Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : PESHUM

Strategi Komunikasi Pemasaran Toko Nita Bangkok Kabupaten Aceh Tengah Dalam Mengembangkan Citra Positif Simahara, Vera; Cindenia Puspasari; Awaluddin Arifin; Anismar; Zahari
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 6: Oktober 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i6.12891

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh Toko Nita Bangkok Kabupaten Aceh Tengah dalam membangun citra positif di tengah persaingan bisnis fashion yang semakin ketat. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya strategi komunikasi pemasaran yang efektif untuk menarik perhatian konsumen sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap merek. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari pemilik toko, karyawan, dan konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Toko Nita Bangkok menerapkan strategi komunikasi pemasaran berbasis teori AIDA (Attention, Interest, Desire, Action). Pada tahap perhatian dan minat, toko memanfaatkan media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Facebook untuk menampilkan koleksi busana yang mengikuti tren. Pada tahap keinginan dan tindakan, toko menjaga kualitas produk, memberikan pelayanan yang ramah, serta menciptakan pengalaman belanja yang nyaman sehingga konsumen merasa puas dan loyal. Strategi promosi tidak hanya dilakukan melalui media sosial, tetapi juga dengan menjalin hubungan baik dengan pelanggan serta melibatkan influencer lokal untuk memperkuat citra merek. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi komunikasi pemasaran digital dan pelayanan berkualitas terbukti efektif dalam membangun citra positif Toko Nita Bangkok. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pelaku usaha fashion dalam merancang strategi komunikasi pemasaran yang tepat guna meningkatkan daya saing dan citra usaha.
Analisis Semiotika Pada Film Bolehkah Sekali Saja Kumenangis Putri Supina; Anismar; Cut Andyna; Dwi Fitri; Jafaruddin
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i1.13771

Abstract

Film merupakan karya seni dan budaya yang berfungsi sebagai media komunikasi audio-visual. Pengembangnya bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai budaya dalam masyarakat. Penelitian ini mengkaji representasi kekerasan fisik dan psikologis dalam film Bolehkah Sekali Saja Kumenangis (2024) melalui pendekatan semiotika Roland Barthes. Film ini menyoroti isu kesehatan mental dan dinamika kekerasan dalam keluarga yang ditampilkan secara simbolik, verbal, psikologis, dan fisik. Dengan metode kualitatif deskriptif, analisis dilakukan terhadap delapan adegan yang memuat kekerasan, menggunakan tiga tahap signifikasi Barthes: denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan dalam film tidak hanya menjadi bagian dari alur cerita, tetapi juga merefleksikan relasi kuasa yang timpang dalam institusi keluarga dan masyarakat. Tokoh ayah digambarkan sebagai figur dominan yang mengontrol perempuan dan anak-anak melalui tindakan agresif yang berulang. Kekerasan yang awalnya tampak literal, berkembang menjadi simbol penolakan terhadap eksistensi perempuan, dan pada akhirnya mengungkap ideologi patriarkal yang telah terinternalisasi dalam budaya. Film ini berfungsi sebagai ruang wacana yang membuka kesadaran akan struktur kuasa dan trauma kolektif, serta diharapkan dapat memperkaya kajian semiotika dalam studi film dan budaya populer Indonesia.
Model AISAS sebagai Media Promosi Digital (Analisis Respon Konsumen pada Akun Instagram @Dapue.Moonra dan @Bitsybites.m) Hana Fatinah, Siti; Ade Muana Husniati; Masriadi; Ainol Mardhiah; Anismar
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.13373

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon konsumen terhadap promosi digital yang dilakukan oleh akun Instagram @dapue.moonra dan @bitsybites.m dengan menggunakan model AISAS (Attention, Interest, Search, Action, dan Share). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara mendalam terhadap konsumen dari kedua akun tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap Attention dan Interest, strategi visual seperti foto produk yang menarik, promo, dan testimoni mampu menarik perhatian serta minat konsumen. Pada tahap Search, konsumen aktif mencari informasi tambahan melalui highlight, dan story, maupun komunikasi langsung dengan penjual. Tahap Action terlihat dari proses pembelian yang sebagian besar dilakukan melalui pemesanan online maupun pembelian langsung di outlet. Sementara itu, tahap Share menunjukkan bahwa sebagian konsumen bersedia merekomendasikan produk melalui cerita di media sosial maupun secara langsung kepada orang-orang terdekat. Secara keseluruhan, penerapan model AISAS pada akun @dapue.moonra dan @bitsybites.m terbukti efektif dalam menarik perhatian, membangkitkan minat beli, hingga mendorong tindakan konsumen melakukan pembelian dan rekomendasi.
Gaya Retorika Bang Ary Item Menjadi Master Of Ceremony (MC) Kondang di Kota Tebing Tinggi Nur Indah Fahrunnsiyah; Dwi Fitri; Cut Andyna; Anismar; Muchlis
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.15740

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya retorika yang diterapkan Bang Ary Item dalam perannya sebagai Master of Ceremony (MC) di Kota Tebing Tinggi. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui observasi langsung dan wawancara dengan masyarakat yang pernah menggunakan jasanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bang Ary Item menerapkan tiga unsur retorika Aristoteles, yaitu ethos, pathos, dan logos. Unsur ethos tampak paling dominan, karena Bang Ary memiliki kredibilitas, kepribadian yang kuat, serta kemampuan menciptakan suasana akrab selama memandu acara. Unsur pathos terlihat dari kemampuannya membangun emosi dan keterlibatan audiens, sementara logos tercermin melalui penyampaian informasi yang logis dan faktual sehingga meningkatkan kepercayaan publik. Selain itu, Bang Ary juga memadukan gaya komunikasi verbal dan nonverbal. Secara verbal, ia berbicara dengan jelas, lugas, dan mudah dipahami oleh pendengar. Secara nonverbal, ia menggunakan bahasa tubuh seperti senyuman, tawa, dan gerakan tangan yang mendukung pesan verbalnya. Kombinasi gaya retorika dan komunikasi tersebut menjadikan Bang Ary Item sebagai MC yang profesional, karismatik, dan mampu menciptakan interaksi yang hangat dengan audiens