Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PERBEDAAN STABILITY PAD EXERCISE DAN BALANCE STRATEGY EXERCISE TERHADAP KESEIMBANGAN DINAMIS PADA LANSIA Fatimah Azzahra; Shofhal Jamil; Tyas Sari Ratna Ningrum
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian Stability Pad Exercises Dan Balance Strategy Exercise terhadap peningkatan Keseimbangan pada lansia dengan gangguan keseimbangan Dinamis. Penelitian ini menggunakan eksperimental dengan two-group pretest-posttest design, sebanyak 24 orang Lansia dwngan gangguan keseimbangan dinamis menjadi sampel dengan teknik purposive sampling. Sampel dibagi 2 kelompok yaitu kelompok I mendapatkan Stability Pad Exercises dan kelompok II mendapatkan Balance Strategy Exercise dilakukan 3 kali seminggu selama 4 minggu. Peneliti menggunakan alat ukur vertical jump untuk mengukur power dan anterior drawer test of ankle untuk mengetahui chronic ankle instability. Paired sampel t-test kelompok I p=0,000 (p<0,05) dan kelompok II p=0,000 ( p<0,05) menunjukkan tidak perbedaan pengaruh terhadap peningkatan keseimbangan dinamis pada lansia dengan gangguan keseimbangan dinamis. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan signifikan antara pemberian Stability Pad Exercises Dan Balance Strategy Exercise terhadap peningkatan Keseimbangan pada lansia dengan gangguan keseimbangan Dinamis.
Differences in the Effect of Chair Based Exercise and Otago Exercise on Balance Disorders in the Elderly at Posyandu Dewi Sartika Sidoarum Aprianda, Anisa; Muhammad Ali Jafar; Tyas Sari Ratna Ningrum
Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius Vol. 3 No. 1 (2025): Desember
Publisher : CV. CENDIKIA JENIUS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70920/jenius.v3i1.73

Abstract

Background: In the elderly there are changes in the biological and psychological functions of the elderly, which usually worsen, giving rise to problems including those within themselves such as sensory, cognitive, central nervous system and musculoskeletal disorders which cause a decrease in balance, resulting in balance disorders and decreased muscle strength. , and muscle flexibility decreases. Objective: The aim of this study is to determine the difference in the effect of providing Chair Based Exercise and Otago Exercise on improving balance in the elderly. Method: This study used quasi experimental with pre test and post test two group design, total sample 26 divided into 2 groups. Group I was treated with Chair Based Exercise and Group II was treated with Otago Exercise. This research was conducted for 4 weeks with 3x training per week. Results: Testing hypothesis I using the Wilcoxon Test showed a value of p0<001 (p0<05) the results of testing hypothesis II using the Wilcoxon Test revealed a value of p0<001 (p0<05) which means that the two treatments had an influence on improving the balance of the elderly. The results of hypothesis III using Mann-Whitney showed that the value in groups I and II was p=0.383 (p>0.05), which means there was no difference between the two exercises. Conclusion: There was no difference in the effect of providing Chair Based Exercise and Otago Exercise on improving balance in the elderly. Suggestion: Future researchers can use the same method with broader data characteristics and a larger number of samples.
Perbedaan Pengaruh Latihan Interval Jalan-Jogging Dan Bounce Terhadap Kapasitas Aerobik (Vo 2 max) Pada Adolescents Perempuan Usia 18-20 Tahun Ningrum, Tyas Sari Ratna
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan : Kemajuan teknologi juga mendapat mempercepat terjadinya proses penurunan kapasitas kardiorespirasi. Kegiatan yang semakin dipermudah dengan bantuan mesin telah banyak memanjakan kita, sehingga kurangnya aktivitas gerak, terlebih untuk remaja yang sedang dalam masa pertumbuhan yang bila keadaan ini berlangsung lama, maka bisa memungkinkan terjadinya penurunan kesehatan dan munculnya berbagai penyakit akibat kurangnya aktivitas gerak tubuh. Tujuan : dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan interval jalan-jogging, mengetahui pengaruh latihan bounce, dan perbedaan pengaruh kedua latihan tersebut terhadap kapasitas aerobic (VO2Max) pada adolescents perempuan. Metode : jenis penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan desain penelitian pre dan post test two group design. 16 adolescents perempuan digunakan sebagai sampel dibagi untuk 2 kelompok masing-masing 8 orang dipilih dengan pengukuran Harvard step test dengan hasil rendah yang diberikan perlakuan selama 8 minggu setiap minggu dilaksanakan 4 kali untuk kelompok latihan interval dasar jalan-jogging, dan 3 kali seminggu untuk kelompok bounce. VO2max diukur sebelum dan sesudah perlakuan pada akhir minggu ke 8. Hasil : hasil pengolahan data menunjukkan latihan interval jalan-jogging dan bounce berpengaruh dalam meningkatkan VO2max dan terdapat perbedaan pengaruh antara kedua jenis latihan tersebut. Kesimpulan : Latihan bounce lebih baik dalam meningkatkan VO2max dibanding dengan latihan interval jalan-jogging.
PERBEDAAN PENGARUH YOGA OCULAR EXERCISES DAN EYE EXERCISES TERHADAP KELELAHAN MATA PADA GAMERS REMAJA Fauzan Azhim; Tyas Sari Ratna Ningrum; Andry Ariyanto
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 9 (2026): Februari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengaruh yoga ocular exercises dan eye exercises terhadap penurunan kelelahan mata pada gamers remaja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksperimental dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 34 gamers remaja laki-laki yang tergabung dalam UKM Esport Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Sampel dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok pre-test dan post-test. Kelompok I diberikan intervensi yoga ocular exercises, sedangkan kelompok II diberikan intervensi eye exercises. Intervensi dilakukan sebanyak 6 kali dalam satu minggu. Pengukuran tingkat kelelahan mata dilakukan menggunakan kuesioner Visual Fatigue Index (VFI). Analisis data menggunakan paired sample t-test untuk mengetahui pengaruh masing-masing intervensi dan independent sample t-test untuk mengetahui perbedaan pengaruh antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua intervensi memberikan pengaruh signifikan terhadap penurunan kelelahan mata (p=0,000; p<0,05). Namun, hasil uji independent menunjukkan bahwa yoga ocular exercises lebih efektif dibandingkan eye exercises (p=0,018). Kesimpulan penelitian ini adalah yoga ocular exercises memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap penurunan kelelahan mata pada gamers remaja dibandingkan eye exercises.
Hubungan Aktivitas Fisik Terhadap Kelemahan (Frailty) Pada Lansia Balgis, Balgis; Laksono, Tri; Ningrum, Tyas Sari Ratna
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.667

Abstract

Latar Belakang: Peningkatan jumlah lansia seiring proses aging population berdampak pada meningkatnya masalah kesehatan geriatri, salah satunya adalah kelemahan (frailty).Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik terhadap kelemahan pada lansia di Posyandu Lansia Dahlia.Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional ini melibatkan 119 lansia berusia ≥60 tahun yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Aktivitas fisik diukur menggunakan kuesioner International Physical Activity Questionnaire – Elderly (IPAQ-E) dan tingkat frailty diukur menggunakan Tilburg Frailty Indicator (TFI). Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan rata-rata total aktivitas fisik responden adalah 4722,70 MET-menit/minggu, dengan kategori rendah (17,6%), sedang (42,9%), dan tinggi (39,5%). Sebanyak 25,2% lansia tergolong frail dengan rata-rata skor TFI 3,24. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dan kelemahan pada lansia (r = -0,122; p = 0,187). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan signifikan antara aktivitas fisik terhadap kelemahan pada lansia di Posyandu Lansia Dahlia. Meskipun secara teori aktivitas fisik berperan penting, pada populasi penelitian ini, faktor lain seperti penyakit kronis, status nutrisi, dan dukungan sosial diduga lebih dominan. Upaya promotif dan preventif perlu diintegrasikan dengan pendekatan holistik yang memperhatikan berbagai faktor risiko frailty untuk mempertahankan kemandirian dan kualitas hidup lansia.