Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Prioritas Rehabilitasi Jaringan Irigasi Di Jeuram Menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) Untuk Mengoptimalkan Produktivitas Pertanian Febrianti, Dian; Mawardi, Edi; Farizal, Teuku; Zakia, Zakia; willis, Ruhalena; Elviani, Elviani
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 7, No 2 (2025): December
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v7i2.243

Abstract

AbstractThis study aimed to determine the priority of rehabilitation and maintenance of the Jeuram irrigation network in Nagan Raya Regency using the Analytical Hierarchy Process (AHP) method. Damage identification was carried out through field surveys on irrigation networks in Blang Ara Village and Cot Gud Village, which recorded moderate damage as the most dominant. The assessment of rehabilitation priorities was based on four criteria: patching leaks, vegetation control, channel rehabilitation, and channel cleaning, with patching leaks having the highest weight (0.634). The evaluation results showed that Minor Structural Repair was the top priority alternative with the highest performance score (2.05), followed by Irrigation Channel Edge Strengthening (1.95) and Irrigation Dam Reconstruction (1.80). The repair budget showed a dominance of concrete work, reflecting the need to strengthen the physical structure of the channel. The total budget required for Blang Ara Village is Rp33,291,247.24, while for Cot Gud Village it is Rp31,374,880.50. The AHP-based approach provides an objective assessment in determining rehabilitation priorities by considering the level of damage, budget efficiency, and its impact on agricultural productivity. The results of this study provide strategic guidance for more efficient and sustainable irrigation network management, supporting increased agricultural productivity, and ensuring the sustainability of irrigation systems for future needs.Keywords:Analytical hierarchy process (AHP); irrigation maintenance costs; irrigation infrastructure; irrigation repair prioritiesAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menentukan prioritas rehabilitasi dan pemeliharaan jaringan irigasi Jeuram di Kabupaten Nagan Raya menggunakan metode analytical hierarchy process (AHP). Berdasarkan hasil observasi lapangan, ditemukan berbagai permasalahan fisik pada jaringan irigasi, antara lain retaknya dinding saluran, pertumbuhan vegetasi liar pada dinding dan dasar saluran, penutup saluran yang rusak dan berlubang, serta sedimentasi dan penumpukan sampah yang menghambat aliran air. Selain itu, bangunan pelengkap irigasi berada dalam kondisi tidak memadai secara fungsi, sehingga tidak mampu mendukung distribusi air secara optimal ke lahan pertanian. Kondisi tersebut diperparah oleh keterbatasan sumber daya manusia dalam kegiatan pemeliharaan dan operasional jaringan, menyebabkan banyak kerusakan yang tidak segera tertangani. Analisis kondisi menunjukkan bahwa tingkat kerusakan sedang merupakan kategori dominan pada jaringan irigasi di Desa Blang Ara dan Desa Cot Gud. Penilaian prioritas rehabilitasi dilakukan berdasarkan empat kriteria, yaitu penambalan kebocoran, pengendalian vegetasi, rehabilitasi saluran, dan pembersihan saluran. Hasil analisis AHP menunjukkan bahwa penambalan kebocoran memiliki bobot tertinggi (0,634), menandakan aspek ini sebagai faktor paling krusial dalam peningkatan kinerja jaringan. Alternatif perbaikan struktural minor menjadi prioritas utama dengan skor kinerja tertinggi (2,05), diikuti oleh penguatan tepi saluran irigasi (1,95) dan rekonstruksi bendungan irigasi (1,80). Total anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp. 33.291.247,24 untuk Desa Blang Ara dan Rp. 31.374.880,50 untuk Desa Cot Gud, dengan dominasi pekerjaan beton. Pendekatan AHP terbukti memberikan penilaian objektif dan efisien, serta menjadi dasar strategis dalam pengelolaan jaringan irigasi yang berkelanjutan dan mendukung peningkatan produktivitas pertanian.    Kata Kunci:Analytical hierarchy process (AHP); biaya pemeliharaan irigasi; infrastruktur irigasi prioritas perbaikan irigasi 
Pengaruh Penerapan Siklus Akuntansi Terhadap Kinerja Keuangan UMKM di Kota Palopo Dimoderasi Latar Belakang Pendidikan Hasyim, Srimuliani; Ramadani, Dinda; Elviani, Elviani; S, Muhammad Ikram; Nurfadilah, Nurfadilah
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 5 No. 3: Maret 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v5i3.14367

Abstract

Kinerja keuangan UMKM, yang merupakan tulang punggung perekonomian, sering terhambat oleh masalah pengelolaan keuangan dan minimalnya penerapan siklus akuntansi. Penelitian ini fokus pada pengukuran sejauh mana penerapan siklus akuntansi mempengaruhi kinerja keuangan UMKM di Kota Palopo serta menguji peran latar belakang pendidikan sebagai pemoderasi hubungan tersebut. Penelitian kuantitatif ini mengumpulkan data langsung (primer) dari 30 pemilik UMKM yang berlokasi di Kota Palopo. Peneliti menerapkan metode purposive sampling (dengan kriteria tertentu) dalam pengambilan sampel. Pengolahan data diimplementasikan menggunakan Regresi MRA dengan dukungan program aplikasi SPSS. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun korelasi positif, pengaruh yang ditimbulkan oleh siklus akuntansi terhadap kinerja keuangan UMKM di Palopo tidak terdapat signifikan dengan nilai signifikan 0,076 > 0,05. Lebih lanjut, latar belakang pendidikan tidak terbukti mampu memoderasi hubungan tersebut dengan nilai signifikan 0,585 > 0,05. Implementasi akuntansi formal saja tidak cukup, melainkan harus didukung oleh faktor lain seperti pelatihan praktis dan pengalaman. Temuan ini menekankan pentingnya pendekatan komprehensif oleh pemerintah dan pelaku UMKM, di luar sekadar pendidikan formal, untuk secara efektif meningkatkan kinerja keuangan.
Pemberdayaan Petani Desa Lambadeuk melalui Sistem Intercropping Cabai–Nilam pada Lahan Marginal Mujiburrahmad, Mujiburrahmad; Agussabti, Agussabti; Kesumawati, Elly; Elviani, Elviani
Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia Vol. 7 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63447/jpni.v7i2.1858

Abstract

This community service activity aims to increase the productivity of marginal land and improve farmer capacity through the application of environmentally friendly agricultural technologies in Lambadeuk Village, Peukan Bada District, Aceh Besar Regency. The methods used included outreach, training, and mentoring based on learning by doing, with a focus on the use of mycorrhizae, the production of liquid organic fertilizer (POC), and the implementation of a chili–patchouli intercropping system based on Good Agricultural Practices (GAP). The results showed measurable improvements in farmer knowledge and skills, with average participant understanding increasing from 41% before training to 82% after, while practical skills increased from 30% to 78%. This activity also produced an initial batch of approximately 120 liters of POC applied to a demonstration plot, and successfully activated approximately 2.3 hectares of previously unproductive land for organic horticultural cultivation. The impact extended beyond individual farmer capacity to the economic and sustainability aspects of farming, including the emergence of independent fertilizer production initiatives and the establishment of simple local-level marketing systems. These activities made a measurable contribution to increasing land productivity, reducing production costs, and strengthening farmer independence in managing agricultural resources sustainably.