Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Edukasi dan Promosi Kesehatan Tentang Diet Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Rejosari Kecamatan Pringsewu Amali Rica Pratiwi; Aftulesi Nurhayati; Alfariz Irfan Nabila; Dini Eria Paramita; Eriza Muetia Fadila; Nurul Utami
urn:multiple://2988-7828multiple.v2i128
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Melitus Tipe 2 menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Puskesmas Rejosari, Kecamatan Pringsewu, dengan prevalensi tinggi dan kurangnya pemahaman pasien tentang diet Diabetes Melitus. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pasien mengenai pengelolaan diet Diabetes Melitus melalui edukasi yang menggunakan media leaflet, power point, dan buku kumpulan menu makanan selama 7 hari. Metode pelaksanaan meliputi screening awal, penyusunan media edukasi, pelaksanaan edukasi dalam dua sesi, serta evaluasi pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada persentase pasien dengan kategori pengetahuan tinggi dari 57,6% menjadi 97,0% setelah edukasi. Untuk pengabdian masyarakat selanjutnya, disarankan untuk menggunakan metode edukasi yang lebih variatif, seperti video dan kunjungan rumah, serta meningkatkan frekuensi pertemuan untuk memperkuat pemahaman pasien.
Hubungan Jarak Dan Durasi Penggunaan Digital Device Dengan Keluhan Mata Lelah Pada Siswa SMK Negeri 1 Binjai Tasya Auditha Ritonga; Nurul Utami; Ichwan Alamsyah Lubis; Aspri Astria
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 2 No 9 (2025): JKRI - Agustus 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelelahan mata merupakan salah satu gejala yang ditimbulkan akibat terlalu lamanya menonton layar komputer. Kemungkinan adanya gangguan kesehatan mata disebabkan oleh penggunaan perangkat digital yang intens. Penggunaan perangkat digital lebih dari 5 jam dan pengguna perangkat digital >30 cm mempengaruhi kelelahan mata. Untuk mengetahui hubungan antara jarak dan lama penggunaan perangkat digital dengan keluhan kelelahan mata pada siswa SMKN 1 Binjai. Metode : Riset analitik observasional dengan desain cross sectional. Penentuan sampel menggunakan metode total sampling dengan jumlah sampel 220 siswa SMKN 1 Binjai. Uji Spearman Rank menunjukkan nilai p = 0,033 (p ≤ 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara lama penggunaan perangkat digital dengan keluhan kelelahan mata. Nilai koefisien korelasi Spearman sebesar 0,206 mengindikasikan adanya korelasi positif dengan kekuatan lemah. Pada siswa SMKN 1 Binjai, hasil yang sama menunjukkan nilai p = 0,033 (p ≤ 0,05) dengan koefisien korelasi 0,144, yang juga mencerminkan korelasi positif namun sangat lemah. Dengan demikian, terdapat hubungan signifikan antara jarak maupun durasi penggunaan perangkat digital dengan keluhan kelelahan mata pada siswa SMKN 1 Binjai
Hubungan Efikasi Diri terhadap Hasil Belajar Blok Emergency Medicine pada Mahasiswa Tingkat Akhir Fakultas Kedokteran Universitas Siti Masruroh; Oktadoni Saputra; Rodiani Rodiani; Dwita Oktaria; Nurul Utami
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 1 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efikasi diri merupakan keyakinan yang dimiliki oleh individu untuk mampu berhasil dalam mengerjakan suatu hal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan efikasi diri terhadap hasil belajar blok Emergency Medicine pada mahasiswa tingkat akhir Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling yang terdiri dari170 mahasiswa angkatan akhir Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. Penelitian ini menggunakan kuisioner General Self Efficacy (GSE) yang terdiri dari 13 item pertanyaan dan data hasil belajar didapatkan dari ujian akhir blok CBT Emergency Medicine. Data penelitian ini dianalisis mengunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan, terdapat 73 (42,9%) responden yang memiliki efikasi diri sedang, 54 (31,8%) responden memiliki efikasi diri tinggi dan 43 (25,3%) responden memiliki efikasi diri rendah. Hasil uji chi square didapatkan nilai p 0,000 (<0,05). Hasil tersebut menyatakan bahwa terdapat hubungan antara efikasi diri terhadap hasil belajar blok Emergency Medicine pada mahasiswa tingkat akhir Fakultas Kedokteran Universitas Lampung.Kata Kunci: belajar, efikasi diri, hasil belajar
Penatalaksanaan Osteoartritis, Hipertensi dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) dengan Prinsip Pelayanan Dokter Keluarga Intan Siti Hilaima; Nurul Utami; Sahab Sibuea
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lanjut usia (lansia) adalah seseorang yang mencapai usia 60 tahun ke atas. Bertambahnya umur, fungsi fisiologis mengalami penurunan, sehingga lansia rentan menderita penyakit tidak menular (PTM). Lansia juga mengalami penurunan imunitas tubuh, sehinga rentan terinfeksi penyakit menular. Hasil Riskesdas 2013, menyatakan bahwa penyakit terbanyak pada lansia adalah PTM, seperti hipertensi, artritis, stroke, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) dan diabetes mellitus (DM).Tujuan studi ini untuk mengidentifikasi faktor risiko dan masalah klinis yang terdapat pada pasien dengan menerapkan pendekatan dokter keluarga yang holistik dan komprehensif, serta melakukan penatalaksanaan berbasis Evidence Based Medicine (EBM). Studi ini merupakan laporan kasus. Data primer diperoleh melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, dan kunjungan rumah. Data sekunder didapat dari rekam medis. Penilaian berdasarkan diagnosis holistik dari awal, proses, dan akhir studi secara kualitiatif dan kuantitatif. Pasien menderita osteoartritis, hipertensi, dan PPOK dengan derajat fungsional2. Faktor risiko internal pada pasien adalah laki-laki usia 62 tahun serta kurangnya pengetahuan pasien mengenai penyakit yang diderita. Faktor risiko eksternal pada pasien adalah paparan debu dan asap di lingkungan rumah, higienitas keluarga/rumah yang kurang baik, dan adanya anggota keluarga yang merokok. Dilakukan edukasi terhadap pasien dan keluarganya tentang penyakit beserta komplikasi, obat yang dikonsumsi pasien, serta pola makan dan hidup sehat terkait penyakitnya. Setelah dilakukan evaluasi, didapatkan peningkatan pengetahuan pasien tentang penyakitnya dan pasien bersedia mengikuti anjuran yang diberikan seperti menghindari faktor risiko, mengatur pola makan, dan berolahraga yang cukup. Keluhan yang dirasakan berkurang dan pasien mulai rutin kontrol.Kata kunci: hipertensi, lansia, osteoartritis, PPOK.
Faktor-Faktor Individu yang Berhubungan dengan Kejadian Keluhan Muskuloskeletal pada Petani di Kecamatan Adiluwih Kabupaten Pringsewu Aldo Fatejarum; Fitria Saftarina; Nurul Utami; Diana Mayasari
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 7 No. 1 (2020): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluhan muskuloskeletal merupakan penyakit akibat kerja yang menyebabkan rasa nyeri pada persendian. Keluhan ini dapat terjadi karena beberapa faktor, yaitu fakor pekerjaan, faktor lingkungan dan faktor individu. Termasuk dalam faktor individu adalah usia, lama kerja, masa kerja, jenis kelamin dan status gizi. Prevalensi tertinggi terjadinya keluhan muskulosketal ini adalah pada petani. Provinsi Lampung, merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang sebagian besar penduduknya bekerja sebagai petani khususnya pada kabupaten Pringsewu Kecamatan Adiluwih di Pekon Srikaton. Desain penelitian ini adalah metode analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani di Kecamatan Adiluwih Kabupaten Pringsewu. Sampel penelitian berjumlah 78 petani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dengan teknik consecutive sampling. Penelitian ini mempunyai nilai α=5%. Hasil penelitian menunjukan petani yang mengalami keluhan muskuloskeletal berjumlah 44 orang (56,4%), terdapat hubungan antara usia dengan keluhan muskuloskeletal (p=0,003), terdapat hubungan antara lama kerja dengan keluhan muskuloskeletal (p=0,000), terdapat hubungan antara masa kerja dengan keluhan muskuloskeletal (p=0,035), terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan keluhan muskuloskeletal (p=0,023) dan tidak terdapat hubungan antara status gizi dengan keluhan muskuloskeletal (p=0.543). Terdapat hubungan antara usia, lama kerja, masa kerja, jenis kelamin dengan keluhan keluhan muskuloskeletal dan tidak terdapat hubungan antara status gizi dengan keluhan muskuloskeletal.Kata Kunci: faktor individu, keluhan muskulosketal, petani.
Potensi Nanopartikel dalam Agromedicine Elizabeth Ruttina Hutagaol; Nurul Utami
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 7 No. 1 (2020): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agromedicine adalah hubungan antara profesional medis dan pertanian untuk mempromosikan kesehatan dan keselamatan keluarga petani, pekerja pertanian, dan konsumen produk pertanian. Salah satu fokus agromedicine adalah pada orang-orang yang terkena atau berpotensi terpapar pestisida. Hal ini diakibatkan masih banyaknya kesalahan yang terjadi dalam pertanian sehingga menyebabkan munculnya masalah kesehatan. Nanoteknologi merupakan ilmu dan rekayasa dalam penciptaan material, struktur fungsional, maupun piranti dalam skala nanometer. Nanoteknologi tidak hanya sebatas bagaimana cara menghasilkan material atau partikel yang berukuran nanometer, melainkan memiliki pengertian yang lebih luas termasuk bagaimana cara memproduksi serta mengetahui kegunaan sifat baru yang muncul dari material nano yang telah dibuat. Nanoteknologi berpotensi mengubah keseluruhan skenario industri pertanian dan makanan saat ini dengan bantuan alat baru yang dikembangkan untuk pengobatan penyakit tanaman, deteksi cepat patogen menggunakan kit berbasis nano, meningkatkan kemampuan tanaman untuk menyerap nutrisi. Pemberantasan hama hingga saat ini menggunakan pestisida dan agen biologis. Kesuburan karena kelebihan penggunaan dan pembunuhan mikroflora tanah yang bermanfaat membuat peneliti beralih ke pencarian agen potensial baru melawan hama serangga. Peneliti sudah membuktikan keefektifan nanopartikel dapat digunakan sebagai sistem pengiriman yang efisien dari pestisida yang larut dalam air. Nanoteknologi memiliki potensi merevolusi berbagai sektor industri pertanian dan makanan dengan alat modern untuk pengobatan penyakit, deteksi penyakit yang cepat dan meningkatkan kemampuan tanaman.Kata Kunci: agromedicine, hama, nanoteknologi, pestisida