Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pengaruh Spa Kaki Diabetik Terhadap Sensitifitas Kaki Pada Penderita Diabetes Melitus Di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya Mualim, Azhar
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 9 No. 1 (2024): Januari-Juni 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54460/jifa.v9i1.96

Abstract

Perawatan kaki salah satunya SPA diabetik merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi sirkulasi darah perifer sehingga dapat mencegah komplikasi dari Diabetes Melitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh SPA kaki diabetik terhadap sensitifitas kaki pada penderita diabetes melitus. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen dengan rancangan one group pretest posttest, populasi dalam penelitian adalah semua pasien diabetes mellitus berjumlah 604 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 15 orang dan tempat penelitian dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya pada tanggal 13 Juli – 13 Agustus 2023. Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa Sensitifitas kaki pada penderita diabetes melitus sebelum SPA kaki diabetik mayoritas berada pada kategori negatif sebanyak 11 responden (73,3%), Sensitifitas kaki pada penderita diabetes melitus sesudah SPA kaki diabetik mayoritas berada pada kategori positif sebanyak 10 responden (66,7%), Ada pengaruh SPA kaki diabetik terhadap sensitifitas kaki pada penderita diabetes melitus dengan nilai P-value 0,000 menunjukkan perbedaan yang bermakna yang terlihat dari t-hitung = 3,055 dan t-tabel = 2,145. Sehingga dapat disimpulkan bahwa t-hitung lebih besar dari t-tabel maka Ha diterima. Kesimpulan: Ada pengaruh SPA kaki diabetik terhadap sensitifitas kaki pada penderita diabetes melitus. Saran: Diharapkan bagi responden dengan adanya penelitian ini memberikan informasi tentang Efek dari SPA Kaki Diabetik dapat memperbaiki sensitifitas kaki. Terapi ini dapat direkomendasikan untuk pengobatan non farmakologis sensitifitas kaki pada pasien sehingga dapat mengurangi resiko neuropati serta dapat mencegah komplikasi yang berakibat ulkus diabetik maupun amputasi.
BEM TECH4HEALTH: Teknologi dan Mahasiswa untuk Peningkatan Akses dan Literasi Kesehatan Berbasis Digital di Komunitas dalam Pencegahan Stunting pada Balita Idawati; Mualim, Azhar; Yuliana; Irnawati; Seriana, Irma
Lebah Vol. 19 No. 2 (2025): November: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program BEM TECH4HEALTH merupakan inisiatif inovatif yang memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan literasi dan akses kesehatan masyarakat desa, khususnya dalam pencegahan stunting pada balita. Program ini dikembangkan oleh mahasiswa STIKES Medika Nurul Islam melalui dua aplikasi terintegrasi-BEM TECH4HEALTH dan SmartStun Youth. Kedua platform ini menggabungkan fungsi edukasi, pelaporan digital, dan pemantauan tumbuh kembang anak secara real-time. Artikel ini membahas proses pengembangan, penerapan, serta dampak sosial dan teknologi dari program tersebut di Desa Pulo Mesjid II, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, Aceh. Hasil implementasi menunjukkan peningkatan signifikan pada kapasitas kader Posyandu dan pemuda desa dalam literasi digital serta manajemen data kesehatan komunitas
Hubungan peran teman sebaya dengan pemilihan jajanan pada siswa sekolah dasar Novita Sari; Putri Zahara; Dian Devita; Lisnawati Rahayu; Azhar Mualim
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 3 (2026): March Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i3.2569

Abstract

Background: The incidence of illness and food poisoning caused by street food among school-age children is currently on the rise. School-age children develop snacking habits that are difficult to break, and snacks that do not meet health and nutritional requirements can be detrimental to their health. Therefore, children's ability to choose healthy snacks is crucial. Purpose: To determine the relationship between the role of peers and the choice of snacks among students. Method: This study employed a quantitative analytical method with a cross-sectional approach. The population and sample were all 73 fifth and sixth grade students of SD Negeri 1 Teubeng, Pidie Regency. The study was conducted from October 26 to November 6, 2024. Results: The study showed that the majority of respondents chose healthy snacks, as many as 40 people (54.8%) and the majority had a positive peer role, as many as 42 people (57.5%). Statistical tests showed a relationship between the role of peers and snack choices among students, Pidie Regency, with a p value <0.05 (0.001). Conclusion: There is a significant relationship between the role of peers and snack choices among students. Keywords: Peer Role; Snacking Behavior; Students. Pendahuluan: Angka kejadian penyakit dan keracunan akibat makanan jajanan pada anak usia sekolah saat ini cenderung meningkat. Anak usia sekolah memiliki kebiasaan jajan yang sulit dihilangkan, sementara makanan jajanan yang tidak memenuhi syarat kesehatan dan gizi dapat mengancam kesehatan. Sehingga, kemampuan anak dalam memilih jajanan yang sehat sangat diperlukan. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan peran teman sebaya dengan pemilihan jajanan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa dan siswi kelas V dan VI SD Negeri 1 Teubeng Kabupaten Pidie yang berjumlah 73 orang. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 26 Oktober sampai dengan 06 November 2024. Hasil: Mayoritas responden memilih jajanan sehat sebanyak 40 orang (54.8%) dan mayoritas memiliki peran teman sebaya yang positif sebanyak 42 orang (57.5%). Uji statistik menunjukkan adanya hubungan antara peran teman sebaya dengan pemilihan jajanan pada siswa dengan nilai p < 0.05 (0.001). Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara peran teman sebaya dengan pemilihan jajanan pada siswa Sekolah Dasar. Kata Kunci: Peran Teman Sebaya; Perilaku Jajanan; Siswa.      
EFEKTIFITAS PENDIDIKAN KESEHATAN BERBASIS MEDIA SOSIAL TERHADAP PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA REMAJA DI KAMPONG BARAT KECAMATAN PIDIE KABUPATEN PIDIE Azhar Mu&#039;alim
Jurnal Sains Riset Vol 15, No 3 (2025): November 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jsr.v15i2.3721

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan upaya penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Namun, tingkat penerapan PHBS di kalangan remaja di Desa Kampong Barat masih rendah. Kondisi ini menyoroti adanya kesenjangan antara pengetahuan dan praktik PHBS yang memerlukan perhatian utama dari pihak terkait dalam program kesehatan komunitas. Media sosial berpotensi menjadi sarana edukasi yang efektif karena mudah diakses dan interaktif. Tujuan penelitian ini adalah untuk pengetahui efektifitas Pendidikan Kesehatan berbasis media sosial pada remaja di Desa Kampong Barat Kecamatan Pidie Kabupaten Pidie. Penelitian ini menggunakan desain one group pretest-posttest dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja berjumlah 105 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling berjumlah 83 orang. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 1 Oktober s/d 10 November 2025. Intervensi berupa edukasi kesehatan melalui media sosial (WhatsApp). Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, mayoritas responden memiliki perilaku PHBS kategori cukup (59%). Setelah edukasi, meningkat menjadi kategori baik (61,5%) dengan nilai p = 0,000 (p 0,05). Kesimpulannuya pendidikan kesehatan berbasis media sosial sangat efektif dilakukan hal ini sangat signifikan terhadap peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat pada remaja. Diharapkan para remaja dapat lebih aktif dalam mecari dan menerapkan informasi Kesehatan yang diperoleh dari media sosial. Tenaga Kesehatan komunitas dapat memanfaatkan media sosial yang kreatif dan interaktif digunakan sebagai sarana promosi kesehatan masyarakat.Kata Kunci      : Pendidikan Kesehatan, Media Sosial, PHBS, Remaja
Techahealth's Digital Technology Based Collaborative Intranatal Care Model for Optimizing Healthy Births in Stunting Prevention Yuliana ‎; Idawati ‎‎; Azhar Mualim; Irnawati ‎; Meliani Sukmadewi Harahap
JOURNAL EDUCATIONAL OF NURSING(JEN) Vol 9, No 1 (2026): Journal Educational of Nursing (JEN)
Publisher : STIKes RSPAD RSPAD Gatot Soebroto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37430/jen.v9i1.331

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem that has a long-term impact on the quality of human resources and needs to be prevented from the beginning of life. The delivery process is a crucial phase in determining the baby's initial condition through the quality of intranatal care, the prevention of complications, and the success of early breastfeeding initiation (IMD). However, the practice of intranatal care in health care facilities still faces obstacles in the form of suboptimal collaboration between professions and the use of digital technology. This study aims to analyze the influence of the TECH4HEALTH Digital Technology-Based Collaborative Intranatal Care Model on the optimization of healthy births in stunting prevention. This study uses a quasi-experimental design with a pretest–posttest with control group. The sample consisted of 80 maternity mothers who were divided into an intervention group (n=40) and a control group (n=40). The intervention group received collaborative intranatal care based on digital TECH4HEALTH technology involving midwives, doctors, nurses, and nutritionists, while the control group received conventional intranatal care. The research variables included the quality of intranatal care, the success of IMD, the incidence of asphyxia, the baby's birth weight, and the level of maternal understanding of stunting prevention. The results showed a significant improvement in the quality of intranatal care in the intervention group with an average score increasing from 72.4 to 88.6 (p<0.001), while the control group only increased from 73.1 to 76.5. The success of IMD in the intervention group reached 87.5% compared to 62.5% in the control group. The incidence of asphyxia decreased to 5% in the intervention group compared to 17.5% in the control group, and the proportion of infants with normal birth weight was higher (92.5% vs. 77.5%). The level of maternal understanding of stunting prevention increased significantly (p<0.001) after the application of the TECH4HEALTH model.
Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Cara Menyikat Gigi Menggunakan Media Boneka Bergigi Terhadap Peningkatan Pengetahuan Kesehatan Gigi Dan Mulut Pada Siswa Kelas III di SD Negeri 2 Kota Bakti Kabupaten Pidie Novita Sari; Azhar Mu&#039;alim; Nurlela Mufida; Lisnawati Rahayu; Farisha Irwayu
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.10808

Abstract

Rendahnya pengetahuan siswa kelas III mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan sehingga penyuluhan kesehatan yang efektif dapat meningkatkan pengetahuan akan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan cara menyikat gigi menggunakan media boneka bergigi terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada siswa kelas III di SD Negeri 2 Kota Bakti Kabupaten Pidie. Metodologi dalam Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan desain one group pre-test dan post-test, tempat penelitian dilakukan di SD Negeri 2 Kota Bakti Kabupaten Pidie 9 November 2024. Populasi dalam penelitian adalah semua siswa kelas III yang berjumlah 58 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sebanyak 58 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan lembar kuesioner pengetahuan sebagai pre-test, selanjutnya intervensi dilakukan penyuluhan dengan metode interaktif menggunakan media PPT dan boneka bergigi untuk menarik perhatian dan memudahkan pemahaman siswa dan terakhir diberikan lembar kuesioner pengetahuan yang sama sebagai post-test. Hasil Penelitian: Menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut yang signifikan setelah dilakukan penyuluhan, didapatkan bahwa t-hitung sebesar 7,655 lebih besar dari pada t-tabel 2,002 dengan nilai P-Value 0,000 (< 0,05). Kesimpulan: Bahwa t-hitung lebih besar dari t-tabel maka Ha diterima yaitu ada pengaruh penyuluhan kesehatan cara menyikat gigi menggunakan media boneka bergigi. Saran: diharapkan kepada guru dan petugas kesehatan dapat menggunakan media boneka bergigi sebagai alat penyuluhan kesehatan dan orang tua perlu dilibatkan dalam upaya meningkatkan kesadaran kesehatan gigi dan mulut pada anak-anak
HUBUNGAN ANTARA FAMILY CENTER CARE TERHADAP DAMPAK HOSPITALISASI PADA ANAK DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT MUFID Putri Zahara; Novita Sari; Dian Devita; Lisnawati Rahayu; Maya Ariska; Azhar Mualim
Aceh Health Sciences Journal Vol 3 No 1 (2026): Juni
Publisher : LLDIKTI WILAYAH XIII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64958/ajohi.v3i1.143

Abstract

Penerapan konsep family center care dalam praktik keperawatan yaitu memperlakukan keluarga dengan penuh perhatian, menyampaikan informasi kepada keluarga agar mereka memahami tentang kondisi dan perawatan anak mereka, melibatkan partisipasi orang tua dalam pembuatan keputusan dan perawatan anak, serta kerjasama antara orang tua dan perawat. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan family center care terhadap dampak Hospitalisasi pada Anak di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Mufid. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif korelatif. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode accidental sampling, dengan jumlah sampel 69 sampel. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan dari tanggal 5 sampai dengan 23 Oktober 2025 diketahui bahwa family center care pada anak yang mengalami hospitalisasi berada pada katagori kurang baik sebanyak 37 Responden (59,4%). Dampak Hospitalisasi pada anak yang mengalami hospitalisasi mayoritas katagori ringan sebanyak 39 Responden (43,5%). Hubungan family center care terhadap Dampak hospitalisasi pada Anak dengan ρ-value (0,008). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan family center care terhadap dampak hospitalisasi pada Anak di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Mufid tahun 2025 dengan ρ-value (0,008). Diharapkan menjadi informasi atau masukan untuk meningkatkan penerapan tentang family center care terhadap dampak Hospitalisasi pada anak.
Hubungan Interaksi Sosial Dengan Kualitas Hidup Lansia Di Desa Ceurih Kecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh Muhammad Iqbal S; Azhar Mu'alim; Yadi Putra
Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Vol. 1 No. 3 (2023): Juli : Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/termometer.v1i3.2320

Abstract

Introduction: The aging process causes the elderly to slowly withdraw from social, having a detrimental effect on their capacity to interact with others. Social interaction which is a crucial aspect of interpersonal interaction can improve elderly people's quality of life. lack it Social interaction makes elderly lonely and frequently affects the health and social roles in society to decline. This study's objective was to ascertain the relationship between social interaction and elderly quality of life. Methods: The research design It's a comparative descriptive with approach cross-sectional study. According to the total number of elderly people registered at the Posbindu Ceurih Village, the population in the study amounted to 45 respondents. Sampling with total sampling and the accidental sampling techniques. The research was conducted out by 18 to 30 December 2022. Methods of data collection with social interaction questionnaires and WHOQOL questionnaires to quality of life. Result: The research's result, the majority of elderly people's social interactions (29 respondents, or 64.4%) fell into unfavorable category, while (27 respondents, or 60%) reported that their quality of life was generally good. Conclusion: The research results of the correlation test indicate that there is a relationship between social interaction and the quality of life of the elderly (p value=0,000). Suggestions: It is desired that the Ulee Kareng Health Center and village cadres can add and include schedules for the daily activities of the elderly so that the elderly can often gather and interact with each other which is their daily routine