Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : AGROSCIENCE

ANALISIS KINERJA PERUSAHAAN DAN NILAI PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DAN HUBUNGANNYA DENGAN KENAIKAN HARGA MINYAK GORENG (STUDI KASUS PERUSAHAAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA) Dandi Bahtiar; Dody Faraitody T
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 12, No 1 (2022): June
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis kenaikan minyak goreng. Beberapa media memberitakan kenaikan harga minyak goreng sebagai akibat dari perusahaan besar sektor kelapa sawit yang diduga melakukan pelanggaran terhadap kewajiban DMO (Domestic Market Obligation). Kami meneliti apakah perusahaan sektor kelapa sawit mempunyai kinerja perusahaan yang buruk sehingga melakukan tindakan melanggar aturan demi perbaikan kinerja perusahaan. Kemudian apakah ada hubunganya dengan kenaikan harga minyak goreng. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data-data sekunder berupa data laporan keuangan dari 21 perusahaan sektor perkebunan khususnya di sektor kelapa sawit. Serta data harga minyak goreng dari Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia. Analisis data menggunakan aplikasi SmartPLS. Hasil penelitian menunjukan bahwa kinerja perusahaan mengalami naik turun dari tahun 2015 – 2021. Penurunan kinerja paling signifikan adalah tahun 2019 akibat pandemic covid, lalu tahun berikutnya naik dari tahun 2020 – 2021. Pada tahun 2021 kinerja perusahaan sangat bagus, hal ini karena ekspor CPO yang meningkat, namun mengakibatkan cadangan CPO dalam negeri berkurang. Hasil analisis data menunjukan hasil bahwa kinerja perusahaan yang dinotasikan dengan Profitability di pengaruhi oleh Debt Management, Asset Management, Current Ratio, dengan hasil p-values dibawah 5%. Adapun besarnya variabel yang mempengaruhi profitability adalah sebesar 41,6% yang berarti moderat atau cukup kuat. Kinerja perusahaan yang dinotasikan dengan Nilai perusahaan  atau Market value adalah dipengaruhi oleh ukuran perusahaan dan Asset Management, dengan hasil p-values dibawah 5%, dengan nilai p-Value 25,2%. Kenaikan harga minyak goreng dipengaruhi oleh Profitability dan PER dengan nilai p-values di bawah 5%. Adapun besarnya pengaruh variabel Profitability dan PER adalah sebesar 6%, yang artinya lemah.
ANALISIS PEMANFAATAN HUTAN SEBAGAI TEMPAT WISATA ALAM DAN DAMPAKNYA PADA TARGET SDGS DESA (STUDI PADA DESA WANGUNJAYA) Dandi Bahtiar; Muhammad Sigit Adi Nugraha; Nanan Marlina
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 12, No 2 (2022): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v12i2.2628

Abstract

Pasca Pandemic, terjadi perubahan trend kunjungan pariwisata, dan kecenderungan memilih pariwisata lokal, berbasis alam dan lingkungan. Maka menjadi potensi untuk meningkatkan pariwisata berbasis hutan wisata. Desa Wangunjaya mempunyai potensi hutan yang luas dan potensi pariwisata lokal. Selain itu pemerintah Desa juga masih tetap menghadapi program prioritas yaitu pembangunan berbasis SDGs. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh Pembangunan Hutan Wisata dan Partisipasi Masyarakat terhadap target SDGs Desa. SDGs Desa yang dipilih adalah SDGs Desa nomor 5 tentang kesetaraan gender, SDGs Desa nomor 8 tentang pertumbuhan ekonomi yang merata, SDGs Desa nomor 9 tentang infrastruktur yang berkualitas serta SDGs Desa nomor 15 tentang lingkungan hutan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahawa baik secara parsial maupun simultan variabel Pembangunan Hutan Wisata dan Partisipasi Masyarakat berpengaruh positif dan signifikan terhadap target SDGs Desa. Angka signifikansi dibawah 5% dengan tingkat pengaruh yang kuat sebesar 96,3%. Penelitian ini menjadi penelitian dalam perspektif lain mengukur efektivitas SDGs Desa, dengan menggunakan variabel pembangunan Hutan Wisata dan mengukur Partisipasi Masyarakat pada pencapaian SDGs Desa.