Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pengaruh Model Pembelajaran Reciprocal Teaching Terhadap Kemampuan Menulis Teks Berita Siswa Kelas XI SMA Swasta Katolik Mariana Medan Kartina Siagian; Harlen Simajuntak; Pontas Jamaluddin Sitorus
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 4 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i4.2329

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Reciprocal Teaching terhadap kemampuan menulis teks berita siswa kelas XI SMA Swasta Katolik Mariana Medan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah One Group Pretest–Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Swasta Katolik Mariana Medan. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes menulis teks berita. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis. Penelitian ini dilakukan melalui dua tahap yaitu pretest dan posttest. Nilai rata-rata siswa pada pretest adalah 60,16, sedangkan nilai rata-rata pada posttest adalah 77,43. Perhitungan hipotesis dalam penelitian ini diuji dengan menggunakan uji t pada taraf signifikan α = 0,05. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh thitung = 7,218 dan ttabel = 1,671. Karena thitung > ttabel (7,218 > 1,671) maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Reciprocal Teaching berpengaruh terhadap kemampuan menulis teks berita siswa kelas XI SMA Swasta Katolik Mariana Medan.
Pengaruh Model Microlearning Berbasis Aplikasi Mobile Quizizz Terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman Teks Laporan Hasil Observasi Siswa Kelas X SMA Negeri 5 Medan Meldalena Hutasoit; Monalisa Frince S; Pontas Jamaluddin Sitorus
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 4 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i4.2354

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan membaca pemahaman teks laporan hasil observasi siswa tanpa menggunakan model Microlearning berbasis aplikasi mobile Quizizz, mengetahui kemampuan membaca pemahaman siswa dengan menggunakan model tersebut, serta mengetahui pengaruh model Microlearning berbasis aplikasi mobile Quizizz terhadap kemampuan membaca pemahaman teks laporan hasil observasi siswa kelas X SMA Negeri 5 Medan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan desain Posttest Only Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 5 Medan dengan sampel dua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen diberikan perlakuan menggunakan model Microlearning berbasis aplikasi mobile Quizizz, sedangkan kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Data penelitian diperoleh melalui tes kemampuan membaca pemahaman teks laporan hasil observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membaca pemahaman siswa pada kelas eksperimen lebih baik dibandingkan dengan kelas kontrol. Berdasarkan hasil uji hipotesis pada taraf signifikansi α = 0,05 diperoleh nilai t hitung = 5,80 dan t tabel = 1,994, sehingga t hitung > t tabel dan H₀ ditolak serta Hₐ diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model Microlearning berbasis aplikasi mobile Quizizz berpengaruh signifikan terhadap kemampuan membaca pemahaman teks laporan hasil observasi siswa kelas X SMA Negeri 5 Medan.
Pengaruh Penggunaan Model Think-Talk-Write (TTW) terhadap Kemampuan Menulis Teks Berita Siswa-Siswi Kelas VIII SMP Negeri 2 Tanjung Morawa Harlen Simanjuntak; Donita Sigalingging; Pontas Jamaluddin Sitorus
Journal of Language Education (JoLE) Vol. 1 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Merwin Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69820/jole.v1i1.60

Abstract

Bahasa merupakan lambang bunyi yang digunakan oleh semua orang atau masyarakat untuk berhubungan dengan identifikasi diri dalam bentuk percakapan yang baik, tingkah laku dan sopan santun yang baik. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul "Pengaruh Penggunaan Model Think-Talk-Write (TTW) Terhadap Kemampuan Menulis Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Tanjung Morawa" Peneliti melakukan penelitian eksperimen. Desain yang akan digunakan pada penelitian ini merupakan Two Group Posttest – Posttest Design, yakni penelitian yang terdiri dari Posttest sebelum diberikan perlakuan, karena sanggup membandingkan keadaan sebelum diberikan perlakuan (Sugiyono, 2018:710).Dari hasil temuan penelitian nilai pre-test siswa diperoleh bahwa nilai rata-rata siswa dalam menulis teks berita sebelum menggunakan Model Think-Talk-Write (TTW) adalah 60,93 berkategori kurang baik dengan standar deviasi 9,21. Nilai tertinggi siswa adalah 76 dan nilai terendah siswa adalah 44. Nilai post-test siswa diperoleh bahwa nilai rata-rata siswa dalam menulis teks berita sesudah menggunakan Model Think-Talk-Write (TTW) adalah 80,8 berkategori baik dengan standar deviasi 8,54. Dimana nilai tertinggi siswa adalah 92 dan nilai terendah siswa adalah 60. Berdasarkan kesimpulan dari hasil penelitian maka penulis memberikan saran Bagi Sekolah hendaknya menerapkan Model Think-Talk-Write (TTW) untuk meningkatkan keterampilan menulis teks berita agar pembelajaran lebih aktif. Kata Kunci: Pengaruh Penggunaan Model Think – Talk – Write, Kemampuan Menulis Teks Berita Abstract Language is a sound symbol used by all people or society to relate to self-identification in the form of good conversation, good behavior and good manners. Therefore, the author is interested in conducting research entitled "The Effect of Using the Think-Talk-Write (TTW) Model on the Writing Ability of Class VIII Students of SMP Negeri 2 Tanjung Morawa". Researchers conducted experimental research. The design that will be used in this research is Two Group Posttest - Posttest Design, namely research consisting of a posttest before being given treatment, because it can compare the situation before being given treatment (Sugiyono, 2018: 710). From the research findings, students' pre-test scores were obtained. that the average score of students in writing news texts before using the Think-Talk-Write (TTW) Model was 60.93 in the poor category with a standard deviation of 9.21. The student's highest score was 76 and the student's lowest score was 44. The student's post-test score showed that the average score of students in writing news texts after using the Think-Talk-Write (TTW) Model was 80.8 in the good category with a standard deviation of 8. 54. Where the student's highest score is 92 and the student's lowest score is 60. Based on the conclusions from the research results, the author provides suggestions for schools to implement the Think-Talk-Write (TTW) Model to improve news text writing skills so that learning is more active. Keywords: Effect of Using the Think – Talk – Write Model, Ability to Write News Texts
Analisis Kesantunan Berbahasa Pada Novel “Aku Tak Membenci Hujan” Karya Sri Puji Hartini dan Implikasinya sebagai Bahan Ulasan Buku Fiksi Bahasa Indonesia Pesta Krisdayana Siboro; Elza Leyli Lisnora Saragih; Pontas Jamaluddin Sitorus
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 10 No. 1: Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v10i1.72369

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk kesantunan berbahasa yang terdapat dalam novel tersebut serta menjelaskan implikasinya sebagai bahan ajar Bahasa Indonesia, khususnya pada pembelajaran teks ulasan buku fiksi. Pendekatan yang digunakan adalah pragmatik dengan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian berupa tuturan antar tokoh dalam novel Aku Tak Membenci Hujan karya Sri Puji Hartini. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui baca dan catat, kemudian data dianalisis berdasarkan prinsip kesantunan berbahasa menurut Leech yang meliputi enam maksim, yaitu kebijaksanaan, kedermawanan, pujian, kerendahan hati, permufakatan, dan kesimpatian. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 309 tuturan yang dianalisis, ditemukan 51 tuturan maksim kebijaksanaan, 34 maksim kedermawanan, 61 maksim pujian, 34 maksim kerendahan hati, 29 maksim permufakatan, dan 94 maksim kesimpatian. Maksim kesimpatian menjadi bentuk paling dominan karena banyak tuturan mencerminkan empati, perhatian, serta kepedulian antartokoh. Temuan ini menunjukkan bahwa novel tersebut relevan dijadikan bahan ajar untuk melatih pemahaman siswa terhadap penggunaan bahasa santun.