Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengaruh Spa Kaki Diabetik Terhadap Sensitifitas Kaki Pada Penderita Diabetes Melitus Di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya Mualim, Azhar
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 9 No. 1 (2024): Januari-Juni 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54460/jifa.v9i1.96

Abstract

Perawatan kaki salah satunya SPA diabetik merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi sirkulasi darah perifer sehingga dapat mencegah komplikasi dari Diabetes Melitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh SPA kaki diabetik terhadap sensitifitas kaki pada penderita diabetes melitus. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen dengan rancangan one group pretest posttest, populasi dalam penelitian adalah semua pasien diabetes mellitus berjumlah 604 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 15 orang dan tempat penelitian dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya pada tanggal 13 Juli – 13 Agustus 2023. Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa Sensitifitas kaki pada penderita diabetes melitus sebelum SPA kaki diabetik mayoritas berada pada kategori negatif sebanyak 11 responden (73,3%), Sensitifitas kaki pada penderita diabetes melitus sesudah SPA kaki diabetik mayoritas berada pada kategori positif sebanyak 10 responden (66,7%), Ada pengaruh SPA kaki diabetik terhadap sensitifitas kaki pada penderita diabetes melitus dengan nilai P-value 0,000 menunjukkan perbedaan yang bermakna yang terlihat dari t-hitung = 3,055 dan t-tabel = 2,145. Sehingga dapat disimpulkan bahwa t-hitung lebih besar dari t-tabel maka Ha diterima. Kesimpulan: Ada pengaruh SPA kaki diabetik terhadap sensitifitas kaki pada penderita diabetes melitus. Saran: Diharapkan bagi responden dengan adanya penelitian ini memberikan informasi tentang Efek dari SPA Kaki Diabetik dapat memperbaiki sensitifitas kaki. Terapi ini dapat direkomendasikan untuk pengobatan non farmakologis sensitifitas kaki pada pasien sehingga dapat mengurangi resiko neuropati serta dapat mencegah komplikasi yang berakibat ulkus diabetik maupun amputasi.
BEM TECH4HEALTH: Teknologi dan Mahasiswa untuk Peningkatan Akses dan Literasi Kesehatan Berbasis Digital di Komunitas dalam Pencegahan Stunting pada Balita Idawati; Mualim, Azhar; Yuliana; Irnawati; Seriana, Irma
Lebah Vol. 19 No. 2 (2025): November: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program BEM TECH4HEALTH merupakan inisiatif inovatif yang memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan literasi dan akses kesehatan masyarakat desa, khususnya dalam pencegahan stunting pada balita. Program ini dikembangkan oleh mahasiswa STIKES Medika Nurul Islam melalui dua aplikasi terintegrasi-BEM TECH4HEALTH dan SmartStun Youth. Kedua platform ini menggabungkan fungsi edukasi, pelaporan digital, dan pemantauan tumbuh kembang anak secara real-time. Artikel ini membahas proses pengembangan, penerapan, serta dampak sosial dan teknologi dari program tersebut di Desa Pulo Mesjid II, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, Aceh. Hasil implementasi menunjukkan peningkatan signifikan pada kapasitas kader Posyandu dan pemuda desa dalam literasi digital serta manajemen data kesehatan komunitas
Techahealth's Digital Technology Based Collaborative Intranatal Care Model for Optimizing Healthy Births in Stunting Prevention ‎, Yuliana; ‎‎, Idawati; Mualim, Azhar; ‎, Irnawati; Harahap, Meliani Sukmadewi
JOURNAL EDUCATIONAL OF NURSING(JEN) Vol 9, No 1 (2026): Journal Educational of Nursing (JEN)
Publisher : STIKes RSPAD RSPAD Gatot Soebroto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37430/jen.v9i1.331

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem that has a long-term impact on the quality of human resources and needs to be prevented from the beginning of life. The delivery process is a crucial phase in determining the baby's initial condition through the quality of intranatal care, the prevention of complications, and the success of early breastfeeding initiation (IMD). However, the practice of intranatal care in health care facilities still faces obstacles in the form of suboptimal collaboration between professions and the use of digital technology. This study aims to analyze the influence of the TECH4HEALTH Digital Technology-Based Collaborative Intranatal Care Model on the optimization of healthy births in stunting prevention. This study uses a quasi-experimental design with a pretest–posttest with control group. The sample consisted of 80 maternity mothers who were divided into an intervention group (n=40) and a control group (n=40). The intervention group received collaborative intranatal care based on digital TECH4HEALTH technology involving midwives, doctors, nurses, and nutritionists, while the control group received conventional intranatal care. The research variables included the quality of intranatal care, the success of IMD, the incidence of asphyxia, the baby's birth weight, and the level of maternal understanding of stunting prevention. The results showed a significant improvement in the quality of intranatal care in the intervention group with an average score increasing from 72.4 to 88.6 (p<0.001), while the control group only increased from 73.1 to 76.5. The success of IMD in the intervention group reached 87.5% compared to 62.5% in the control group. The incidence of asphyxia decreased to 5% in the intervention group compared to 17.5% in the control group, and the proportion of infants with normal birth weight was higher (92.5% vs. 77.5%). The level of maternal understanding of stunting prevention increased significantly (p<0.001) after the application of the TECH4HEALTH model.