Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

MENGATASI DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DENGAN HERBAL DI KELURAHAN CIGANJUR KECAMATAN JAGAKARSA, JAKARTA SELATAN Amelia Febriani; Diny Auliya Mawarni; Fitria Yustisiani; Tiah Rachmatiah; Teti Indrawati; Subaryanti; Nurul Akhatik; Ika Maruya Kusuma; Ainun Wulandari; Munawarohthus Sholikhah; Vilya Syafriana; Ritha Widyapratiwi; Teodhora; Dea Selia
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 1 No. 04 (2023): NOVEMBER 2023
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah masalah kesehatan serius di Indonesia, terutama di wilayah tropis seperti Kelurahan Ciganjur, Jakarta Selatan. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan tanaman herbal sebagai alternatif pengobatan DBD. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan dan demonstrasi langsung mengenai cara pengolahan tanaman herbal seperti pepaya, kunyit, dan jambu biji. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan praktik masyarakat setelah penyuluhan, dari 45% menjadi 90% dalam hal pengenalan tanaman herbal dan dari 30% menjadi 80% dalam praktik penggunaan tanaman herbal. Program ini berhasil mencapai tujuannya dan menunjukkan bahwa edukasi kesehatan berbasis komunitas efektif dalam meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam penanganan DBD
MENCEGAH DAN MENGATASI DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KELURAHAN CIGANJUR KECAMATAN JAGAKARSA, JAKARTA SELATAN Teodhora; Ika Maruya Kusuma; Lili Musnelina; Refdanita; Herdini; Vilya Syafriana; Saiful Bahri; Rosario Trijuliamos Manalu; Zabitha Zahwa; Marsa Falihah; Yayah Siti Djuhariah; Ainun Wulandari; Amelia Febriani; Lidia Anggita Ramadhani; Suci Tiara
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 1 No. 04 (2023): NOVEMBER 2023
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Kelurahan Ciganjur, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, merupakan salah satu daerah dengan angka kejadian DBD yang cukup tinggi. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pencegahan dan penanganan DBD melalui penyuluhan kesehatan dan pelatihan penggunaan tanaman herbal sebagai alternatif pengobatan. Metode yang digunakan meliputi survey awal, penyuluhan kesehatan, pelatihan praktis, dan evaluasi program. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan praktik pencegahan DBD di kalangan warga. Partisipasi aktif dan respon positif dari peserta mengindikasikan keberhasilan pendekatan yang digunakan. Program ini memberikan kontribusi nyata dalam upaya pencegahan DBD di Masyarakat.
Supervisi Pencegahan dan Pengobatan ISPA melalui Konsultasi: Edukasi Konsumen di Apotek X Elmira Yulian Yori; Nurul Fajri; Lili Musnelina; Putu Rika Veryanti; Teodhora, Teodhora; Vilya Syafriana; Jenny Pontoan; Teti Indrawati; Munawarohthus Sholikha; Ika Maruya Kusuma; Siswati, Siswati; Herdini, Herdini; Vina Novia
Jurnal Kepengawasan, Supervisi dan Manajerial (JKSM) Vol. 4 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jksm.v4i1.907

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia, dengan angka kematian mencapai 4,25 juta per tahun. Pengetahuan masyarakat tentang ISPA sangat penting dalam pencegahan dan pengobatan penyakit ini. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi melalui penyebaran leaflet dan pengisian kuesioner kepada konsumen di Apotek X, serta untuk mengevaluasi tingkat pemahaman masyarakat mengenai ISPA. Edukasi dilakukan pada 30 konsumen yang dipilih secara acak antara 14 hingga 27 Desember 2024. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar konsumen (98 %) setelah diedukasi memiliki pemahaman yang baik tentang ISPA, gejalanya, serta cara pencegahan dan pengobatannya, baik melalui terapi farmakologi (obat-obatan) maupun non-farmakologi (istirahat dan gizi yang baik). Meskipun demikian, masih ada beberapa konsumen yang perlu lebih memahami detail mengenai jenis ISPA dan penggunaan obat tertentu. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa edukasi yang dilakukan berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat dan dapat dijadikan sebagai langkah untuk mengurangi prevalensi ISPA di masa depan. Kedepannya, penting untuk terus melakukan edukasi kepada masyarakat agar pengetahuan mengenai ISPA semakin meningkat.