Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENYULUHAN DAN PEMERIKSAAN KADAR HAEMOGLOBIN SERTA PEMERIKSAAN TELUR CACING SOIL TRANSMITTED HELMINTHS (STH) PADA ANAK SD N 105302 DI DESA TANGKAHAN KEC. NAMORAMBE KAB. DELI SERDANG Liza Mutia; Karolina br Surbakti; Selamat Riadi
Jurnal Mitra Prima Vol. 3 No. 2 (2021): Jurnal Mitra Prima
Publisher : Mitra prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/mitraprima.v3i1.2086

Abstract

ABSTRAK Infeksi STH (Soil transmitted helmiths) biasanya tidak menyebabkan kematian, tetapi menyebabkan infeksi kronis dan morbiditas yang berkepanjangan terutama pada anak SD karena pada usia SD anak beresiko tinggi terinfeksi kecacingan, hal ini disebakan pada usia SD belum mengerti untuk menjaga kebersihan dirinya dan juga pada usia ini anak lebih banyak beraktifitas dengan tanah. Metode pelaksanan pengabdian maasyarakaat ini adalah dengan metode pembelajaran bercerita yang dapat mengundang rasa ingin tahu dan ketertarikan anak terhadap sesuatu yang menjadi materi pembelajaran. Metode ini diharapakan menarik minat anak dengan menunjukkan ekspresi anak SD Negeri 105302 Desa Tangakahan Kecamatan Namorambe Kabupaten Deli serdang. Peserta berjumlah 76 siswa SD dengan rincian siswa kls IV berjumlah 24 orang (31 %), Kelas V berjumlah 21 orang (28 %) dan kelas VI berjumlah 31 orang (41%), Setelah dilakukan pemeriksaan telur cacing STH pada faeces/ tinja ditemukan 3 siswa (4 %) Siswa terinfeksi kecacingan dan sebanyak 73 siswa 96%) siswa tidak terinfeksi kecacingan. Pada pemeriksaan kadar Haemoglobin seluruh siswa memiliki kadar Haemoglobin (Hb)normal. Dari hasil pengabdian masyarakat dapat disimpulkan bahwa siswa SD tersebut sudah dapat meningkatkan pengetahuan tentang manfaat kebersihan diri dan bahaya kecacingan
KEBIASAAN MINUM KOPI HITAM DENGAN KOLESTEROL DARAH DAN TEKANAN DARAH LELAKI DEWASA Halimah Fitriani Pane; Liza Mutia
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol. 17 No. 3 (2022): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September- Desember 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.946 KB) | DOI: 10.36911/pannmed.v17i3.1503

Abstract

The proliferation of cafes that sell drinks and coffee packaging can increase consumption of processed national coffee beans. In addition to increasing the sale value, the emergence of these shops will also encourage the growth of the creative economy of the coffee commodity, both for the domestic and export markets. This study aims to determine the relationship of black coffee drinking habits with blood pressure and cholesterol levels. This research method uses analytic survey with cross sectional research design. The population in this study were adult men who had the habit of drinking black coffee with a sample size of 84 people, obtained by purposive sampling. Spearman Rank correlation test results show age variables (p = 0,000), education (p = 0.005), genetic history (p = 0,000), frequency of drinking coffee (p = 0,000), smoking activity (p = 0.019), have something to do with pressure blood. It is known that the age variable (p = 0,000), the frequency of drinking coffee (p = 0,000), smoking activity (p = 0.019), have something to do with cholesterol levels. The results of this study differ from many other studies which state there is no relationship between coffee drinking habits with high blood pressure or cholesterol. But, other factors that may have an influence on high blood pressure and cholesterol. The caffeine in coffee is in the form of potassium chlorogenate bonds that can reduce blood pressure. This bond will be released if the coffee is watered with hot water. The content of terpenes in coffee can trigger increased cholesterol levels in the body. The content of the terpenes can actually be removed by filtering the coffee before serving. Menjamurnya kafe-kafe yang menjajakan minuman maupun kemasan kopi dapat meningkatkan konsumsi minuman hasil olahan biji kopi nasional. Selain menaikkan nilai jual, munculnya kedai-kedai tersebut juga bakal mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif dari komoditas kopi, baik untuk pasar domestik maupun ekspor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan minum kopi hitam dengan tekanan darah dan kadar kolesterol. Metode penelitian ini menggunakan survei analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah lelaki dewasa yang memiliki kebiasaan meminum kopi hitam dengan jumlah sampel sebanyak 84 orang, yang didapat dengan cara purposive sampling. Hasil uji korelasi Spearman Rank menunjukkan variabel umur (p = 0,000), pendidikan (p = 0,005), riwayat genetik (p = 0,000), frekwensi minum kopi (p = 0,000), aktifitas merokok (p = 0,019), dengan demikian semua variabel ada hubungannya dengan tekanan darah. Diketahui pula bahwa variabel umur (p = 0,000), frekwensi minum kopi (p = 0,000), aktifitas merokok (p = 0,019), ada hubungannya dengan kadar kolesterol, ketiga variabel tesebut ada hubungannya dengan kadar kolesterol. Hasil penelitian ini berbeda dengan banyak penelitian lain yang menyatakan tidak ada hubungan kebiasaan minum kopi dengan tekanan darah tinggi maupun kolesterol. Tapi, faktor lain yang kemungkinan memiliki pengaruh terhadap tingginya tekanan darah dan kolesterol. Kafein dalam kopi terdapat dalam bentuk ikatan kalium kafein klorogenat yang dapat mengurangi tekanan darah. Ikatan ini akan terlepas jika kopi disiram dengan air panas. Kandungan terpen dalam kopi dapat memicu meningkatnya kadar kolesterol dalam tubuh. Kandungan terpen tersebut sebenarnya bisa dihilangkan dengan cara melakukan penyaringan kopi sebelum disajikan.
Hubungan Polimorfisme Gen Interleukin 10 - 819 C/T Pada Kejadian Preeklampsia Ibu Hamil di Puskesmas Dalu X B Tanjung Morawa Deli Serdang Liza Mutia; Karolina br. Surbakti; Selamat Riadi
Jurnal Ners Vol. 7 No. 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i2.18813

Abstract

Preeclampsia is one of the disorders during pregnancy, characterized by increased blood pressure and proteinuria, causing an increase in morbidity and mortality in the mother and fetus. Interleukin 10 (IL10) is called a T helper type 2 (Th2) cytokine which is important because it acts as an anti-inflammatory which functions for the maintenance and development of pregnancy and forms immunity to inhibit the secretion of T helper 1 (Th1) cytokines such as IL 6, TNF alpha and INF Gamma. Genotypic variation can provide information about individual differences in the secretion of IL-10 and the tendency to the incidence of preeclampsia. The IL 10 - 819 C/T gene polymorphism is located on chromosome 1q32.2 distal to the promoter area and is a transcription factor of the IL 10 gene. The aim of this study was to determine the relationship between 10-819 C/T Interleukin Gene Polymorphisms in the incidence of preeclampsia in pregnant women. The method used to determine the IL 10 819 C/T polymorphism with RFLP PCR. Results. The distribution of IL 10-819 C/T genotypes in the control group had 5 people (23.73%) of TT genetic variation, 15 people with CT (65.21%) and 3 people with CC genetic variation (13.04%). ). In the Preeclampsia group, there were 7 people (30.43%) with genetic variation of TT and there were 10 people (43.47%) with genetic variation of CT as many as 6 people (26.08%) with CC variation. There was no correlation between interleukin gene polymorphism 10-891 C/T with the incidence of preeclampsia in pregnant women at Dalu X B Health Center Tanjung Morawa, Deli Serdang
Gambaran soil transmitted helminths (STH) pada siswa SD Mutia, Liza
Jurnal Prima Medika Sains Vol. 2 No. 1 (2020): Juni
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jpms.v2i1.848

Abstract

Jumlah penderita infeksi cacingan pada anak SD cukup tinggi, hal ini dapat disebabkan karena sanitasi di lingkungan sekolah maupun rumah tidak terjaga dengan baik. Salah satu di antaranya adalah penyakit cacingan yang ditularkan melalui tanah (Soil Transmitted Helminths/STH)) seperti askariasis, trichuriasis, strongiloidiasis dan infeksi cacing tambang. Kurangnya sarana air bersih, sempitnya lahan tempat tinggal keluarga, kebiasaan makan dengan tangan yang tidak dicuci terlebih dahulu dapat menyebabkan terjadinya infeksi STH. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat infeksi kecacingan yang terjadi pada siswa SD NEGERI 060837 Medan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Sampel sebanyak 132 feses yang diambil dari siswa/i SD NEGERI 060837 Kel. Silalas Kec.Medan Petisah Medan. Pemeriksaan telur cacing menggunakan metode modifikasi kato-katz pemeriksaan sampel tinja dilakukan di Laboratorium Parasitologi di Jurusan Teknologi Laboratorium Medik Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Medan, dari hasil pemeriksaaan menunjukkan bahwa siswa SD NEGERI 060837 Medan yang terinfeksi Soil Transmitted Helminths sebanyak 37 orang (28 %) dengan rincian infeksi yaitu Ascaris lmbricoides sebanyak 28 orang (75,7%), Trichuris trichiura sebanyak 9 orang (24,3%), dan tidak ditemukan Hookworm.
PENINGKATAN TRANSFORMASI LAYANAN PRIMER DALAM PENCEGAHAN INFEKSI KECACINGAN SISWA MIS SHOLIHIN Mutia, Liza; Surbakti, Karolina Br; Riadi, Selamat; Sofia, Endang; Suparni, Suparni; Pratiwi, Dian
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2023): Volume 4 Nomor 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i6.22573

Abstract

Infeksi kecacingan mengakibatkan infeksi menahun yang berlanjut khususnya pada anak usia sekolah dasar. Resiko tertinggi kecacingan pada anak-anak, dikarenakan pada usia tersebut belum memahami untuk memelihara kebersihan pribadinyanya dan pada usia ini anak makin banyak melakukan aktifitas menggunakan tanah, sehinga resiko tertular semakin tinggi. Metode pengabdian masyarakat ini menggunakan metode pembelajaran bercerita yang dapat merangsang rasa ingin tahu dan minat anak terhadap materi yang disampaikan. Tujuan kegiatan pengabdian ini meningkatkan pengetahuan para peserta tentang infeksi kecacingan, sanitasi dan hygiene makanan dan lingkungan Pengabdian masyarakat ini diadakan di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Sholihin Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang. Jumlah peserta pengabdiaan sebanyak 106 siswa dengan rincian siswa kelas IV berjumlah 35 orang (33 %), Kelas V berjumlah 33 orang (31%) dan kelas VI berjumlah 38 orang (36%). Dari hasil pengabdian masyarakat dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan pengetahun siswa, terlihat dari hasil post test siswa yang meningkat, diharapkan dengan adanya pengabdian ini, kita dapat bersama menyukseskan progam pemerintah dalam bidang transformasi kesehatan.
Correlation Between Family History Of Type 2 Diabetes Mellitus Patients And Metabolic Syndrome Components In Medan City In 2023 Br Surbakti, Karolina; Mutia, Liza
Jurnal EduHealth Vol. 15 No. 03 (2024): Jurnal EduHealt (September), Year 2024
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to identify the relationship between the family history of people with Type 2 Diabetes Mellitus (DMT2) and the metabolic syndrome component in Medan City in 2023. Metabolic syndrome is a collection of conditions that increase the risk of cardiovascular disease and diabetes, including central obesity, hypertension, dyslipidemia, and insulin resistance. Data was collected through a survey of 400 respondents consisting of individuals with a family history of DMT2 and without a family history of DMT2. Statistical analysis uses logistic regression to determine the relationship between variables. The results showed that individuals with a family history of DMT2 had a higher likelihood of experiencing metabolic syndrome components compared to individuals without a family history of DMT2. These findings confirm the importance of screening and early intervention in individuals with a family history of DMT2 to reduce the risk of metabolic syndrome and related complications. This study suggests the need for more intensive health education and effective prevention programs for the people of Medan City.
Edukasi Urgensi Pemeriksaan Golongan Darah dan Aplikasinya pada Santriwati Al-Fityan School Aceh Safwan; Hadijah, Siti; Darmawati; Erlinawati; Putri, Safridha Kemala; Fitriana; Fajarna, Farah; Syahnita, Hastuti; Situmorang, Paska Ramawati; Mutia, Liza; Lubis, Nita Andriani; Lasmini, Titi; Rosmiati, Karolina; Wardhani, Sri Muri Dasa
AJAD : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2024): DECEMBER 2024
Publisher : Divisi Riset, Lembaga Mitra Solusi Teknologi Informasi (L-MSTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59431/ajad.v4i3.390

Abstract

Blood type is important for human life and is very useful in medical matters such as determining the blood type of parents and children, the success of medical procedures such as blood transfusions and organ transplants. Transfusion of blood from an incompatible group causes an immunological transfusion reaction resulting in hemolytic anemia, kidney failure, shock and death. Most of the students of Al-Fityan School Aceh's tahfiz program do not know their blood type. Apart from that, the students of the Al-Fityan School Aceh tahfiz program have minimal knowledge about blood types. The aim of this community service is to increase students' knowledge about the urgency of checking blood types and its application in everyday life. The target of this community service is the female students of the Al-Fityan School Aceh tahfiz program, consisting of 47 people. The implementation begins with education first and continues with a blood type check. Examination Results: The blood group of the female students of Tahfis Al- Fityan School Aceh is blood group O, namely 70% (31 people), while blood groups A and B are 12.8% (6 people) respectively and the smallest blood group frequency is blood group AB, namely 8.5% (4 people).
Peran Riwayat Keluarga untuk Terjadinya Diabetes Melitus Tipe 2 pada Pegawai Poltekkes Kemenkes Medan Karolina Surbakti; Liza Mutia
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14nk214

Abstract

Diabetes mellitus is a chronic metabolic disorder caused by the pancreas not producing enough insulin or the body not being able to use the insulin produced effectively. Glycated hemoglobin (HbA1C) as an indicator of glycemic control, because it reflects the blood glucose concentration 2-3 months previously and is not affected by diet before blood sampling. The purpose of this study was to analyze the role of family history of diabetes mellitus for the occurrence of type 2 diabetes mellitus in employees of Poltekkes Kemenkes Medan. This study applied a cross-sectional design. Data on the history of diabetes mellitus in the family were measured using a questionnaire; while the incidence of type 2 diabetes mellitus was known by measuring HbA1c levels. Furthermore, descriptive analysis and hypothesis testing were carried out using the Kruskal-Wallis test. The results showed that for the history of diabetes mellitus in the family, the majority were from the father (39.2%). The majority of body mass index was overweight (53.61%). The majority of HbA1c values were in the normal category (54.6%). The p-value from the results of the hypothesis test was 0.673 so that it was interpreted that there was no difference in the incidence of type 2 diabetes mellitus according to family history. Furthermore, it was concluded that family history of diabetes mellitus did not play a significant role in the occurrence of type 2 diabetes mellitus in employees of Poltekkes Kemenkes Medan.Keywords: diabetes mellitus; family history; HbA1c  ABSTRAK Diabetes mellitus merupakan penyakit gangguan metabolik menahun akibat pancreas tidak memproduksi cukup insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif. Hemoglobin terglikasi (HbA1C) sebagai indikator kontrol glikemik, karena mencerminkan konsentrasi glukosa darah 2-3 bulan sebelumnya dan tidak dipengaruhi oleh diet sebelum pengambilan sampel darah. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis peran riwayat keluarga diabetes melitus untuk terjadinya diabetes melitus tipe 2 pada pegawai Poltekkes Kemenkes Medan. Penelitian ini menerapkan rancangan cross-sectional. Data riwayat diabetes mellitus dalam keluarga diukur menggunakan kuesioner; sedangkan kejadian diabetes mellitus tipe 2 diketahui dengan pengukuran kadar HbA1c. Selanjutnya dilakukan analisis deskriptif dan pengujian hipotesis menggunakan uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk riwayat diabetes mellitus dalam keluarga, mayoritas adalah dari ayah (39,2%). Body mass index mayoritas adalah overweight (53,61%). Nilai HbA1c mayoritas adalah dalam kategori normal (54,6%). Nilai p dari hasil uji hipotesis adalah 0,673 sehingga diinterpretasikan bahwa tidak ada perbedaan kejadian diabetes mellitus tipe 2 menurut riwayat keluarga. Selanjutnya disimpulkan bahwa riwayat keluarga dengan diabetes mellitus tidak memberikan peran secara signifikan untuk terjadinya diabetes mellitus tipe 2 pada pegawai Poltekkes Kemenkes Medan.Kata kunci: diabetes mellitus; riwayat keluarga; HbA1c
Bioaktivitas Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium) Sebagai Tanaman Endemik Sumatera Utara Pratiwi, Dian; Panduwati, Digna Renny; Mutia, Liza; Ningsih, Sri Widia; Setiyawati, Dewi; Suparni, Suparni
Jurnal Sains Kesehatan Vol 31, No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.31.2.67-74

Abstract

Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium) merupakan salah satu tanaman endemik Sumatera Utara yang pemanfaatannya masih sangat minim. Dengan adanya berbagai macam senyawa metabolit sekunder pada bahan alam, tidak menutup kemungkinan bahwa andaliman bisa berpotensi sebagai senyawa antioksidan. Senyawa antioksidan dapat mencegah radikal bebas disebabkan karena adanya donor elekron dari senyawa antioksidan yang dapat mengikat elektron bebas pada senyawa radikal.. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan senyawa antioksidan melalui ekstraksi andaliman, karakterisasi dengan beberapa instrumen, dan uji 1,1-difinil-2-pikrilhidrazil (DPPH). Metode yang digunakan adalah secara eksperimental di laboratorium dengan sampel bahan alam yaitu buah andaliman (Zanthoxylum acanthopodium). Berdasarkan uji FT-IR dapat dilihat bahwa peak yang muncul pada 3300 cm-1 menunjukkan adanya gugus -OH (hidroksil) pada sampel. Pada  2900 cm-1 menunjukkan adanya gugus C-H alifatik. Pada 1700 dan 1600 cm-1 menunjukkan adanya gugus karbonil. Berdasarkan uji menggunakan GC-MS diperoleh hasil ekstrak andaliman (Zanthoxylum acanthopodium) mengandung senyawa 3-karen, D-limonen, 2-karen-4-ol, Geraniol, Geranil asetat, naftol, dodekatrienol trimetil asetat, asam heksadekanoat, asam suksinat, dan oktadekadienoil klorida. Berdasarkan uji DPPH dapat disimpulkan bahwa kekuatan antioksidan dari andaliman (Zanthoxylum acanthopodium) menunjukkan hasil yang sedang sebesar 149 ppm dan dapat dimanfaatkan sebagai antioksidan. Saran dari penelitian ini adalah menvariasikan pelarut dalam pengujian DPPH.Kata Kunci: Andaliman, bioaktivitas, antioksidan, uji DPPH                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                
Analysis of the Effectiveness of the Employee Payroll Accounting Information System at the PTPN II Sei Semayang Central Workshop Mutia, Liza; Lubis, Fauzi Arif; Syafina, Laylan
International Journal on Social Science, Economics and Art Vol. 14 No. 1 (2024): May: Social Science, Economics
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/ijosea.v14i1.508

Abstract

In this study, there are still weaknesses in the supervision of recording overtime hours which can result in potential fraud in the calculation of employee working hours. This research uses qualitative research methods with data collection techniques including interviews, observation and document analysis. The results of the research Payroll Accounting Information System at PTPN II Sei Semayang central workshop are in accordance with PSAK No. 24. The payroll accounting information system is considered adequate in supporting the company's internal management.