Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Penentuan jumlah produksi kimbab berdasarkan jumlah permintaan dan persediaan menggunakan metode Fuzzy Mamdani Rafifa, Caltha; Safitri, Fadila Dian; Wiyanto, Andika; Rahmadhani, Dibaia Sarah; Masruri, Ihsan; Irawan, Suhendi
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 7 No. 4 (2024): October
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v7i4.37308

Abstract

Nanda Kitchen is a home-based cafe that produces various kinds of Korean specialties, specifically kimbab. The large demand for kimbab signifies that Nanda Kitchen is frequently engaged to the  stockouts of raw material supplies. Thus, kimbab production is unable to fullfil consumer’s demand. The intention of this research is to ascertain the appropriate amount of kimbab production. Effective demand forecasting is required to fullfil customer’s demand by sufficient raw material supplies. Demand forecasting was carried out using POM-QM for Windows with Moving Average (n=3) and Exponential Smoothing (alpha 0.3 and 0.5). The lowest error value is taken to implement Fuzzy Mamdani (MATLAB). Exponential Smoothing (?=0.5) is most proper method for forecasting demand (error value of 7.6%). Nanda Kitchen needs to produce 1460 kimbabs with input demand of 1473 and raw material supply of 2470 based on Fuzzy Mamdani.
PENERAPAN DATABASE PRODUK FRANCHISE YOURTEA DENGAN MICROSOFT OFFICE ACCESS Nurizkita, Najwa Anjani; Putri, Nisma Ardita; Sofyan, Arsya Rinaya; Siregar, Widyadhana Putri; Ananda, Lutfia; Nugraha, Mochammad Raditya; Azizia, Namirah; Irawan, Suhendi
Komunikasi Vol 1 No 1 (2024): Volume 1 No 1 April 2024
Publisher : Forum Komunikasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65055/bhaktijivana.v1i1.5

Abstract

All businesses today are expanding their business in the era of globalization in terms of products, sales, and data management. It is important for companies to manage data effectively and efficiently. The purpose of this study is to analyze the effectiveness of implementing the Microsoft Access database in managing data in one example of a beverage franchise, namely the Yourtea franchise. Aspects of the business such as, marketing, production, and warehousing will be affected by how well the company manages data and how long the data will last. Data such as beverage types, prices, and stock can be organized precisely and efficiently through the use of Microsoft Access database system. Make it easy for employees to manage product data with features such as Query and data input forms
Penentuan Kebutuhan Bahan Baku Susu Perah Menggunakan Metode Time Series dan Fuzzy Mamdani pada DaFa Milk Kurniawan, Bayu; Yusiani, Selfiana; Fahirana A I, Nayla; Attaqi, Uqinu; Gharibil, Abdullah; Anandyaguna, Bagas Idris; Irawan, Suhendi
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol 3, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v3i2.7675

Abstract

Ketersediaan susu perah sebagai bahan baku utama berperan penting dalam menjaga kelancaran produksi di UKM DaFa Milk. Penelitian ini bertujuan menentukan kebutuhan optimal susu perah melalui peramalan permintaan yoghurt dan susu pasteurisasi serta pemodelan fuzzy Mamdani. Peramalan dilakukan menggunakan Simple Moving Average (SMA) dua dan empat periode serta Weighted Moving Average (WMA), dengan evaluasi akurasi menggunakan MAPE, MAD, dan MSE. Berdasarkan data Desember 2024–November 2025, SMA empat periode menunjukkan kinerja terbaik dengan MAPE 0,06 untuk yoghurt dan 0,04 untuk susu pasteurisasi. Hasil peramalan Desember 2025, yaitu 4.150 pcs yoghurt dan 5.340 pcs susu pasteurisasi, dijadikan input model fuzzy Mamdani dengan dua variabel input, satu output, fungsi keanggotaan segitiga, dan defuzzifikasi centroid. Model menghasilkan estimasi kebutuhan susu perah sebesar 2.500 liter. Temuan ini memberikan dasar yang lebih sistematis untuk penentuan kebutuhan bahan baku susu perah pada periode berikutnya
Optimalisasi Persediaan Komoditas Cabai untuk Memaksimalkan Keuntungan Menggunakan Linear Programming dan Analisis Sensitivitas di Pasar X Derry Dardanella; Nurul Hidayati; Suhendi Irawan
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1759

Abstract

Fluktuasi harga dan permintaan cabai serta keterbatasan kapasitas penyimpanan menjadi permasalahan utama yang dihadapi pedagang sayuran di Pasar X Kabupaten Bogor. Kondisi tersebut sering menyebabkan terjadinya kekurangan persediaan (stockout) pada beberapa jenis cabai dan kelebihan persediaan (overstock) pada jenis cabai lainnya, yang berdampak pada penurunan keuntungan pedagang. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jumlah persediaan cabai yang optimal agar pedagang memperoleh keuntungan maksimal, dengan tetap mempertimbangkan keterbatasan sumber daya yang dimiliki. Metode yang digunakan adalah Linear Programming dengan pendekatan metode simpleks. Variabel keputusan terdiri dari enam jenis cabai, yaitu cabai merah besar (x1), cabai merah keriting (x2), cabai rawit merah (x3), cabai hijau besar (x4), cabai hijau keriting (x5), dan cabai rawit hijau (x6). Pengolahan data dilakukan menggunakan software QM for Windows 5.2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi persediaan optimal adalah x1 = 5 kg, x2 = 27 kg, x3 = 10 kg, x4 = 3 kg, x5 = 3 kg, dan x6 = 2 kg, dengan keuntungan maksimum sebesar Rp 435.000/hari. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa kapasitas tempat penyimpanan merupakan kendala utama yang bersifat mengikat, sedangkan beberapa kendala pembelian masih memiliki fleksibilitas. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa penerapan Linear Programming dapat membantu pedagang dalam mengelola persediaan cabai secara lebih efisien dan berkelanjutan.