Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Implementasi DHIS2 untuk Program Surveilans Kasus Gigitan Hewan Penyebab Rabies di Indonesia Untoro Dwi Raharjo
Jurnal Sistem Informasi Kesehatan Masyarakat Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Minat Sistem Informasi Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jisph.71311

Abstract

Latar belakang: Kegiatan surveilans GHPR dan rabies di Indonesia masih menggunakan cara manual. Kementerian Kesehatan dan UGM berupaya mengembangkan sistem informasi digital untuk kegiatan surveilans GHPR dan rabies dengan platform DHIS2 yang bernama eZoonosis. Sistem ini diharapkan dapat diimplementasikan secara nasional dan dijadikan sebagai pendukung keputusan pemangku kebijakan baik di tingkat pusat maupun daerah. Kegiatan pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan, mengimplementasikan serta mengevaluasi sistem informasi eZoonosis untuk penangan kasus GHPR dan rabies di Indonesia.  Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan desain action research dengan pengambilan data menggunakan mixed-method. Proses pengembangan meliputi satu siklus diagnosing, planning, implementing dan evaluationi. Data kualitatif diambil melalui diskusi, wawancara dan observasi sedangkan data kuantitatif diambil melalui kuesioner dan kuis pada platform khusus saat pelatihan secara daring. Data kemudian dianalisis secara deskriptif untuk memberikan gambaran proses tahapan pengembangan dan implementasi eZoonosisHasil: Evaluasi pelatihan daring menunjukkan hasil yang positif. Sistem eZoonosis mencakup pelaporan data individu dan agregrat tentang GHPR dan rabies yang dapat dimonitor secara real time dan didiseminasikan secara deskriptif guna membantu proses pengambilan kebijakan. Evaluasi implementasi menunjukkan masih terdapat kendala penggunaan sistem karena masalah jaringan, kesalahan server, masih menggunakan metode manual dan keterampilan pengguna yang belum maksimal.Kesimpulan: DHIS dapat digunakan sebagai sistem informasi surveilans rabies. Tantangan dan kendala yang ditemui selama pengembangan dan evaluasi sistem informasi eZoonosis membutuhkan pengembangan lebih lanjut
Evaluation of the Completeness Antenatal Care Coverage (K1-K4) in the Special Region of Yogyakarta Province Ariningtyas, Ristiana Eka; Yuspita Sari, Rizky; Sevtiyani, Imaniar; Raharjo, Untoro Dwi
PROMOTOR Vol. 7 No. 3 (2024): JUNI
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v7i3.699

Abstract

The case of maternal mortality requires special attention as it serves as a significant indicator for improving health in a country, which is included in the achievement target of Sustainable Development Goals (SDGs) number three, namely Good Health and Well-being. The Maternal Mortality Ratio (MMR) trend from 2016 to 2019 increased and was higher than the set target, whereas in 2020, it decreased below the set target. The high MMR is influenced by many factors, one of which is healthcare services such as Antenatal Care (ANC) examinations for pregnant women. Lack of ANC visits can endanger both the mother and the fetus due to the failure to detect warning signs. Healthcare services in the form of ANC for pregnant women are important to detect signs of pregnancy danger. The aim of this study is to assess the coverage of K1-K4. This research uses a descriptive quantitative method by utilizing secondary data available in the Special Region Of Yogyakarta  Kesga Application from 2020 to 2022. The results show that K1 coverage almost reached 100%, and K4 coverage exceeded 80% in the Special Region Of Yogyakarta  Province. Healthcare facility access is evenly distributed, and there is a correlation between K4 coverage and the maternal mortality rate, especially for high-risk pregnant women. In conclusion, K1 coverage in the Special Region Of Yogyakarta  province has exceeded the national target, while K4 coverage is still below the national target. The high coverage of K1-K4 in Special Region Of Yogyakarta  is influenced by many factors, including healthcare facility access.
Protokol Scoping Review: Pengembangan dan Penerapan Sistem Informasi Imunisasi di Tingkat Global Rahmadewi, Pama; Prasetyawati, Dini; Lazuardi, Lutfan; Sanjaya, Guardian Yoki; Auliyah, Fitratun; Wulandari, Hanifah; Raharjo, Untoro Dwi; Purwanto, Edy
Jurnal Sistem Informasi Kesehatan Masyarakat Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Divisi SIMKES, HPM, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jisph.83784

Abstract

Latar belakang: Sistem Informasi Imunisasi adalah basis data elektronik, bersifat rahasia, dan berbasis populasi yang dirancang untuk mengumpulkan dan mengintegrasikan data dan menentukan strategi imunisasi yang efektif. Pada Tahun 2022, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan World Health Organization (WHO) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta melakukan riset mengenai Pengembangan dan Diseminasi Strategi SII/RIE nasional serta Perencanaan Operasional di Indonesia. Pada pengembangan SII/RIE nasional tersebut digunakan kerangka kerja dari National eHealth Strategy Toolkit yang dikembangkan oleh WHO bekerjasama dengan International Telecommunication Union (ITU) yang meliputi 7 komponen eHealth. Scoping review dilakukan bertujuan untuk mengambil pembelajaran dari pengalaman berbagai negara dalam pengembangan dan penerapan sistem informasi terkait imunisasi. Metode: Protokol scoping review ini disusun mengikuti pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analyses Protocol (PRISMA-P) 2015. Seleksi dan skrining dilakukan menggunakan perangkat lunak Rayyan.ai. Literatur diambil pada 2 September 2022, yang dipublikasikan pada 1 January 2012 – 2 September 2022. Data yang diambil terkait imunisasi pada ibu dan anak, pengembangan dan implementasi SII, pengembangan dan implementasi RIE, dan kesiapan.Hasil: Diperoleh 900 artikel dari pencarian database dengan rincian Sciencedirect (390), Scopus (217), Proquest (216), Sagepub (62), Pubmed (9), dan JMIR (6). Dari hasil skrining abstrak diperoleh 119 artikel yang memenuhi untuk dilakukan penilaian teks lengkap. Review diharapkan selesai dan dipublikasikan pada akhir tahun 2023.Pembahasan: Scoping Review ini akan menghasilkan informasi pembelajaran yang dapat diambil untuk pengembangan dan penerapan SII di Indonesia yang mencakup hambatan tantangan yang mungkin dihadapi, solusi dari berbagai negara, integrasi dan interoperabilitas berbagai sistem informasi terkait imunisasi, serta strategi pada 7 komponen eHealth dalam pengembangan dan implementasi SII.Kesimpulan: Temuan review akan menjadi informasi berharga bagi pembuat kebijakan tentang strategi pengembangan dan implementasi SII dan cara meningkatkan keberhasilan dari program imunisasi. 
PEMETAAN STUNTING BERDASARKAN IMUNISASI DASAR LENGKAP DAN RUMAH BER-PHBS DI KABUPATEN KULON PROGO Yuspita Sari, Rizky; Raharjo, Untoro Dwi; Nurhayati, Siti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.33383

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi pada balita yang menjadi target pada Sustainable Development Goals (SDGs), Hal ini karena dampak stunting dapat menyebabkan masalah yang serius terhadap pembangunan ekonomi dan sosial di wilayahnya. Sementara itu, angka stunting di Kabupaten Kulon Progo berdasarkan data BKKBN mencapai 15,8% yang mana angka tersebut telah mencapai target penurunan yang ditetapkan oleh pemerintah. Meskipun demikian, angka stunting tersebut menempatkan daerah Kabupaten Kulon Progo pada posisi kedua kasus stunting tertinggi di Provinsi Daerah istimewa Yogyakarta. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian terkait pemetaan faktor pendukung terjadinya penurunan kasus stunting. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, dengan memanfaatkan Microsoft excel untuk melihat korelasi antar variabel dan sistem informasi geografi berupa aplikasi ArcGis untuk menganalisis dan membuat peta dari kasus stunting yang ada di Kabupaten Kulon Progo. Variabel yang diteliti pada penelitian ini berupa kasus stunting tahun 2021-2023, cakupan imunisasi dasar lengkap dan Rumah ber-PHBS. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa kasus stunting di kabupaten Kulon Progo selama tiga tahun terakhir memiliki pola yang acak, selain itu berdasarkan pemetaan cakupan imunisasi dasar lengkap dan pemetaan Rumah ber-PHBS didapatkan hasil bahwa hubungan antara variabel tersebut tidak signifikan terbukti dari hasil overley pada peta. Selain itu, hasil perhitungan tingkat koefisiensi antara stunting dengan cakupan imunisasi dasar lengkap yaitu 0,501055 dan tingkat koefisiensi antara stunting dengan rumah ber-PHBS yaitu 0,440018 yang berarti bahwa tingkat hubungan antar variabel tersebut pada kategori sedang. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu cakupan imunisasi dasar lengkap dan Rumah ber-PHBS tidak signifikan terhadap penurunan kasus stunting di Kabupaten Kulon Progo.
Sosialisasi Penerapan Rekam Medis Elektronik sebagai Upaya Peningkatan Kesiapan Kompetensi Digital Mahasiswa Kesehatan pada Praktik Klinik: Socialization of Electronic Medical Record Implementation as a Strategy to Enhance Digital Competency among Health Students during Clinical Practice Raharjo, Untoro Dwi; Sukmawati, Anastasia Suci; Sari, Rizky Yuspita; Sevtiyani, Imaniar
Cakrawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Vol. 4 No. 1 (2025): Cakrawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global
Publisher : Universitas 45 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30640/cakrawala.v4i1.3704

Abstract

Electronic Medical Records (EMR) is an important health information system for improving efficiency and service quality. In Indonesia, the implementation of EMR still faces challenges such as the lack of readiness and understanding of EMR among healthcare professionals, including students, resulting in considerable resistance to EMR adoption. The EMR socialization activities at the Faculty of Health, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta, aim to enhance students' understanding of EMR and address implementation challenges. These activities involve 22 students from the Medical Records and Health Information (D-3), Nursing (S-1), and Pharmacy (S-1) programs. The socialization material was delivered through interactive approach and discussions, followed by a post-test using the Technology Readiness Index (TRI) questionnaire. The EMR socialization was successfully introducing the basic concepts of EMR to students. Before the socialization, most students were not familiar with EMR and were still using manual medical records. After the socialization, there was a positive readiness for EMR, reflected in students' positive views on the efficiency, effectiveness, and creativity of working with EMR. Continuous capacity-building activities related to EMR for students are necessary.  
Peningkatan Literasi Digital bagi Mahasiswa Kesehatan Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta melalui Sosialisasi: Digital Literacy Improvement for Health Students at Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta Through Socialization Purwanti, Endang; Nugroho, Dwi; Sari, Rizky Yuspita; Raharjo, Untoro Dwi
Cakrawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Vol. 4 No. 1 (2025): Cakrawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global
Publisher : Universitas 45 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30640/cakrawala.v4i1.3706

Abstract

Healthcare services are advancing with the development of information and communication technology. Basic literacy is crucial for improving healthcare efficiency and quality. In Indonesia, the implementation of basic literacy faces challenges such as the readiness of healthcare professionals, students' lack of understanding, and resistance to change. Therefore, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta (Unjaya) must organize basic literacy socialization activities for healthcare students. These activities aim to introduce basic literacy concepts, enhance students' understanding of its benefits and technical implementation, and address obstacles like technological ignorance and resistance to change. Through an interactive and practical approach, students are expected to acquire the necessary understanding and skills for future clinical practice. Twenty-two students from the Nursing, Blood Bank Technology, Pharmacy, and Midwifery programs will participate. Educational videos will be used for socialization, followed by pretests and post-tests to evaluate understanding. Evaluation results show increased knowledge before and after the socialization.
Challenges, Benefits and Considerations of Transitioning Disease Classification and Codification to ICD-11: Tantangan, Manfaat dan Pertimbangan Transisi Klasifikasi dan Kodifikasi Penyakit Menuju ICD-11 Perwirani, Resia; Hidayat, Andra Dwitama; Raharjo, Untoro Dwi
Procedia of Engineering and Life Science Vol. 7 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Rakernas PORMIKI X
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/pels.v7i0.2105

Abstract

ICD-11 was developed to address the limitations of ICD-10, adapting to advances in medicine and technology. ICD-11 has not been implemented in Indonesia due to the absence of supporting regulations that enforce the use of ICD-11 as a disease coding guideline to replace ICD-10. This study analyses information related to the benefits, challenges and considerations of implementing ICD-11 in the form of a narrative literature review conducted using the PRISMA framework. The databases used were Google Scholar, Pubmed, ScienceDirect and Scopus. Article search keywords used the SPICE research question framework. Inclusion criteria included articles published within 2019-2024 in English or Indonesian. Article screening was conducted using the Rayyan.ai tool, followed by critical appraisal using the MMAT instrument with a cut-off point of 80%. We obtained 5,813 articles from the database. A total of 5,776 articles were excluded, 4 articles were duplicated, leaving 13 articles selected for extraction and analysis. ICD-11 has many benefits, including a more complete list of diagnoses and health-related problems, from the update of classification data in each organ system/disease group category to the inclusion of new categories. ICD-11 also has a “post- coordination” feature and cluster codes allow for more specific diagnosis codes. One of the barriers to the implementation of ICD-11 is that there are other classification guidelines in some particular diseases that overlap with ICD-11, for example in the classification of mental illness and CHD. The implementation of SNOMED-CT, which is expected to go in parallel with the use of ICD-11, requires a Common Ontology to map the semantics of each system’s terminology. Successful implementation requires policy support, effective training, improved clinical documentation, and promotion so that ICD-11 can be implemented effectively, ensuring relevance and usefulness in various health fields.
Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis Untuk Memetakan Distribusi Stunting Menggunakan Metode Autokorelasi Morans’I Sari, Rizky Yuspita; Nurhayati, Siti; Raharjo, Untoro Dwi; Sary, A’idah Haniyah
TIN: Terapan Informatika Nusantara Vol 5 No 10 (2025): March 2025
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi (FKPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/tin.v5i10.5756

Abstract

Stunting is a significant issue in Indonesia caused by nutritional deficiencies that can lead to slower growth, cognitive impairment, and learning disorders. The stunting rate in Indonesia in 2022 was 21.6%, and the government aims to reduce this rate to 14% by 2024. Meanwhile, the stunting rate in Kulon Progo Regency reached 14.8%, placing it as the second highest stunting rate in the Special Region of Yogyakarta Province. Therefore, an effective strategy is needed to implement the acceleration program for reducing stunting in Indonesia, particularly in Kulon Progo Regency. One approach to reducing stunting is utilizing geographic information systems to map the distribution of stunting cases and potential causes. This study aims to analyze the spatial distribution of stunting cases in Kulon Progo Regency. The research method is a descriptive quantitative study using a geographic information system application, ArcGIS. The subject of study covers all stunting cases in Kulon Progo Regency from 2021 to 2023 based on secondary data from the Kulon Progo Health Office with a total of 5986 cases. The results of the study showed that stunting cases in Kulon Progo district formed a random pattern with a Moran's index value of -0.063811, and a p-value of 0.869570. In addition, the number of integrated health posts in this area is quite evenly distributed with more than 50 integrated health posts.
Peningkatan Literasi Triad KRR Untuk Membentuk Generasi Berencana Masa Depan (GenReMaPan) di SMP Muhammadiyah 3 Yogyakarta Sari, Rizky Yuspita; Dewi, Tika Sari; Raharjo, Untoro Dwi; Nugroho, Dwi; Arinityas, Ristiana Eka
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 5 (2025): Juli
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i5.2586

Abstract

Masa remaja merupakan fase transisi yang ditandai oleh berbagai perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang membuat remaja rentan terhadap permasalahan kesehatan reproduksi, termasuk Triad KRR (seksualitas pranikah, HIV/AIDS, dan penyalahgunaan Napza). Salah satu penyebab utama permasalahan ini adalah kurangnya informasi dan edukasi yang diterima remaja. Oleh karena itu, Tim Kegiatan pengabdian masyarakat Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta bekerjasama dengan HIMARMIKA melakukan sosialisasi terkait Triad KRR untuk meningkatkan literasi siswa. Tujuan kegiatan yaitu meningkatkan literasi dan pemahaman siswa terhadap bahaya Triad KRR sehingga dapat membentuk pionir generasi berencana masa depan yang lebih baik. Kegiatan ini dilaksanakan di SMP Muhammadiyah 3 Yogyakarta dengan melibatkan siswa kelas VIII yang didampingi oleh guru BK dan wali kelas. Kesimpulan yang didapatkan pada kegiatan ini yaitu terdapat peningkatan    pemahaman siswa dalam pencegahan Triad KRR yang meliputi seks bebas, pernikahan dini dan penyalahgunaan Napza. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan minat siswa dan guru yang terlibat dalam kegiatan PKM untuk menindaklanjuti kegiatan ini dengan membentuk kader GenRe di sekolah.
Rancangan Kuesioner Literasi Digital untuk Staf Institusi Kesehatan Setiawan, Mohammad Yusuf; Raharjo, Untoro Dwi
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Vol 11, No 1 (2025): JMK Yayasan RS.Dr.Soetomo, April 2025
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29241/jmk.v11i1.2029

Abstract

Undang-Undang No. 17 tahun 2023 tentang kesehatan mengamanatkan bahwa sistem informasi kesehatan menjadi salah satu dari 7 sumber daya kesehatan yang menjadi bagian dari penyelenggaraan kesehatan. Salah satu tahap penyelenggaraan sistem informasi adalah implementasi. Implementasi suatu sistem informasi bisa jadi terdapat kendala berupa keterisian data. Salah satu contohnya adalah berupa kendala ketersediaan data imunisasi dasar di DKI Jakarta pada tahun 2021 menunjukkan bahwa dari 44 Puskesmas, hanya 50% yang mengisi data imunisasi di platform DHIS2. Penyebab hambatan keterisian data ini perlu dilihat dari perspektif literasi digital. Sayangnya, di Indonesia belum terdapat instrumen literasi digital yang dikhususkan untuk staf yang bekerja di institusi kesehatan. Penelitian ini dilakukan untuk membuat rancangan kuesioner literasi digital yang dikhususkan untuk staf yang bekerja di institusi kesehatan. Penelitian dilaksanakan dengan melakukan studi dokumen kuesioner literasi digital. Kuesioner yang telah diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia kemudian dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas menggunakan sampel sebanyak 30 responden. Kuesioner literasi digital menilai responden dari aspek frekuensi penggunaan dan aspek tingkat kepercayaan diri dalam menggunakan sistem informasi kesehatan. Kedua aspek pada kuesioner menggunakan skala likert dengan skor 1 sampai 5. Pada uji validitas, pertanyaan dikategorikan valid apabila memiliki nilai signifikansi > 0,05 atau nilai r hitung > nilai r tabel. Uji reliabilitas dilakukan menggunakan teknik cronbach’s alpha untuk mendapatkan nilai reliabilitas dari setiap pertanyaan.Kuesioner yang telah diujikan menunjukkan hasil bahwa dari 16 pertanyaan tentang frekuensi penggunaan dan 11 pertanyaan tentang tingkat kepercayaan diri, seluruh butir pertanyaan menunjukkan hasil valid dan reliabel. Kata kunci : Literasi Digital, Kuesioner, Staf Institusi Kesehatan