Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENERAPAN APLIKASI ANDROID UNTUK MENINGKATKAN KEAMANAN DAN KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT PASIEN DIABETES DI KLINIK PRATAMA Mutawalli Sjahid Latief; Febri Hidayat
Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal) Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v10i2.613

Abstract

Ketidakpatuhan pengobatan dan kejadian hipoglikemia merupakan hambatan signifikan dalam mencapai hasil terapi optimal pada pasien diabetes melitus tipe 2 (DMT2). Pendekatan mobile health berpotensi memperkuat pengelolaan mandiri pasien, khususnya di layanan primer. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas aplikasi Android "Gulik" terhadap kepatuhan pengobatan, kendali glikemik, dan keamanan terapi pada pasien DMT2, serta mengidentifikasi faktor psikososial yang memengaruhi kepatuhan. Randomized controlled trial dilakukan di salah satu klinik pratama di Jakarta (Juli-September 2025), melibatkan 72 pasien PROLANIS yang dibagi secara acak ke dalam kelompok intervensi ("Gulik" + perawatan rutin) atau kelompok kontrol (perawatan rutin). Hasil penelitian menunjukkan kelompok intervensi mencapai tingkat kepatuhan tinggi yang jauh lebih besar dibandingkan kontrol (83% vs 42%; p=0,001), dengan peluang patuh dua kali lipat lebih tinggi (RR=2,00; 95% CI 1,32–3,02). Penurunan kadar HbA1c yang lebih besar teramati pada kelompok intervensi (?0,8% vs ?0,3%; p=0,001). Selain itu, intervensi secara signifikan menurunkan risiko hipoglikemia (RR=0,30; p=0,032), dengan penurunan insiden sebesar ?14% dibandingkan peningkatan +3% pada kelompok kontrol (p=0,017). Analisis regresi logistik menunjukkan bahwa aplikasi meningkatkan peluang kepatuhan hingga tujuh kali lipat (OR=7,00). Faktor positif seperti keyakinan terhadap penyakit, dukungan sosial, dan motivasi diri meningkatkan kepatuhan, sedangkan kekhawatiran obat dan distres psikologis menghambatnya. Skor System Usability Scale (SUS) sebesar 79 mengindikasikan kegunaan yang baik. Kesimpulannya, aplikasi mobile health "Gulik" secara efektif meningkatkan kepatuhan, kendali glikemik, dan keamanan pada pasien DMT2, serta menegaskan peran penting faktor psikologis.
Penyuluhan Bahaya Formalin Serta Test Keberadaan Formalin Pada Produk Makanan dan Workshop Pembuatan Sabun Cuci Piring dari Bahan alami di Desa Banjarsari , Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor Yulis Adriana; Rahmi Fatria Fajar; Dede Komarudin; Mutawalli Sjahid Latief; Febri Hidayat; Dewi Rahma Fitri
Journal of Community Development and Empowerment Vol. 2 No. 3 (2026): Journal of Community Development and Empowerment, May 2026
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70716/jocdem.v2i3.681

Abstract

The community service program that has been implemented by the Pharmacy study program of the Al Kamal Institute of Science and Technology regarding Counseling on the Dangers of Formaldehyde and Testing for the Presence of Formaldehyde in Food Products and a Workshop on Making Dishwashing Soap from Natural Ingredients in Banjarsari Village, Ciawi District, Bogor Regency is an educational activity to the community on the dangers of formaldehyde in food products for the short term and long term effects and how the appearance of food products that are indicated to contain formaldehyde so that people avoid consuming foods that are dangerous for health. Furthermore, the implementation of a workshop on making dishwashing soap from natural ingredients, namely lime, pandan leaves and soap nuts. The purpose of this activity is to increase public knowledge about the dangers of using formaldehyde in food and the importance of food safety and empowering the community through training in making herbal dishwashing soap based on natural ingredients that are environmentally friendly and have economic value. The results of formalin testing on several food products found in Banjarsari village were found to be all negative for containing formaldehyde and the implementation of a workshop on making dishwashing soap from natural ingredients such as pandan leaves, lime and soap nuts succeeded in providing new knowledge and skills to the community in utilizing natural ingredients as safe and environmentally friendly cleaning products.
Peningkatan Pengetahuan Melalui Edukasi Dagusibu pada Ibu Kader Tentang Dexametason di RW 02 Semanan, Kalideres, Jakarta Barat Mutawalli Sjahid Latief; Febri Hidayat; Eka Dipta; Dede Komarudin; Dewi Rahma Fitri; In Rahmi Fatria Fajar; Yulis Adriana; Jessica Rusli
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 10 No 1 (2026): JANUARI - JULI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v10i1.7341

Abstract

Pengelolaan obat yang tepat di rumah tangga sangat penting untuk menjamin keamanan dan efektivitas terapi. Namun, pengetahuan dan kesiapan ibu kader dalam mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat secara benar masih rendah, sehingga penggunaan obat yang rasional menjadi terhambat. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesiapan ibu kader di RW 02 Kelurahan Semanan, Kalideres, Jakarta Barat melalui edukasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang obat secara tepat) menggunakan presentasi dan leaflet, dengan fokus khusus pada penggunaan Dexametason. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif pretest-posttest satu kelompok dengan 72 responden. Hasil pre-test menunjukkan kategori “baik” sebesar 38,9%, yang meningkat menjadi 76,4% pada post-test setelah edukasi. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik (p=0,000; p<0,05). Edukasi DAGUSIBU terbukti efektif meningkatkan pemahaman ibu kader tentang Dexametason dan pengelolaan obat secara umum, sehingga diharapkan mendorong penggunaan obat yang lebih aman, tepat, dan ramah lingkungan di masyarakat.
FORMULASI SEDIAAN KRIM EKSTRAK ETANOL 70% DAUN BAMBU APUS (GIGANTOCHLOA APUS) SEBAGAI PELEMBAB KULIT Kartika Ayu Wardani; In Rahmi Fatria Fajar; Mutawalli Sjahid Latief; Febri Hidayat
IONTech Journal Vol. 6 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62702/ion.v6i2.132

Abstract

Bambu apus (Gigantochloa apus) merupakan tumbuhan yang berasal dari kawasan Asia tropis keluarga poaceae. Daun bambu apus mengandung bioaktif tinggi flavon, lakton, dan asam fenolat yang memiliki khasiat bagi kesehatan kulit, berpotensi sebagai pelindung kulit dari sengatan sinar matahari dan memberikan efek melembabkan. Selain itu juga terbukti, bersifat antioksidan dan anti mikrobial. Ekstrak daun bambu apus diformulasi menjadi sediaan krim pelembab. Tujuan penelitian ini, mengetahui nilai IC50, memformulasikan ekstrak etanol 70% daun bambu apus menjadi sediaan krim dan mengetahui apakah sediaan krim ekstrak daun bambu apus efektif dapat digunakan untuk pelembab kulit. Metode penelitian ini termasuk rancangan eksperimental. Evaluasi sediaan yang dilakukan meliputi uji mutu fisik, uji efektivitas antioksidan ekstrak,uji kelembaban, uji kesukaan dan uji stabilitas fisik sediaan krim.Hasil penilitian diketahui nilai IC50 ekstrak daun bambu apus sebesar 204,33 ppm. Ekstrak daun bambu apus dapat diformulasikan sebagai sediaan krim dan memiliki aktivitas kelembaban krim terbaik pada formulasi tiga (F3),berdasarkan alat uji kelembaban dengan kenaikan kelembaban kulit sukarelawan meningkat dari rata-rata kelembaban awal 23,3% menjadi 43,6% dengan presentase kenaikan sebesar 20,3%, nilai tersebut menunjukkan bahwa berdasarkan persyaratan skala nilai kelembaban alat skin moisture analyzer termasuk dalam kulit yang lembab. Kata Kunci : Krim, Pelembab, Daun bambu apus
EVALUATION OF RATIONAL USE OF AMLODIPINE AND CAPTOPRIL IN TYPE 2 DIABETES MELLITUS PATIENTS WITH COMORBIDITIES AT TANGERANG DISTRICT GENERAL HOSPITAL Ahsan Yusma; Rizki Amalia Syafitri; Mutawalli Sjahid Latief; Febri Hidayat
IONTech Journal Vol. 6 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62702/ion.v6i2.136

Abstract

Rational use of antihypertensive drugs is essential for patients with Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) with comorbidities to optimize therapeutic efficacy and minimize adverse drug reactions. This study aimed to evaluate the appropriateness of antihypertensive therapy in outpatient BPJS T2DM patients at RSU Tangerang District. A descriptive retrospective study was conducted on 80 BPJS T2DM patients with comorbidities who received captopril or amlodipine from January to June 2021. Data were collected from medical records and analyzed for appropriateness regarding contraindications, indications, drug selection, and dosage according to clinical guidelines including JNC VII/VIII, ACC/AHA, Pharmaceutical Care, and PIONAS. All patients received medications without contraindications, resulting in a 100% appropriateness rate. Specifically, 68.8% of patients received captopril and 31.3% received amlodipine appropriately. All indications and drug selections were fully aligned with clinical guidelines, and dosing was correct for all patients: captopril 12.5 mg in 14 cases (17.50%) and 25 mg in 41 cases (51.25%), amlodipine 5 mg in 19 cases (23.75%) and 10 mg in 6 cases (7.50%). Antihypertensive therapy in BPJS T2DM patients at RSU Tangerang District was rational and fully adherent to clinical guidelines, ensuring patient safety and therapeutic efficacy. The study was limited to two drugs and outpatient care; therefore, future research should include additional antihypertensive medications and care settings to generalize the findings.
KAJIAN INTERAKSI ANTAROBAT DAN HUBUNGANNYA DENGAN POLIFARMASI PADA PASIEN SKIZOFRENIA Andi Ahriansyah; Mutawalli Sjahid latief
IONTech Journal Vol 7 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62702/ion.v7i1.160

Abstract

Schizophrenia is a chronic mental disorder affecting thought processes, perception, affect, and behavior, requiring long-term pharmacotherapy. In routine practice, patients frequently receive multiple concurrent medications (polypharmacy) to control psychiatric symptoms and manage comorbid conditions, which may increase drug-related problems, particularly potential drug–drug interactions (pDDIs). This study aimed to identify pDDIs and examine their association with the number of prescribed drugs among outpatients with schizophrenia at a public hospital in Jakarta. A retrospective analytical cross-sectional study was conducted from January to June 2025. From 357 outpatients, 15 medical records met the inclusion criteria (age ≥18 years, schizophrenia as the primary diagnosis, complete demographic/clinical and medication data, and at least two drugs per visit). Patient characteristics and medication profiles were collected. pDDIs were identified based on drug combinations and categorized by severity. The association between the number of drugs (<3 vs ≥3) and pDDIs was assessed using chi-square testing with odds ratio (OR). Most patients were aged 46–55 years (53.3%), and 73.3% had no documented comorbidities. The most frequently prescribed antipsychotics were risperidone (46.7%) and clozapine (33.3%), and 66.7% of patients received ≥3 drugs. pDDIs were detected in all prescriptions (15/15; 100%), totaling 26 events, predominantly moderate (73.08%) rather than major (26.92%). The most common interaction was risperidone–trihexyphenidyl (15.38%). No statistically significant association was found between the number of drugs and pDDIs (p=0.591; OR 0.444; 95%CI 0.022–9.032). These findings highlight the need for ongoing medication review and clinical pharmacy services to mitigate interaction risks, particularly involving antipsychotics and concomitant therapies.
POLA PERESEPAN PENYAKIT GERD DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT XYZ JAKARTA Panduwiguna, Ivans; Hardiana, Iyan; Ogiuma, Syabrina Adilas; Latief, Mutawalli Sjahid
Jurnal Farmasi Kryonaut Vol 2 No 1 (2023): JFK
Publisher : LPPM STIKES BULELENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.745 KB) | DOI: 10.59969/jfk.v2i1.21

Abstract

GERD (gastro-esophageal reflux disease) adalah kondisi patologis dimana sejumlah isi lambung berbalik ke esophagus melebihi jumlah normal, dan menimbulkan berbagai keluhan.Refluks ini ternyata juga menimbulkan symptoms ekstraesofageal, disamping penyulit intraesofageal seperti striktur, Barrett's esophagus atau bahkan adenokarsinoma esophagus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan obat-obat golongan PPI (proton pump inhibitor) khususnya pantoprazole injeksi dan omeprazole injeksi pada penyakit GERD (gastro esophageal refluxs disease) dan mengevaluasi penggunaan obat-obat pantoprazole injeksi dan omeprazole injeksi pada terapi penyakit GERD (gastro esophageal refluxs disease). Hasil penelitian dari 35 pasien (4%) yang terdiagnosa GERD (gastro esophageal refluxs disease), sebanyak 12 pasien yang mendapatkan terapi dosis tunggal yaitu hanya omeprazole injeksi atau pantoprazole injeksi saja, 6 pasien dengan terapi kombinasi 2 obat yaitu omeprazole injeksi dengan pantoprazole injeksi dan 17 pasien dengan terapi kombinasi obat lebih dari 3, yaitu omeprazole injeksi dengan pantoprazole injeksi dan obat golongan PPI (proton pump inhibitor) lainnya.