTOPO: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/abdimoestopo.v7i1.3660

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki begitu banyak tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai obat. Tanaman obat keluarga (TOGA) dapat dijadikan sebagai obat yang aman, tidak mengandung bahan kimia yang berbahaya, harganya murah, serta mudah didapatkan masyarakat. TOGA sering digunakan masyarakat selain untuk mencegah atau menyembuhkan penyakit juga banyak digunakan untuk meningkatkan kekebalan tubuh, mengembalikan kesegaran tubuh yang berdampak pada peningkatan kesehatan masyarakat. Metode yang digunakan dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah Pendidikan Masyarakat dan Pelatihan. Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini terdiri dari 2 macam kegiatan yaitu Penyuluhan Pemanfaatan TOGA Dan Cara Memilih Obat Tradisional Yang Baik Dan Benar. Kegiatan PkM dilakukan di Balai Desa Giyanti, Rowokele, Kebumen. Rata-rata hasil dari pretest sebelum dilakukan sosialisasi mengenai pemanfaatan TOGA yaitu 56,7 sedangkan nilai postest setelah dilakukan sosialisasi yaitu sehingga 93,33. Rata-rata hasil dari pretest sebelum dilakukan sosialisasi mengenai cara memilih obat tradisional yang aman adalah 58,4 sedangkan nilai postest setelah dilakukan sosialisasi yaitu 89,6. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang besar terhadap pemberian sosialisasi mengenai pemanfaatan TOGA dan sosialisasi mengenai cara memilih obat tradisional yang aman diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan TOGA yang ada dilingkungan desa Giyanti.
GAMBARAN POTENSI INTERAKSI OBAT PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI INSTALASI RAWAT JALAN PKU MUHAMMADIYAH SRUWENG Fitri, Dwi Ratna Sari; Intiyani, Rafila; Miyarso, Chondrosuro
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 2, No 2 (2022): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jfks.v2i2.940

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan suatu kelainan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah (hiperglikemia) yang mengakibatkan gangguan metabolisme. Pasien diabetes melitus umumnya banyak diobati dengan terapi farmakologis. interaksi obat merupakan suatu respon tubuh yang dapat mempengaruhi suatu pengobatan yang dilakukan. Interaksi obat jika diberikan bersamaan atau hampir bersamaan dengan makanan atau minuman dapat mengubah efek obat. Interaksi obat ini dilihat dari penggunaan obat DM dengan kombinasi obat lain yang disertai dengan penyakit penyerta. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui adanya Interaksi Obat pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Instalasi Rawat Jalan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Sruweng. Metode penelitian adalah observasional diskriptif menggunakan data retrospektif dengan penelusuran data rekam medik pasien diabetes melitus tipe 2 di RS PKU Muhammadiyah Sruweng. Hasil penelitian menunjukkan kejadian interaksi yang terjadi yaitu interaksi minor (50,5%) antara obat metformin dan furosemide, interaksi moderate (45,4%) antara obat bisoprolol dan amlodipin, dan interaksi mayor (4,1%) antara obat ketoconazole dan lansoprazole. Pasien diabetes mekitus tipe 2 paling banyak terjadi dengan disertai penyakit hipertensi. Kesimpulannya menunjukkan bahwa terdapat interaksi obat yang terjadi seperti interaksi obat dengan tingkat keparahan minor, moderat, dan mayor, sehingga sangat perlu pengawasan atau monitoring pasien dalam mengonsumsi obat.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK RESPONDEN DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU PENGGUNAAN SUPLEMEN UNTUK MENINGKATKAN IMUNITAS TUBUH SELAMA PANDEMI COVID-19 PADA MASYARAKAT DI DESA KEDAWUNG KABUPATEN KEBUMEN Amalia, Tika; Widiastuti, Tri Cahyani; Intiyani, Rafila
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jfks.v4i1.935

Abstract

COVID-19 merupakan penyakit menular pada pernapasan yang disebabkan oleh virus SARSCoV2. Upaya pencegahan yang direkomendasikan oleh WHO salah satunya yaitu meningkatkan imunitas tubuh. Suplemen kesehatan yang telah diteliti dan direkomendasikan oleh Kemenkes RI antara lain vitamin C, vitamin D, vitamin E, dan zink. Penggunaan suplemen kesehatan harus disesuaikan dengan kebutuhan tubuh dan mengetahui kegunaan suplemen kesehatan. Pengetahuan dan perilaku masyarakat berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat. Mengetahui hubungan karakteristik responden dengan tingkat pengetahuan dan perilaku penggunaan suplemen untuk meningkatkan imunitas tubuh selama pandemi COVID-19 pada masyarakat di Desa Kedawung Kabupaten Kebumen. Penelitian observasional dengan pengambilan data secara prospektif. Sampel yang diteliti sebanyak 100 responden. Analisis data menggunakan uji chi square. Tingkat pengetahuan kategori cukup 44% dan perilaku kategori cukup 49%. Hasil chi square terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan pendidikan terakhir (0,000), pekerjaan (0,003), penghasilan (0,010), tempat membeli suplemen kesehatan (0,047) dan tidak terdapat hubungan signifikan antara perilaku karena nilai p value >0,05. Pengetahuan dan perilaku masyarakat di Desa Kedawung menunjukkan hasil yang cukup. Terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan pendidikan terakhir (0,000), pekerjaan (0,003), penghasilan (0,010), tempat membeli suplemen (0,047) dan tidak terdapat hubungan signifikan antara perilaku karena nilai p value >0,05. Harapannya pada penelitian selanjutnya dapat mengukur tingkat pengetahuan masyarakat mengenai dagusibu dalam upaya untuk meningkatkan imunitas tubuh selama pandemi COVID-19.