Supriadi Takwim
Program Studi Perencanaan Wilayah Dan Kota, Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Tadulako

Published : 18 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Linears

Arahan Pengendalian Pemanfaatan Ruang Di KKOP Bandar Udara Mutiara Sis Al Jufri Kota Palu Takwim, Supriadi; Eisenring, Deltri Dikwardi; Akhmad, Abdul Gani; Paduppai, Mohammad Rizaldhy Saputra; Ananda, Alif
Jurnal Linears Vol 6, No 2 (2023): Jurnal LINEARS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/j-linears.v6i2.11817

Abstract

Regulasi UU NO. 26/2007 menjelaskan bahwa pengendalian pemanfaatan atas ruang merupakan proses yang meliputi pemantauan dan pengendalian pelaksanaan rencana sebagai hasil penataan. Tujuan memberikan kepastian pada penggunaan ruang sebagaimana yang tertuang pada perencanaan tata ruang. Populasi Kota Palu diperkirakan akan meningkat sebesar 1,36% tahun pada tahun 2022, menurut data BPS, yang akan meningkatkan permintaan lahan. Fenomena luas area permukiman dan aktivitas masyarakat di KKOP Bandara Mutiara Sis Al Jufri tidak sesuai dengan ketentuan pemanfaatan ruang dan  zona rawan bencana.  Tujuan penelitian menemukan pelanggaran pemanfaatan ruang dan merumuskan arahan pengendalian pemanfaatan ruang sesuai standar dan ketentuan penaatan ruang. Metode penelitiannya kuantitatif dengan pendekatan analisa keruangan berbasis sistem informasi geografis dan pengecekan lapangan, menggunakan teknik overlay untuk analisis delineasi spasial,  analisis penggunaan lahan dan analisis daerah rawan bencana. Hasil penelitiannya, menemukan pelanggaran ruang di area KKOP, khususnya di Kawasan Kemungkinan Bahaya Kecelakaan dengan persentase 22,10 persen area yang melanggar dan keberadaaan potensi likuifaksi level 3 sebesar 18,42 %. Berdasarkan temuan ini, maka disusun arahan pengendalian ruang yang bersifat umum untuk seluruh wilayah KKOP dan bersifat khusus untuk wilayah Kawasan Kemungkinan Bahaya Kecelakaan.
Integrasi USLE-SIG dan Zonasi Konservasi untuk Mitigasi Bencana: Studi Kasus Desa Poi, Sigi Takwim, Supriadi; Basri, Iwan Setiawan; Ramadhan, Aqib
Jurnal Linears Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal LINEARS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/zfk6vt17

Abstract

ABSTRAK: Potensi erosi yang ada di Sulawesi Tengah sangat bervariasi, dari mulai sangat ringan hingga sampai sangat berat. Desa Poi merupakan salah satu Desa yang berpotensi terjadinya erosi, Penelitian ini bertujuan untuk memetakan Tingkat Bahaya Erosi (TBE) dan mengidentifikasi mitigasi apa yang dapat diterapkan sesuai dengan acuan yang ada, hasil klasifikasi tingkat bahaya erosi dan kondisi fisik Desa Poi. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode USLE (Universal Soill Loss Equation) tujuan dari metode ini untuk mendapatkan nilai erosi (A) dengan mengalikan beberapa faktor yaitu (R) erosivitas hujan, (K) erodibilitas tanah, panjang dan kemiringan lereng (LS), (C) vegetasi dan pengelolaan tanaman, dan (P) konservasi tanah. Berdasarkan hasil penelitian nilai laju erosi tertinggi di Desa Poi pada terdapat pada jenis penggunaan lahan yaitu lahan terbuka sebesar 7.475.53 ton/ha/thn dengan nilai LS sebesar 9,5 berada pada kelerangan sangat curam (45). Jika melihat persebaran luasan tingkat bahaya erosi berdasarkan dusun, Tingkat Bahaya Erosi (TBE) yang berkategori sangat berat paling luas berada di Dusun 1 dengan total luasan 50.21 hektar. Mitigasi bencana yang diterapkan pada lokasi penelitian yaitu bentuk mitigasi structural dan nonstructural berupa teknik konservasi tanah/lahan yaitu metode sipil teknis, vegetatif dan kimiawi. Kemudian arahan konservasi lahan di identifikasi berdasarkan klasifikasi Tingkat Bahaya Erosi Kemudian metode vegetatif dilakukan dengan membagi area prioritas konservasi menjadi empat prioritas yaitu prioritas konservasi I seluas 66.41 Ha, prioritas II seluas 32.66 Ha, prioritas III seluas 327.11 Ha, dan prioritas konservasi IV seluas 228.76 Ha.