Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Efforts to prevent oil spills in bunker supply activities at Pertamina Trans Kontinental Plaju Branch Magdalena, Susiarni; Tumanggor, Arief Hidayat; Prasetyo, Hendi; Prihandono, Boedi; Irwansyah, Rudi Harun; Mentari, Sabrina Puti
Journal Marine Inside Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v6i1.87

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memahami dampak pencemaran laut akibat tumpahan minyak dari operasi kapal sebagai alat transportasi laut. Metode pengumpulan data meliputi studi pustaka, dokumentasi, dan data deskriptif dari berbagai sumber. Penelitian ini menyoroti pentingnya pola pencegahan pencemaran yang efektif untuk meminimalkan dampak negatif tumpahan minyak pada ekosistem laut dan lingkungan perairan. Masalah utama yang dikaji adalah upaya pencegahan tumpahan minyak sebelum meluas dan merusak ekosistem. Teori yang digunakan adalah teori pengelolaan sumber daya manusia yang berfokus pada keselamatan dan pencegahan pencemaran laut. Metode pengumpulan data mencakup observasi, wawancara, dan studi literatur. Analisis data dilakukan secara triangulasi dan berkelanjutan hingga data jenuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan penanganan tumpahan minyak secara berkala bagi seluruh pekerja sangat penting. Selain itu, penggunaan alat pelindung diri seperti sepatu keselamatan, helm, dan pelampung khusus wajib dilakukan untuk mencegah dampak fatal dari kecelakaan kerja.
Socialization of sailing safety for fishermen at Cituis Port Prasetyo, Hendi; Asnawi, Asnawi; Irwansyah, Rudi Harun; Munawir, Ahmad; Setyawan, Deny Adi; Zulkarnain, Mokhammad; Shulhany, Ahmad; Ischak, Rabbani; Hidayatuloh, Ade Taopik; Sunanto, Hari; Widodo, Agus
Journal of Community Service in Science and Engineering (JoCSE) Vol 3, No 2 (2024): Available Online in October 2024
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jocse.v3i2.29791

Abstract

This community service project, conducted by Politeknik Pelayaran Banten, focused on providing sailing safety counseling to fishermen at Cituis Port in Karang Serang village. The initiative sought to address the challenges faced by local fishermen by improving their awareness of safety practices, alleviating economic constraints, and mitigating the risks associated with navigating and operating in demanding marine environments. Through participatory workshops and practical demonstrations, fishermen were educated on effective safety practices and emergency responses. The distribution of life jackets further emphasized the importance of preparedness. The project also involved collaborating with local governments and organizations to enhance sustainability. By increasing safety awareness and equipping fishermen with critical resources, this program protected lives and fostered a safer and more resilient maritime community. This effort aligns with the institution's mission of contributing to sustainable marine development and community empowerment. Kegiatan pengabdian masyarakat ini, yang dilaksanakan oleh Politeknik Pelayaran Banten, bertujuan memberikan penyuluhan tentang keselamatan berlayar kepada para nelayan di Pelabuhan Cituis, Desa Karang Serang. Kegiatan ini dirancang untuk mengatasi tantangan yang dihadapi nelayan lokal dengan meningkatkan kesadaran mereka tentang praktik keselamatan, meringankan kendala ekonomi, dan mengurangi risiko yang terkait dengan navigasi serta operasi di lingkungan laut yang menantang. Melalui lokakarya partisipatif dan demonstrasi praktis, para nelayan diberikan edukasi tentang langkah-langkah keselamatan yang efektif dan respons darurat. Pembagian jaket keselamatan juga menjadi penekanan penting akan kesiapan menghadapi keadaan darurat. Proyek ini melibatkan kerja sama dengan pemerintah setempat dan organisasi terkait untuk memastikan keberlanjutan program. Dengan meningkatkan kesadaran keselamatan dan menyediakan sumber daya yang penting, program ini tidak hanya melindungi nyawa, tetapi juga membangun komunitas maritim yang lebih aman dan tangguh. Upaya ini selaras dengan misi institusi dalam mendukung pembangunan kelautan yang berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat.
USULAN IMPLEMENTASI ISPS CODE PADA SEKOLAH KEDINASAN MATRA LAUT DIBAWAH KENDALI KEMENTERIAN PERHUBUNGAN Hendi Prasetyo; Ahmad Shulhany
Journal Marine Inside Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v8i1.218

Abstract

Pembelajaran keamanan maritim di banyak institusi pendidikan saat ini masih didominasi oleh pendekatan teoritis, yang memunculkan kesenjangan terhadap kesiapan operasional taruna di lapangan. Di sisi lain, standar dari International Maritime Organization (IMO) melalui ISPS Code mensyaratkan adanya pembiasaan dan penerapan sistem keamanan secara langsung, konsisten, dan terukur. Artikel ini mengusulkan model implementasi ISPS Code yang adaptif melalui integrasi praktik keamanan operasional ke dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan Sekolah Kedinasan Matra Laut di bawah Kementerian Perhubungan. Pendekatan komprehensif ini mencakup pelaksanaan table top exercise secara rutin, pengendalian akses personel dan kendaraan yang ketat melalui penggunaan ID card dan seragam, pengawasan CCTV terpusat selama 24 jam, dan penyesuaian penghalang fisik (barrier). Selain itu, sistem ini menerapkan tiga tingkatan keamanan (Security Level 1, 2, dan 3) yang terintegrasi dengan audit eksternal tahunan serta koordinasi dengan unsur pertahanan eksternal setempat. Implementasi yang dilakukan secara bertahap ini ditargetkan mampu menciptakan ekosistem kampus yang berfungsi sebagai simulasi keamanan yang nyata. Pada akhirnya, pendekatan ini diharapkan dapat menanamkan budaya kesadaran keamanan (security awareness culture) yang kuat, sehingga para lulusan tidak hanya menguasai regulasi secara teori, tetapi juga sigap menerapkan standar keamanan internasional dalam penugasan sesungguhnya.   Current maritime security education in many institutions remains predominantly theoretical, creating a gap in the actual operational readiness of cadets in the field. Conversely, the International Maritime Organization (IMO) standards, through the ISPS Code, mandate the direct, consistent, and measurable application and habituation of security systems. This article proposes an adaptive ISPS Code implementation model by integrating operational security practices into the daily lives of cadets at Naval Service Academies under the Ministry of Transportation. This comprehensive approach includes conducting routine table top exercises, strict personnel and vehicle access control using ID cards and uniforms, 24-hour centralized CCTV surveillance, and the adjustment of physical security barriers. Furthermore, the system establishes three security levels (Security Level 1, 2, and 3) integrated with annual external audits and coordination with local external defense units. This phased implementation aims to create a campus ecosystem that functions as a realistic security simulation. Ultimately, this approach is expected to instill a robust security awareness culture, ensuring that graduates not only master the regulations theoretically but are also fully prepared to apply international security standards in real-world assignments.
Strengthening the Locality of Cultural Tourism Destination on Library Design : From the Perspective of Neo-Vernacular Architectural Theories Irawati, Novi; Prasetyo, Hendi
EMARA: Indonesian Journal of Architecture Vol. 11 No. 1 (2026): July 2026 ~ August 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/eija.v11i1.2292

Abstract

Contemporary libraries have evolved beyond their traditional role as repositories of knowledge into multifunctional public spaces that support cultural and tourism development. However, limited studies have examined how architectural design, particularly neo-vernacular architecture, can strategically strengthen local identity while enhancing the attractiveness of libraries as cultural tourism destinations. This study aims to investigate the role of neo-vernacular architectural principles in transforming library design into a medium for reinforcing locality and promoting cultural tourism. A qualitative research approach was employed through literature review, comparative case studies, and semi-structured interviews with architects and library managers. The findings reveal that the integration of local materials, traditional architectural forms, passive environmental strategies, and digital technologies significantly enhances cultural representation, spatial experience, and environmental performance. Furthermore, this study identifies five emerging elements in neo-vernacular library development: (1) smart technology integration, (2) participatory design, (3) local economic activation, (4) global-local design balance, and (5) sustainability-oriented strategies. These findings position neo-vernacular architecture not merely as an aesthetic approach but as an integrative design framework that connects architecture, culture, and tourism, enabling libraries to function as cultural landmarks and drivers of local identity.