Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

HUBUNGAN LETAK LESI STROKE DENGAN KEJADIAN DEPRESI PASCA STROKE PADA PASIEN STROKE DI RSUD PROF DR W Z JOHANNES KUPANG Pongsilurang, Jeanette Maureen; Wungouw, Herman Pieter Louis; Setiono, Kresnawati Wahyu
Cendana Medical Journal Vol 8 No 2 (2020): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.345 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v8i2.3347

Abstract

Stroke merupakan penyebab kematian tertinggi kedua dan penyebab disabilitas tertinggi ketiga di dunia. Stroke dapat mempengaruhi kondisi neuropsikiatri pasien, salah satu dampak paling umum ialah depresi pasca stroke yang dapat memperlambat proses pemulihan pasien pasca stroke. Lokasi lesi diduga merupakan salah satu faktor yang berhubungan dengan depresi pasca stroke, namun hal ini masih menjadi kontroversi. Tujuan penelitin ini untuk mengetahui hubungan letak lesi stroke dengan kejadian depresi pasca stroke pada pasien stroke di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang. Metode penelitian ini bersifat analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 68 orang dan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data primer didapat melalui wawancara dengan pasien menggunakan kuesioner Hamilton Depression Rating Scale (HDRS), sedangkan data sekunder didapatkan melalui rekam medik. Hasil dari 68 responden, didapati 31 responden (45,6%) dengan lesi hemisfer kiri dan 37 responden (54,4%) dengan lesi hemisfer kanan. Sebanyak 29 responden (42,6%) mengalami depresi pasca stroke. Terdapat 45,2% responden dengan lesi hemisfer kiri mengalami depresi, sedangkan responden dengan lesi hemisfer kanan yang mengalami depresi sebesar 40,5%. Analisis data dilakukan dengan uji chi square dan didapatkan nilai signifikansi p=0,701 (p>0,05). Kesimpulan penelitian ini tidak terdapat hubungan yang signifikan antara letak lesi stroke dengan kejadian depresi pasca stroke pada pasien stroke di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang.
HUBUNGAN ADIKSI INTERNET DENGAN KUALITAS TIDUR PADA MAHASISWA PREKLINIK FAKULTAS KEDOKTERAN Habut, Maria Alberthin; Manafe, Derri Tallo; Wungouw, Herman Pieter Louis
Cendana Medical Journal Vol 9 No 1 (2021): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.325 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v9i1.4933

Abstract

Popularitas internet sebagai media komunikasi dan hiburan menjadikan internet bagian dari kehidupan sehari-hari sehingga meningkatkan resiko adiksi internet. Hasil survei APJII tahun 2016 menyatakan bahwa di Indonesia mahasiswa adalah pengguna internet paling banyak, yang mencapai angka 89.7%. Adiksi internet dapat menjadi salah satu penyebab yang mempengaruhi kualitas tidur. Mahasiswa kedokteran rawan memiliki kualitas tidur yang buruk disebabkan oleh tingginya intensitas belajar serta pengerjaan tugas dan akibat gaya hidup. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan adiksi internet dengan kualitas tidur pada mahasiswa preklinik Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana. Metode penelitian ini merupakan penelitian analitikal observasional dengan rancangan cross sectional yang dilakukan pada mahasiswa preklinik Fakultas Kedokteran dengan cara pengisian kuesioner Young’s Internet Addiction Test (YIAT) dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling dengan jumlah responden 80 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian ini dari 80 responden, didapatkan hasil 4 responden (5%) mengalami adiksi internet berat, 62 responden (77,5%) adiksi internet sedang dan 14 responden (17,5%) mengalami adiksi internet ringan. Dari 80 responden juga didapatkan 59 responden (73,8%) memiliki kualitas tidur buruk dan 21 responden (26,3%) memiliki kualitas tidur baik. Hasil uji analisis bivariat pada penelitiaan ini diperoleh hasil p = 0,000 (p<0,05) dan r = 0,529 (korelasi kuat). Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan yang positif dengan tingkat korelasi kuat antara adiksi internet dengan kualitas tidur pada mahasiswa preklinik Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana.
FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KANKER KOLOREKTAL DI RSUD PROF.DR.W.Z. JOHANNES KUPANG Bouk, Laura Archangela Evangelista; Sasputra, I Nyoman; Wungouw, Herman Pieter Louis; Rante, Su Djie To
Cendana Medical Journal Vol 9 No 1 (2021): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.154 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v9i1.4947

Abstract

Kanker kolorektal merupakan suatu keganasan yang berasal dari jaringan usus besar yang terdiri atas kolon dan rektum. Kejadian kanker kolorektal berhubungan dengan faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi seperti usia dan jenis kelamin dan faktor risiko yang dapat dimodifikasi yaitu merokok dan konsumsi alkohol. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kanker kolorektal seperti usia, jenis kelamin, merokok dan alkohol di RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang pada tahun 2016-2020. Metodologi penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 19 orang dengan cara total sampling. Hasil penelitian ini tidak terdapat hubungan usia dan kejadian kanker kolorektal didapatkan hasil p = 0,990 (p<0,05), tidak terdapat hubungan jenis kelamin dengan kejadian kanker kolorektal didapatkan p = 1,000 (p<0,05), tidak terdapat hubungan merokok dengan kejadian kanker kolorektal didapatkan p = 1,000 (p<0,05), tidak terdapat hubungan alkohol dengan kejadian kanker kolorektal didapatkan p = 1,000 (p<0,05) dengan menggunakan uji alternatif Chi-Square yaitu Kolmogorov-Smirnov. Kesimpulan dari penelitian ini tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia, jenis kelamin, merokok, alkohol dengan kejadian kanker kolorektal di RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang.
HUBUNGAN ANTARA KEPERCAYAAN DIRI DENGAN GANGGUAN KECEMASAN SOSIAL PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER UNIVERSITAS NUSA CENDANA Abdillah, Melati Savana; Sagita, Sidarta; Wungouw, Herman Pieter Louis; Legoh, Dickson
Cendana Medical Journal Vol 13 No 2 (2025): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cmj.v13i2.27148

Abstract

Background : Nowadays, a medical student is demanded to have an effective communication skill, in such a manner that a medical student is expected to be confident and be able to communicate well and effectively. Anxiety in medical student can come from the medical curriculum itself, way too many subjects for such limited time to study over. The high anxiety level in medical student may affect their academic result not representing their actual academic skill. Low confidence can lead to social anxiety that may cause negative effect to their lives. Aim : To discover the relation between confidence and social anxiety disorder in medical students of medical school of Nusa Cendana University. Method : The research method being used is observational analytic with case control progam which is conducted to the medical students of Nusa Cendana University by filling out Lauster Self Confidence questionnaire and Social Anxiety questionnaire by Dr. Cahyaning Suryaningrum. Using probability sampling and stratified random sampling technique with the total of 150 students who fit the criteria of inclusion. The bivariate analysis will be conducted using Somer's D correlation test. Result : From the total of 150 respondent, 75 students (50.0%) have high level of social anxiety and the other 75 students (50.0%) have low level of social anxiety. Moreover, 20 respondents (13.3%) are found to have very high level of confidence, 72 respondents (48.0%) have high level of confidence, 54 respondents (36.0%) have medium level of confidence, and 4 respondents (2.7%) have low level of confidence. Given he bivariate statistic test result is p = 0.00 which shows the significant relation between confidence and social anxiety disorder. Conclusion : Correlation is found between confidence level and social anxiety disorder in medical students of medical school, Nusa Cendana University. Keywords : Confidence Level, Social Anxiety Disorder, Medical Students in Kupang
The Relationship between PROLANIS Exercise Routine and Quality of Life in Hypertensive Patients in Puskesmas Oesapa, Kupang City Wijoyo, Adinda Savely Kend Amara; Koamesah, Sangguana Marthen Jacobus; Wungouw, Herman Pieter Louis; Handoyo, Nicholas Edwin
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 4a (2025): Special Issue
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i4a.11170

Abstract

Hypertension is one of the leading causes of premature death worldwide, including in Indonesia. East Nusa Tenggara Province (NTT) has a high prevalence of hypertension, yet awareness and treatment rates remain low. In Kupang City, Puskesmas Oesapa reports the highest number of hypertension cases. PROLANIS exercise, a non-pharmacological intervention, is considered effective in improving patients quality of life. This study aims to determine the relationship between PROLANIS exercise routine and quality of life of hypertensive patients in the working area of Puskesmas Oesapa. Objective: To investigate the association between the routine participation in PROLANIS exercise and the quality of life of hypertensive patients in working area of Puskesmas Oesapa. Methods: This study used an analytical observational design with a cross-sectional approach. Data were collected through medical records and questionnaires, including medication adherence and the WHOQOL-BREF instrument. Sampling was conducted using total sampling technique and analyzed using Spearman correlation test. Results: The results showed a significant relationship between PROLANIS exercise routine and the quality of life of hypertensive patients, with a p-value of 0.041 (p < 0.05). Conclusion: A higher frequency of PROLANIS exercise is associated with better quality of life in hypertensive patients. Therefore, promoting regular participation in PROLANIS exercise should be considered as a strategy to improve the quality of life in this population.