Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Pengaruh Metode Praktikum Terhadap Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Sel Kelas XI di SMA Negeri 4 Pematang Siantar Sinarma Sitio; Mastiur Verawaty Silalahi; Srinatalia Silaen
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.8671

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Metode praktikum Terhadap Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Sel Kelas XI di SMA Negeri 4 Pematangsiantar. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 4 Pematangsiantar. Teknik pengambilan sampel digunakan dengan cara “purposive sampling yaitu Pengambilan sampel dipilih berdasarkan pertimbangan Peneliti ,sebanyak dua kelas yaitu: 36 siswa dari kelas XI PMIA 6 Sebagai kelas control dan 36 siswa dari kelas XI PMIA 5 sebagai kelas eksperimen . Penelitian ini dilaksanakan mulai Juli 2022 sampai Agustus 2022. Aktivitas belajar siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan metode praktikum pada materi sel lebih baik dengan hasil belajar siswa yang dibelajarkan secara konvensional yaitu: Kelas XI PMIA 5 yang dibelajarkan dengan menggunakan metode praktikum dengan skor perolehan nilai aktivitas 81,25% dengan kategori sangat baik, sedangkan Aktivitas belajar siswa pada kelas kontrol yang dibelajarkan dengan menggunakan metode konvensional yaitu kelas XI PMIA 6 dengan skor perolehan nilai aktivitas 71,32%. Nilai rata-rata hasil belajar yang diperoleh kelas eksperimen sebesar 81,72 dengan standar deviasi 8,34 kategori sangat baik sedangkan pada kelas kontrol diperoleh nilai rata-rata hasil belajar 61,77 dengan standar deviasi 14,389. Kemudian dari hasil pengujian hipotesis yang dilakukan dengan uji t diketahui bahwa Thitung (6,60) > Ttabel (1,68) yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar peserta didik kelas eksperimen dan kelas kontrol.
Socialization of Independent Learning in Science Learning Srinatalia Silaen
MOVE: Journal of Community Service and Engagement Vol. 2 No. 3 (2023): January 2023
Publisher : EQUATOR SINAR AKADEMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54408/move.v2i3.153

Abstract

IPA Learning Objectives Independent Curriculum, namely teaching according to ability level is a learning approach that is centered on students based on their level of ability, not on class level. One of the trainings is training on the socialization of science learning with the concept of independent learning as well as improving the soft skills of HKBP TOMUAN PRIVATE ELEMENTARY SCHOOL teachers. The purpose of this service is to develop the concept of independent learning at HKBP TOMUAN PRIVATE ELEMENTARY SCHOOL through training workshops and socialization of independent learning so that this learning can run better. Theoretical benefits add knowledge and insight into science learning, add experience to the concept of learning science. The results of this service are expected to assist teachers in utilizing science teaching media technology at this time, schools: The results of this study are expected to be a reference for applied to every science laboratory learning process in schools.
Utilization of Palm Oil Mill Effluent (POME) Liquid Waste to Increase Density and Growth Rate of Microalgae Chlorella Pyrenoidosa Welmar Olfan Basten Barat; Srinatalia Silaen; Ewin Handoco S
Journal of Applied Geospatial Information Vol 7 No 1 (2023): Journal of Applied Geospatial Information (JAGI)
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/jagi.v7i1.5236

Abstract

Microalgae Chlorella pyrenoidosa is a microalgae that has the potential to have various roles, especially as a bioabsorbant for organic waste. The growth of the oil palm plantation industry is also directly proportional to the increase in waste generated from the CPO production process, namely POME Waste (Palm Oil Mill Effluent). POME waste has a high nutrient content so that it can be utilized by the microalgae Chlorella pyrenoidosa. This study aims to utilize POME waste to increase the growth of Chlorella pyrenoidosa. Microalgae cultivation had a significant effect on the 1:2 treatment and 1:3 treatment when compared to the control cultivation medium with the highest cell density values ​​of 263(106cells/ml) and 279(106cells/ml) respectively. Injection of POME waste into microalgae rearing media will have an impact on increasing the growth of Chlorella pyrenoidosa microalgae.
Basic Laboratory Management Training for Institutions Srinatalia Silaen
MOVE: Journal of Community Service and Engagement Vol. 2 No. 5 (2023): May 2023
Publisher : EQUATOR SINAR AKADEMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54408/move.v2i5.184

Abstract

The objective of Basic Laboratory Training is to increase the competency of laboratory personnel in laboratory management in accordance with the needs and developments that occur in society, increase the ability of laboratory personnel to carry out their duties and career advancement, improve basic laboratory management skills. The method used in this activity is in the form of practice in the field and training. Therefore it is necessary to hold trainings, workshops and outreach to teachers, lecturers, researchers, librarians, laboratory assistants, technicians, educators so that their soft skills develop and improve. One of these trainings is basic laboratory socialization training for tertiary institutions, especially in the fields of chemistry, physics, biology, language and computers with the concept of independent learning while increasing the ability to become proficient in the laboratory world later. The background of the problem in this research is developing accuracy and understanding of the world of laboratory assistants through training workshops and socialization of independent learning at the tertiary level. Based on the formulation of the problem above, the purpose of this service is to develop the concept of independent learning at the tertiary level through training workshops and socialization of independent learning for students and lecturers to run better. Theoretical benefits in increasing the role of higher education laboratories in overcoming current problems in society, improving laboratory quality, increasing the ability of laboratory services to support the Tridharma of higher education.
Sosialisasi Blended Learning sebagai Media Pembelajaran Daring Tarida Alvina Simanjuntak; Yanty Maria Rosmauli Marbun; Yanti Arasi Sidabutar; Monalisa Frince Sianturi; Juni Agus Simaremare; Marlina Agkris Tambunan; Yoel Purba; Srinatalia Silaen; Eva Pasaribu; Leonita Maria Efipanias Manihuruk
SENADA : Semangat Nasional Dalam Mengabdi Vol. 2 No. 1 (2021): SENADA: Semangat Nasional Dalam Mengabdi
Publisher : Politeknik Bina Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56881/senada.v2i1.84

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pelatihan kepada para guru tentang penggunaan Blended Learning dalam pembelajaran daring di masa pandemi ini. Dalam hal ini Blended Learning yang dimaksud adalah aplikasi Zoom sebagai media tatap muka virtual dan aplikasi Google Classroom sebagai sarana media pembelajaran tekstual. Kedua aplikasi tersebut dapat bermanfaat secara efektif untuk meningkatkan pembelajaran secara daring. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah mencakup ceramah variatif disertai dengan praktek langsung. Hasil dari kegiatan ini adalah berupa kecakapan guru-guru dalam menggunakan aplikasi Zoom dan Google Classroom pada kegiatan pembelajarannya. Guru-guru SD Negeri 091316 Pematang Raya sebelumnya belum menggunakan sistem Blended Learning dalam pembelajaran selama masa pandemi ini, tetapi setelah adanya pelatihan pembelajaran daring, para guru merasa cukup puas dan dipermudah dalam proses pembelajaran online. Antusiasme guru-guru menggunakan aplikasi Zoom dan Google Classroom sangat mendukung proses pembelajaran daring yang efektif dan variatif.
SOSIALISASI BLENDED LEARNING SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DARING : SOSIALISASI BLENDED LEARNING SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DARING Yanty Maria Rosmauli Marbun; Tarida Alfina Simanjuntak; Yanti Arasi Sidabutar; Monalisa Frince Sianturi; Juni Agus Simaremare; Marlina Agkris Tambunan; Yoel Purba; Srinatalia Silaen; Eva Pasaribu; Leonita Maria Manihuruk
SENADA : Semangat Nasional Dalam Mengabdi Vol. 2 No. 2 (2021): SENADA : Semangat Nasional Dalam Mengabdi
Publisher : Politeknik Bina Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56881/senada.v2i2.90

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pelatihan kepada para guru tentang penggunaan Blended Learning dalam pembelajaran daring di masa pandemi ini. Dalam hal ini Blended Learning yang dimaksud adalah aplikasi Zoom sebagai media tatap muka virtual dan aplikasi Google Classroom sebagai sarana media pembelajaran tekstual. Kedua aplikasi tersebut dapat bermanfaat secara efektif untuk meningkatkan pembelajaran secara daring. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah mencakup ceramah variatif disertai dengan praktek langsung. Hasil dari kegiatan ini adalah berupa kecakapan guru-guru dalam menggunakan aplikasi Zoom dan Google Classroom pada kegiatan pembelajarannya. Guru-guru SD Negeri 091316 Pematang Raya sebelumnya belum menggunakan sistem Blended Learning dalam pembelajaran selama masa pandemi ini, tetapi setelah adanya pelatihan pembelajaran daring, para guru merasa cukup puas dan dipermudah dalam proses pembelajaran online. Antusiasme guru-guru menggunakan aplikasi Zoom dan Google Classroom sangat mendukung proses pembelajaran daring yang efektif dan variatif.
Pengaruh Model Pembelajaran Contextual Teaching And Learning Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Sel Kelas XI Di SMA Swasta Tamansiswa Pematang Siantar Reja J Pasaribu; Mastiur Verawaty Silalahi; Srinatalia Silaen
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 1 No. 4 (2022): Desember 2022
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jkip.v1i4.180

Abstract

Penelitian ini dilakukan di SMA Swasta Tamansiswa Pematang Siantar dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran contextual teaching and learning terhadap hasil belajar siswa pada materi sel. Dalam penelitian ini, digunakan metode penelitian quasi eksperiment dengan desain ialah Pretest-Posttest Control Group Design. Dalam penelitian ini digunakan tes yang berupa pilihan berganda sebagai alat pengumpulan data untuk menguji hasil belajar siswa. Pemanfaatan model pembelajaran contextual teaching and learning dilakukan untuk memenuhi kebutuhan siswa dalam kaitan pencapaian pengetahuan. Berdasarkan hasil uji hipotesis yang dianalisis adalah 0,000 sedangkan nilai signifikansi adalah 0,05 yang artinya sig (2-tailed) 0,000 < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini membuktikan bahwa ada pengaruh signifikan model pembelajaran contextual teaching and learning terhadap hasil belajar siswa pada materi sel di SMA Swasta Tamansiswa Pematang Siantar
Pengaruh Model Learning Cycle Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Keanekaragaman Hayati Kelas X Di SMA Negeri 1 Pematang Siantar Riama Judika Manik; Mastiur Verawaty Silalahi; Srinatalia Silaen
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 1 No. 4 (2022): Desember 2022
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jkip.v1i4.181

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Learning Cycle terhadap hasil belajar siswa pada Keanekaragaman hayati dan tidak mengunakan model Learning Cycle. Jenis penelitian ini yaitu kualitatif dan kuantitatif. Instrumen pengumpulan data digunakan tes untuk mengukur hasil belajar mampu mengkaji permasalahan tersebut dan mampu menemukan konsep melalui beberapa proses pembelajaran ini mampu membantu peserta didik dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis sehingga akan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa, Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengaruh model Learning Cycle dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Untuk mengetahui pengaruh model Learning Cycle yang digunakan mendapat hasil belajar pada post test kelas eksperimen memiliki persentase rata-rata 72 % dan termasuk kriteria sangat baik, post test kelas kontrol memilki nilai rata-rata 44% dan termasuk kriteria tidak baik menggunakan model Learning Cycle . Analisis data tes untuk melihat pengaruh model Learning Cycle dilakukan uji hipotesis. Hasil pengujian hipotesis ddapatkan thitung dan ttabel (3,298 > 2,386). Hal ini menunjukan bahwa hasil belajar siswa dapat dipengaruhi oleh model Learning Cycle
Sosialisasi Blended Learning Sebagai Media Pembelajaran Daring Tarida Alvina Simanjuntak; Yanty Maria Rosmauli Marbun; Yanti Arasi Sidabutar; Monalisa Frince Sianturi; Juni Agus Simaremare; Marlina Agkris Tambunan; Yoel Purba; Srinatalia Silaen; Eva Pasaribu; Leonita Maria Efipanias Manihuruk
Kanigara Vol 1 No 2 (2021): Kanigara
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/kanigara.v1i2.3637

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pelatihan kepada para guru tentang penggunaan Blended Learning dalam pembelajaran daring di masa pandemi ini. Dalam hal ini Blended Learning yang dimaksud adalah aplikasi Zoom sebagai media tatap muka virtual dan aplikasi Google Classroom sebagai sarana media pembelajaran tekstual. Kedua aplikasi tersebut dapat bermanfaat secara efektif untuk meningkatkan pembelajaran secara daring. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah mencakup ceramah variatif disertai dengan praktek langsung. Hasil dari kegiatan ini adalah berupa kecakapan guru-guru dalam menggunakan aplikasi Zoom dan Google Classroom pada kegiatan pembelajarannya. Guru-guru SD Negeri 091316 Pematang Raya sebelumnya belum menggunakan sistem Blended Learning dalam pembelajaran selama masa pandemi ini, tetapi setelah adanya pelatihan pembelajaran daring, para guru merasa cukup puas dan dipermudah dalam proses pembelajaran online. Antusiasme guru-guru menggunakan aplikasi Zoom dan Google Classroom sangat mendukung proses pembelajaran daring yang efektif dan variatif.
Arthropoda Community Structure in Conservation Forest and Oil Palm Plantation in Java Tongah Village Area, Hatonduhan District, Simalungun Regency Silaen, Srinatalia; Barat, Welmar Olfan Basten
Journal of Applied Geospatial Information Vol 7 No 2 (2023): Journal of Applied Geospatial Information (JAGI)
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/jagi.v7i2.6258

Abstract

The research about composition and structure of Arthropoda community was conducted at oil palm plantations Arthropoda were collected at oil palm plantation, conservasion forest and forest edge sites (between conservation forest and plantation area) by survey method with systematic random sampling for arthropoda in litter and soil. A total of four Arthropoda species that belonging to 2 orders, 3 families, 4 general and 57 individuals was collected. The highest number of individuals Isotomiella sp. (14 ind) family Isotomidae. Arthropoda community composition consists of 3 families & 4 species: Neanuridae (Lobella sp.), Brachystomellidae (Brachystomella sp.) & Isotomidae (Isotomiella sp. & Folsomides sp.), Arthropoda community structure The highest density is in the litter location I (16 ind / m2) while the lowest density is in location III (3.56 ind / m2). The highest soil density is in location I (4,538.56 ind / m3) & the lowest density is in location III (789,761 ind / m3). The highest relative density is location III (100%) & the lowest relative density is found in location I (litter, 5.8%) & (soil, 8.9%). The highest Shannon-Wiener diversity index, both litter and soil, were found in location I (litter 1.28) & (soil, 1.38) and the lowest diversity index was found in location III (0). The highest similarity index for Sorensen was location III (75.71%) and the lowest was the comparison between locations II & I (20%).