Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : IKRA-ITH ABDIMAS

Strategi Terpadu Mengatasi Kenaikan Kasus Demam Berdarah Dengue di Depok: Skrining, Edukasi, Pemasangan Kawat Kasa, dan Larvasida Febriyani, Fifih; Maria, Ima; Rianda Dewi, Sefina; Sri Mulyani, Anisa; Sekar Ningrum, Kirana
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 9 No 2 Juli 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikra-ithabdimas.v9i2.4061

Abstract

ABSTRAK Tren kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia cenderung mengalami peningkatan dalam dua tahun terakhir. Di kota Depok dilaporkan 282 kasus demam berdarah per Februari 2024. Oleh karena itu diperlukan upaya pencegahan dengan memotivasi dan memberdayakan masyarakat untuk menekan peningkatan kasus DBD. Pengabdian ini meliputi empat kegiatan antara lain, skrining jentik nyamuk, pemberian edukasi, pemasangan kawat kasa, dan pemberian larvasida. Pada pemeriksaan jentik nyamuk, ditemukan jentik nyamuk dari jenis Aedes Aegypti dari sampel rumah warga, terdapat peningkatan pemahaman terkait DBD, serta keluarga bersedia untuk dipasang kawat kasa pada ventilasi yang terbuka. Keberhasilan pengabdian ini dapat menjadi acuan bagi pemegang kebijakan dalam upaya pencegahan kasus DBD. ABSTRACTThe trend of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) cases in Indonesia has been increasing over the past two years. In the city of Depok, 282 cases of dengue fever were reported as of February2024. Therefore, preventive efforts are needed by motivating and empowering the community to reduce the increase in DHF cases. This community service includes four activities: mosquito larva screening, providing education, installing windows screens, and providing larvicide. During the mosquito larva screening, Aedes Aegypti larvae were found from samples taken from residents' houses. There was an increase in understanding related to DHF, and families agreed to install windows screens on open ventilation. The success of this community service can serve as a reference for policymakers in efforts to prevent DHF cases.
Optimalisasi Edukasi Kekerasan Seksual di Sekolah: Kolaborasi dengan Tenaga Profesional untuk Pencegahan Efektif Maria, Ima; Fauziah, Cut; Susanti, Febriyolla
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 9 No 2 Juli 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikra-ithabdimas.v9i2.4069

Abstract

ABSTRAK Kekerasan seksual terhadap anak dan remaja merupakan masalah global yang signifikandan mengancam pencapaian beberapa target SDGs. Di Indonesia, kasus kekerasan seksualsering kali tidak dilaporkan, meskipun prevalensi di kalangan remaja, terutama perempuan, cukup tinggi. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang kekerasan seksual melalui penyuluhan yang dilaksanakan di SMP Islam Dian Didaktika, Depok. Peserta penyuluhan terdiri dari siswa kelas VII hingga IX dan para guru. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan kuesioner pretes dan postes. Sebelum penyuluhan, hanya 53,51% siswa yang memiliki pengetahuan baik mengenai kekerasan seksual. Setelah penyuluhan, angka ini meningkat menjadi 62,56%, menunjukkan efektivitas penyuluhan dalam meningkatkan pemahaman siswa. Sebagian besar siswa (96,3%) juga mengakui pentingnya mendapatkan informasi dari tenaga profesional yang berkompeten. Hasil ini menekankan pentingnya peran tenaga profesional dalam edukasi kesehatan seksual dan urgensi penyuluhan berkala untuk mempertahankan serta meningkatkan pengetahuan siswa guna menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan sadar akan kekerasan seksual. ABSTRACT Sexual violence against children and adolescents is a significant global issue that threatens the achievement of several SDG targets. In Indonesia, sexual violence cases are often underreported, despite the high prevalence among adolescents, especially girls. This community service project aimed to enhance students' understanding of sexual violence through an educational program conducted at SMP Islam Dian Didaktika, Depok. Participants included students from grades VII to IX and teachers. The evaluation was conducted using pre- and post-test questionnaires. Before the program, only 53.51% of students demonstrated a good understanding of sexual violence. After the program, this increased to 62.56%, highlighting the effectiveness of the education in improving students' knowledge. The majority of students (96.3%) also recognized the importance of receiving information from qualified professionals. These findings emphasize the crucial role of professionals in sexual health education and the need for regular educational sessions to maintain and further enhance students' knowledge, fostering a safer, more aware learning environment regarding sexual violence.