Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Briket dengan Bahan Limbah Tempurung Kelapa pada Kelompok Masyarakat Desa Balobone Kecamatan Mawasangka Kabupaten Buton Tengah Mubarak, Azhar Aras; Samaluddin, Samaluddin; Yuvita Satriani Djuli; Rahmawati Djunuda; Alfiah Alif; Alfonds Andrew Maramis; Anatje Lihiang; Moh Fikri Pomalingo
DHARMA RAFLESIA Vol 21 No 2 (2023): DESEMBER (ACCREDITED SINTA 5)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dr.v21i2.31372

Abstract

Salah satu program unggulan kegiatan Kosabangsa (Kegiatan Sosial Membangun Masyarakat) Tim Kolaborasi USN Kolaka dengan UNIMA Manado untuk pelaksanaan tahun 2023 adalah memberikan pelatihan kepada masyarakat Desa Balobone Kecamatan Mawasangka Kabupaten Buton Tengah tentang pengolahan tempurung kelapa menjadi briket yang digunakan sebagai bahan bakar alternatif dalam kehidupan sehari-hari khususnya dalam memanggang makanan yang bisa menjadi nilai jual jika dibuat dengan baik. Potensi kelapa yang besar di lingkungan desa menjadi faktor utama dalam mengolah tempurung kelapa yang selama ini sebagian besar hanya dibuang atau dibakar langsung. Dengan ditunjang dengan pengadaan mesin TTG pengolah tempurung kelapa menjadi briket maka diharapkan produksi briket di desa memanfaatkan potensi perkebunan dapat berjalan maksimal.  Metode yang diterapkan pada kegiatan ini adalah penyampaian materi pembuatan briket, kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung pengolahan tempurung kelapa menjadi briket dengan melalui proses persiapan, penghancuran tempurung, pencampuran, pencetakan pada mesin dan pengeringan. Kegiatan ini menarik antusias yang besar dari masyarakat sekitar sehingga kedepan masyarakat mampu mengolah sendiri limbah tempurung kelapa yang tidak terpakai. Tujuan akhir yang ingin dicapai adalah meningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat sekitar dalam pengolahan tempurung kelapa menjadi briket siap pakai.
TINJAUAN YURIDIS TENTANG PROSES PEMBUKTIAN TINDAK PIDANA OLEH ANAK MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM PERADILAN PIDANA ANAK: (Putusan Nomor 6/Pid.Sus-Anak/2022/PN Psw) Done, Hardi; Samaluddin, Samaluddin; Wahyudi, Arif
Jurnal Ilmu Hukum Kanturuna Wolio Volume 5, Nomorr 2, Juli 2024
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Dayanu Ikhsanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55340/kanturunawolio.v5i2.1601

Abstract

From the research results, the process of proving child crimes is different from proving general crimes (adult criminal cases). The process of proving child criminal acts is regulated in Law Number. 11 of 2012 concerning the Juvenile Criminal Justice System. In terms of evidence to prove children's cases, it is not specifically regulated in the SPPA Law, therefore it still refers to the Criminal Procedure Code (KUHAP) Article 184. The absence of guidelines for implementing diversion practices for law enforcement officers has caused the implementation of diversion to vary depending on understanding of law enforcement officers and lack of understanding in the implementation of the SPPA Law by law enforcement officers.
Efektifitas Penanganan Kecelakaan Lalu Lintas Melalui Restorative Justice di Polres Baubau Mustafa, La Ode Ali; Samaluddin, Samaluddin; Done, Hardi
Legalite : Jurnal Perundang Undangan dan Hukum Pidana Islam Vol 8 No 2 (2023): Legalite: Jurnal Perundang Undangan dan Hukum Pidana Islam
Publisher : IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/legalite.v8i2.7600

Abstract

This study aims to determine the role of traffic police in handling traffic accident cases through RJ at Baubau Police Station. This research was conducted at Satlantas Polres Baubau. The method used in this research is empirical legal research with data collection through document study and interviews. Sampling was done non randomly with a purposive sampling technique. The data was analyzed using qualitative analysis. The results showed that the settlement of accident cases through restorative justice in 2021–2022 was 306 cases. The obstacles to settlement carried out through Alternative Dispute Resolution (ADR) are carried out by bringing together the victim and the perpetrator. After being brought together, mediation is carried out, which ends with a peace agreement. With a peace agreement. And through Restorative Justice, the restorative justice approach is an option given by the police to the parties involved in a criminal offense. police to the parties involved in a criminal offense. Traffic accident cases can be resolved in a restorative justice process, which is a family settlement to produce a win-win solution for both parties without having to go through the legal process.
Analisis Tarif Pelayanan Tunda Di Pelabuhan ParePare Berdasarkan Pengguna Jasa Rahmawati Djunuda; Samaluddin, Samaluddin
Jurnal Penelitian Rumpun Ilmu Teknik Vol. 1 No. 2 (2022): Mei : Jurnal Penelitian Rumpun Ilmu Teknik
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (941.542 KB) | DOI: 10.55606/juprit.v1i2.801

Abstract

Jasa tunda merupakan jasa yang diberikan oleh pelabuhan untuk mendorong atau menarik kapal keluar atau menuju dermaga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesesuaian tarif pelayanan tunda kapal yang berlaku saat ini di Pelabuhan ParePare dengan kemampuan dan kemauan bayar pengguna jasa. Data dianalisa dengan menggunakan metode ATP dan WTP. Hasil analisis diperoleh tarif variable pelayanan tunda yang berlaku saat ini sudah sesuai dengan kemampuan bayar pengguna jasa karena ATP responden lebih besar dari tarif yang berlaku saat ini, tetapi belum sesuai dengan kemauan bayar pengguna jasa karena WTP responden lebih kecil dari tarif yang berlaku saat ini. Tarif tetap untuk kapal 500 GT – 3500 GT sudah sesuai dengan kemampuan bayar pengguna jasa karena ATP responden sama dengan tarif yang berlaku saat ini, tetapi belum sesuai dengan kemauan bayar pengguna jasa karena WTP responden lebih kecil dari tarif yang berlaku sekarang ini. Kapal berukuran 3501 GT – 8000 GT, tarif yang berlaku saat ini sudah sesuai dengan kemampuan dan kemauan bayar pengguna jasa karena ATP dan WTP responden sama dengan tarif yang berlaku saat ini. Kapal berukuran 14.001 GT – 18.000 GT, tarif yang berlaku saat ini sudah sesuai dengan kemapuan dan kemauan bayar pengguna jasa karena ATP responden sama dengan tarif yang berlaku saat ini, tetapi belum sesuai dengan kemauan bayar penguna jasa.
Analisis Rancangan Kapal Puskesmas Keliling untuk Pelayanan Kesehatan Masyarakat Pesisir Kabupaten Buton Dengan Menggunakan Lambung Katamaran Samaluddin, Samaluddin; Mubarak, Azhar Aras; Djunuda, Rahmawati; Sayful, Sayful; Alamsyah, Alamsyah
Jurnal Ilmiah Giga Vol. 26 No. 2 (2023): Volume 26 Edisi 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/jig.v26i2.2786

Abstract

Letak geografis Kabupaten Buton yang posisinya berada di Sulawesi Tenggara memiliki wilayah yang banyak dipisahkan oleh laut. Hal tersebut menyebabkan kesenjangan pelayanan fasilitas kesehatan bagi masyarakat yang tidak berbatasan langsung dengan darat. Lokasi yang jauh dan akses transportasi yang terbatas mengharuskan pemerintah untuk memberikan solusi alternatif pemecahan masalah pelayanan kesehatan. Diharapkan dengan adanya kapal tersebut mampu memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat yang membutuhkan karena dapat memperbaiki akses dan perbedaan jaringan infrastruktur disetiap wilayah di Indonesia khususnya kepulauan buton dan memungkinkan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karaktersitik ukuran utama kapal yang sesuai dengan lokasi kajian beserta dengan spesifikasi kapal yang melayani masyarakat dibidang kesehatan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kapal puskesmas keliling tipe katamaran yang di rencanakan memiliki ukuran utama kapal yakni Panjang keseluruhan kapal adalah 15.00m, Lebar kapal: 5m, lebar lambung kapal: 3.2m, tinggi kapal: 1.25m, sarat kapal: 0.75m yang didesain dilengkapi dengan 4 kasur pasien, meja dokter, meja perawat, kursi tunggu, toilet dan gudang penyimpanan serbaguna. Tahanan kapal yang diperoleh sebesar 7.4 kN dengan besar daya yang dibutuhkan adalah 58.7 kW. Daya mesin yang digunakan sebesar 85 PK yang digunakan untuk mobilisasi pasien, kegiatan sosial, P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan) dan Fungsi SAR (Search and Rescue).
Analisis desain kapal ikan multifungsi 10 GT bertenaga hybrid dengan memanfaatkan energi terbarukan dan motor diesel di perairan Sulawesi Tenggara Djunuda, Rahmawati; Aras Mubarak, Azhar; Samaluddin, Samaluddin; Muhaimin, Abdul; Hariyono, Hariyono
Jurnal Ilmiah Giga Vol. 27 No. 2 (2024): Volume 27 Edisi 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/jig.v27i2.3848

Abstract

Fishermen operating in the waters of Southeast Sulawesi typically use fishing vessels powered by diesel engines. Additionally, the onboard basic electrical needs are met using batteries that must be manually charged, leading to increased time, costs, and workload for the fishermen. Given the vast potential of the region, an in-depth analysis is needed to explore the integration of renewable energy with diesel engines to better support local fishermen. This study aims to develop a design for a 10 GT multifunctional fishing vessel that incorporates a hybrid power system, utilizing solar energy as an alternative electrical energy source in combination with a diesel engine. The creation of this multifunctional vessel design will enable year-round operation by adapting to seasonal changes in Indonesia while maintaining high-quality catch production. The research findings indicate that a 10 GT fishing vessel with a length of 15 meters, width of 5 meters, and a draft of 0.75 meters can be equipped with a 40 PK diesel engine and a 60-volt electric outboard motor. The Compton method yielded a resistance of 9.8 kN and a power requirement of 50.5 kW. The Fung method calculated a resistance of 6.5 kN and a power of 33.3 kW, while the Holtrop method produced a resistance of 5.3 kN and a power of 27.4 kW. The proposed solar energy system for the vessel includes six solar panels, each with a capacity of 250 WP, providing power for both the ship's engine and onboard electrical equipment.
Analisis kekuatan material komposit berdasarkan variasi resin dan katalis pada kapal berbahan fiberglass Samaluddin, Samaluddin; Aras Mubarak, Azhar; Djunuda, Rahmawati; Fauzan, Fauzan; Abdillah Takdir, Riyan
Jurnal Ilmiah Giga Vol. 27 No. 2 (2024): Volume 27 Edisi 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/jig.v27i2.3849

Abstract

Komposit terdiri dari 2 material yang tidak homogen yakni matrix sebagai pengikat dalam hal ini resin yang dicampurkan katalis dan reinforcement sebagai penguat dalam hal ini adalah serat kaca (fiberglass) . Dengan masih kurangnya informasi terkait rasio perbandingan penggunaan katalis dan resin yang sesuai menjadi salah satu permasalahan yang harus diselesaikan karena jika penggunaan katalis terlalu banyak maka akan memberikan panas yang berlebih pada material namun jika diberikan terlalu sedikit maka dapat mengurangi fungsi katalis sebagai penguat. Pengrajin usaha kapal di daerah Bau bau hanya berdasarkan pengalaman selama ini dalam mencampur resin dan katalis dalam proses pembuatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan rasio perbandingan penggunaan katalis dan resin yang sesuai sehingga didapatkan hasil pembuatan kapal yang baik, kuat secara struktur serta layak secara ekonomi dan dapat diterapkan pada masyarakat. Berdasarkan hasil kajian penelitian dapat disimpulkan bahwa bahan komposit fiberglass dengan jumlah katalis 1% memiliki nilai kekuatan tarik sebesar 3034 N dengan tegangan sebesar 202 N/mm2 . Komposit dengan jumlah katalis 1,25 % memiliki kekuatan tarik yang paling besar yakni 3227 N dan tegangan sebesar 215 N/mm2. Komposit dengan jumlah katalis 1,5 % memiliki kekuatan tarik sebesar 2462 N dan tegangan sebesar 164 N/mm2. Komposit dengan jumlah katalis 1,75 % memiliki kekuatan tarik sebesar 2368 N dan tegangan sebesar 157 N/mm2. Kekuatan tarik komposit fiberglass mengalami peningkatan di jumlah katalis 1 % hingga 1,25% dan mengalami penurunan di jumlah katalis 1,5% sampai 2%.
UPAYA BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM DALAM PENANGGULANGAN TINDAK PIDANA MONEY POLITIC Samaluddin, Samaluddin; Wiridin, Darmawan; Karim, Saiful
Jurnal Ilmu Hukum Kanturuna Wolio Volume 6, Number 1, January 2025
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Dayanu Ikhsanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55340/kanturunawolio.v6i1.1757

Abstract

This research aims to understand the efforts of the Election Supervisory Agency (Bawaslu) in preventing money politics, especially in Tarafu Village, Batupoaro Subdistrict, Baubau City, and the inhibiting factors faced by the Election Supervisory Agency in eradicating money politics in Tarafu Village, Batupoaro Subdistrict, Baubau City. The research method employed is literature review and field study with the principles approach using Law Number 7 of 2017 and the Constitution of the Republic of Indonesia. The research specification is descriptive. Data sources involve direct question and answer sessions with election organizers including the General Election Commission (KPU), the Election Supervisory Agency (Bawaslu), involved legislative candidates, and the residents of Tarafu Village, Batupoaro Subdistrict, Baubau City, as well as books and internet articles related to the researched title. The data collection method is literature review. The data presentation method is in the form of narrative text, systematically outlined. Data analysis is qualitative. Based on the results of the research and discussion in this thesis, it can be concluded that the efforts of the Election Supervisory Agency in preventing money politics, especially in Tarafu Village, Batupoaro Subdistrict, Baubau City, are through intensive socialization, direct enforcement against violations, and internal capacity building. Although there are reports from the Subdistrict Election Supervisory Committee (Panwascam), most do not meet the material criteria for further action. Overall, these efforts by Bawaslu have succeeded in reducing the practice of money politics, although there are still challenges in collecting evidence and handling reports. The inhibiting factors faced by the Election Supervisory Agency in combating Money Politics in Tarafu Village, Batupoaro Subdistrict, Baubau City are as follows: Economic Factors, Cultural Factors, and Lack of Public Knowledge About Politics.
SYNCHRONIZATION OF CUSTOMARY LAW AND NATIONAL LAW: THE PERSPECTIVE OF THE NORTH TORAJA PEOPLE Samaluddin, Samaluddin; Nasrin, Nasrin; Wiridin, Darmawan
JCH (Jurnal Cendekia Hukum) Vol 10, No 1: JCH (JURNAL CENDEKIA HUKUM)
Publisher : LPPM STIH Putri Maharaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33760/jch.v10i1.1023

Abstract

Customary law has become an important part of the life of the people of North Toraja, its existence in solving social problems that occur is evidence that its role is very strategic. This research aims to understand how the people of North Toraja view and adapt customary law in the context of national law. Along with the challenges of globalization and social change, a deep understanding of the synchronization of these laws is very important. In this study, researchers used a case study research method with an explanatory research approach. The subjects in this study amounted to 3 (three) people consisting of traditional leaders, community leaders and local government. Based on the results of this study, it shows that synchronization between customary law and national law in North Toraja is a strategic step to create a more comprehensive and effective legal system for the needs of society. By integrating local values into the national legal framework, it is expected to build a harmonious and respectful society between tradition and modernity. The synchronization of customary law and national law in North Toraja shows that the integration of these two legal systems is essential to create justice and sustainability in society.
Analisis Light Weight Tonnage (LWT) kapal penangkap ikan tipe longline berbahan fiberglass (Studi kasus: Dinas Perikanan Kabupaten Buton Selatan) Samaluddin, Samaluddin; Djunuda, Rahmawati; Mubarak, Azhar Aras; Gamsir, La Ode Abdul
Journal Marine Inside Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v7i2.129

Abstract

Perancangan kapal penangkap ikan menuntut ketepatan dalam penentuan berat kapal, khususnya berat kapal kosong (light weight tonnage / LWT), karena berpengaruh langsung terhadap displacement, stabilitas, dan performa operasional kapal. Pada praktiknya, perancangan kapal bantuan pemerintah masih sering mengabaikan analisis LWT secara komprehensif, terutama pada kapal berbahan fiberglass. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menentukan nilai light weight tonnage (LWT) kapal penangkap ikan tipe longline berbahan fiberglass di Dinas Perikanan Kabupaten Buton Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, pengukuran langsung dimensi kapal, wawancara, dokumentasi, serta studi literatur. Perhitungan berat dilakukan dengan mengacu pada komponen utama LWT, yaitu berat konstruksi kapal, berat perlengkapan dan peralatan kapal, serta berat mesin penggerak berdasarkan kaidah perhitungan Biro Klasifikasi Indonesia (BKI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai light weight tonnage kapal sebesar 950,18 kg, yang terdiri atas berat konstruksi kapal 415,83 kg, berat perlengkapan dan peralatan 175,30 kg, serta berat mesin penggerak 359,05 kg. Nilai LWT yang diperoleh menunjukkan pengaruh signifikan terhadap performa kapal, khususnya terkait stabilitas, olah gerak, dan kapasitas operasional saat berlayar. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi teknis dalam perancangan kapal penangkap ikan berbahan fiberglass serta sebagai dasar evaluasi desain kapal bantuan pemerintah di sektor perikanan. Ramp door failure on Roll-on/Roll-off (Ro-Ro) vessels can directly affect loading and unloading The design of fishing vessels requires accurate determination of ship weight, particularly the light weight tonnage (LWT), as it directly affects displacement, stability, and operational performance. In practice, the design of government-assisted fishing vessels often lacks comprehensive LWT analysis, especially for fiberglass vessels. This study aims to analyze and determine the light weight tonnage (LWT) of a fiberglass longline fishing vessel operated by the South Buton District Fisheries Service. A quantitative descriptive method was employed, with data collected through field observation, direct measurement of vessel dimensions, interviews, documentation, and literature review. The LWT calculation was conducted based on the main components, namely hull construction weight, equipment and outfitting weight, and propulsion machinery weight, in accordance with the rules of the Indonesian Classification Society (BKI). The results indicate that the vessel’s light weight tonnage is 950.18 kg, consisting of hull construction weight of 415.83 kg, equipment and outfitting weight of 175.30 kg, and propulsion machinery weight of 359.05 kg. The obtained LWT value significantly influences the vessel’s performance, particularly in terms of stability, seakeeping behavior, and operational capacity. The findings of this study are expected to serve as a technical reference for the design of fiberglass fishing vessels and as an evaluation basis for government-assisted vessel design in the fisheries sector.