Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

ANALISIS PEMETAAN TINGKAT KEKERASAN TANAH PADA WILAYAH KECAMATAN JAYA BARU KOTA BANDA ACEH MENGGUNAKAN PROGRAM ArcGIS 10 Maimunah, Maimunah; Yanti, Ira Dama; Fatimah, Aldina; Sarina Zein, Keumala Citra
Jurnal Bisnis Digital Vol 2, No 1 (2022): Edisi Januari - Juni 2022
Publisher : Fakultas Ekonomi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/bidig.v2i1.1530

Abstract

Kepulauan Indonesia berada pada jalur distribusi gempa yang cukup tinggi khususnya Provinsi Aceh. Salah satu wilayah di Aceh yang terkena dampak paling besar akibat gempa bumi dan tsunami adalah Kecamatan Jaya Baru yang terletak di pesisir kota Banda Aceh. Bangunan-bangunan yang memicu konsentrasi massa harus dibangun dengan konstruksi tahan gempa sesuai dengan daya dukung tanah masing-masing. Banyak perencana bangunan terutama konstruksi gedung yang kesulitan menentukan tingkat kekerasan tanah pada suatu wilayah perencanaan. Kondisi ini terjadi karena tidak tersedianya peta tingkat kekerasan tanah di Kecamatan Jaya Baru. Sehingga menuntut adanya perencanaan bangunan yang memiliki konsep ketahanan tanah terhadap gempa dengan memperhatikan kondisi setiap lapisan tanah di daerah yang sering terjadinya gempa bumi. Pemetaan tingkat kekerasan tanah pada suatu wilayah merupakan solusi yang tepat untuk mengatasi dan memudahkan perencana bangunan menentukan tingkat kekerasan tanah menurut SNI 1726-2012 pada suatu wilayah perencanaan. Menentukan tingkat kekerasan tanah menurut SNI 1726-2012 dapat dilakukan dengan memakai data Cone Penetration Test yang kemudian dikonversikan ke nilai N pada Standard Penetration Test, untuk mendapatkan nilai N yang kemudian dipetakan dengan memakai program ArcGIS 10 yang dikembangkan oleh ESRI (Environtment Science Research Institute). Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kecamatan Jaya Baru pada kedalaman 0.2 sampai dengan 3.0 cenderung bertipe tanah lunak dengan tanah sedang tersebar hanya di beberapa titik. Sedangkan pada kedalaman 3.2 sampai dengan 7.0 meter cenderung bertanah sedang dengan tanah bertipe lunak hanya tersebar di beberapa titik dan terdapat satu titik lokasi bertipe tanah keras pada kedalaman 2.2 meter di Kecamatan Jaya Baru
PENGARUH MODAL INTELEKTUAL TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN BUMN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Agustina, Maya; Yanti, Ira Dama; Sari, Ira Sartika
Jurnal Bisnis Digital Vol 4, No 1 (2024): Vol 4, No 1 (2024): Edisi Januari - Juni 2024
Publisher : Fakultas Ekonomi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/bidig.v4i1.2169

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2022, dengan tujuan untuk menguji pengaruh modal intelektual terhadap kinerja keuangan perusahaan. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan menggunakan sampel sebanyak 39 perusahaan. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder, dengan Teknik analisis datanta menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal intelktual berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan perusahaan BUMN, sehingga setiap peningkatan modal intelktual berpotensi menigkatkan kinerja keuangan perusahaan. Hal ini dikarenakan modal intelktual dapat menghasilkan nilai tambah (Value Added) yang mampu meningkatkan keunggulan bersaing atau keunggulan kompetitif bagi perusahaan berupa pengetahuan, pengalaman, kemampuan mengelola hubungan, pengelolaan teknologi dan informasi, ketrampilan dan profesionalitas yang dapat digunakan manajemen dalam upaya meningkatkan nilai untuk meraih keunggulan berkelanjutan dalam bersaing bagi perusahaan.
Pendekatan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dalam Meningkatkan Efisiensi Pengelolaan Air Irigasi pada Musim Kemarau Yulia; Effendi Nurzal; Manovri Yeni; Ira Dama Yanti
Jurnal Kolaborasi Akademika Vol. 3 No. 1 (2026): JKA
Publisher : Bansigom Na Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64826/cgcsst16

Abstract

Keterbatasan pasokan air irigasi pada musim kemarau menuntut penerapan pola pengelolaan yang lebih adaptif dan efisien guna menjaga keberlanjutan kegiatan pertanian. Salah satu pendekatan yang dinilai strategis adalah penguatan peran Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) sebagai lembaga lokal yang terlibat langsung dalam pengelolaan dan pemanfaatan air irigasi. Tulisan ini bertujuan untuk menguraikan pendekatan P3A dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan air irigasi selama musim kemarau. Pendekatan yang digunakan bersifat deskriptif-konseptual dengan menitikberatkan pada praktik pengelolaan air yang diterapkan oleh P3A, meliputi pengaturan distribusi air, penerapan sistem pengairan bergilir, serta pelaksanaan pemeliharaan jaringan irigasi secara partisipatif. Uraian ini menunjukkan bahwa keterlibatan aktif anggota P3A dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan pengelolaan irigasi berperan penting dalam menekan kehilangan air, meningkatkan pemerataan distribusi, serta mengurangi potensi konflik antarpetani. Selain itu, penguatan kapasitas kelembagaan dan peningkatan kesadaran petani terhadap prinsip keadilan dan efisiensi penggunaan air menjadi faktor pendukung keberhasilan pendekatan ini. Namun demikian, keterbatasan sarana prasarana dan dukungan teknis masih menjadi tantangan dalam penerapan pendekatan P3A secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan sinergi berkelanjutan antara P3A dan pemerintah untuk mendukung efektivitas pengelolaan air irigasi, khususnya pada kondisi kekurangan air di musim kemarau.