Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

INTERNALISASI NILAI ANTINARKOBA SEBAGAI MEKANISME SOSIAL: PENDEKATAN FUNGSIONALISME TERHADAP SOSIALISASI BNN KABUPATEN SIDOARJO Faiz Muktar Ghonim Irawan; Amal Taufiq
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/fdwabe09

Abstract

Penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar menjadi perhatian serius karena pelajar berada pada fase rentan dalam proses pembentukan nilai dan jati diri. Sosialisasi yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sidoarjo menjadi salah satu strategi preventif yang penting untuk menanamkan pemahaman sejak dini terkait bahaya narkoba. Tulisan ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana materi penyuluhan yang disampaikan dalam kegiatan sosialisasi BNNK Sidoarjo dapat membentuk kesadaran dan nilai sosial antinarkoba di kalangan pelajar. Penulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung terhadap kegiatan penyuluhan serta telaah terhadap materi presentasi resmi BNNK Sidoarjo yang berjudul Indonesia Darurat Narkoba. Hasil deskriptif menunjukkan bahwa materi penyuluhan tidak hanya berfokus pada pengenalan jenis dan dampak narkoba, tetapi juga menekankan nilai tanggung jawab personal, kesadaran sosial, serta kemampuan kontrol diri sebagai landasan pembentukan sikap antinarkoba. Materi disampaikan melalui contoh kasus nyata dan narasi pengalaman yang dekat dengan kehidupan pelajar, sehingga pesan yang disampaikan lebih mudah dipahami dan diterima. Pola penyampaian yang interaktif turut mendorong pelajar untuk merefleksikan pilihan sikap dan perilaku mereka, serta memahami konsekuensi sosial dari penyalahgunaan narkoba dalam kehidupan sehari-hari.
Live Streaming Sebagai Sarana Dakwah: Studi Kasus Abiazkakia di Platform Game Rizkita Amalia Hanifah; Amal Taufiq
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 32 No. 1 (2026): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v32i1.2944

Abstract

Live streaming menjadi salah satu konten yang diminati banyak kalangan. Isi konten yang variatif dan disiarkan secara langsung serta dapat dapat berinteraksi secara langsung dengan penyiar live streaming (streamer) menjadi salah satu penyebab mengapa konten ini diminati banyak orang. Bermacam-macam konten yang dihadirkan dalam live streaming salah satunya konten live streaming game. Live streaming game memberikan pengalaman baru dalam dunia live streaming karena dapat melihat secara langsung momen bermain game secara langsung. Sayangnya dengan banyaknya keunggulan yang ada didalam setiap live streaming game, para penonton lebih memilih live streaming game yang dapat mengarah pada lubang dosa, terutama untuk streamer yang bermain selalu berbicara kotor hingga mengarah ke toxic yang dapat memberikan dampak buruk bagi penontonnya. Namun berbeda dengan Ustadz Abi Azkakia, beliau merupakan seorang pendakwah yang melakukan dakwahnya sambil melakukan live streaming. Penelitian ini akan mengkaji bagaimana Ustadz Abi Azkakia menyampaikan dakwahnya sambil melakukan live streaming.
The minimalist lifestyle as resistance in the era of global consumerism: A case study of the Lyfe With Less community A'yun, Qurrota; Taufiq, Amal
Jurnal Sosiologi Dialektika Vol. 21 No. 1 (2026): Jurnal Sosiologi Dialektika
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jsd.v21i1.2026.57-72

Abstract

Consumption activities in the global era are no longer carried out to meet basic needs and become a place to display identity and social status. Jean Baudrillard refers to the phenomenon as a consumerist society where consumption activities are carried out based on the symbolic value inherent in a product or goods. This article examines the practice of a minimalist lifestyle as a form of resistance to consumer culture through a study of the Lyfe With Less community. This study uses a qualitative method, specifically netnography. Data were collected through netnographic observations, interviews, and documentation. The results of the study show that minimalist living practices carried out by members of the Lyfe with Less community, such as decluttering, using goods to the end, being wise in consumption, and choosing environmentally friendly products, reflect a conscious effort to escape the logic of excessive consumption. This study concludes that although the minimalist lifestyle can be trapped in a system of new signs and symbolic commodifications, this community suggests that minimalism restores the meaning of consumption as a functional and responsible act and can be a strategy of meaningful living that rejects the values of consumerism.