Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) DI DESA SUMBERGONDO KOTA BATU: Implementation Community Empowerment Policies Through the Micro Small and Medium Enterprise (MSMEs) Program in Sumbergondo Village Batu City Yanto, Yohanes Filkianus; Firdausi, Firman; Ghunu, Agustinus
JADMENT: Journal of Administration and Development Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Penerbit Forind bekerja sama dengan FISIP Unitri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/jadment.v2i2.29

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan pemberdayaan masyarakat melalui Program Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat Desa Sumbergondo. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan postpositivisme untuk menggali informasi lebih dalam mengenai kualitas pelayanan pembuatan surat keterangan usaha di Kantor Desa Sumbergondo. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang dipilih berdasarkan pengetahuan dan pengalaman terkait topik, seperti Kepala Desa, Kasi Pemberdayaan, dan pelaku UMKM. Data dianalisis dengan mengorganisasi, menjabarkan, dan menyintesis informasi untuk menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan pemberdayaan UMKM di Desa Sumbergondo telah berjalan dengan baik. Komunikasi yang efektif, ketersediaan sumber daya yang memadai, serta sikap positif dari pelaksana dan struktur birokrasi yang mendukung, menjadi faktor utama keberhasilan program ini. Meskipun demikian, terdapat hambatan berupa keterbatasan anggaran untuk program pemberdayaan dan keterlambatan regulasi dari Pemerintah Daerah. Program UMKM diharapkan dapat terus berkembang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, meskipun ada tantangan yang harus diatasi.
Analisis Eksternalitas Pembangunan Pada Pembangunan Jalan Tol Kediri-Tulungagung (Studi pada Masyarakat Kabupaten Tulungagung) Kurniawan, Ardhi; Firdausi, Firman; Putu Shandra Dewi, Dewa Ayu; Pigo, Kristian
REFORMASI Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rfr.v15i1.7122

Abstract

One of the development processes that must be carried out by a country physically is infrastructure development. Infrastructure development has an important role in fostering social interaction and ensuring the stability of the economic system. This study aims to examine the externalities and impacts of toll road development in the Kediri-Tulungagung area. In this aspect, several theoretical frameworks are used, namely impact analysis and SWOT analysis. The research method uses two types, namely qualitative to describe data and documentation and quantitative to analyze the precision of the impact on the community around the toll road development. The results have a positive impact on the distribution channels of goods and services, especially for large business actors in the Kediri-Tulungagung area, but there are some negative impacts on the environment and small economy around the development. Researchers recommend that they can cooperate with small and medium economic actors to be able to collaborate either through toll road business entities or in other forms such as BUMD and the government can provide facilities in the form of support facilities that are indeed provided for investors, both small and large scale.Salah satu proses pembangunan yang harus dilakukan suatu negara secara fisik adalah pembangunan infrastruktur. Pembangunan infrastruktur memiliki peran penting dalam membina interaksi sosial dan menjamin stabilitas sistem perekonomian. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti eksternalitas beserta dampak dari pembangunan jalan tol di wilayah Kediri-Tulungagung. Pada aspek ini menggunakan beberapa kerangka teoritis yaitu analisa dampak dan analisa SWOT. Metode penelitian menggunakan dua jenis yaitu kualitatif untuk dapat mendeskripsikan data dan dokumentasi dan kuantitatif untuk menganalisa kepresisian dari dampak pada masyarakat di sekitar pembangunan jalan tol. Hasilnya memiliki dampak positif pada jalur distribusi barang dan jasa terutama bagi para pelaku usaha besar yang berada pada wilayah Kediri-Tulungagung, namun terdapat sebagian dampak negatif pada lingkungan dan ekonomi kecil di sekitar pembangunan. Peneliti merekomendasikan untuk bisa bekerjasama dengan para pelaku usaha ekonomi kecil menengah untuk dapat berkolaborasi baik melalui badan usaha jalan tol maupun dalam bentuk yang lain seperti BUMD dan pemerintah dapat memberikan sarana berupa dukungan fasilitas yang memang disediakan bagi investor baik skala kecil maupun besar.
MODEL GEORGE EDWARD III Setyawan, Dody; Priantono, Agus; Firdausi, Firman
Publicio: Jurnal Ilmiah Politik, Kebijakan dan Sosial Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Publicio
Publisher : Universitas Panca Marga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.501 KB) | DOI: 10.51747/publicio.v3i2.774

Abstract

Indonesia is a country with highest number of smokers in the world with high mortality. The dangers of smoking not only threaten active smokers but also passive smokers. Policies are necessary to protect and reduce its adverse effects of smoking. At the regional level in 2018, the Malang City Government passed a Regional Regulation that regulates Non-Smoking Areas (KTR). The realization and efforts to implement this regional regulation are the objectives of the research. Qualitative method is used, the focus of research is to determine the four indicators popularized by George Edward III. Determination of informants determined by purposive sampling. Primary data was obtained through in-depth interviews, observations, and related document studies. The data analysis technique uses an interactive model according to Miles, Huberman & Saldana. Regional Regulation Number 2 of 2018 in Malang City in its implementation has not run effectively, yet the harmonization of this Regional Regulation with the Mayor's Regulation is the main obstacle. The development of smoking area facilities has not been maximized and the socialization of this regional regulation is still limited to policy implementers.
STRATEGI PEMERINTAH KOTA BATU DALAM PEMBANGUNAN PARIWISATA BERKELANJUTAN: Batu City Government Strategy In Sustainable Tourism Development Adiwidjaya*, Ignatius; Firdausi, Firman; Krismonita
JADMENT: Journal of Administration and Development Vol. 1 No. 1 (2024)
Publisher : Penerbit Forind bekerja sama dengan FISIP Unitri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/jadment.v1i1.1

Abstract

Kota Batu merupakan kota yang kaya akan Pariwisata yang didukung oleh SDA dan kondisi lingkungan yang ada. Sehingga, Dinas Pariwisata Kota Batu telah menyiapkan berbagai perencanaan pembangunan pariwisata yang tersusun dalam Renstra 2017-2022. Di dalam susunan perencanaan tersebut, beberapa telah dicapai dan hingga saat ini yang sangat digencarkan dan dikejar oleh pemerintah adalah pembangunan wahana Kereta Gantung di Kota Batu. Dalam hal ini, tentunya banyak tantangan yang didapatkan oleh pemerintah yang mana tentunya hal ini harus memperhatikan 3 aspek, yaitu, aspek keberlanjutan ekonomi, aspek keberlanjutan, lingkungan dan aspek keberlanjutan sosial. Pembangunan Kereta Gantung di Kota Batu tentunya memakan biaya yang sangat besar dan waktu yang tidak sedikit. Hal tersebut merupakan masalah utama dalam proses pembangunan Kereta Gantung ini, yang mana pemerintah kesulitan untuk memperoleh perizinan yang secara bersamaan waktu terus berjalan menjelang akhir dari Rencana Strategis Pembangunan Pariwisata Daerah Kota Batu. Sehingga, disamping terdapat faktor pendukung dalam pembangunan ini yaitu, dukungan masyarakat; pemerintah juga mendapatkan hembatan yang sangat signifikan dibandingkan faktor pendukung berjalannya pembangunan Wahana Kereta Gantung ini, yaitu, perizinan, waktu dan dana.
MITIGASI BENCANA DALAM PERSPEKTIF KEBIJAKAN PUBLIK DI KOTA MALANG: Disaster Mitigation in Public Policy Perspective in Malang City Khoirurrohman, Moh; Setyawan*, Dody; Firdausi, Firman
JADMENT: Journal of Administration and Development Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Penerbit Forind bekerja sama dengan FISIP Unitri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/jadment.v1i2.11

Abstract

Bencana alam saat ini sering terjadi, termasuk di Kota Malang. Hal tersebut mendorong Pemerintah Pusat dan Daerah mengeluarkan ragam kebijakan baik Undang-undang, Peraturan Daerah atau Peraturan Wali Kota, serta berbagai peraturan lainnya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis mitigasi bencana yang dilakukan Pemerintah Kota Malang dari perspektif implementasi kebijakan publik dengan model Jorge Edward III. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik penentuan informannya menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan telaah dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik interaktif dari Miles, Huberman, dan saldana meliputi pengumpulan data, kondensasi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan dengan terjadinya bencana alam menyebabkan krisis multidimensi yang memiliki dampak pada kehidupan, kerugian baik dari material dan non-material, menjadi dasar bagi pemerintah untuk menjaga dan melindungi Masyarakat dalam bentuk edukasi pra-bencana. Implementasi mitigasi bencana dalam sudut pandang kebijakan publik khususnya di Kota Malang sudah berjalan dengan kebijakan yang ada. Dilihat dari data yang dihasilkan baik dari sosialisasi yang dikemas dalam bentuk sosialisasi dan edukasi terhadap Masyarakat, ketersediaan sumber daya, pemahaman pegawainya dan seragamnya perspektif menjadi indikator keberhasilan dalam proses implementasi. Faktor pendukung meliputi terdapatnya aturan sebagai dasar Mitigasi Bencana di Kota Malang dan letak tidak strategisnya kantor BPBD yang menjadi faktor penghambatnya.
Students' Perceptions of Equal Opportunities for Higher Education: Persepsi Mahasiswa Terhadap Persamaan Kesempatan Memperoleh Pendidikan Tinggi Fithriana, Noora; Firdausi, Firman
Pedagogia : Jurnal Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2020): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/pedagogia.v9i2.619

Abstract

The research aim was measuring perception of students to equality of opportunity to get higher education at Tribhuwana Tunggadewi University. To meet the aim and collect the primary data, a questionnaire survey was held to 326 Tribhuwana Tunggadewi active students in the year of 2019 by simple random sampling. Data validation was with construct validity and Alpha Cronbach. The analyzed data was with a quantitative technique by Microsoft Excel and IBM SPSS 22. The research results measured from the prospects that most students perceived “yes” the admission pathways were diverse (M = 6); the admission phases were enough (M = 6); the information and requirements were clear (M = 6); the campus promotion got to school (M = 5); most students perceived admission opportunity to all class (M = 6); and most students perceived “no” ethnic discrimination when registering (M = 4). From the means equality, most students perceived “yes” the admission test was acceptable for all registrants (M = 6); the general test informed the score to the registrants (M = 6); the registration rules equal for all registrants (M = 6); the general test informed schedule before (M = 6); the admission considered achievements, interests, and talents (M = 6); and the applicants passed the general test accepted (M = 6). The research results had a measurement score if it was true significant that the mean of perception equals to 6 of the undergraduate students perception.
PENINGKATAN PRODUKSI DAN DAYA BELI METODE SENSORY MARKETING DI TASLIMIYAH BAKERY BULULAWANG MALANG Aminulloh, Akhirul; Kalumbang, Yuventia Prisca Diyanti Todalani; Danu, Ratna Triwurian; Firdausi, Firman
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37292

Abstract

UMKM merupakan potensi masa depan dari Negara Indonesia. Harapan bangsa dapat mandiri berangkat dari niat berwirausaha sehingga dapat membuka paradigma negara produksi bukan menjadi negara konsumtif atau negara karyawan. UMKM terbukti dapat melalui badai pandemi covid-19 dengan memiliki strategi-strategi tertentu dan bahkan menggerakkan sektor perekonomian. Pada pengabdian masyarakat kemitraan dalam hal ini mengambil mitra sektor produksi yaitu bakery di area malang raya. Taslimiyah Bakery merupakan sasaran yang akan ditingkatkan bukan hanya dari sektor produksi tetapi juga inovasi melalui sektor pemasaran modern seperti sensory marketing dan pelatihan pembuatan yang berbasis profesional. Sasaran dalam pengabdian ini adalah yang terlibat di dalam mitra tersebut yaitu pengelola dan koki. Hal ini agar dapat menjadi peningkatan pemahaman bagaimana berinovasi dalam produk dan pemasaran secara modern seperti yang dilakukan oleh brand-brand bakery besar. Hasil dari pengabdian masyarakat bahwa dengan menggunakan konsep Sensory Marketing dan pelatihan Sumber Daya Manusia dalam produksi ternyata mampu memberikan respon pasar baru terhadap produk yang biasa dijual. Pola baru seperti berkembangnya bukan hanya dari bentuk bakery namun juga merambah kue kering juga mampu dilakukan oleh mitra. Mitra dapat membaca momentum pasar ketika menghadapi suatu kondisi dimana permintaan sedang tinggi seperti hari raya dan momentum lain seperti acara besar sehingga bukan hanya mengerjakan sistem harian saja.
ALIH FUNGSI PEMERINTAH DAERAH MENJADI FUNGSI BISNIS MELALUI PENDAPATAN ASLI DAERAH (ANALISIS PAUL KRUGMAN: NEGARA BUKAN PERUSAHAAN): Transferring Regional Government Functions to Business Functions through Regional Original Revenue (Paul Krugman's Analysis: The State Not a Company) Firdausi, Firman; Soesanto, Abimanyu Iqbal; Difinubun, Rizki Abubakar
JADMENT: Journal of Administration and Development Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : Penerbit Forind bekerja sama dengan FISIP Unitri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/jadment.v2i3.51

Abstract

Era otonomi daerah sudah mencapai fase puncak dari tatanan pemerintahan di Republik Indonesia. Pada siklus tertentu fase puncak yang tidak dijaga keseimbangannya akan menjadi fase penurunan. Baik penurunan dari tujuan, maupun penerapan dari otonomi itu sendiri. Daerah yang sebelumnya tidak dapat mengelola keuangan menjadi dapat mengelola keuangannya sendiri dengan melalui Pendapat Asli Daerah (PAD). Sayangnya, semakin lama orientasi mendapatkan PAD ini tidak lagi sejalan dengan tujuan negara yaitu Welfare State menuju kemaslahatan masyarakat atau kesejahteraan umum namun berorientasi pada pendapatan lembaga saja. Akibatnya penarikan pajak cenderung masif, namun animo masyarakat tidak demikian. Untuk menganalisis fenomena tersebut maka penulis menggunakan teori Paul Krugman negara bukan perusahaan dan Konsep Negara Welfare State (Negara Kesejahteraan). Hasilnya ditemukan terdapat perilaku dan kebijakan yang memiliki kesengajaan meningkatkan PAD tidak berorientasi pada kemaslahatan kembali namun lebih kepada menutup operasional dan peningkatan APBD yang sifatnya mirip seperti perusahaan. Hal ini akan mendorong dampak domino lainnya seperti konflik antara pemerintah dan masyarakat serta rendahnya tingkat kepercayaan investor baik skala lokal maupun internasional.