Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengaruh Model Pembelajaran Think Pair Share (TPS) terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik dalam Konsep Al-Qur’an Hadits di Kelas VII Pondok Pesantren Diniyah Limo Jurai Huda, Ahmad Nurul; Hasibuan, Pendi; Wati, Salmi; Mustafa, Mustafa
ALSYS Vol 5 No 4 (2025): JULI
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/alsys.v5i4.6572

Abstract

The low level of critical thinking skills among students at Ponpes Diniyah Limo Jurai serves as the background for this study, which is attributed to the predominance of conventional teaching methods such as lectures and passive discussions. This study aims to examine the effectiveness of the cooperative learning model Think Pair Share (TPS) in improving students’ critical thinking abilities. A quasi-experimental method was employed using a posttest-only with nonequivalent groups design. A total of 52 seventh-grade students were randomly divided into two groups: experimental and control, each consisting of 26 students. Data were collected through questionnaires and documentation, and analyzed using normality and homogeneity tests, as well as hypothesis testing with the assistance of SPSS version 30. The results show a significance value (sig-2 tailed) of 0.038 < 0.05, indicating that the application of the TPS model has a significant effect on enhancing students’ critical thinking skills. This finding is supported by observation results showing noticeable improvement in critical thinking during the learning process. Thus, the TPS model is proven to be effective in improving students' critical thinking in Qur’an Hadits instruction. The study implies the need to adopt active learning models such as TPS in the context of Islamic boarding school education.
Pola Pengasuhan Santri di Pondok Pesantren Tahfidz Haji Nur Abdullah Koto Baru Kecamatan Baso Kabupaten Agam Maisaroh, Maisaroh; Fauzan, Fauzan; Ilmi, Darul; Hasibuan, Pendi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37732

Abstract

Pondok pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan agama, tetapi juga sebagai ruang pembinaan karakter dan pertumbuhan emosional, spiritual, serta sosial para santri. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam pola pengasuhan yang diterapkan di Pondok Pesantren Tahfidz Haji Nur Abdullah, Koto Baru, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, serta mengidentifikasi berbagai tantangan dalam pelaksanaannya. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan melibatkan pengasuh sebagai informan utama serta santri sebagai informan pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pengasuhan di pesantren ini mengintegrasikan tiga pendekatan utama, yaitu humanistik, behavioristik, dan sosiokultural. Pendekatan humanistik tercermin dari perhatian pengasuh terhadap kebutuhan emosional dan fisik santri melalui komunikasi terbuka dan pendekatan yang penuh empati. Pendekatan behavioristik diterapkan melalui pemberian penghargaan dan sanksi yang bertujuan membentuk kedisiplinan, sedangkan pendekatan sosiokultural diwujudkan dalam pembiasaan nilai-nilai pesantren, keteladanan, serta interaksi sosial yang kuat antar santri. Namun, dalam praktiknya, pola pengasuhan ini masih menghadapi kendala seperti perbedaan karakter santri, keterbatasan jumlah pengasuh, dan tantangan menjaga keseimbangan antara ketegasan dan kelembutan dalam pembinaan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan model pengasuhan pesantren yang lebih menyeluruh dan menyentuh sisi kemanusiaan santri secara utuh.