Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

INDONESIA’S CLIMATE DIPLOMACY IN ADDRESSING GLOBAL CLIMATE CHANGE (2015–2023) Maulidina, Salsabila Zahra; Hapsari, Renitha Dwi
The Indonesian Journal of Social Studies Vol 8 No 1 (2025): July
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze Indonesia's climate diplomacy in an effort to address global climate change from 2015 to 2023. The method used is a literature study and document analysis from various sources, including government reports, scientific journals, and policy documents related to climate diplomacy. The results of the study show that Indonesia has committed to reducing greenhouse gas emissions through the Enhanced Nationally Determined Contribution (NDC), with a target of reducing emissions by 31.89% independently and 43.20% with international assistance. Indonesia's climate diplomacy integrates domestic and global interests, and involves various initiatives such as the REDD+ scheme and the Climate Village (ProKlim) program that encourages community participation. Although there has been progress in mitigation and adaptation, challenges such as the conflict between economic development and environmental conservation remain obstacles. The conclusion of this study confirms that Indonesia's climate diplomacy not only contributes to reducing emissions, but also has the potential to be a model for other countries in facing the challenges of global climate change. With an inclusive approach and strong commitment, Indonesia can create a new narrative on climate justice and sustainability at the international level.  
Capacity Building UNDP Pada Program Climate Change di Small Island Developing States Karibia Tahun 2020-2024 Khasanah, Ema Isfa’atin; Hapsari, Renitha Dwi
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 9, No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v9i2.2025.1123-1138

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis capacity building yang dilakukan oleh United Nations Development Programme (UNDP) dalam mendukung program perubahan iklim di Small Island Developing States (SIDS) Karibia pada periode 2020-2024. Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas negara-negara SIDS dalam menghadapi tantangan perubahan iklim yang semakin kompleks. Fokus utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya capacity building yang dilakukan UNDP sebagai organisasi internasional yang bergerak di bidang pembangunan berkelanjutan, serta dampaknya terhadap ketahanan iklim dan pembangunan berkelanjutan di wilayah tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data yang digunakan dala penelitian ini merupakan data sekunder yang diolah dari berbagai situs website, termasuk publikasi UNDP, laporan pemerintah, dan literatur akademis yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UNDP melakukan 2 cara utama untuk melakukan capacity building yakni asistensi secara teknis dan asistensi secara finansial. Keduanya berjalan bersama dan memberikan dampak yang signifikan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih dalam tentang pentingnya pembangunan kapasitas dalam menghadapi perubahan iklim di negara-negara kepulauan kecil dan memberikan rekomendasi untuk program serupa di masa depan
Upaya Kampanye Save The Children dalam Menangani Masalah Pernikahan Anak di Bangladesh Tahun 2020-2023 Maharani, Farah; Hapsari, Renitha Dwi
Global Focus Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Department of International Relations, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jgf.2024.004.01.3

Abstract

The issue of child marriage is a socio-economic problem that has existed for a long time in Bangladesh. Due to factors such as the economic crisis and prolonged school closures, the number of child marriage cases in Bangladesh has increased during the pandemic. The existing legal framework also cannot slow down the child marriage rates in Bangladesh. So this research tries to explain the efforts of Save The Children as an international non-governmental organization in dealing with the problem of child marriage in Bangladesh. This research explains how the Save The Children campaign is trying to deal with the problem of child marriage in Bangladesh in 2020-2023. The theory explained in this research is Brown's theory of international organizational campaign efforts. The research method uses qualitative data analysis techniques with descriptive research type. Primary data collection techniques from interviews with Rahamat Ullah from Save The Children in Bangladesh regarding the research topic. Research findings show that the Save The Children campaign's efforts to address the problem of child marriage are realized in the form of online campaigns via social media and offline campaigns. Apart from that, Save The Children also emphasizes children's participation in campaign efforts to address child marriage in Bangladesh.
 COMPLEMENTARY INTEREST AMERIKA SERIKAT PADA LATIHAN GABUNGAN GARUDA SHIELD TAHUN 2011 – 2021 Amaral, Zasindu; Hapsari, Renitha Dwi
Global and Policy Journal of International Relations Vol 11, No 01 (2023)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jgp.v11i01.3678

Abstract

Amerika Serikat memiliki kepentingan complementary interest untuk mempertahankan hegemoninya dan pengaruhnya di kawasan Asia Tenggara, karena hegemoninya yang mulai perlahan menghilang disebabkan rising power dari China. Amerika Serikat melakukan balancing untuk mempertahankan hegemoninya dengan ikut serta dalam permasalahan Laut Tiongkok Selatan dan mengeluarkan kebijakan Pivot to Asia untuk menghalau keagresifan Tiongkok di Asia Tenggara. Salah satunya dengan melakukan IMET (International Military Education Training) dengan Indonesia dalam Latihan Gabungan Garuda Shield Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan konsep complementary interest dan balance of power. Penulis akan menganalisis complementary interest Amerika Serikat dalam melakukan Latihan Gabungan Garuda Shield dengan Indonesia pada tahun 2011-2021[L11]  dan Amerika Serikat melakukan complementary interest pada kawasan Asia Tenggara untuk mengimbangi kekuatan China dengan melakukan kerjasama militer dengan Filipina dan Indonesia yang dipengaruhi oleh keagresifan China dengan kebijakan BRI dan sengketa Laut China Selatan.Kata Kunci: Balancing, Nation Interest, Laut China Selatan, Amerika Serikat, ASEANDOI: https://doi.org/10.33005/jgp.v11i01.3678
Faktor Penghambat Kerjasama Indonesia-Norwegia dalam Implementasi Redd+ Tahun 2011-2016 Chayani, Ita Sabilah Putri; Hapsari, Renitha Dwi
Global and Policy Journal of International Relations Vol 10, No 02 (2022)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jgp.v10i02.3749

Abstract

ABSTRACTEnvironmental issues are currently receiving a lot of attention worldwide, so they are widely discussed on international agendas. Many countries are starting to care about the sustainability of their country along with the sustainability of the environment in their territory. Some of these countries are Indonesia and Norway. Cooperation between Norway and Indonesia was carried out in the REDD+ program, which was built to significantly reduce greenhouse gas emissions due to deforestation and forest degradation. This research is qualitative with a descriptive method, with data collection techniques using literature, and the data used is secondary data. The result of this research is that there are social, environmental, and economic obstacles to implementing REDD+ in Indonesia, which has caused REDD+, which should have been completed in 2016, to continue to this day.Keywords: Environmental Issues, Collaboration, Deforestation, Degradation, ObstaclesDOI: https://doi.org/10.33005/jgp.v10i02.3749
Implementasi Upaya Geopolitik Rusia Di Kawasan Arktik Tahun 2020-2023 Jihan, Hilmi Nur; Hapsari, Renitha Dwi
Global and Policy Journal of International Relations Vol 13, No 01 (2025)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jgp.v13i01.4424

Abstract

ABSTRACT This research focuses on exploring the geopolitical strategies implemented by Russia in the Arctic region which is rich in natural resources. The Arctic region, although small and shallow, has huge economic potential, including oil, natural gas and liquefied gas. Various countries, including Russia, Canada, the United States, Norway, and Denmark, compete to secure this territory. By having the largest land mass in the Arctic, Russia actively secures its claims through strategic policies and actions. The 2035 basic principles policy document reflects Russia's geopolitical efforts in the Arctic region, with a focus on economy, infrastructure and security. This research uses qualitative data analysis methods by collecting data from literature to provide an objective description of the situation. Efforts such as natural resource extraction, infrastructure development, and military presence in the Arctic are a major focus, demonstrating Russia's determination to maintain its dominance in the Arctic region. Keywords: Geopolitics, National Policy, Natural Exploitation, Infrastructure, Russian Military ABSTRAK Penelitian ini berfokus pada eksplorasi strategi geopolitik yang diterapkan oleh Rusia di wilayah Arktik yang kaya akan sumber daya alam. Wilayah Arktik, meskipun terkecil dan dangkal, memiliki potensi ekonomi yang besar, termasuk minyak, gas alam, dan gas cair. Berbagai negara, termasuk Rusia, Kanada, Amerika Serikat, Norwegia, dan Denmark, bersaing untuk mengamankan wilayah ini. Dengan memiliki daratan terbesar di Arktik, Rusia aktif mengamankan klaimnya melalui kebijakan dan tindakan strategis. Dokumen kebijakan prinsip dasar 2035 menjadi cerminan dari upaya geopolitik Rusia di wilayah Arktik, dengan fokus pada ekonomi, infrastruktur, dan keamanan. Penelitian ini menggunakan metode analisis data kualitatif dengan mengumpulkan data dari literatur untuk memberikan deskripsi yang objektif tentang situasi tersebut. Upaya seperti ekstraksi sumber daya alam, pengembangan infrastruktur, dan kehadiran militer di Arktik menjadi fokus utama, menunjukkan tekad Rusia untuk mempertahankan dominasinya di kawasan Arktik. Kata Kunci: Geopolitik, Kebijakan Nasional, Eksploitasi Alam, Infrastruktur, Militer Rusia
Bantuan Kemanusiaan UNICEF Melalui Humanitarian Action for Children di Afghanistan Pada Tahun 2021-2024 Fidelia, Vasthi Nadia; Pratama, Akbar Yuda; Damayanti, Hanum Alfina; Masruroh, Mahdiyatin; Hapsari, Renitha Dwi
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i1.2026.226-237

Abstract

Kondisi kemanusiaan memburuk sejak Taliban kembali mengambil alih kekuasaan pada 15 Agustus 2021. Konflik bersenjata berkepanjangan, bencana alam, perubahan iklim, dan pandemi Covid-19 memperparah krisis sosial dan ekonomi masyarakat Afghanistan, khususnya bagi kelompok yang rentan mengalami kelaparan, seperti anak-anak. Anak-anak menghadapi keterbatasan akses pendidikan, kekerasan, eksploitasi, hingga pernikahan dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana bantuan kemanusiaan yang dilakukan oleh UNICEF melalui program Humanitarian Action of Children (HAC) dalam merespons kebutuhan anak-anak di Afghanistan pada tahun 2021-2024. Penelitian ini menggunakan konsep humanitarian assistance dari Miriam Bradley dengan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis data sekunder yang berbasis dari laporan tahunan IGO, website resmi IGO, media massa, dan penelitian-penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UNICEF melalui HAC menyediakan dua bantuan kemanusiaan, yakni bantuan material dan bantuan layanan. Bantuan material berupa penyediaan bahan pangan, pengadaan barang medis, WASH, dan CVA. Selain itu, terdapat berbagai bantuan layanan, seperti layanan kesehatan, dukungan gizi, pendidikan formal dan non-formal, serta layanan psikososial. Meskipun terdapat peningkatan cakupan bantuan dari tahun ke tahun, data menunjukkan bahwa masih banyak anak-anak yang belum tersentuh bantuan karena keterbatasan sumber daya dan tantangan geografis maupun politik. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama internasional yang lebih kuat dan pendekatan yang inklusif untuk menjangkau seluruh anak-anak terdampak di Afghanistan.
Islamophobia and Post-Conflict Dynamics Affecting the Moro Muslim Minority in Southern Philippines, 2020–2024 Saputra, Rafli Adi; Hapsari, Renitha Dwi
Padjadjaran Journal of International Relations Vol 8, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/padjir.v8i1.66196

Abstract

This study examines Islamophobia and the conflict dynamics experienced by the Moro Muslim minority in Southern Philippines during 2020–2024. The main issue is how anti-Muslim sentiment influence the post-Bangsamoro peace process. The research aims to analyze the interaction between political, security, and social factors driving discrimination and violence. The conceptual framework is based on securitization theory. The method applied is qualitative document analysis, covering reports from international human rights organizations, official government policies, and media coverage. Findings reveal that despite political progress through the Bangsamoro Autonomous Region in Muslim Mindanao (BARMM), Islamophobia remains instrumentalized by certain actors to sustain threat narratives, hinder integration, and fuel horizontal tensions. The study recommends strengthening minority protection mechanisms and ensuring independent monitoring of policy implementation in BARMM.  Penelitian ini mengkaji Islamophobia dan dinamika konflik yang dialami minoritas Muslim Moro di Filipina Selatan pada periode 2020–2024. Permasalahan utama adalah bagaimana sentimen antiMuslim mempengaruhi proses perdamaian pasca-Perjanjian Bangsamoro. Penelitian ini bertujuan menganalisis interaksi antara faktor politik, keamanan, dan sosial yang memicu diskriminasi serta kekerasan. Kerangka konseptual yang digunakan adalah teori securitization. Metode penelitian yang diterapkan adalah studi kualitatif dengan analisis dokumen, meliputi laporan lembaga HAM internasional, kebijakan resmi pemerintah, dan pemberitaan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat kemajuan politik melalui Bangsamoro Autonomous Region in Muslim Mindanao (BARMM), Islamophobia tetap digunakan oleh aktor tertentu untuk mempertahankan narasi ancaman, menghambat integrasi, dan memicu ketegangan horizontal. Rekomendasi penelitian ini menekankan perlunya penguatan mekanisme perlindungan minoritas dan pengawasan independen terhadap implementasi kebijakan di BARMM.
The IRAN’S NUCLEAR PROGRAM AND ITS IMPACT ON MIDDLE EASTERN REGIONAL SECURITY IN THE 2020–2024 PERIOD Saputra, Rafli Adi; Hapsari, Renitha Dwi
Indonesian Interdisciplinary Journal of Sharia Economics (IIJSE) Vol 9 No 1 (2026): Sharia Economics
Publisher : Universitas KH. Abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/iijse.v9i1.8852

Abstract

Iran's nuclear program has become a strategic issue influencing the security architecture of the Middle East, particularly during the 2020–2024 period. Since the United States withdrew from the Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) in 2018, Iran’s nuclear development has continued to create new tensions with regional states, particularly Israel, Saudi Arabia, and the United Arab Emirates. This research aims to analyze the impact of Iran's nuclear program on regional security in the Middle East using the framework of the Regional Security Complex Theory (RSCT), which emphasizes the interconnection among states within a conflict-prone region. The research employs a qualitative method with a descriptive-analytical approach, relying on literature studies from academic journals, international organizations’ reports, and official documents from governments and international institutions. The findings indicate that Iran’s nuclear program not only exacerbates regional instability but also encourages the formation of new alliances, such as the normalization of relations between Israel and Gulf states through the Abraham Accords. Moreover, the nuclear issue further reinforces the rivalry between the pro-Iran bloc and the pro-West bloc, which has implications for the consolidation of regional defense strategies. Therefore, Iran’s nuclear program serves as a key factor in shaping the direction and prospects of Middle Eastern regional security during the 2020–2024 period. Keywords: Iran, Nuclear Program, Regional Security, Regional Security Complex, Middle East