Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi “Mitigasi Bencana” di SDN 4 Merjosari Malang sebagai Upaya Penguatan Menghadapi Bencana Gempa Bumi di Kota Malang Lestari, Asih Widi; Firdausi, Firman; Wulandari, RR. Merry Chornelia; Primasworo, Rifky Aldila; Sari, Yuli Indah; Amanda, Dela Eka
Journal of Indonesian Society Empowerment Vol. 1 No. 2 (2023): December
Publisher : Yayasan Lentera Avanya Nagari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61105/jise.v1i2.13

Abstract

Kota Malang, yang terletak di wilayah geologis yang rentan terhadap gempa bumi, sering kali mengalami getaran tanah yang dapat membahayakan keselamatan penduduknya. Data dari tahun 2022 mencatat beberapa insiden gempa bumi yang terjadi di kota ini, menekankan urgensi untuk meningkatkan pemahaman dan persiapan mengenai bencana ini, terutama bagi anak-anak usia sekolah dasar. Tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan pengetahuan yang sangat dibutuhkan bagi siswa sekolah dasar di Kota Malang tentang bahaya gempa bumi dan bagaimana cara menghadapinya. Hasil dari pelatihan mitigasi bencana ini diharapkan adalah siswa-siswi yang lebih sadar akan bahaya gempa bumi dan mampu mengidentifikasi langkah-langkah penyelamatan diri yang diperlukan saat terjadi gempa bumi. Dengan pemahaman ini, siswa di Kota Malang akan menjadi agen perubahan yang dapat membantu mengedukasi anggota keluarga dan teman-teman mereka tentang pentingnya persiapan dan tindakan yang benar selama bencana gempa bumi. Sebagai hasil akhir, diharapkan pengurangan risiko dan kerugian akibat gempa bumi, serta peningkatan keselamatan dan kesiapan komunitas dalam menghadapinya. Malang City, which is located in a geological area that is prone to earthquakes, often experiences ground vibrations that can endanger the safety of its residents. Data from 2022 records several earthquake incidents that occurred in this city, emphasizing the urgency to increase understanding and preparation regarding this disaster, especially for elementary school-age children. The aim of this service is to provide much needed knowledge for elementary school students in Malang City about the dangers of earthquakes and how to deal with them. It is hoped that the results of this disaster mitigation training will be that students are more aware of the dangers of earthquakes and are able to identify the necessary self-saving steps when an earthquake occurs. With this understanding, students in Malang City will become agents of change who can help educate their family members and friends about the importance of proper preparation and action during an earthquake disaster. As a final result, it is hoped that the risk and loss due to earthquakes will be reduced, as well as increased safety and community preparedness in facing them.
Penggunaan Dana Desa dalam Pembangunan Infrastruktur Desa Sidomulyo, Kota Batu Nex, Urbanus; Lestari, Asih Widi; Firdausi, Firman
Indonesian Social Science Review Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Yayasan Lentera Avanya Nagari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61105/issr.v1i1.39

Abstract

The few years since the passing of the Village Law have resulted in several changes at the micro government level. Villages become more empowered because they are given access to more management. Some villages even received the title of Independent Village, which means that the village earns its own income outside of the budget usually provided by the Central Government. One of the villages included in this independent category is Sidomulyo Village, Batu City. Batu City is able to become a city that earns quite a lot from its own local revenue thanks to the tourism sector. Villages within Batu City have also become empowered villages and some have even received the title of Independent Village at the national level, namely Sidomulyo Village thanks to tax levies and proper development planning. Based on this, the researcher is interested in examining it through qualitative methods. The results of this study found that the Sidomulyo Village Government implemented the Village Conference in a timely manner and from the smallest stage. The readiness of infrastructure built year after year is an important variable in an Independent Village. Beberapa tahun setelah disahkannya Undang-Undang Desa telah menghasilkan beberapa perubahan di level pemerintah mikro. Desa menjadi lebih berdaya karena di berikan akses pengelolaan yang lebih. Beberapa Desa bahkan mendapat predikat Desa Mandiri yang artinya desa tersebut mendapatkan penghasilannya sendiri di luar dari anggaran yang biasanya di berikan oleh Pemerintah Pusat. Salah satu Desa yang termasuk kategori mandiri ini adalah Desa Sidomulyo, Kota Batu. Kota Batu mampu menjadi Kota yang berpenghasilan cukup besar dari Pendapatan Asli Daerahnya berkat sektor Pariwisata. Desa yang terdapat di dalam Kota Batu juga menjadi Desa-Desa yang berdaya bahkan ada yang menjadi predikat Desa Mandiri di taraf nasional, yaitu Desa Sidomulyo berkat pajak retribusi serta perencanaan pembangunan yang tepat. Berdasarkan hal tersebut maka peneliti tertarik untuk menelitinya melalui metode kualitatif. Hasil dari penelitian ini di dapat bahwa Pemerintah Desa Sidomulyo menerapkan Musyawarah Desa secara tepat waktu dan dari tahap yang terkecil. Kesiapan infrastruktur yang dibangun tahun demi tahun menjadi variabel yang pentung dalam Desa Mandiri.
Analisis Perencanaan dalam Pemanfaatan Rest Area pada Jalan Tol Kawasan Probolinggo Setiamandani, Emei Dwinanarhati; Firdausi, Firman; Dewi, Dewa Ayu Putu Shandra; Setiawan, Muhammad Nur Romi Amin
Indonesian Social Science Review Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Yayasan Lentera Avanya Nagari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61105/issr.v2i1.50

Abstract

Development planning on a global and national scale has a very clear direction. This is stated in the SDG's which were updated after the MDG's program. In SDG's planning, it is very important to have an element of sustainability in terms of products, energy, natural resources and human resources. One of the infrastructure developments in Indonesia, one of which is toll roads. The construction of toll roads must also annul the objectives of the direction of development in Indonesia and globally. One that is built in the construction of highways is a rest area. Utilization of rest areas on toll roads has a socio-environmental impact on the surrounding area. The Probolinggo highway is a new road so studies are needed for future development. This study uses a qualitative method based on description. Through primary and secondary data analysis, it was found that the construction of a rest area in the Probolinggo area annulled the important points of the SDGs by using sustainable development and involving all development actors as rest area partners. Perencanaan pembangunan di dunia dan skala nasional sudah sangat jelas arahnya. Hal ini tertuang dalam SDG’s yang diperbarui setelah program MDG’s. Pada perencanaan SDG’s penting sekali adanya unsur keberlanjutan baik dari segi produk, energi, sumber daya alam dan sumber daya manusia. Salah satu pembangunan infrastruktur di Indonesia salah satunya adalah jalan tol. Pembangunan jalan tol juga harus menganulir tujuan dari arah pembangunan di Indonesia maupun global. Salah satu yang dibangun dalam pembangunan jalan tol adalah rest area. Pemanfaatan rest area di jalan tol memiliki dampak sosial-lingkungan pada wilayah yang ada di sekitarnya. Jalan tol probolinggo merupakan jalan tol yang masih baru sehingga diperlukan kajian-kajian untuk pengembangan pembangunan dalam jangka waktu di masa depan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang berbasis pada deskripsi. Melalui analisa data primer dan sekunder ditemukan bahwa pembangunan rest area di kawasan probolinggo menganulir poin penting dari SDG’s dengan menggunakan sustainable development dan melibatkan semua aktor pembangunan sebagai mitra rest area.
Renewal Concept of Sustainable Tourism Development in Indonesia: Comparative Study of Local Government of Batu City and Probolinggo Regency Hardianto, Willy Tri; Rusmiwari, Sugeng; Firdausi, Firman
JKAP (Jurnal Kebijakan dan Administrasi Publik) Vol 27, No 2 (2023): November
Publisher : Magister Ilmu Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkap.83290

Abstract

Development planning and tourism are an inseparable part of the integrated development unity in Indonesia. SDGs demands for sustainable development are a challenge in themselves. Development in Indonesia has an integrated planning system from central to regional government and from region to center. Integrating the SDG's focus as a mandatory aspect of sustainable development, tourism is included as one of the development items. This research uses qualitative methods by comparing the two regions. The concept of sustainable tourism development, namely Pro-Economic Prosperity, Pro-Environmental Sustainability, Pro-Social Justice and Pro-Environment, has not fully answered new problems such as capacity which results in a saturation point in development and change. in leadership in a democratic system for 5 years, and unforeseen circumstances such as natural disasters. Tourism development has been discussed a lot, and some things refer to new variables. This research aims is to find a new concept of sustainable development. Informants from this research used purposive sampling with the informant being the Head of Research and Development at BAPPEDA and the Head of the Tourism Development Section at the Tourism Office in two different regions, namely Batu City and Probolinggo Regency. Primary data uses interview results and secondary data uses official documents from regional organizations. This research produces three new variables in Sustainable Development, namely political sustainability, disaster preparedness, and visitor capacity as aspects that need further consideration. This variable is a new concept in the development of Public Administration Science, especially in the field of Sustainable Development.
Collaborative governance model in disaster mitigation in Malang Regency Lestari, Asih Widi; Firdausi, Firman; Indah Sari, Yuli; Dewanata Puteri, Amanda
Publisia: Jurnal Ilmu Administrasi Publik Vol 9, No 1: APRIL 2024
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/pjiap.v9i1.10777

Abstract

Indonesia is a country that has a disaster-prone geographic condition. This is because Indonesia is located at a confluence of tectonic plates, and the tropics have two seasons, namely rainy and dry. Disasters tend to occur in vulnerable communities, and will make communities more vulnerable. The vulnerability of a community begins with the unsafe physical, social and economic conditions attached to it. This insecure condition occurs due to internal and external dynamic pressure, for example in the local institutional community that is less developed and lacks the right skills. Disaster Management Policy is an integral part of national development, namely a series of disaster management activities before, during and after a disaster is carried out by the Malang Regency Government in its efforts to deal with frequent disasters which are not easy, in the implementation process many obstacles occur, disaster mitigation should routinely carried out to reduce the impact of disasters, and make people aware of disaster mitigation, one of which is by carrying out routine socialization on disaster mitigation starting from pre-disaster, during disaster and post-disaster, but BPBD Malang Regency rarely conducts outreach related to disaster mitigation, so that when disaster occurs Disaster impacts are far more severe and result in losses and cause casualties. Malang Regency Government needs to strengthen collaboration with other stakeholders for disaster mitigation efforts.
PERAN KELOMPOK INFORMASI MASYARAKAT (KIM) “NUKUS” DALAM MEWUJUDKAN PARTISIPASI PUBLIK PADA KELURAHAN SUKUN KOTA MALANG Fithriana, Noora; Blolon, Sesilia Kerong; Firdausi, Firman
Jurnal Mediasosian : Jurnal Ilmu Sosial dan Administrasi Negara Vol 8 No 2 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/mediasosian.v8i2.4608

Abstract

Pemerintah membentuk Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) sebagai sarana penghubung informasi yang tepat bagi publik, serta sebagai pengelolaan dan pelayanan informasi yang berkualitas untuk keberlangsungan kehidupan sosial masyarakat. Untuk mengetahui peran KIM “Nukus” dalam mewujudkan partisipasi publik, beserta faktor pendukung dan penghambatnya dilakukanlah penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk mengumpulkan data primer dan sekunder. Data primer berupa hasil wawancara dengan informan (Kepala Kelurahan Sukun, Anggota KIM “Nukus”, Staf Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Malang, serta masyarakat Kelurahan Sukun). Data primer penelitian ini juga berupa hasil observasi lapangan dan dokumentasi, sedangkan data sekunder adalah dokumentasi kegiatan KIM “Nukus” yang disebarluaskan melalui sosial media milik KIM. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran KIM “Nukus” sudah baik dalam mewujudkan partisipasi masyarakat apabila dilihat dari interaksi berupa norma, wujud perilaku, penilaian dan sanksi, serta harapan meskipun masyarakat masih berharap agar profesionalitas KIM dalam menjalankan tugas dan fungsinya dapat ditingkatkan lagi. Dalam menjalankan perannya, KIM “Nukus” dapat mewujudkan partisipasi publik dapat dengan mengikutsertakan masyarakat guna menerima dan memanfaatkan informasi yang telah disebarluaskan oleh KIM “Nukus”. Hal ini didukung oleh faktor wujud perilaku dari sumber daya manusia KIM “Nukus” yang memiliki jiwa sosial tinggi dan solid, serta kompak. Namun, peran KIM “Nukus” terhambat oleh harapan karena kurangnya jumlah personil peliputan dan penyebaran informasi, terbatasnya alat dan belum adanya kemasan informasi dari masyarakat sendiri yang publikasinya dibantu oleh KIM
EFEKTIVITAS PELAYANAN PUBLIK MELALUI PENERAPAN DISPENDUK CARE OF DISABILITIES AND SOCIAL INCLUSION (D-CARDS) KOTA MALANG: Effectiveness of Public Services Through The Implementation of Dispenduk Care of Disabilities And Social Inclusion (D-CARDS) Malang City Gala, Imelda; Firdausi, Firman; Rohman*, Abd
JADMENT: Journal of Administration and Development Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Penerbit Forind bekerja sama dengan FISIP Unitri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/jadment.v1i2.14

Abstract

Pelayanan publik sebagai salah satu tugas utama pemerintah harus dirasakan semua kalangan tanpa diskrimasi. Namun faktanya masih terdapat kelompok masyarakat, yaitu disabilitas atau kelompok rentan dan lansia yang belum memperoleh dokumen kependudukan dengan pelayanan yang layak. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis efektivitas penerapan Dispenduk CARe of Disabilities and Social Inclusion (D-CARD) Dispendukcapil untuk memastikan pelayanan yang baik bagi semua. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dengan lokasi penelitian Dispendukcapil Kota Malang. Informan penelitian ditentukan dengan snowball sampling. Teknik analisis data menggunakan model interaktif, meliputi data collection, data condensation, data display, dan conclusion. Temuan penelitian adalah efektivitas pelayanan penerapan D-CARDS melalui standarisasi pelayanan publik telah memenuhi standar pelayanan dilihat dari aspek prosedur pelayanan, biaya pelayanan, sarana prasarana, dan kemampuan pegawai yang sesuai dengan aturan dan standart yang telah ditentukan. Namun dari aspek ketepatan waktu yang perlu dievaluasi karena faktor kondisi fisik penerima layanan (masyarakat disabilitas). Kondisi fisik penerima layanan yang tidak dapat dipaksakan sesuai dengan waktu pelayanan yang ditentukan Dispendukcapil kota Malang menjadi kendala utama. Sehingga perlu dilakukan pelayanan jemput bola sesuai dengan jam pelayanan dan waktu penerima layanan.
STRATEGI PENGEMBANGAN DESA WISATA UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DESA DI DESA SIDOMULYO KOTA BATU: Tourism Village Development Strategy To Improve Village Original Income in Sidomulyo Village Batu City Kana, Ketrin Nona Aflora Veronika; Chornelia, Roro Merry; Firdausi, Firman
JADMENT: Journal of Administration and Development Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Penerbit Forind bekerja sama dengan FISIP Unitri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/jadment.v1i2.15

Abstract

Pengembangan desa wisata membutuhkan partisipasi bukan saja dari pemerintah sebagai pemegang kewenangan, namun partisipasi masyarakat lokal juga sangat penting dalam keseluruhan tahap pengembangan, mulai dari tahap perencanaan, implementasi dan pengawasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Strategi pengembangan Desa wisata untuk meningkatkan pendapata asli desa di desa Sidomulyo, kabupaten Batu, Kota Batu. Faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk memperoleh data sekunder dan data primer. Hasil penelitian menujukan bahwa Pemerintah Desa Sidomulyo berhasil dalam mengimplementasikan Stetegi pengembangan desa wisata untuk meningkatkan pendapatan asli desa, dan meningkatkan perekonomian masyarakat serta mensejatrakan masyarakat desa Sidomulyo. Faktor pendukung Strategi pengembangan desa wisata untuk meningkatkan pendapatan asli desa adalah adanya integrasi antara pemerintah desa dan masyarakat dalam pengembangan desa wisata sedangkan faktor penghambatnya ialah pembangunan Infrastruktur jalan untuk masuk ke dalam ladang bunga petani yang belum selesai.
ANALISIS DAMPAK PROGRAM DESA WISATA TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT: Analysis of The Impact of The Village Tourism Program on Community Welfare Loking, Erly Soniya; Wulandary, Roro Merry Chornelia; Firdausi, Firman
JADMENT: Journal of Administration and Development Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Penerbit Forind bekerja sama dengan FISIP Unitri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/jadment.v1i2.16

Abstract

Program desa wisata di Indonesia adalah sarana efektif untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Desa Sidomulyo, yang dikenal dengan potensi alam dan budayanya, merupakan salah satu desa yang menerapkan program desa wisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak program desa wisata terhadap kesejahteraan masyarakat di Desa Sidomulyo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan pengumpulan informasi melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program desa wisata memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat melalui peningkatan pendapatan dari sektor pariwisata, pembukaan lapangan kerja baru, serta peningkatan keterampilan dan kapasitas sumber daya manusia. Selain itu, program ini juga berkontribusi pada pelestarian budaya lokal dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam. Namun, beberapa tantangan seperti adanya masyarakat yang suka. dan tidak suka dengan program ini berkaitan dengan sumber daya manusianya serta adanya perubahan sosial yang mengakibatkan penjualan omset tanaman hias menurun . Secara keseluruhan, program desa wisata di Desa Sidomulyo telah berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Inovasi Pendataan (PBB-P2) Berbasis Elektronik : E-SPOP & GIS-EL Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Jombang Di Desa Mancilan Machmuda, Nurul Oktavia; Firdausi, Firman; Wulandary, Roro Merry Chornelia
REFORMASI Vol 14, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rfr.v14i2.6410

Abstract

 This research discusses the innovation of updating Land and Building Tax in Jombang Regency through the E-SPOP GIS-EL application in 2024. Land and Building Tax is a compulsory public payment imposed on building and land use rights where the amount of tax will be determined based on the size of the object. Innovation is a new idea or concept that has never been done or published before. Researchers want to explain phenomena that are ongoing or that have occurred. Data collection techniques in this research come from books, academic journals and research that has been done before discussing innovation in tax data collection, besides that researchers also participate in implementing these innovations. The data obtained is then analyzed using descriptive analysis techniques. Definition of E-SPOP in accordance with Article 1 number 5 of PMK 48/2021, Taxpayer Notification Letter is used by taxpayers to report tax object data in accordance with the Land and Building Tax Law and must be accompanied by an SPOP attachment. Electronic SPOP (E-SPOP) is SPOP in electronic form. Understanding GIS-EL or known as electronic-based GIS is a system of analyzing all types of data. The main element of GIS lies in the concept of data related to specific geographic locations. The data is obtained from E-SPOP that has been inputted and verified by Bapenda Jombang.Penelitian ini membahas tentang inovasi pemutakhiran Pajak Bumi dan Bangunan di Kabupaten Jombang melalui aplikasi E-SPOP GIS-EL tahun 2024. Pajak Bumi dan Bangunan merupakan pembayaran umum wajib yang dibebankan atas hak atas bangunan dan hak guna tanah yang besarnya pajak akan ditetapkan berdasarkan luas objeknya. Inovasi merupakan suatu ide atau konsep baru yang belum pernah dilakukan atau dipublikasikan sebelumnya. Peneliti ingin menjelaskan fenomena yang sedang berlangsung maupun yang telah terjadi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini bersumber dari buku-buku, jurnal akademik dan penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya yang membahas tentang inovasi dalam pendataan pajak, selain itu peneliti juga ikut serta dalam mengimplementasikan inovasi tersebut. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif. Pengertian E-SPOP menurut Pasal 1 angka 5 PMK 48/2021, Surat Pemberitahuan Wajib Pajak digunakan oleh wajib pajak untuk melaporkan data objek pajak sesuai dengan Undang-Undang Pajak Bumi dan Bangunan dan wajib disertai dengan lampiran SPOP. SPOP Elektronik (E-SPOP) adalah SPOP dalam bentuk elektronik. Pengertian GIS-EL atau yang dikenal dengan GIS berbasis elektronik merupakan suatu sistem analisis semua jenis data. Elemen utama dari GIS terletak pada konsep data yang berkaitan dengan lokasi geografis tertentu. Data tersebut diperoleh dari E-SPOP yang telah diinput dan dioperasikan oleh Bapenda Jombang.