Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PENYULUHAN TENTANG DIET DASH DI PUSKESMAS KUTALIMBARU KABUPATEN DELI SERDANG Simamora, Hetty Gustina; Simorangkir, Lindawati; Karo, Mestiana Br; Ginting, Agustaria; Simbolon, Nagoklan; Boris, Jev; Sianturi, Elprida; Pakpahan, Rotua Elvina; Siringo ringo, Magda
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Kesehatan (JUPKes) Edisi Juni 2023
Publisher : STIKes Santa Elisabeth Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52317/

Abstract

Hipertensi salah satu penyakit tidak menular yang berbahaya yang dapat mengancam nyawa.Berdasarkan data prevalensi hipertensi di Indonesia menurut Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, sebanyak 65.048.110 jiwa (34,1%). Penyebab tingginya kasus hipertensi yakni gaya hidup tidak sehat, seperti diet yang tidaksehat seperti makanan cepat saji, tidak rutin melakukan olahraga, dan kebiasaan yang tidaksehat.Penanganan dengan terapi farmakologis terdiri atas pemberian obat anti hipertensi yang memerlukan keteraturan waktu, dengan memperhatikan tempat, mekanisme kerja dan tingkat kepatuhan. Terapi non farmakologi yang dapat kita lakukan dengan mengatur pola makan yang sehat serta mengurangi konsumsi garam yang berlebihan. Salah satunya adalah memberikan penyuluhan tentang diet DASH (Dietary Approach to Stop Hypertension). Diet DASH (Dietary Approach to Stop Hypertension) adalah bentuk terapi non farmakologis hipertensi dalam bentuk diet makanan harian yang tinggi serat dan rendah lemak. Yang menjadi sasaran dalam pengabdian ini adalah keluarga yang tinggal bersama lansia hipertensi yakni di wilayah kerja Puskesmas Kutalimbaru Kab. Deli Serdang dengan jumlah peserta sebanyak 31 orang. Tim melakukan kunjungan ke rumah lansia untuk melakukan edukasi kepada keluarga dan lansia. Sebelum dan Sesudah melakukan edukasi berbasis keluarga tim memberikan kuesioner. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yakni sebagian besar paham sebanyak 64, 52%, di wilayah kerja Puskesmas Kutalimbaru Kab. Deli Serdang. Hasil kegiatan ini diharapkan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran keluarga dalam merawat lansia hypertensi sehingga terhindar dari komplikasi.
BAKTI SOSIAL PEMERIKSAAN KESEHATAN, PENYULUHAN, DAN SENAM LANSIA DI PAROKI SANTO PETRUS CINTA DAMAI Situmorang, Paska Ramawati; Boris, Jev; Pakpahan, Rotua Elvina; Simanullang, Murni Sari Dewi; Barus, Mardiati; Sigalingging, Vina Yolanda Sari
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Kesehatan (JUPKes) Edisi Juni 2023
Publisher : STIKes Santa Elisabeth Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52317/

Abstract

Lansia atau lanjut usia adalah kelompok umur pada manusia yang telah memasuki tahapan akhir dari fase kehidupannya. Secara alamiah semua orang akan mengalami proses menjadi tua dan tidak dapat dicegah. Pertambahan usia mengakibatkan fungsi fisiologis mengalami penurunan akibat proses degeneratif (penuaan), sehingga penyakit tidak menular banyak diderita oleh lansia. Tujuan kegiatan ini adalah sebagai upaya pemeliharaan kesehatan lansia untuk tetap hidup sehat dan produktif. Kegiatan bakti sosial ini bekerja sama dengan tenaga kesehatan dokter dan perawat. Metode pelaksanaan dimulai dengan pemeriksaan kesehatan seperti pengukuran tekanan darah, pemeriksaan kadar gula darah, asam urat, dan kolesterol. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi penyuluhan kesehatan, lalu kegiatan senam lansia. Lansia cukup antusias mengikuti rangkaian kegiatan, baik saat penyuluhan dan senam dilakukan. Kegiatan ini memberikan manfaat yang positif bagi lansia diantaranya lansia dapat mengetahui kondisi tubuhnya melalui pemeriksaan kesehatan, meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang penyakit yang dialami, serta menjaga kesehatan jasmani dengan senam. Diharapkan kegiatan ini dapat dilakukan secara rutin sehingga pemeliharaan kesehatan lansia dapat lebih optimal.
HUBUNGAN LAMA MENJALANI HEMODIALISA DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS DI RSUP H. ADAM MALIK MEDAN Sembiring, Friska Br; Pakpahan, Rotua Elvina; Tumanggor, Lili Suryani; Laiya, Epy Karniat Gustin
Indonesian Trust Health Journal Vol 7 No 1 (2024): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v7i1.193

Abstract

Chronic kidney failure is a disease in which the function of the kidneys decreases so that they are unable to work in terms of filtering and disposing of the body's electrolytes.This condition causes patients with chronic kidney failure to undergo hemodialysis therapy which is carried out 2-3 times a week for a lifetime. This study aims to determine the relationship between the length of time undergoing hemodialysis and the quality of life of chronic kidney failure patients at H. Adam Malik General Hospital Medan 2023. This study uses a correlational design with a cross sectional approach. The population of this study are 376 people. The sampling technique used is purposive sampling, which total 79 samples. The instrument used is the Kidney Disease Quality of Life Questionnaire Short Form 36 (KDQOL-SF36). The results showed that most of the respondents underwent hemodialysis < 1 year as many as 36 people (45.6%), and most of them have a high quality of life as many as 46 people (58.2%). The results of statistical tests using the chi-square test obtained p-value = 0.103 (p> 0.05). Based on the result of the study, it can be concluded that there is no relationship between the length of time undergoing hemodialysis and quality of life of chronic kidney failure patients at H. Adam Malik General Hospital Medan in 2023. Suggestions from this study are that patients can carry out hemodialysis therapy regularly in order to achieve a good quality of life. Abstrak Gagal ginjal kronis adalah penyakit dimana fungsi organ ginjal mengalami penurunan hingga tidak mampu bekerja dalam hal penyaringan dan pembuangan elektrolit tubuh. Kondisi tersebut menyebabkan penderita gagal ginjal kronis harus menjalani terapi hemodialisa yang di lakukan 2-3 kali seminggu untuk seumur hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama menjalani hemodialisa dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronis di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 376 orang. Teknik pengambilan sampel yang di gunakan adalah Purposive sampling, yang berjumlah 79 sampel. Instrumen yang di gunakan adalah Kuesioner Kidney Disease Quality of Life Short Form 36 (KDQOL-SF36). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menjalani hemodialisa < 1 tahun sebanyak 36 orang (45,6%), dan sebagian besar memiliki kualitas hidup tinggi sebanyak 46 orang (58,2%). Hasil uji statistik menggunakan chi-square test di peroleh p-value = 0,103 (p>0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat di simpulkan bahwa tidak ada hubungan lama menjalani hemodialisa dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronis di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2023. Saran dari penelitian ini diharapkan pasien dapat melaksanakan terapi hemodialisa secara teratur agar tercapai kualitas hidup yang baik.
Edukasi Metode Be-Fast Untuk Deteksi Dini Stroke Pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Simalingkar Sembiring, Friska Br; Yanti Ginting, Amnita Anda; Pakpahan, Rotua Elvina; Sitanggang, Yohana; Ginting, Agustaria
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.7423

Abstract

Kematian serta kecacatan fisik dan mental merupakan dampak yang umum di temukan pada penyakit stroke,sebagai akibat aliran darah ke otak terputus secara tiba-tiba dengan penyebab utamanya adalah pecahnya pembuluh darah di otak atau penyumbatan yang sangat parah dan dapat terjadi pada usia produktif dan lanjut usia dengan salah satu penyebabnya adalah penyakit hipertensi. Deteksi dini dengan metode Be-fast (Balance,  Eyes,  Face,  Arm,  Speech,  & Time) sangat membantu mengenali gejala dini stroke sehingga menurunkan tingkat kematian maupun kecacatan akibat terlambat di bawa ke fasilitas kesehatan. Penyakit stroke dan hipertensi merupakan 10 penyakit terbesar di Puskesmas Simalingkar. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini agar masyarakat khususnya dalam hal ini lansia mampu mengenali gejala awal kejadian stroke melalui metode be-fast sehingga segera pergi ke layanan fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pengobatan. Kegiatan edukasi ini diberikan kepada 20 orang lansia. Pendekatan yang dilakukan kepada lansia melalui metode edukatif dan promotif ini diharapkan terjadi perubahan perilaku positif dalam mengenal tanda dini dari penyakit stroke.
Overview of Dietary Compliance in Hypertensive Patients at Haji Adam Malik Hospital Medan in 2022 Sigalingging, Vina Yolanda Sari; Pakpahan, Rotua Elvina; Gea, Wilda Satriana
Jurnal EduHealth Vol. 13 No. 01 (2022): Jurnal EduHealth, April - September 2022
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.604 KB)

Abstract

High blood pressure is an abnormal increase in blood pressure in the arteries over a period of time. According to WHO, the normal limit for blood pressure is 140/90 mmHg, while a person is declared to have hypertension if his blood pressure is >160/95 mmHg. One of the factors that can affect controllable blood pressure is lifestyle or lifestyle, including the application of diet. The purpose of this study is to determine the description of diet compliance in hypertensive patients at Haji Adam Malik General Hospital Medan 2022. This study uses a descriptive method. Sampling technique using purposive sampling with a sample of 39 respondents. The measuring instrument uses is a questionnaire. The results of this study show that the category of adherence to the hypertension diet is (97.4%), and the category of non-adherence to the hypertension diet is (2.6%). It is expected that people with hypertension will maintain and improve their diet compliance better, reduce consumption of drinks and foods with high blood pressure.
Hubungan Tingkat Stres dengan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Usia Produktif Di Puskesmas Padang Bulan Medan Tahun 2023 Lingga, Mira Octavia; Pakpahan, Rotua Elvina; Br. Ginting, Friska Sri Handayani
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i2.9493

Abstract

Hipertensi adalah kondisi peningkatan tekanan darah di atas tingkat normal, yakni melebihi 120/80 mmHg. Stres merupakan respons fisik dan psikologis terhadap tuntutan yang menimbulkan ketegangan dalam kehidupan sehari-hari. Pada usia produktif, berbagai masalah kesehatan muncul, termasuk yang disebabkan oleh faktor degeneratif. Stres memiliki potensi memicu hipertensi melalui aktivitas sistem saraf simpatis, yang dapat menyebabkan kenaikan tekanan darah secara tidak teratur.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan tingkat stress dengan tekanan darah pada penderita hipertensi usia prduktif di Puskesmas Padang bulan Medan Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan deskriptif korelasi dengan metode pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 68 orang. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner tingkat stres DASS dan lembar observasi tekanan darah. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan sebanyak 7 orang (10,3%) dari 15 tingkat stress ringan tekanan darah prehipertensi, 21 orang (41,2%) dari 51 tingkat stress sedang tekanan darah hipertensi derajat 1 dan 2 orang (2,9%) dari 2 tingkat stress berat tekanan darah hipertensi derajat 2. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariate dan bivariate. Hasil uji statistik spearman rank diperoleh nilai r=0,264 dan p= 0,030 (p<0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa ada hubungan signifikan antara tingkat stress dengan tekanan darah pada penderita hipertensi usia produktif di Puskesmas Padang Bulan Medan Tahun 2023 dengan tingkat keeratan lemah. Diharapkan pada penderita hipertensi usia produktif dapat melakukan terapi manajemen stres untuk penderita hipertensi agar tetap menjaga perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari.  
Gambaran Kepatuhan Minum Obat Penderita Tuberkulosis Paru Di Rumah Sakit Khusus Paru Medan Sumatera Utara Zebua, Selviyan Enjelita; Ginting, Amnita Anda Yanti; Pakpahan, Rotua Elvina
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.15808

Abstract

Tuberkulosies merupakan suatu penyakiet kroniek menular yang diesebabkan oleh Bakterie Mycobacterieum tuberkulosies. Penyakiet Tuberkulosies relaps (kambuh), kasus baru, bahkan resiestensie hiengga saat ienie menjadie masalah kesehatan die seluruh duniea baiek global ataupun ienternasieonal yang harus die atasie. Kepatuhan mienum obat adalah salah satu masalah dalam pengobatan TB. Ketiedakpatuhan penderieta tuberkulosies paru merupakan salah satu penyebab kegagalan pengobatan tuberkulosies yang menjadie hambatan untuk mencapaie kesembuhan. Metode penelitian ini mengunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional dengan mengunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 95 responden kepatuhan minum obat rendah sebanyak 59 responden (62.2%), kepatuhan sedang 21 responden (22.1%) dan kepatuhan tinggi 15 responden (15.8%). Rendahnya kepatuhan minum obat ini karena responden lupa minum obat, lupa membawa obat dikarenakan sibuk bekerja, ketidaknyamanan minum obat dan kesulitan dalam mengingat minum obatnya serta kurangnya motivasi diri untuk sembuh. Kepatuhan minum obat lebih ditingkatkan dengan mengikuti aturan minum obat, adanya motivasi untuk sembuh dan memberikan penyuluhan kesehatan pentingnya minum OAT hingga tuntas yang diberikan oleh pelayanan kesehatan.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Tingkat Temper Tantrum Pada Anak Usia 2-4 Tahun Di Desa Limau Manis Kec. Tanjung Morawa Kab. Deli Serdang Tahun 2024 Br Silaban, Chiara Aprilya; Pakpahan, Rotua Elvina; Sembiring, Friska
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4215

Abstract

Latar Belakang : Anak Usia dini (2-4 Tahun) dalam tumbuh dan kembangnya banyak mengalami perubahan emosional. Pola asuh orang tua memiliki hubungan yang signifikan terhadap perkembangan emosional dan tingkat temper tantrum pada anak dan seringkali dipengaruhi oleh cara pengasuhan orang tua yang berperan dalam menyebabkan tantrum seperti orang tua yang memanjakan anak, ayah dan ibu tidak sependapat, serta orang tua yang tidak memperdulikan anaknya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan pola asuh orang tua dengan tingkat temper tantrum pada anak usia 2-4 tahun di Desa Limau Manis Kec. Tanjung Morawa Kab. Deli Serdang. Metode : Metode penelitian ini menggunakan desain studi korelasional dengan pendekatan cross-sectional dengan jumlah sampel 89 responden yang dipilih secara Proportional random sampling sampling. Alat ukur dalam penelitian ini adalah kuesioner pola asuh dan kuesioner temper tantrum. Analisa data dilakukan dengan menggunakan uji spearman rank (rho) dengan (p = 0,001). Hasil : Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan pola asuh orang tua dengan tingkat temper tantrum dengan memiliki korelasi positif 0.337. Kesimpulan : Temuan ini mengidentifikasikan pola asuh otoriter yang ditandai dengan kombinasi antara kasih sayang, disiplin tegas, efektif dalam mengurangi temper tantrum. Pola asuh yang terlalu ketat atau permisif dapat memperburuk tingkat temper tantrum. Sebaliknya, pola asuh demokratis yang melibatkan kolaborasi antara orang tua dan anak dalam perkembangan anak. Diharapkan orang tua menerapkan pengasuhan yang baik dalam mendidik anaknya dan layanan kesehatan setempat perlu menyediakan edukasi dan dukungan bagi orang tua untuk mengadopsi pola asuh yang lebih efektif.