Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN BAKSO IKAN CAKALANG DI BINTARO AMPENAN SEBAGAI SALAH SATU ALTERNATIF PANGAN PENCEGAH STUNTING Cicilia, Siska; Alamsyah, Ahmad; Pawestri, Setyaning; Afni, Nur; Rasyda, Riezka Zuhriatika; -, Sulaemah; Roja, Nabillah
Jurnal Agro Dedikasi Masyarakat (JADM) Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jadm.v6i2.34763

Abstract

Masalah utama gizi yang menjadi perhatian pemerintah adalah stunting. Masalah gizi tersebut jika tidak ditangani dengan serius akan mempengaruhi  kualitas generasi penerus dan kesehatan masyarakat secara keseluruhan. Pencegahan stunting dapat dilakukan dengan memberikan makanan tambahan berbasis bahan makanan lokal berupa sumber protein (hewani dan nabati). Bahan makanan yang dapat dijadikan alternatif pencegahan stunting adalah ikan. Salah satu daerah di NTB yang menjadi daerah penghasil ikan adalah Bintoro Kecamatan Ampenan. Daerah ini memiliki potensi perikanan mulai dari simber daya alam, sumber daya manusia, dan sumber daya penunjang. Kelompok nelayan di Bintaro menjual hasil tangkapan dalam bentuk segar atau diolah menjadi produk yang sederhana seperti ikan bakar dan ikan pindang. Alternatif olahan ikan yang bisa dikenalkan ke kelompok nelayan dan masyarakat sekitar adalah bakso. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan memberikan pelatihan pembuatan bakso ikan kepada kelompok nelayan dan masyarakat sekitar Bintaro. Pelatihan olahan ikan melibatkan ibu-ibu nelayan. Proses pembuatan bakso ikan hampir sama dengan bakso sapi atau ayam tetapi terdapat reformulasi bahan tambahan lainnya. Kegiatan berjalan dengan baik dimana peserta sangat antusias mengikuti pelatihan. Evaluasi pelatihan dilakukan untuk mengetahui efektifitas kegiatan ini dan menunjukkan semua peserta mampu memahami langkah-langkah pembuatan bakso ikan.
Analisis Antioksidan dan Mutu Organoleptik Snack Bar dari Kacang Gude dan Ubi Jalar Kuning: Antioxidant Analysis and Organoleptic Quality of Snack Bars From Pigeon Pea and Yellow Sweet Potato Khotimah, Husnul; Dwikasari, Lingga Gita; Basuki, Eko; Cicilia, Siska; Rasyda, Riezka Zuhriatika; Saloko, Satrijo; Handito, Dody; Pawestri, Setyaning
Jurnal Teknologi dan Mutu Pangan Vol. 4 No. 2 (2026): JTMP: Jurnal Teknologi dan Mutu Pangan: In Press
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/jtmp.v4i2.5360

Abstract

Snack bars were an easy‑to‑consume foods shaped like bars. Snack bars that circulated in the market at that time largely used imported raw materials and highlighted their value as sources of carbohydrates, protein, and fiber. But, snack bars as antioxidant sources had not existed up to that point. Local ingredients such as pigeon pea and sweet potato were used as alternative substitutes for imported ingredients due to their high antioxidant potential. This study aimed to determine the rasio effect of pigeon pea and sweet potato on the antioxidant activity and organoleptics of snack bars. The parameters tested were antioxidant activity, total phenolic content, and organoleptics (color, aroma, texture, and taste), assessed using scoring and hedonic methods. The results showed the best treatment  was the snack bar with 60% pigeon pea and 40% sweet potato ratio, which resulted 78.225% antioxidant activity, 11.063 total phenol content, a balanced distribution of black and yellow colors, a slightly beany aroma, a slightly crunchy texture, and a neutral taste.