Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

DISTRIBUSI PENDAPATAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM: STAIN Mandailing Natal Ali Topan Lubis
JIBF MADINA : Journal Islamic Banking and Finance Madina Vol. 1 No. 1 (2020): JIBF MADINA TAHUN 2020
Publisher : Program Studi Perbankan Syariah Jurusan Syariah, Ekonomi dan Bisnis Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal (STAIN MADINA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study aims to analyze the importance of income distribution in an Islamic perspective. In this study using the method of exploratory study, descriptive analysis in analyzing secondary data relating to these problems. The results show that the distribution of income in an Islamic perspective is based on ethics and fairness and fulfills systematic needs priorities including Ad-Daruriyah (Primary Needs), Al-Hajiyah (Secondary Needs) and At-Tashniyyah (tertiary needs). Keywords: distribution, income, Islamic
Ali Topan Lubis PENERAPAN KONSEP MASLAHA DALAM KEGIATAN EKONOMI ISLAM ali topan lubis
JIBF MADINA : Journal Islamic Banking and Finance Madina Vol. 3 No. 1 (2022): JIBF MADINA TAHUN 2022
Publisher : Program Studi Perbankan Syariah Jurusan Syariah, Ekonomi dan Bisnis Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal (STAIN MADINA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In Islamic principles, everything related to Islamic teachings, whether related to faith (aqidah), worship ('worship) or human relations (muamalah) in principle aims to ensure the safety of humaIn Islamic principles, everything related to Islamic teachings, whether related to faith (aqidah), worship ('worship) or human relations (muamalah) in principle aims to ensure the safety of humans themselves in the world and the hereafter, then maslahah is a concept most important in economic development fiber Maslahah principles in the economic field serve as a reference and guideline in order to achieve maqashid sharia. In Islamic teachings, implementing sharia law is a way to realize the maslahah itself. The implementation of mashlahah in economic practice must be seen from the various activities of the people in carrying out economic practices that are developing continuously and innovatively in today's modern times, such as in market mechanisms, the establishment of hisbah institutions productive divine taxes (zakat), the existence of Islamic financial institutions, and so on.ns themselves in the world and the hereafter, then maslahah is a concept most important in economic development fiber Maslahah principles in the economic field serve as a reference and guideline in order to achieve maqashid sharia. In Islamic teachings, implementing sharia law is a way to realize the maslahah itself. The implementation of mashlahah in economic practice must be seen from the various activities of the people in carrying out economic practices that are developing continuously and innovatively in today's modern times, such as in market mechanisms, the establishment of hisbah institutions productive divine taxes (zakat), the existence of Islamic financial institutions, and so on.
Ali Topan Lubis KERANGKA DASAR DAN FUNGSI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI: KERANGKA DASAR DAN FUNGSI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI ali topan lubis
JIBF MADINA : Journal Islamic Banking and Finance Madina Vol. 3 No. 2 (2022): JIBF MADINA TAHUN 2022
Publisher : Program Studi Perbankan Syariah Jurusan Syariah, Ekonomi dan Bisnis Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal (STAIN MADINA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sepanjang perekonomian menggunakan uang (money) sebagai alat pembayaran maka perann akuntansi selalu krusial karena akuntansi mencatat peristiwa bisnis yang bersifat keuangan. Penjualan barang dagangan, pembayaran gaji, dan pembelian kredit merupakan contoh peristiwa bisnis yang dicatat akuntansi. Dalam berbagai aktivitas kehidupan kita sangat bergantung pada keandalan akuntansi, Organisasi bisnis yang disebut perusahaan bahkan menggunakan akuntansi sebagai bahasa untuk memperlancar kegiatan operasional, membuat keputusan bisnis, maupun untuk mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas manajer..Sistem informasi akuntansi (SIA) adalah serangkaian prosedur formal untuk mencapai suatu tujuan.Informasi adalah sekumpulan data yang telah diproses dan didistribusikan ke pemakai yang bertujuan untuk Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas yang dilaksanakan oleh organisasi, sumber daya dan personal agar pihak manajemen, pegawai, dan pihakpihak luar yang berkepentingan dapat meninjau ulang hal-hal yang telah terjadi.
Ali Topan Lubis Income shmooting : (Antara Pengambilan Risiko dan Kepatuhan Syariah) pada Laporan Keuangan Perbankan syariah ali topan lubis
JIBF MADINA : Journal Islamic Banking and Finance Madina Vol. 4 No. 1 (2023): JIBF MADINA TAHUN 2023
Publisher : Program Studi Perbankan Syariah Jurusan Syariah, Ekonomi dan Bisnis Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal (STAIN MADINA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bank syariah sebagai lembaga keuangan yang beroperasi berdasarkan prinsip ajaran Islam, tidak boleh melakukan kegiatan rekayasa dalam bentuk apapun, termasuk dalam hal pelaporan keuangan, yang merupakan media informasi bagi penggunanya dan alat penilaian oleh Pemerintah dan Bank Indonesia. Laporan keuangan memberikan informasi yang dibutuhkan oleh pengguna laporan keuangan yaitu mengenai likuiditas bank, profitabilitas, solvabilitas dan rentabilitas. Hal utama yang diperhatikan oleh pengguna laporan keuangan adalah laba, karena laba merupakan informasi bank yang penting, seperti menilai kinerja dan kinerja bank, pedoman kebijakan investasi, dan dasar untuk meramalkan laba masa depan. Bank syariah sebagai lembaga keuangan akan selalu dihadapkan pada berbagai jenis risiko dengan berbagai kompleksitas yang melekat pada kegiatan usahanya. Risiko dalam konteks perbankan merupakan kejadian potensial, baik yang diantisipasi maupun yang tidak diantisipasi, yang akan berdampak negatif terhadap pendapatan dan modal bank. Untuk mengantisipasi risiko tersebut, bank harus membentuk cadangan terhadap kerugian yang mungkin timbul dari kerugian kredit di masa yang akan datang. Bank Indonesia mewajibkan bank syariah untuk membentuk cadangan umum penyisihan penghapusan aktiva produktif (PPAP) paling sedikit 1% (satu persen) dari seluruh Aktiva Produktif yang digolongkan lancar (tidak termasuk sertifikat wadiah Bank Indonesia dan surat utang negara). Bank syariah sebagai lembaga keuangan yang beroperasi berdasarkan prinsip ajaran Islam, tidak boleh melakukan kegiatan rekayasa dalam bentuk apapun, termasuk dalam hal pelaporan keuangan, yang merupakan media informasi bagi penggunanya dan alat penilaian oleh Pemerintah dan Bank Indonesia. Laporan keuangan memberikan informasi yang dibutuhkan oleh pengguna laporan keuangan yaitu mengenai likuiditas bank, profitabilitas, solvabilitas dan rentabilitas. Hal utama yang diperhatikan oleh pengguna laporan keuangan adalah laba, karena laba merupakan informasi bank yang penting, seperti menilai kinerja dan kinerja bank, pedoman kebijakan investasi, dan dasar untuk meramalkan laba masa depan. Bank syariah sebagai lembaga keuangan akan selalu dihadapkan pada berbagai jenis risiko dengan berbagai kompleksitas yang melekat pada kegiatan usahanya. Risiko dalam konteks perbankan merupakan kejadian potensial, baik yang diantisipasi maupun yang tidak diantisipasi, yang akan berdampak negatif terhadap pendapatan dan modal bank. Untuk mengantisipasi risiko tersebut, bank harus membentuk cadangan terhadap kerugian yang mungkin timbul dari kerugian kredit di masa yang akan datang. Bank Indonesia mewajibkan bank syariah untuk membentuk cadangan umum penyisihan penghapusan aktiva produktif (PPAP) paling sedikit 1% (satu persen) dari seluruh Aktiva Produktif yang digolongkan lancar (tidak termasuk sertifikat wadiah Bank Indonesia dan surat utang negara).
MODIFIKASI SYARI’AH PADA KERANGKA RISIKO DAN RETURN: MODIFIKASI SYARI’AH PADA KERANGKA RISIKO DAN RETURN ali topan lubis
JIBF MADINA : Journal Islamic Banking and Finance Madina Vol. 4 No. 2 (2023): JIBF MADINA TAHUN 2023
Publisher : Program Studi Perbankan Syariah Jurusan Syariah, Ekonomi dan Bisnis Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal (STAIN MADINA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Risiko adalah kemungkinan terjadinya penyimpangan dari rata-rata dari tingkat pengembalian yang diharapkan yang dapat diukur dari standar deviasi dengan menggunakan statistika. Suatu keputusan keuangan yang lebih beresiko tentu diharapkan memberi imbalan yang lebih besar, yang dalam keuangan dikenal dengan istilah “high risk high return”. Untuk mengukur risiko relatif digunakan koefisien variasi, yang menggambarkan risiko perunit imbalan yang diharapkan yang ditunjukkan oleh besarnya standar deviasi dibagi tingkat pengenbalian yang diharapkan. Pengelolaan risiko (risk management) dapat dilakukan dengan menggunakan metode: Identifikasi, Analisis dan evaluasi, Pengendalian, Pemantauan Return adalah keuntungan yang diperoleh perusahaan, individu dan institusi dari hasil kebijakan investasi yang dilakukan. Menurut R.J. Shook, pengembalian adalah laba investasi, baik melalui bunga atau deviden. Pada saat membahas tentang pengertian bahaya, kita telah mengetahui bahwa dampak/ konsekuensi hanya akan terjadi bila ada bahaya dan kontak/ exposure antara manusia dengan peralatan ataupun material yang terlibat dalam suatu interaksi yang kita sebut sebagai pekerjaan/ sistem kerja.
RESIKO AUDIT LAPORAN KEUANGAN PADA SISTEM PENGENDALIAN INFORMASI AKUNTANSI: RESIKO AUDIT LAPORAN KEUANGAN PADA SISTEM PENGENDALIAN INFORMASI AKUNTANSI ali topan lubis
JIBF MADINA : Journal Islamic Banking and Finance Madina Vol. 5 No. 1 (2024): JIBF MADINA TAHUN 2024
Publisher : Program Studi Perbankan Syariah Jurusan Syariah, Ekonomi dan Bisnis Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal (STAIN MADINA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Risk is an uncertainty in the future about losses. Risk is the obligation to bear losses caused by an event beyond the fault of one party. There are two aspects that need to be considered by financial management in making financial decisions, namely the rate of return and the risk of the financial decision. Determination of Accounting Information Control Risk Determination of control risk is the process of assessing the effectiveness of a company in preventing and detecting material misstatements in the preparation of financial statements. Control risk is determined for each transaction processing assertion, and because many control activities relate to specific types of transactions, auditors usually begin by determining risk for transaction group assertions such as existence or occurrence assertions, completeness, and valuation or allocation for cash receipts and cash disbursements transactions. Testing of control is a process used to ensure that a system or process is running in accordance with established standards and procedures. The purpose of testing of control is to ensure the quality, security, and efficiency of a system or process. Testing of control is a test carried out on the design of the implementation of a policy or procedure for the internal control structure.
Ali Topan Lubis ASET DAN LIABILITAS MANAJEMEN (ALMA) DALAM KESEHATAN PERBANKAN SYARIAH: ASET DAN LIABILITAS MANAJEMEN (ALMA) DALAM KESEHATAN PERBANKAN SYARIAH ali topan lubis
JIBF MADINA : Journal Islamic Banking and Finance Madina Vol. 5 No. 2 (2024): JIBF MADINA TAHUN 2024
Publisher : Program Studi Perbankan Syariah Jurusan Syariah, Ekonomi dan Bisnis Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal (STAIN MADINA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penilaian kesehatan bank sangat penting karena bank mengelola dana dari masyarakat yang dipercayakan kepada bank. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa bank yang sehat adalah bank yang dapat menjalankan fungsi-fungsinya dengan baik. Dengan kata lain, bank yang sehat adalah bank yang dapat menjaga dan memelihara kepercayaan masyarakat, dapat menjalankan fungsi intermediasi, dapat membantu kelancaran lalu lintas pembayaran serta dapat digunakan oleh pemerintah dalam melaksanakan berbagai kebijakannya. Aset and liability management diartikan sebagai suatu proses dari planning, organizing, actuating, dan controling untuk mendapatkan penetapan kebijakan dibidang pengeloaan pemodalan (equity), pemupukan dana (funding), dan penggunaan dana (assets) yang satu samalain saling terikan dalam mencapai laba yang optimal dengan resiko yang ttelah di perhitungkan. Menurut Bank Of Settlement, bank dapat dikatakan sehat apabila bank tersebut dapat melaksanakan control terhadap aspek modal, aktiva, rentabilitas, manajemen dan aspek likuiditasnya. Pengertian kesehatan bank menurut Bank Indonesia sesuai dengan Undang-undang RI No. 7 Tahun 1992 Tentang perbankan Pasal 29 adalah Bank dikatakan sehat apabila bank tersebut memenuhi ketentuan kesehatan bank dengan memperhatikan aspek Permodalan, Kualitas Aset, Kualitas Manajemen, Kualitas Rentabilitas,Likuiditas, Solvabilitas dan aspek lain berhubungan dengan usaha bank.
PERKEMBANGAN FINTECH PADA BANK SYARIAH DI INDONESIA: PERKEMBANGAN FINTECH PADA BANK SYARIAH DI INDONESIA ali topan lubis
JIBF MADINA : Journal Islamic Banking and Finance Madina Vol. 6 No. 1 (2025): JIBF MADINA TAHUN 2025
Publisher : Program Studi Perbankan Syariah Jurusan Syariah, Ekonomi dan Bisnis Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal (STAIN MADINA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study analyzes the rapid development of Financial Technology (Fintech) in the Islamic banking landscape in Indonesia over the past five years. Along with the global digital transformation, Islamic banks are faced with significant opportunities and challenges in integrating Fintech innovations to improve efficiency, service reach, and competitiveness. Using a qualitative approach through a comprehensive literature study, this article identifies trends in Fintech adoption by Islamic banks, exploring opportunities such as increasing financial inclusion and developing innovative Islamic products, and highlighting challenges such as Islamic compliance, cybersecurity, and dynamic regulations. The findings show that Islamic banks are proactively adapting to the digital era, although ongoing strategies are needed to maximize the potential of Fintech while maintaining Islamic principles. This study contributes to the contemporary Islamic Economics literature and provides practical recommendations for industry players and regulators in developing a resilient and sustainable Islamic Fintech ecosystem.