Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Journal of Muhammadiyah’s Application Technology

Pengaruh Pasang Surut Terhadap Difraksi Gelombang di Pulau Gusung, Kota Makassar Amaliah, Putri Arianti; Imran, Hamzah Al; Kasmawati
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/57xrvf87

Abstract

ABSTRAK: Pulau Gusung merupakan pulau pasir di pesisir Kota Makassar yang dipengaruhi oleh dinamika oseanografi, khususnya pasang surut dan gelombang laut. Interaksi gelombang dengan pulau menyebabkan terjadinya difraksi gelombang yang memengaruhi distribusi energi gelombang dan kondisi perairan di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tipe pasang surut serta pengaruh pasang surut terhadap difraksi gelombang di Pulau Gusung. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder pasang surut, angin, dan gelombang dari BMKG periode 2019–2023. Analisis pasang surut dilakukan menggunakan metode Admiralty untuk menentukan konstanta harmonik dan tipe pasang surut, sedangkan karakteristik gelombang dianalisis melalui peramalan gelombang dan perhitungan koefisien difraksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pulau Gusung memiliki tipe pasang surut campuran condong ke harian tunggal. Perbedaan elevasi muka air laut saat pasang dan surut memengaruhi nilai koefisien difraksi dan tinggi gelombang di belakang pulau. Kesimpulannya, pasang surut berperan signifikan terhadap difraksi gelombang dan berimplikasi penting bagi pengelolaan pulau kecil dan perencanaan wilayah pesisir. KATA KUNCI Pasang Surut, Difraksi Gelombang, Metode Admiralty, Pulau Gusung   ABSTRACT: Gusung Island is a sandy island located in the coastal area of Makassar City and is influenced by oceanographic dynamics, particularly tides and ocean waves. The interaction between waves and the island causes wave diffraction, which affects the distribution of wave energy and the surrounding water conditions. This study aims to analyze the tidal type and the influence of tides on wave diffraction around Gusung Island. A quantitative approach was applied using secondary data on tides, wind, and waves obtained from the Meteorology, Climatology, and Geophysics Agency (BMKG) for the period 2019–2023. Tidal analysis was conducted using the Admiralty method to determine harmonic constants and tidal types, while wave characteristics were analyzed through wave forecasting and diffraction coefficient calculations. The results indicate that Gusung Island experiences a mixed tide with a predominance of diurnal characteristics. Variations in sea level elevation during high and low tide conditions affect the diffraction coefficient and wave height behind the island. In conclusion, tides play a significant role in wave diffraction and have important implications for small island management and coastal area planning. Keywords: Tides, Wave Diffraction, Admiralty Method, Gusung Island  
Pengaruh Tinggi Gelombang Terhadap Refraksi Gelombang di Pulau Gusung, Kota Makassar Sariana, Sariana; Kasmawati, Kasmawati; Imran, Hamzah Al
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/8mms4f73

Abstract

ABSTRAK: Pulau Gusung di Kota Makassar merupakan pulau kecil yang langsung berhadapan dengan laut terbuka sehingga sangat dipengaruhi oleh dinamika gelombang. Salah satu proses transformasi gelombang yang berperan penting di wilayah ini adalah refraksi gelombang, yang dipengaruhi oleh perubahan kedalaman dan tinggi gelombang datang. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh tinggi gelombang terhadap refraksi gelombang di sekitar Pulau Gusung. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder berupa data tinggi gelombang, angin, dan parameter gelombang dari BMKG periode 2019–2023. Analisis dilakukan melalui perhitungan karakteristik gelombang dan koefisien refraksi berdasarkan teori transformasi gelombang di perairan dangkal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan tinggi gelombang di laut lepas berpengaruh terhadap perubahan nilai koefisien refraksi, yang selanjutnya memengaruhi distribusi energi gelombang di sekitar pulau. Kondisi ini berimplikasi pada potensi abrasi dan pengendapan di zona pesisir tertentu. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar pertimbangan dalam pengelolaan wilayah pesisir Pulau Gusung. KATA KUNCI Tinggi Gelombang, Refraksi Gelombang, Pulau Gusung, transformasi gelombang   ABSTRACT: Gusung Island, located in Makassar City, is a small island directly exposed to open-sea conditions and therefore strongly influenced by wave dynamics. One of the important wave transformation processes in this area is wave refraction, which is affected by seabed topography and incoming wave height. This study aims to analyze the effect of wave height on wave refraction around Gusung Island. A quantitative approach was applied using secondary data consisting of wave height, wind, and wave parameters obtained from BMKG for the period 2019–2023. The analysis was conducted by calculating wave characteristics and refraction coefficients based on wave transformation theory in shallow waters. The results indicate that increasing offshore wave height influences changes in the refraction coefficient, which in turn affects the distribution of wave energy around the island. These conditions have implications for abrasion and sedimentation potential in certain coastal zones. The findings are expected to serve as a reference for coastal management and planning in the Gusung Island area. Keywords: Wave Height, Wave Refraction, Gusung Island, Wave Transformation  
Analisis Penanganan Abrasi Pasca Pembangunan Dermaga di Pelabuhan Bajoe Kabupaten Bone Yusran S, M; Syamsuri, Andi Makbul; Imran, Hamzah Al
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/mfw4vd24

Abstract

ABSTRAK: Pembangunan dermaga di kawasan pesisir berpotensi mengubah keseimbangan dinamika pantai dan memicu terjadinya abrasi di wilayah sekitarnya. Pelabuhan Bajoe di Kabupaten Bone merupakan salah satu kawasan yang mengalami abrasi pasca pembangunan dermaga, sehingga diperlukan penanganan yang tepat dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi abrasi yang terjadi serta mengevaluasi upaya penanganan abrasi di kawasan Pelabuhan Bajoe. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder, observasi lapangan, serta analisis kondisi gelombang, arus, dan perubahan garis pantai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan dermaga memengaruhi pola arus dan distribusi energi gelombang, yang berdampak pada meningkatnya laju abrasi di beberapa segmen pantai. Penanganan abrasi yang direkomendasikan meliputi penerapan struktur pelindung pantai, seperti bangunan pengaman pantai, serta pengelolaan kawasan pesisir secara terpadu. Kesimpulannya, penanganan abrasi pasca pembangunan dermaga memerlukan perencanaan yang mempertimbangkan aspek teknis, lingkungan, dan keberlanjutan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan dan pengelolaan kawasan pelabuhan pesisir. KATA KUNCI Abrasi pantai, dermaga, fetch, Pelabuhan Bajoe.   ABSTRACT: The construction of a jetty in coastal areas has the potential to alter coastal dynamics and trigger abrasion in surrounding regions. Bajoe Port in Bone Regency is one of the coastal areas that has experienced abrasion following jetty construction, requiring appropriate and sustainable mitigation measures. This study aims to analyze abrasion conditions and evaluate post-construction abrasion handling efforts in the Bajoe Port area. The research employed a descriptive quantitative approach using secondary data, field observations, and analyses of wave conditions, currents, and shoreline changes. The results indicate that the presence of the jetty affects current patterns and wave energy distribution, leading to increased abrasion rates in several coastal segments. Recommended mitigation measures include the application of coastal protection structures, such as shore protection works, and integrated coastal zone management. In conclusion, post-jetty-construction abrasion mitigation requires planning that considers technical, environmental, and sustainability aspects. The findings of this study are expected to serve as important references for planning and managing coastal port areas. Keywords: Coastal abrasion, jetty, fetch, Bajoe Port