Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengabdian kepada Masyarakat: Analisis Kegiatan Membaca Al-Qur’an dan Program Pendidikan Agama bagi Anak-Anak Santri Masjid Jami’ Al-Barokah, Kampung Cirawa, Desa Nyalindung, Kecamatan Nyalindung Purwanto; Rahmatulloh, Aang; Muliasutisna, Asep; Hanapia, Cepi; Putra, Rendi Pratama
Celebes Journal of Community Services Vol. 1 No. 2 (2022): Juny - November
Publisher : STIE Amkop Makassar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/celeb.v1i2.3023

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an serta pemahaman nilai-nilai agama Islam pada anak-anak santri di Masjid Jami’ Al-Barokah, Kampung Cirawa, Desa Nyalindung, Kecamatan Nyalindung. Latar belakang kegiatan ini berangkat dari pentingnya pendidikan agama yang dimulai sejak usia dini, mengingat Al-Qur’an bukan hanya sebagai bacaan ibadah, tetapi juga sebagai pedoman hidup yang membentuk akhlak dan karakter. Salah satu faktor yang memengaruhi keberhasilan pembelajaran agama adalah lingkungan keluarga, yang berperan dalam memberikan motivasi, pendampingan, dan teladan bagi anak. Metode pelaksanaan kegiatan ini menggabungkan pendekatan pedagogis dan sosiologis, didukung oleh library research dan field research. Instrumen yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kegiatan dilaksanakan secara tatap muka dengan materi inti pengenalan huruf hijaiyah dan makhārij al-ḥurūf, pelatihan tartīl dan tahsīn, murāja‘ah bacaan salat dan Asmā’ul Ḥusnā, penguatan akhlak, serta pembiasaan ibadah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan pengenalan huruf dan pengucapan makhārij, kelancaran hafalan bacaan salat dan Asmā’ul Ḥusnā, serta perbaikan sikap seperti kerapian, kesopanan, dan kedisiplinan belajar. Faktor pendukung meliputi semangat belajar anak yang tinggi, kemampuan meniru, imajinasi kreatif, dan minimnya beban eksternal. Hambatan yang dihadapi antara lain perbedaan kemampuan antar peserta, manajemen kelas, dan konsentrasi belajar anak. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah lingkungan keluarga memiliki pengaruh signifikan terhadap motivasi belajar anak, khususnya dalam pembelajaran Al-Qur’an. Dukungan orang tua melalui dorongan langsung, pemberian hadiah, nasihat, serta kontrol pembelajaran di rumah mampu meningkatkan minat dan prestasi belajar anak. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pembinaan berkelanjutan bagi peningkatan kualitas pembelajaran agama di tingkat masyarakat.
Penyuluhan Pengaruh Sampah di Lingkungan Masyarakat di Desa Nyalindung Kec.Nyalindung Sumarna, Andri; Haryono, Merda Budi; Fauzi, Sudar; Hanapia, Cepi; Laswati, Esi Fitri
Celebes Journal of Community Services Vol. 1 No. 1 (2022): December - May
Publisher : STIE Amkop Makassar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/celeb.v1i1.3026

Abstract

Permasalahan pengelolaan sampah di tingkat desa masih menjadi tantangan serius, khususnya di Desa Nyalindung, Kecamatan Nyalindung, yang ditandai dengan rendahnya kesadaran masyarakat, kebiasaan membuang sampah sembarangan, serta lemahnya sistem pengelolaan yang terintegrasi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah melalui program penyuluhan berbasis partisipasi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan dan wawancara terhadap warga desa, aparat desa, dan perwakilan lembaga pendidikan. Analisis data dilakukan dengan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa faktor penghambat utama meliputi rendahnya literasi lingkungan, kebiasaan membuang sampah sembarangan, minimnya pengawasan, dan pengelolaan sampah yang kurang efektif. Adapun faktor pendukung keberhasilan program antara lain dukungan aparat desa, keterlibatan sebagian warga yang antusias, potensi sumber daya lokal, kerja sama dengan sekolah, serta materi penyuluhan yang kontekstual. Penyuluhan ini terbukti mampu meningkatkan pemahaman warga tentang dampak sampah terhadap kesehatan dan lingkungan, serta mendorong sebagian warga mulai melakukan pemilahan dan pengelolaan sampah secara mandiri. Kesimpulannya, intervensi edukasi berbasis partisipasi masyarakat dapat menjadi strategi efektif untuk mengubah paradigma dari “membuang” menjadi “mengelola” sampah secara berkelanjutan. Model ini berpotensi direplikasi di wilayah lain dengan menyesuaikan pendekatan pada konteks sosial-budaya setempat.