Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGGUNAAN MEDIA LOOSE PART UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL ANGKA 1-20 PADA ANAK USIA DINI Jurniasih, Nia; Salamor, Reinhard; Talib, Taufan
Atom : Jurnal Riset Mahasiswa Vol 1 No 2 (2023): Atom: Jurnal Riset Mahasiswa
Publisher : Jurusan Pend. MIPA FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/atom.1.2.80-87

Abstract

Meningkatkan kemampuan pengenalan angka pada anak-anak usia dini adalah langkah penting dalam memperkenalkan konsep matematika sejak dini. Artikel ini bertujuan untuk mengevaluasi pemanfaatan media loose part untuk meningkatkan kemampuan anak-anak dalam mengenal angka 1-20. Dalam tinjauan literatur ini, akan dipelajari penggunaan media loose part dalam beberapa penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk mendukung peningkatan kemampuan anak-anak usia dini dalam mengenal angka. Media loose part merujuk pada objek sederhana yang dapat ditemukan di sekitar lingkungan kita dan dianggap efektif dalam meningkatkan pemahaman anak-anak terhadap angka. Melalui objek-objek ini, anak-anak dapat mengalami permainan yang bermakna dan terlibat sepenuhnya dalam setiap aktivitas. Dengan demikian, penelitian ini memberikan solusi dan panduan mengenai kegiatan pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan mengenal angka pada anak-anak usia dini
PELATIHAN PENYUSUNAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) BAGI GURU DI KECAMATAN TEHORU DAN TELUTIH Mananggel, Marlin Blandy; Mataheru, Wilmintjie; Salamor, Reinhard
PAKEM : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2022): Pakem : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/pakem.2.2.167-175

Abstract

Mathematics learning is currently still focused on material goals, which means that students passively accept mathematical knowledge as "goods" which are transferred by the teacher. The teacher as an important component of the learning process requires learning facilities or media that support the learning. The purpose of this program is to train teachers in preparing learning tools based on realistic mathematics education (RME). This program was implemented in SMA Negeri 9 Maluku Tengah, Tehoru District, Maluku Tengah Regency and elementary and junior high school teachers throughout Tehoru-Telutih District as the target of the activity. This program is carried out in several stages, namely planning, implementation, evaluation and reflection. At the planning stage, coordination was carried out with the District Coordinator of Tehoru-Telutih and partners. The instruments used were a survey of prior knowledge and a participant satisfaction questionnaire. At the implementation stage, initial surveys, training and demonstrations were carried out. Based on the results of joint evaluation and reflection between the implementers and partner teachers, this PPM program is considered to have run very well, there are only suggestions for improvement, namely additional practice time which should be longer. This program is expected to increase partner teachers' mastery of RME-based learning tools and will continue and develop not only in Tehoru-Telutih District, but also for teachers throughout Maluku Tengah Regency
Pelatihan PELATIHAN PENGGUNAAN ALAT PRAKTIKUM IPA TERINTEGRASI PADA SISWA DAN GURU DI SMA NEGERI 2 SERAM BAGIAN BARAT Kunda, Rony Marsyal; Lokollo, Richard Rudolf; Manuhutu, Fredrik; Salamor, Reinhard; El Anshori, Yuli Tirtariandi
PAKEM : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2024): Pakem : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/pakem.4.1.88-93

Abstract

Pembelajaran IPA mestinya lebih menekankan pada dimensi pedagogik modern, yaitu menggunakan scientific approach. Pembelajaran yang relevan diterapkan adalah pembelajaran melalui eksperimen (praktikum). Melalui praktikum siswa memahami fenomena alam yang dikaji dari berbagai sudut sehingga siswa dapat belajar lebih bermakna (meaningful learning). Namun, kendala yang sering dihadapi yaitu kegiatan praktikum memerlukan waktu yang lama jika pembelajarannya dikemas dalam praktikum. Oleh karena itu diperlukan adanya suatu kegiatan pemberdayaan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam melaksanakan praktikum. Kegiatan pemberdayaan ini dikemas dalam bentuk inservice training yaitu pelatihan dan pendampingan penggunaan alat praktikum IPA secara terintegrasi pada siswa dan guru di SMA. Pelatihan yang dilaksanakan adalah pelatihan mengembangkan keterampilan dan kreativitas guru IPA dalam menggunakan perangkat praktikum IPA terintegrasi yang memanfaatkan KIT IPA yang sudah diproduksi. Pendampingan juga dilakukan terkait dengan meningkatkan kemampuan guru dalam mengeksplorasi, mengelaborasi dan merefleksi materi ajar IPA. Kegiatan pelatihan dan pendampingan kepada guru dan siswa ini akan dilakukan di SMA Negeri 2 Seram Bagian Barat.