Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

KOMPETENSI PROFESIONAL GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENGHADAPI TANTANGAN ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 (STUDI KOMPARATIF DI SMP SEKECAMATAN LEMBAH MELINTANG KABUPATEN PASAMAN BARAT) ayu hidayati rusdan; ahmad lahmi; aguswan rasyid
Ruhama : Islamic Education Journal Vol 3, No 1 (2020): Mei 2020
Publisher : Program Pascasarjana UMSB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/ruhama.v3i1.1947

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penguasaan guru terhadap konsep dan materi pembelajaran PAI di era revolusi industri 4.0 dan menganalisis sejauhmana guru PAI mengembangkan keprofesiannya melalui tindakan reflektif di era revolusi industri 4.0, serta mendeskripsikan pemanfaatan TIK dalam proses pembelajaran PAI oleh guru di era revolusi industri 4.0. Metode penelitian adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan prosedur analisis data dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menemukan tiga simpulan pokok, yaitu: pertama, penguasaan Guru terhadap konsep dan materi PAI di era revolusi industri 4.0.masih perlu ditingkatkan. Kedua, pengembangan keprofesiannya guru PAI melalui tindakan reflektif di era revolusi industri 4.0 telah dilakukan cukup baik oleh guru-guru PAI. Ketiga, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran di era revolusi industri 4.0 sudah terlihat cukup bagus. Kata kunci: Profesional Guru, PAI, Era Revolusi Industri 4.0
MUHAMMAD ABED AL-JABIRI, NALAR BUDAYA ARAB, DAN IMPLIKASINYA DALAM PENDIDIKAN ISLAM Ahmad Lahmi; Sandra Ayu
Ruhama : Islamic Education Journal Vol 2, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Program Pascasarjana UMSB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/ruhama.v2i2.1690

Abstract

Abstract: This study was conducted on the thought of Muhammad Abed al-Jabiri, in his work "Takwim al-qAql al-Arabi" trying to build buildings, especially special Arabic cultural reasoning. From the results of the study that the author found is the reason of Arabic culture which refers to the normative of everything, which one refers to the thought to look for the position and location of something in the value system that is used as a reference and research center. In another perspective, the normative perspective is also a reductive perspective which gives rise to perspective only on aspects of values, and the consequences of the given meaning (community and culture) that uses that perspective. This is contrary to the objective (Greek-European) in discussing something by searching for a non-subjective. In other words, an objective perspective is a structural analytical perspective, analyzing something to the point of being incompatible, in order to reconstruct it, in a form that can display its substance. The relevance of the conceptions needed needs to improve the Islamic education system which prioritizes the Islamic education system in order to be able to base its knowledge style based on empiricism and research. Keywords: reason, culture/'aql, thaqaafah
Islam Indonesia: Telaah Kontruksi Identitas Muslim Tradisional dan Muslim Modernis Aslinda, Aslinda; Elhusen, Sofwan Karim; Ahmad Lahmi; Asmaret, Desi; Dahlan, Dasrizal
Progressive of Cognitive and Ability Vol. 3 No. 3 (2024)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jpr.v3i3.1150

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menyelidiki konstruksi identitas antara Muslim tradisional dan Muslim modernis di Indonesia. Tujuannya adalah untuk memahami bagaimana kedua kelompok ini membentuk identitas mereka, baik secara individu maupun sebagai komunitas, serta bagaimana identitas ini tercermin dalam praktik keagamaan, pemikiran, dan tindakan mereka dalam konteks sosial, budaya, dan politik Indonesia.. Metode yang digunakan mencakup analisis kualitatif data yang diperoleh dari literatur ilmiah dan penelitian lapangan. Hasil kajian menunjukkan perbedaan signifikan dalam konstruksi identitas antara Muslim tradisional dan Muslim modernis di Indonesia. Muslim tradisional cenderung mengedepankan praktik keagamaan yang lebih terkait dengan tradisi lokal dan kearifan lokal, sementara Muslim modernis cenderung lebih terbuka terhadap pengaruh global dan menekankan pada pembaruan pemikiran keagamaan dan adaptasi terhadap perubahan zaman. Meskipun demikian, ditemukan juga kesamaan dalam nilai-nilai agama yang mendasari kedua kelompok tersebut, seperti kepatuhan pada ajaran agama dan rasa solidaritas dalam komunitas Muslim. Kesimpulan dari penelitian ini memberikan wawasan yang lebih dalam tentang dinamika konstruksi identitas dalam masyarakat Muslim Indonesia, serta implikasinya dalam berbagai aspek kehidupan sosial, budaya, dan politik.
Transformasi Pemikiran Muhammadiyah Dari Puritanisme Ke Kosmopolitanisme Syafrianto Syafrianto; Apris Apris; Mursal Mursal; Ahmad Lahmi
Journal Education And Islamic Studies Vol 2 No 2 (2024): Journal Education And Islamic Studies
Publisher : Institut Agama Islam Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55062//IJR.2024.v2i2/538/5

Abstract

This research aims to explore the development and transformation of Muhammadiyah thought from puritanism to cosmopolitanism. This research uses a qualitative method with a library research model. The source of data for this research is by searching for books and scientific articles in online journals with the help of the Publish or Perish application and Google Scholar. After the data is found, it is filtered and classified according to the theme discussed. Furthermore, the author will present the results of the research in the form of narratives and graphs, making it easier to understand the discussion. The results of this research can be concluded, that Muhammadiyah as a modernist Islamic movement, is rooted in the spirit of puritanism which emphasises the purification of Islamic teachings based on sacred texts and practices of the salaf generation. Over time, the organisation underwent a transformation towards cosmopolitanism, which integrates inclusive, adaptive, and universal values. This shift was influenced by globalisation, the dynamics of science, and contextual needs, which encouraged Muhammadiyah to combine puritanism with tajdid (renewal). Through the concept of Islam Berkemajuan, Muhammadiyah carries the vision of universal humanitarian solidarity, dialogue between civilizations, and active participation in global issues. This transformation reflects a shift from a doctrine-based movement to one that contributes significantly to the welfare of humanity, maintaining relevance at the national level, while expanding its influence on the global stage.
PEMIKIRAN BURHANI TENTANG MUHAMMADIYAH BERKEMAJUAN DITINJAU DARI FILSAFAT PENDIDIKAN Marhadi Efendi; Firdaus; Mursal; Ahmad Lahmi
EDU RESEARCH Vol 6 No 1 (2025): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v6i1.524

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemikiran Burhani mengenai konsep Muhammadiyah Berkemajuan dalam perspektif filsafat pendidikan. Muhammadiyah sebagai organisasi Islam memiliki peran penting dalam pengembangan pendidikan di Indonesia. Pemikiran Burhani menekankan pentingnya integrasi nilai-nilai keislaman dan modernitas dalam pendidikan, sehingga menghasilkan generasi yang tidak hanya berakhlak mulia tetapi juga terampil dan inovatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka, dengan analisis kualitatif terhadap karya-karya Burhani dan dokumen terkait Muhammadiyah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Burhani mengedepankan pendidikan holistik yang mencakup aspek spiritual, intelektual, dan sosial. Ia berargumen bahwa pendidikan harus mampu menjawab tantangan zaman, serta menyiapkan siswa untuk berkontribusi secara aktif dalam masyarakat. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa pemikiran Burhani dapat menjadi pijakan dalam merumuskan strategi pendidikan yang relevan dengan konteks sosial dan budaya Indonesia, sekaligus mendukung visi Muhammadiyah Berkemajuan.
LITERASI NEUROSAINS GURU SAINS PRA-JABATAN: NEUROMI DAN PEMAHAMAN PROFESIONAL TENTANG PEMBELAJARAN DAN MEMORI Eryandi Ray; Dasrizal Dahlan; Rosniati Hakim; Ahmad Lahmi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 01 (2025): Volume 10, Nomor 01, Maret 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i01.23492

Abstract

Teachers' lack of understanding of neuroscience in learning has led to the emergence of neuromitos, which are misconceptions in distinguishing facts and myths related to brain function in the learning process. This study aims to (1) elaborate neuromitos in education and (2) explain the relationship between neuroscience literacy and professional understanding of learning and memory. The method used is descriptive qualitative research with a literature study approach. The results show that (1) lack of knowledge and high interest in neuroscience, without proper understanding, as well as inappropriate teaching strategies, contribute to the spread of neuromitos, and (2) teachers who have good neuroscience literacy and master effective teaching techniques are better able to recognize and eliminate neuromitos and implement evidence-based learning strategies.
PERKEMBANGAN OTAK DAN PERAN NUTRISI DALAM MENDUKUNG PRESTASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Ismasnawat; Rosniati Hakim; Dasrizal D; Ahmad Lahmi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 01 (2025): Volume 10, Nomor 01 Maret 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i01.23431

Abstract

This study aims to explore the relationship between brain development and the role of nutrition in supporting primary school students' learning achievement. The issue raised is how brain development factors, which are influenced by nutritional intake, can affect children's cognitive abilities and spirituality. The methodology used in this research is a qualitative approach with literature analysis that links concepts in the Qur'an with recent neuroscience findings. Data was collected from various sources, including previous research and relevant Qur'anic commentaries. The results showed that the development of the human brain has a unique position and functions as the center of thinking activity which is greatly influenced by the nutrients received. This study concludes that meeting the needs of proper nutrition is essential to optimize brain development and improve learning achievement of primary school students, and emphasizes the need for more attention to children's diet in the context of education.
Muhammadiyah dan Kebudayaan Jawa: Analisis Teologis Jusmiwarti Bj; Marlini T; Ahmad Lahmi; Mursal
Journal of Social, Educational and Religious Studies Vol. 1 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Suria Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67467/jsers.v1i1.8

Abstract

Pendekatan Muhammadiyah terhadap kebudayaan Jawa sering kali menjadi bahan diskusi dalam konteks hubungan antara agama dan tradisi lokal. Permasalahan utama yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana Muhammadiyah menyeleksi, mengakomodasi, dan mengasimilasi tradisi Jawa dengan prinsip teologis Islam yang diusungnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi teologis Muhammadiyah dalam merespons tradisi Jawa dan kontribusinya terhadap masyarakat Jawa secara luas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui studi literatur dari sumber primer dan sekunder yang relevan, termasuk dokumen resmi Muhammadiyah, jurnal ilmiah, serta hasil penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Muhammadiyah mengadopsi pendekatan selektif terhadap tradisi Jawa, mempertahankan elemen-elemen budaya yang tidak bertentangan dengan akidah Islam dan memodifikasi tradisi tertentu untuk kepentingan dakwah. Pendekatan ini menghasilkan kontribusi signifikan dalam bidang pendidikan, sosial, dan seni budaya, serta menciptakan harmoni antara agama dan budaya lokal. Kajian ini menegaskan pentingnya dialog antara nilai-nilai universal Islam dan kearifan lokal sebagai landasan untuk membangun masyarakat yang inklusif dan berkeadaban.
Muhammadiyah Berkemajuan dan Transformasi Pendidikan Madrasah: Perspektif Najib Burhani dalam Kerangka Kebijakan Publik Pendidikan Islam Perdana, Taslim; Ahmad Lahmi; Dasrizal Dahlan
Midaduna: Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 2 (2025): Islamic Studies Journal
Publisher : Edupedia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengkaji konsep Muhammadiyah Berkemajuan dalam perspektif Najib Burhani dan relevansinya bagi transformasi pendidikan madrasah dalam kerangka kebijakan publik pendidikan Islam. Dengan pendekatan kajian pustaka dan analisis reflektif-praksis, artikel ini menempatkan gagasan berkemajuan sebagai paradigma keilmuan dan kebijakan yang menuntut keterbukaan berpikir, kritik internal, serta orientasi pada kemaslahatan publik. Sebagai pejabat pendidikan madrasah, penulis memaknai pemikiran Najib Burhani tidak hanya sebagai wacana akademik, tetapi juga sebagai landasan etik dan operasional dalam perumusan kebijakan, tata kelola lembaga, dan pengembangan mutu pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Muhammadiyah Berkemajuan relevan untuk mendorong madrasah yang unggul secara akademik, moderat dalam keberagamaan, dan adaptif terhadap dinamika kebijakan nasional.
INTERNALISASI NILAI KULTURAL MUHAMMADIYAH JAWA DALAM PENDIDIKAN DASAR: TINJAUAN PSIKOLOGI PERKEMBANGAN ANAK Choirunnisa Siregar, Fithri; Wulandari; Ahmad Lahmi; Dasrizal Dahlan
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.41683

Abstract

The objective of this research is to analyze the internalization of Javanese Muhammadiyah cultural values—a synthesis of progressive Islamic theology and Javanese local wisdom—at the elementary education level through the lens of child developmental psychology. Primary education is a critical phase where children are in the concrete operational stage and undergo rapid moral and social development. This study employs a qualitative descriptive method, utilizing literature reviews and observations across several Muhammadiyah elementary educational institutions in Central Java and Yogyakarta. The findings indicate that the internalization of values, such as andhap ashor (humility), tepa selira (empathy), and a strong work ethic (tajdid), is achieved through three psychological stages: habituation, figurative identification, and significance attribution. Psychologically, the internalization of these cultural values facilitates the development of a positive self-concept and moral autonomy among children. These findings affirm that the Muhammadiyah primary education curriculum serves as a protective pedagogy that transcends mere knowledge transfer, acting instead as an incubation space for a harmonious identity fused from religion and local culture. This research highlights the necessity of strengthening the teacher's role as a social learning model to bridge the gap between traditional values and children's psychosocial development in the digital era.