Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pelaksanaan Memvariasi Hafalan dengan Metode Takrir (Pengulangan) pada Hafalan Juz 30 Siswa di MDT Al Hidayah Jorong 100 Janjang, Kanagarian Canduang Koto Laweh, Kec. Canduang, Kab. Agam Hasanah, Fadila; M, Iswantir; Hasibuan, Pendi; Wati, Salmi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v6i1.2914

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi karena guru yang kurang dalam memperhatikan siswa dalam mengulang hafalannya, guru yang terlalu membebaskan siswa dalam menyetorkan hafalannya, sehingga masih banyak siswa yang kurang memiliki kesadaran dalam menghafal Al Qur’an dan masih banyak siswa dalam menyelesaikan juz ‘amma ini belum memenuhi target karena dibuktikan masih ada siswa yang berhutang terhadap setoran hafalannya dan bagi siswa yang sudah menamatkan hafalan juz 30 nya ketika diuji lagi surat surat yang sebelumnya banyak diantara mereka yang tidak hafal lagi ayatnya. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (fiel research) dengan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan datanya adalah melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Penulis memanfaatkan informan kunci dan pendukung untuk mendapatkan data. Kemudian penulis melakukan analisis data dengan analisis deskriptif analitik. Penulis menggunakan triangulasi data untuk mengecek keabsahan data. Triangulasi yang penulis gunakan adalah Triangulasi Teknik.
PELAKSANAAN PEMBAGIAN HARTA PAMUJANG DALAM MASYARAKAT SIGUNANTI PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Wati, Salma; Hasibuan, Pendi
Tahkim (Jurnal Peradaban dan Hukum Islam) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Prodi Hukum Keluarga Islam (Ahwal Asy-Syakhsiyyah) Fakultas Syariah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/tahkim.v7i2.14155

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi adanya adat di Nagari Kinali khususnya di Jorong Sigunanti. Bahwasanya dalam masyarakat harta pamujang tidak termasuk ke dalam harta warisan yang bisa diwarisi oleh anak dan istri pewaris melainkan harta pamujang tersebut adalah hak dari keluarga pewaris. Dalam ajaran Islam, istri dan anak memiliki hak atas warisan yang ditinggalkan oleh suami yang telah meninggal. Berdasarkan hal ini, penulis tertarik untuk meneliti pemahaman masyarakat tentang praktik pembagian harta pamujang serta pandangan hukum Islam terhadap pelaksanaannya pembagian harta pamujang. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode lapangan dengan pendekatan kualitatif, yaitu melalui wawancara dan observasi langsung di lapangan. Data yang didapatkan dianalisis menggunakan metode induktif. Dari penelitian yang dilakukan ditemukan bahwa masyarakat menganggap harta pamujang tidak termasuk ke dalam harta warisan. Karena harta pamujang merupakan harta yang dianggap berasal dari kampung laki-laki, sehingga anak dan istri pewaris tidak berhak atas harta pamujang tersebut. Harta pamujang adalah hak yang dimiliki oleh keluarga pewaris, seperti orang tua, saudara kandung, dan keponakan pewaris. Sedangkan, harta yang dapat diwariskan kepada anak dan istri pewaris hanya terbatas pada harta bersama yang diperoleh selama pernikahan. Jika dilihat dari perspektif hukum Islam, praktik pembagian harta pamujang yang diterapkan oleh masyarakat di Jorong Sigunanti tidak sejalan dengan aturan hukum Islam. This research is based on the existence of customs in Nagari Kinali, especially in Jorong Sigunanti. That in society, the property of the pamujang is not included in the inheritance that can be inherited by the children and wife of the testator, but rather the property of the pamujang is the right of the testator's family. In Islamic teachings, wives and children have the right to inheritance left by a deceased husband. Based on this, the author is interested in examining the community's understanding of the practice of dividing the property of the pamujang and the views of Islamic law on the implementation of the distribution of the property of the pamujang. This research was conducted using a field method with a qualitative approach, namely through interviews and direct observation in the field. The data obtained were analyzed using the inductive method. From the research conducted, it was found that the community considers the property of the pamujang not included in the inheritance. Because the property of the pamujang is property that is considered to come from the male village, so the children and wife of the testator are not entitled to the property of the pamujang. The property of the pamujang is a right owned by the testator's family, such as the parents, siblings, and nephews of the testator. Meanwhile, the property that can be inherited to the children and wife of the testator is limited to joint property obtained during the marriage. When viewed from the perspective of Islamic law, the practice of dividing the assets of the pamujang implemented by the community in Jorong Sigunanti is not in line with Islamic law.
Zakat for The Economy of the Ummah (Case Study in Sihapas Barumun Palas Sub-District, North Sumatra) Hasibuan, Pendi
Alhurriyah Vol 8 No 2 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al hurriyah.v8i2.6250

Abstract

Zakat in Islam is one of the pillars of Islam, which is very good for increasing or advancing the economy of the community in particular. If zakat is managed or carried out by professional parties, it will certainly achieve its purpose and be successful. People who are entitled to receive zakat or mustahiq will feel a positive impact if the implementation of this zakat is done properly. Of course, this all depends on the parties who manage the zakat. One of the management styles of this zakat that needs to be developed is productive zakat, namely the management of zakat that is productive and not of a constructive nature. The impact of zakat will be felt by people who mustahiq, namely helping capital so that it helps the community's economy, one of which is alleviating poverty. This research is qualitative and will reveal or describe the data obtained from Lepangan through interviews. The interviews were conducted with people who manage productive zakat in the Sihapas Barumun sub-district, Padang Lawas, North Sumatra. The research conducted at this location has yielded good results. The management of productive zakat in this area has succeeded in increasing the mustahiq's economy or removing them from the poverty line. Zakat managers in this area initially recorded people who were included in the mustahiq category, then provided capital in the form of money, or hwwan.Zakat dalam islam merupakan salah satuvrukun islam yang sangat baik dalam rangka menaikkan atau memajukan perekonomian masyarakat khususnya.zakat ini bila dikelola atau dilalsankan oleh pihak-pihak yang profesional tentu akan mencapai atau tujuan zakat ini akan berhasil.orang-orang yang berhak menerima zakat atau mustahiq akan merasakan dampak positif jika pelaksanaan zakat ini diterpkan dengan baik,tentu ini semuanya tergantung kepada pihak-pihak yang mengelola zakat tersebut. Pengelolaan zakat ini salah satunya yang perlu dikembangkan adalah zakat produktif, yaitunya  pengelolaan zakat yang sifatnya zakat itu untuk produktif bukan yang sifatnya komsuftif.Zakat itu akan dirasakan oleh orang-orang yang mustahiq dampaknya yaitu menolong,modal sehingga membantu perekonomian masyarkat yang salah satunya adalah pengentasan kemiskinan.Penelitian ini sifatnya kualitatif ,yang mana akan mengungkapkan atau mendeskripsikan data yang siperoleh dari lepangan lewat wawancara. Wawancara dilaksanakan kepada orang-orang yang mengelola zakat produktif di kecamatan Sihapas Barumun Padang Lawas Sumatera utara. Penelitian yang dilakukan di lokasi tersebut mendapatkan hasil yang baik .pengelolaan zakat produktif di daerah ini mampau atau berhasil menibgkatkan perekonomian mustahiq atau mengeluarkan mereka dari garis kemiskinan. Pengelola zakat di daerah ini awalnya mendata masyarakat yang masuk dalam kategori mustahiq selanjutnya ada pemberian modal berupa uang atau hwwan.
Hubungan Budaya Sekolah dengan Pembentukan Karakter Religius Siswa di SDN 32 Payakumbuh Koto Panjang Payobasung Oktaviyani, Agita; Hasibuan, Pendi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.25818

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi karena peneliti menemukan beberapa permasalahan yang terjadi dalam karakter religius siswa di SDN 32 Payakumbuh, beberapa permasalahannya yaitu: (1) Sebagian anak kurang minat dalam kegiatan agama, (2) Sebagian anak membuang sampah tidak pada tempatnya, (3) Banyak anak-anak bermain dalam mengerjakan praktek shalat dan tahfiz serta (4) Sebagian sisiwa belum menerapkan 5S (senyum, salam, sopan, dan santun). Proses penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara budaya sekolah dengan pembentukkan karakter religius siswa di SDN 32 Payakumbuh Koto Panjang Pyobasung. Jenis penelitian menggunakan penelitian kuantitatif korelasi yaitu cara yang digunakan untuk mengukur kerataan hubungan antara dua variabel atau lebih yang digambarkan dengan ukuran koefisien korelasi. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 40 siswa dengan jumlah sampel 40 siswa dengan menggunakan teknik total sampling. Teknik total sampling merupakan mengambil keseluruhan dari populasi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian adalah angket. Teknik analisis data menggunakan, uji reliabilitas, uji normalitas, uji linearitas, uji KD (Koefisien Determinasi) dan uji hipotesis. Berdasarkan hasil uji reliabilitas variabel (X) sebesar 0,669 > 0,60 dan variabel (Y) sebesar 0,620 > 0,60 di mana pada kedua variabel ini dikatakan reliabel karena lebih besar dari pada 0,60 sementara uji linearitas pada variabel (X) dan (Y) sebesar 0,694 > 0,05 uji KD (Koefiesien Determinasi) variabel (X) dan varaiabel (Y) sebesar 0,748 dan uji hipotesis pada kedua variabel X dan Y sebesar 0,748 > r tabel 0,312 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Hasil penelitian yang dilakukan di SDN 32 Payakumbuh Koto Panjang Payobasung bahwa terdapat hubungan antara budaya sekolah dengan karakter religius siswa sebesar 53,95% dan 46,05%. Jadi dapat disimpulkan terdapat hubungan budaya sekolah dengan karakter religius siswa di SDN 32 Payakumbuh Koto Panjang Payobasung.
Pandangan Hukum Islam Terhadap Cerai Gugat pada Usia Dini Pernikahan di Pengadilan Agama Maninjau Ridha, Muhammad; Deliana, Deliana; Hasibuan, Pendi
USRATY : Journal of Islamic Family Law Vol. 1 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/usraty.v1i1.6598

Abstract

Artikel ini membahas mengenai faktor-faktor terjadinya cerai gugat pada usia dini pernikahan di Pengadilan Agama Maninjau serta analisis hukum islam terhadap cerai gugat pada usia dini pernikahan. Pembahasan ini dilatar belakangi karena pada masa pademi covid-19 banyak terjadi cerai gugat pada usia dini pernikahan di PA Maninau yang dilakukan oleh pasangan yang menikah pada usia menikah yang ditentukan Undang-Undang Perkawinan No. 16 Tahun 2019, yakni laki-laki dan perempuan berusia 19 tahun. Jenis penelitian artikel ini adalah penelitian lapangan dengan mengolah data secara kualitatif. Dari penelitian yang dilakukan disimpulkan beberapa faktor terjadinya cerai gugat pada usia dini pernikahan pada masa pandemi covid-19 di Pengadilan Agama Maninjau adalah karena pasangan kurang bisa memaknai arti dari sebuah pernikahan, tidak sabar dan mengalah, komunikasi antara suami isteri kurang intens, pendidikan, nafkah, ditinggal suami, suami tempramental, suami dipenjara dan gangguan pihak ketiga. Cerai gugat pada usia dini pernikahan tidak bertentangan dengan syari’at islam demi mencegah “kemudharatan” antara suami isteri yang terjadi apabila pernikahan tetap dipertahankan.This article discusses the factors of contested divorce at an early age of marriage at the Maninjau Religious Court as well as an analysis of Islamic law on contested divorce at an early age of marriage. This discussion is motivated by the fact that during the Covid-19 pandemic there were many contested divorces at an early age, marriages in PA Maninau were carried out by couples who married at the age determined by Marriage Law No. 16 of 2019, namely boys and girls aged 19 years. The type of research in this article is field research by processing data qualitatively. From the research conducted, it was concluded that several factors led to divorce at an early age of marriage during the Covid-19 pandemic at the Maninjau Religious Court, namely because the couple was unable to interpret the meaning of marriage, was impatient and gave in, communication between husband and wife was less intense, education, livelihood, left by husband, temperamental husband, husband imprisoned and third party interference. Divorce at an early age of marriage does not conflict with Islamic law in order to prevent "harm" between husband and wife that occurs if the marriage is maintained
Zakat for The Economy of the Ummah (Case Study in Sihapas Barumun Palas Sub-District, North Sumatra) Hasibuan, Pendi
Alhurriyah Vol 8 No 2 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al hurriyah.v8i2.6250

Abstract

Zakat in Islam is one of the pillars of Islam, which is very good for increasing or advancing the economy of the community in particular. If zakat is managed or carried out by professional parties, it will certainly achieve its purpose and be successful. People who are entitled to receive zakat or mustahiq will feel a positive impact if the implementation of this zakat is done properly. Of course, this all depends on the parties who manage the zakat. One of the management styles of this zakat that needs to be developed is productive zakat, namely the management of zakat that is productive and not of a constructive nature. The impact of zakat will be felt by people who mustahiq, namely helping capital so that it helps the community's economy, one of which is alleviating poverty. This research is qualitative and will reveal or describe the data obtained from Lepangan through interviews. The interviews were conducted with people who manage productive zakat in the Sihapas Barumun sub-district, Padang Lawas, North Sumatra. The research conducted at this location has yielded good results. The management of productive zakat in this area has succeeded in increasing the mustahiq's economy or removing them from the poverty line. Zakat managers in this area initially recorded people who were included in the mustahiq category, then provided capital in the form of money, or hwwan.Zakat dalam islam merupakan salah satuvrukun islam yang sangat baik dalam rangka menaikkan atau memajukan perekonomian masyarakat khususnya.zakat ini bila dikelola atau dilalsankan oleh pihak-pihak yang profesional tentu akan mencapai atau tujuan zakat ini akan berhasil.orang-orang yang berhak menerima zakat atau mustahiq akan merasakan dampak positif jika pelaksanaan zakat ini diterpkan dengan baik,tentu ini semuanya tergantung kepada pihak-pihak yang mengelola zakat tersebut. Pengelolaan zakat ini salah satunya yang perlu dikembangkan adalah zakat produktif, yaitunya  pengelolaan zakat yang sifatnya zakat itu untuk produktif bukan yang sifatnya komsuftif.Zakat itu akan dirasakan oleh orang-orang yang mustahiq dampaknya yaitu menolong,modal sehingga membantu perekonomian masyarkat yang salah satunya adalah pengentasan kemiskinan.Penelitian ini sifatnya kualitatif ,yang mana akan mengungkapkan atau mendeskripsikan data yang siperoleh dari lepangan lewat wawancara. Wawancara dilaksanakan kepada orang-orang yang mengelola zakat produktif di kecamatan Sihapas Barumun Padang Lawas Sumatera utara. Penelitian yang dilakukan di lokasi tersebut mendapatkan hasil yang baik .pengelolaan zakat produktif di daerah ini mampau atau berhasil menibgkatkan perekonomian mustahiq atau mengeluarkan mereka dari garis kemiskinan. Pengelola zakat di daerah ini awalnya mendata masyarakat yang masuk dalam kategori mustahiq selanjutnya ada pemberian modal berupa uang atau hwwan.
Pelaksanaan Metode Al-Miftah Lil ’Ulum Pada Pembelajaran Nahwu Sharaf ( AL-Miftah) di Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek Bukittinggi Anjani, Erfa; Hasibuan, Pendi; Salmiwati, Salmiwati; Charles, Charles
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran dengan metode al-Miftah Lil ‘Ulum di kelas 1 Aliyah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif Deskriptif yang mendeskripsikan bagaimana pelaksanaan metode ini dan juga hambatan yang terjadi dalam pelaksanaannya. Pelaksanaan metode Al- Miftah Lil ‘Ulum dalam pembelajaran Qawaid ini berlangsung dengan baik, karena dalam pembelajarannya materi yang disuguhkan menarik dan ada juga lagu lagu sehingga membuat pembelajaran menjadi menyenangkan dan santri sedikit demi sedikit dapat memahami materi Qawaid ini. hambatan dalam pelaksanaan metode ini yaitu Pemahaman pengetahuan santri yang kurang dalam ilmu nahwu sharaf serta latar belakang pendidikan yang berbeda sebelumnya dan juga kurangnya alokasi waktu pelaksanaan pembelajarannya menggunakan metode ini. Untuk mengatasi hal tersebut ustad memberikan Solusi seperti membuat strategi pembelajaran agar lebih menarik dan materi yang diberikan mudah dipahami santri dan juga memberikan tambahan jam agar pelaksanaan metode meningkatkan hasil pelaksanaan metode ini berkembang menjadi lebih baik kedepannya.
Pengaruh Metode Pembelajaran Active Debate terhadap Keaktifan Belajar Siswa Kelas XI SMKN 1 Ampek Angkek Pada Mata Pelajaran PAI Banat, Zaharatul; Aprison, Wedra; Hasibuan, Pendi; Iswantir, Iswantir
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.27886

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya keaktifan belajar siswa dalam pembelajaran PAI diantarnya: peserta didik malas dalam mengerjakan tugas, tidak mau bertanya, tidak menjawab pertanyaan yang diberikan guru, kurang aktif dalam memecahkan suatu permasalahan atupun persoalan yang diberikan guru, tidak mencatat hal-hal penting yang disampaikan guru. Tidak aktif dalam berdiskusi, maka salah satu upaya dalam meningkatkan keaktifan belajar siswa adalah dengan menerapkan metode pembelajaran active debate. Dari pemrasalahan tersebut maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran active debate terhadap keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran PAI. Metode dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan disein the statistic group comparision:randomized control group only design. Sampel pada penelitian ini adalah kelas XI TKJ 2 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI AKL sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan angket. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas, homogenitas dan independent sampel t-test kemudian dianalisis menggunakan bantuan software SPSS. Berdasarkan uji hipotesisi menggunakan uji independent sampel t-test. Hasil uji t, nilai signifikansi keaktifan belajar siswa senilai 0,030 yang lebih < 0,05 artinya Ho ditolak dan Ha diterima dapat dismpulkan: terdapat pengaruh metode pembelajaran active debate terhadap keaktifan belajar siswa kelas XI SMKN 1 Ampek Angkek.
Pelaksanaan Pembelajaran Qira’ah Al-Kutub di Pondok Pesantren Tarbiyah Islamiyah Malalo Kabupaten Tanah Datar Ani, Sayyidah Rezky; Hasibuan, Pendi
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 2, No 12 (2025): Januari
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to determine the implementation of qira'ah al-kutub learning at the Tarbiyah Ismaliyah Malalo Islamic Boarding School. This study used qualitative research methods. The informants in this research were the qira'ah ak-pole teachers as key informants and the supporting informants were class VIII students. The data collection techniques used were observation, interviews and documentation. The data analysis used by the Milles and Uberman model is data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The data validity technique uses data triangulation. Based on the results of research conducted at the Malalo Islamic Tarbiyah Islamic boarding school, it can be concluded that in general the implementation of qira'ah al-pole learning at the Malalo Islamic Tarbiyah Islamic Boarding School has run smoothly but there are several steps that have not been implemented. Preliminary activities carried out by the qira'ah al-kutub teacher, in making preparations before learning, the ustadzah does not make lesson plans and syllabus but the ustadzah has a plan that has been thought through carefully before teaching but is not written in written form the ustadzah just remembers it, and then In this preliminary activity, the teacher only says greetings and reads prayers and forgets about giving apperception to students. The core activity carried out by the qira'ah al-kutub teacher goes straight into explaining the material without explaining the learning objectives first. And in this closing activity the teacher carries out in accordance with existing provisions.
Kewajiban Membayar Denda dalam Adat Perkawinan Semarga Di Nagari Panti Utara, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman Dalam Tinjauan Hukum Islam Nasution, Andriadi Saputra; Hasibuan, Pendi
Indonesian Research Journal on Education Vol. 6 No. 1 (2026): Irje 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v6i1.3985

Abstract

Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah adanya sebuah adat perkawinan atau kebiasaan masyarakar di Desa Sukadamai, Nagari Panti Utara yaitu praktek Membayar Denda yang wajib dibayar oleh pihak pengantin laki-laki dan perempuan sebab telah melakukan pelanggaran hukum adat perkawinan semarga di mana sebelum melakukan perkawinan di adakan acara Makkobar Adat (sidang adat). Oleh karenanya penulis ingin mengetahui lebih lanjut bagaimana praktek membayar denda ini, serta melihat bagaimana Tinjauan Hukum Islam tentang persoalan ini. Metode penelitian yang penulis gunakan dalam skripsi ini adalah metode deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian skripsi ini di Desa Sukadamai, Nagari Panti Utara, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman. Sumber data skripsi ini ada yang bersifat primer yang diperoleh dari Alim Ulama, Hatobangon, dan Kepala Kampung, ada juga sumber data yang bersifat sekunder yang diperoleh dari buku-buku, karya ilmiah, dokumen-dokumen dan sumber lainnya yang relevan dengan permasalahan ini. Data-data diperoleh oleh penulis dengan metode wawancara, observasi dan juga dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah yang pertama bahwa praktek membayar denda itu wajib dibayar kepada para tokoh masyarakat seperti Tokoh Adat, Hatobangon sebelum perkawinan dilangsungkan, kemudian yang kedua Tinjauan Hukum Islam terhadap kewajiban membayar denda dalam adat perkawinan semarga ini adalah diperbolehkan selama tidak memberatkan kepada pihak pelanggar dan tidak ada larangan dalam Nash Al-Qur’an maupun hadis. Adat tersebut berlaku bagi seluruh masyarakat adat Batak Mandailing yang melanggar hukum adat perkawinan semarga, adat tersebut telah berlaku secara turun-temurun sampai sekarang ini, adat ini tidak bertentangan dan tidak melanggar dalil syara’.